Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Protein merupakan komponen utama dalam semua sel hidup, baik tumbuhan maupun
hewan. Pada sebagian besar bagian tubuh, protein merupakan komponen terbesar setelah air.
Kira-kira lebih dari 50% berat kering tubuh terdiri dari protein. Protein adalah senyawa organik
kompleks yang terdiri dari unsur-unsur karbon (50-55%), hidrogen ( 7%), oksigen ( 13%) dan
nitrogen (1-2%). Ada beberapa jenis protein lainya mengandung unsur logam seperti besi dan
tembaga.

Protein juga merupakan polipeptida yang memiliki kira-kira 100 sampai 1.800 lebih
residu asam amino. Protein alamia memiliki 20 jenis asam amino. Berat molekul protein
sangatlah besar, ribuan sampai jutaan. Sehingga merupakan suatu makromolekul. Seperti
senyawa polimer lain, protein dapat dihidroisis oleh asam, basaatau enzim dan menghasilkan
campuran asam-asam amino.

Pada umumnya protein sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh fisik dan kimia.
Sehingga mudah mengalami perubahan bentuk. Perubahan atau modifikasi pada struktur protein
tersebur disebut denturasi. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya denaturasi adalah panas, pH,
tekanan, aliran listrik dan adanya bahan kimia seperti urea, alkohol atau sabun. Proses denaturasi
berlangsung secara reversible dan juga ireversibel tergantung pada penyebabnya.

Rumusan Masalah
1. Mengapa saat dipanaskan albumin mengeluarkan uap air yang berbau khas?
2. Bagaimana cara menunjukkan adanya protein pada bahan yang diuji?

Tujuan
1. Mahasiswa dapat membuktikan unsure-unsur apa saja yang ada dalam protein.
2. Mahasiswa dapat menunjukkan adanya protein pada bahan yang diuji.
BAB II
KAJIAN TEORI

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagitubuh. Karena zat ini
berfungsi sebagai zat pembangun danpengatur. Protein adalah sumber asam amino yang
mengandungunsurC,H,O, dan N (Winarno.1992).
Protein merupakan bagian terpenting darisel-sel tubuh dan merupakan bagian
terbesar dari substansi kering dari organ-organ tubuh dan otot. Segala jenis protein mengandung
unsur nitrogen,karbon, hidrogen, oksigen, dan belerang (Sediaoetama.1976).Menurut Adams
(1988) merupakan kumpulan dari beberapaasam amino. Asam amino mengandung unsur karbon,
hidrogen,oksigen, nitrogen, dan belerang. Asam amino dikelompokkan menjadi 2(dua) yaitu
kelompok asam ( oksigen, karbon, dan belerang ) dan kelompok amino (nitrogen dan hidrogen )
yang menempel pada atom karbon.
Albumin jika dipanaskan secara terus menerus dia atas api, maka akan tercium seperti
bau rambut terbakar, yang menunjukkan bau khas Dario senyawa nitrogen. Selain itu juga akan
terbentu arang yang merupakan indikasi adanya unsure karbon. Pada bagian dinding tabung
reaksi terdapat titik-titik uap air. Adanya uap air menandakan terdapat unsure nitrogen. (Tim
Dosen Biokimia Jurusan Biologi FMIPA UNESA. 2017).
Protein mempunyai fungsi utama yaitu sebagai zat pembangun dalam tubuh dan juga
berfungsi sebagai bahan bakar dan zat pengatur. Protein sebagai zat pembangun karena menjadi
bahan pembentukan jaringan-jaringan baru yang selalu terjadi dalam tubuh,terutama pada masa
pertumbuhan, protein juga menggantikan jaringan tubuh yang rusak dan yang perlu dirombak
serta mempertahankan jaringan yang telah ada. Protein sebagai bahan bakar karena
protein mengandung karbon yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar. Protein akan dibakar
ketika keperluan tubuhakan energi tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Sehinggaprotein
tidak dapat digunakan untuk proses pembentukan jaringan.Protein sebagai zat pengatur karena
protein mengatur keseimbangan cairan dalam jaringan dan pembuluh darah. Selain ituprotein
juga dapat membentuk enzim dan hormon yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kelancaran
metabolisme. (Sari,Mayang.2011)

Kata protein sebenarnya berasal dari kata Yunani yang berarti pertama yang paling
penting, asal dari kata protos. Protein terdiri dari bermacam-macam golongan makromolekul
heterogen. Walaupun demikian semuanya merupakan turunan dari polipeptida dengan berat
molekul yang tinggi, secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari
polipeptida dengan berat molekkul yang tinggi.

Secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari polipeptida dan
protein kompleks yang mengandung zat-zat makanan tambahan seperti hern, karbohidrat, lipid
atau asam nukleat. Untuk protein kompleks, bagian polipeptida dinamakan aproprotein dan
keseluruhannya dinamakan haloprotein. Secara fungsional protein juga menunjukkan banyak
perbedaan. Dalam sel mereka berfungsi sebagai enzim, bahan bangunan, pelumas dan molekul
pengemban. Tapi sebenarnya protein merupakan polimer alam yang tersusun dari berbagai asam
amino melalui ikatan peptide.

Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan
hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa
unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam
amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan
sifat biologis suatu protein. (

Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak
dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung gula terpor belerang, dan ada
jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.

Kunci ribuan protein yang berbeda strukturnya adalah gugus pada molekul unit
pembangunan protein yang relatif sederhana dibangun dari rangkaian dasar yang sama, dari 20
asam amino mempunyai rantai samping yang khusus, yang berikatan kovalen dalam urutan yang
khas. Karena masing-masing asam amino mempunyai rantai samping yang khusus yang
memberikan sifat kimia masing-masing individu, kelompok 20 unit pembangunan ini dapat
dianggap sebagai abjad struktur protein.

Fungsi Protein

Sebagai Enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau di bantu oleh suatu senyawa makromolekul
spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi
karbondioksida yang sangat rumit seperti replikasi kromosom. Protein besar peranannya
terhadap perubahab-perubahan kimia dalam system biologis.

Alat Pengangkut dan Penyimpanan

Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh
protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan
mioglobin mengangkut oksigen dalam otot.

Pengatur Pergerakan

Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul
protein yang saling bergeseran.

Penunjang Mekanik
Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebebkan adanya kolagen, suatu protein
berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut

Pertahanan Tubuh atau Imunisasi

Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibody, yaitu suatu protein khusus yang dapat
mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti
virus, bakteri, dan sel-sel asing lain.

Media Perambatan Impuls Saraf

Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu
protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata

Pengendalian Pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-
bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan. (Lehninger, 1996)

Sifat-Sifat Fisikokimia Protein

Sifat fisikokimia setiap protein tidak sama, tergantung pada jumlah dan jenis
asamaminonnya

Berat molekul protein sangat besar

Ada protein yang larut dalam air, ada pula yang tidak larut dalam air, tetapi semua protein
tidak larut dalam pelarut lemak

Bila dalam suatu larutan protein ditambahkan garam, daya larut protein akan berkurang,
akibatnya protein akan terpisah sebagai endapan. Peristiwa pemisahan protein ini disebut salting
out

Apabila protein dipanaskan atau ditambahkan alkohol maka protein akan menggumpal

Protein dapat bereaksi dengan asam dan basa

Struktur Protein

Struktur protein distabilkan oleh 2 macam ikatan yang kuat (peptida dan sulfida) dan dua macam
ikatan yang lemah(hidrogen dan hidrofobik). Ikatan peptida adalah struktur primer protein yang
berasal dari gabungan asam amino L-alfa oleh ikatan alfa-peptida. Bukti utama untuk ikatan
peptida sebagai ikatan struktur primer dituliskan sebagai berikut:
a. Protease adalah enzim yang menghidrolisis protein, menghaslkan polipeptida sebagai
produknya. Enzim ini juga menghidrolisis ikatan peptida protein.
b. Spektrum inframerah protein menunjukkan adanya banyak ikatan peptida

c. Dua protein, insulin dan ribonuklease telah disintesis hanya dengan menggabungkan asam-
asam amino dengan ikatan peptida.

d. Protein mempunyai sedikit gugus karboksil dan gugus amina yang dapat dititrasi.

e. Protein dan polipeptida sintetik bereaksi dengan pereaksi biuret, membentuk warna merah
lembayung. Reaksi ini spesifik untuk 2 ikatan peptida atau lebih.

f. Penyediaan difraksi sinar X pada tingkat kekuatan pisah 0,2mm telah menyajikan identifikasi
ikatan peptida pada protein mioglobin dan hemoglobin. (Winarno, 1997)
BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Waktu Pelaksanaan :
Hari/ tanggal : Kamis, 30 Maret 2017
Pukul : 08.00-10.15 WIB

B. Tempat Pelaksanaan : Laboratorium Fisiologi

C. Alat dan Bahan :

1. tabung reaksi dan rak tabung reaksi


2. pipet tetes
3. penejepit tabung reaksi
4. gelas ukur
5. lampu spiritus
6. NaOH
7. Aquades
8. bahan uji
a. albumin (putih telur)
b. Tempe
c. susu sapi
d. daging ayam
e. brokoli
f. kacang kapri
g. kacang tanah
h. tahu
i. ikang tongkol
j. kecambah
k. kuning telur
l. keju
D. Prosedur Percobaan :
1. albumin1ml dimasukkan dalam tabung reaksi
2. panaskan
3. amati warna dan baunya
4. masukkan albumin 1 ml kedalam tabung feaksi
5. tambahkan NaOH 2ml
6. panaskan
7. amati baud an warnanya
8. Ulangi percobaan pada semua bahan uji lainnya
BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah

Bau : Telur mentah Bau : Telur matang


Albumin dimasukkan dalam
1. Albumin Warna : Bening Warna : Putih
tabung reaksi, dipanaskan
Uap : Tidak ada Uap : Ada

Bau : putih telur


mentah (amis) Bau : putih telur
Albumin dimasukkan dalam Warna : bening (amis), dan tercium
2. Albumin tabung reaksi + NaOH pekat (2x kekuningan aroma manis
albumin), dipanaskan Uap : Tidak ada Warna : putih
Warna NaOH : putih Uap : ada
keruh

1. Brokoli

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : bau khas sayur Bau : bau khas sayur
Brokoli Sedikit ekstrak brokoli brokoli brokoli
1. (ekstrak) dimasukkan dalam tabung reaksi, Warna : hijau muda Warna : hijau
20 tetes / ml dipanaskan (++) mudah (+)
Uap : Tidak ada Uap : ada (+++)
Sedikit ekstrak brokoli Bau : bau khas sayur Bau : bau khas sayur
Brokoli
dimasukkan dalam tabung reaksi + brokoli brokoli
2. (ekstrak)
NaOH pekat (2x brokoli), Warna : hijau muda Warna : hijau
20 tetes / ml
dipanaskan (++) kekuningan (bening)
Uap : tidak ada Uap : ada (++++)
NaOH pekat : tidak
berwarna

2. Keju

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : amis dan gurih Bau : seperti putih
keju dimasukkan dalam tabung Warna : putih telur mentah (amis)
1. Keju
reaksi, dipanaskan kekuningan Warna : putih
Uap : Tidak ada Uap : ada
Bau : amis dan gurih
Warna : putih Bau : seperti putih
Keju 1 ml + NaOH pekat (2x kekuningan telur mentah (amis)
2. Keju
albumin), dipanaskan Uap : tidak ada Warna : putih
NaOH pekat : tidak Uap : ada
berwarna

3. Daging ayam

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : amis (++) Bau : amis terbakar
Daging ayam dimasukkan dalam Warna : putih (+++)
1. Daging Ayam
tabung reaksi, dipanaskan kekuningan Warna : putih
Uap : Tidak ada Uap : ada
Bau : amis
Warna : putih Bau : terbakar
Daging ayam dimasukkan dalam
kekuningan Warna : kekuningan
2. Daging ayam tabung reaksi + NaOH pekat (2x
Uap : tidak ada (++)
albumin, dipanaskan
NaOH pekat : tidak Uap : ada (+)
berwarna

4. Ikan tongkol

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah

Bau : amis Bau : amis


Ikan tongkol dimasukkan dalam
1. Ikan tongkol Warna : putih keruh Warna : putih keruh
tabung reaksi, dipanaskan
Uap : Tidak ada Uap : ada

Bau : amis(++)
Warna : putih Bau : amis (+)
Ikan tongkol dimasukkan dalam
kekuningan Warna : tidak
2. Ikan tongkol tabung reaksi + NaOH pekat (2x
Uap : tidak ada berwarna
albumin, dipanaskan
NaOH pekat : tidak Uap : ada
berwarna

5. Kacang tanah

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah

Ekstrak kacang tanah dimasukkan Bau : amis Bau : amis


1. Kacang tanah dalam tabung reaksi, dipanaskan Warna : putih keruh Warna : putih keruh
Uap : Tidak ada Uap : ada
Bau : kacang tanah
mentah
Bau : amis (+)
Ekstrak kacang tanah dimasukkan Warna : putih
Warna : tidak
2. Kacang tanah dalam tabung reaksi + NaOH kekuningan
berwarna
pekat (2x albumin, dipanaskan Uap : tidak ada
Uap : ada
NaOH pekat : tidak
berwarna

6. Kuning telur

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : amis
Bau : amis
Kuning telur dimasukkan dalam Warna : kuning
1. Kuning telur Warna : kuning
tabung reaksi, dipanaskan pucat
Uap : Tidak ada
Uap : ada
Bau : amis
Bau : amis
Kuning telur dimasukkan dalam Warna : kuning
Warna : kuning
2. Kuning telur tabung reaksi + NaOH pekat (2x Uap : tidak ada
pucat (+)
albumin, dipanaskan NaOH pekat : tidak
Uap : ada
berwarna

7. Kacang kapri

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : kacang
Bau : kacang mentah
Kacang kapri dimasukkan dalam terbakar
1. Kacang kapri Warna : keruh
tabung reaksi, dipanaskan Warna : putih keruh
Uap : Tidak ada
Uap : ada
Bau : kacang mentah
Bau : kacang
Kacang kapri dimasukkan dalam Warna : keruh
terbakar
2. Kacang kapri tabung reaksi + NaOH pekat (2x Uap : tidak ada
Warna : kekuningan
albumin, dipanaskan NaOH pekat : tidak
Uap : ada
berwarna

8. Tempe

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : tempe mentah
Bau : tempe
Ekstrak tempe dimasukkan dalam Warna : kuning
1. Tempe Warna : kuning (++)
tabung reaksi, dipanaskan pucat
Uap : ada (+++)
Uap : Tidak ada
Bau : tempe mentah
Ekstrak tempe dimasukkan dalam Warna : putih Bau : tempe
2. Tempe tabung reaksi + NaOH pekat (2x Uap : tidak ada Warna : putih
albumin, dipanaskan NaOH pekat : tidak Uap : tidak ada
berwarna

9. Kecambah

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : kecambah (+) Bau : menyengat
Ekstrak kecambah dimasukkan
Warna : hijau keabu- (++)
1. Kecambah dalam tabung reaksi, dipanaskan
abuan Warna : bening

Uap : ada (++) Uap : tidak ada
Bau : (+)
Warna : hijau Bau : (++)
Ekstrak kecambah dimasukkan
kekabu-abuan Warna : kuning
2. Kecambah dalam tabung reaksi + NaOH
Uap : tidak ada kecoklatan
pekat (2x albumin, dipanaskan
NaOH pekat : tidak Uap : ada (+)
berwarna

10. Susu

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah

Bau : susu Bau : susu


Susu dimasukkan dalam tabung
1. Susu Warna : putih (+++) Warna : putih
reaksi, dipanaskan
Uap : tidak ada Uap : ada (+++)

Bau : susu
Bau : terbakar
Susu dimasukkan dalam tabung Warna : putih (+++)
Warna : coklat
2. Susu reaksi + NaOH pekat (2x albumin, Uap : tidak ada
muda
dipanaskan NaOH pekat : tidak
Uap : ada (++)
berwarna

11. Tahu

Hasil Pengamatan
No. Bahan Uji Kegiatan
Sebelum Sesudah
Bau : arus Bau : tahu gossong
Ekstrak tahu dimasukkan dalam
1. Tahu Warna : putih Warna : putih
tabung reaksi, dipanaskan
Uap : ada (+) Uap : ada (+++)

Bau : arus
Ekstrak tahu dimasukkan dalam Warna : putih Bau : terbakar
2. Tahu tabung reaksi + NaOH pekat (2x Uap : ada (+) Warna : putih
albumin, dipanaskan NaOH pekat : tidak Uap : ada (++)
berwarna

B. Analisis
Percobaan pertama, Albumin dimasukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 1 ml,
kemudian dipanaskan diatas lampu spirtus sampai mengeluarkan uap air. Setelah itu,
cium baunya dan amati perubahan warna setelah dipanaskan. Percobaan kedua masih
sama seperti percobaan pertama, namun kali ini ditambahkan NaOH sebanyak 2 kali
jumlah albumin. Albumin 1 ml ditambah NaOH 2ml lalu dipanaskan sampai menguap.
Amati perubahan warna dan baunya. Pada percobaan untuk jenis bahan yang diuji,
langkahnya tetap sama seperti percobaan pada albumin. Hanya saja albumin diganti
dengan jenis-jenis bahan uji tersebut. Pada uji brokoli, menghasilkan bau khas sayur
brokoli dan warna hijau mudah dan lebih bening dari warna sebelumnya serta
mengeluarkan uap air. Pada uji kedua setelah ditambahkan NaOH dan dipanaskan,
warnanya berubah menjadi hijau kekuningan dan juga lebih bening dari warna sebelum
dipanaskan serta menghasilkan uap air. Uji pada keju saat percobaan pertama
menghasilkan bau amis dan gurih sama sepetrti bau sebelum dipanaskan. Warna yang
dihasilkan putih dan terdapat uap air. Pada percobaan kedua yang ditambahkan NaOH,
dihasilkan bau seperti putih telur mentah dan amis berbeda dari bau sebelumnya yang
berbau amis dan gurih. Warna yang dihasilkan seeprti putih telur dan terdapat uap air. Uji
pada daging ayam menghasilkan bau amis terbakar dan berwarna putih serta terdapat uap
air pada percobaan pertama. Pada percobaan kedua menghasilkan bau terbakar dan warna
kekuningan serta terdapat uap air. Uji pada ikan tongkol menghasilkan warna putih keruh
dan bau amis serta terdapat uap air pada percobaan pertama. Percobaan kedua
menghasilkan bau amis yang lebih sedikit dari percobaan pertama, terdapat uap air, dan
tidak berwarna namun terdapat endapan. Uji pada kacang tanah menghasilkan warna
krem dan bau khas kacang tanah serta terdapat endapan pada percobaan pertama. Pada
percobaan kedua menghasilkan warna coklat dan bau seperti rambut terbakar dan gosong
serta terdapat uap air. Uji pada kuning telur mengfhasilkan warna kuning dan bau amis
serta terdapat uap air pada percobaan pertama. Pada percobaan kedua menghasilkan
warna kuning pucat dan bau amis serta yterdapat uap air. Uji pada kacang kapri
menghasilkan warna putih keruh dan bau seperti kacang terbakar serta terdapat uap air
pada percobaan pertama. Pada percobaan kedua menghasilkan warna kekuningan dan bau
kacang terbakar serta terdapat uap air. Uji pada tempe menghasilkan warna kuning dan
bau khas tempe serta uap air pada percobaan pertama. Pda percobaan kedua
menghasilkan warna putih dan bau khas tempe serta ada uap air. uji pada kecambah
menghasilkan bau menyengat dan tidak berwarna serta tidak terdapat uap air pada
percobaan pertama. Pada percobaan kedua menghasilkan warna kuning kecoklatan dan
bau menyengat serta ada uap air. Uji pada susu sapi menghasilkan warna putih dan bau
susu serta ada uap air pada percobaan yang pertama. Pada percobaan kedua mneghasilkan
warna coklat muda dan bau seperti rambut terbakar serta ada uap air. Uji pada tahu
menghasilkan warna putih keruh dan bau khas tahu serta terdapat uap air pada percoban
pertama. Pada percobaan kedua menghasilkan warna kuning dengan bau seperti tahu
gosong serta terdapat uap air.

C. Pembahasan
Pada percobaan yang telah dilakukan pada albumin dan jenis bahan uji lain
dikatakan, terjadi perubahan warna setelah bahan dipanaskan. Hal itu terjadi karena
protein memiliki sifat denaturasi yakni kerusakan akibat pemanasan. Pada denaturasi,
protein mengalami kerusakan mulai dari struktur tersier sampai struktur primernya. Uji
protein ini dilakukan untuk mengetahui unsure-unsur yang ada atau terkandung dalam
protein. Misal seperti nitrogen. Adanya nitrogen yang terkandung dalam protein ini dapat
diketahui melalui percobaan saat bahan uji dipanaskan lalu terdapat uap air dan bau mirip
rambut terbakar. Pada bahan uji seperti brokoli, tempe, susu sapi, daging ayam, ikan
tongkol, kacang tanah, kacang kapri, kecambah, keju, kuning telur, dan tahu diketahui
mengandung protein karena terjadi perubahan warna yang merupakan kerusakan struktur
protein akibat pemanasan , tetapi perubahan warna berbeda-beda ada yang jauh berubah
dan ada yang sedikit berubah. Hal tersebut terjadi karena kanudngan protein yang
tersimpan dalam bahan-bahan tersebut berbeda-beda. Pada sebelas bahan uji tersebut juga
terdapat kanudngan nitrogen pada proteinnya karna terdapat uap air dan bau yang khas
dari nitrogen.

Diskusi
1. Apakah ada perubahan warna pada uji dengan kertas lakmus? bagaimana pendapat
saudara?
Jawab: Pada uji protein yang kami lakukan tidak menggunakan kertas lakmus.
2. Bila kertas lakmus menunjukkan perubahan warna hal tersebut mengindikasikan adanya
unsure apa? Alasan?
Jawab: Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa
berwarna biru dan dalam larutan netral berwarna merah. Lakmus biru dalam larutan asam
berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru dan dalam larutan netral berwarna
biru.
BAB V
PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa uji protein ini dapat
menunjukkan adanya nitrogen yang menghasilkan bau khas pada bahan-bahan yang
diujikan serta menunjukkan adanya protein didalam bahan-bahan yang diuji tersebut.

Saran

Untuk praktikum yang akan datang, lebih di tekankan untuk memahami langkah-langkah
kerja praktikum agar tidak terjadi kesalahan pada saat praktikum. Lebih teliti lagi saat
membedakan baud an warna pada hasil uji.
DAFTAR PUSTAKA

Abdi, 2001. Konsep- konsep Dasar Biokimia . Bandung: Departemen P dan K.

Poedjiadi, anna dan Suprianti, Titin. 2009. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta:Universitas

Indonesia.

Rahayu, Yuni Sri. dkk. 2016. Petunjuk Praktikum Biokimia. Surabaya:Jurusan Biologi FMIPA
UNESA

Riawan. 2007 . Kimia Organic. Jakarta:Binarupa Aksara.

Wirahadikusummah, M., 1985. Biokimia: Protein, Enzim, dan Asam Nukleat.

Bandung:ITB.