Anda di halaman 1dari 11

BAB I

Gambar Otak dan bagian bagiannya

Otak nampak seperti sebuah kembang kol yang beratnya rata-rata 1,2 kg pada laki-
laki dan 1 kg pada perempuan. Otak dapat dibagi ke dalam tiga bagian umum, yaitu otak
depan, otak tengah, dan otak belakang. Anehnya nama bagian-bagian tersebut tidak
berdasarkan letaknya pada otak (contohnya otak depan tidak berada di bagian depan). Tapi,
nama bagian-bagian tersebut didasarkan pada posisi saat manusia masih berbentuk embrio.
Kemudian posisi bagian-bagian otak tersebut berubah selama perkembangan janin dalam
kandungan.

2
Otak Belakang terletak di dasar kepala, terdiri dari empat bagian fungsional, yaitu
medulla oblongata, pons, bentuk reticular (reticular formation), dan cerebellum.
1. Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan
menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi
otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
2. Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama
dengan formasi reticular. Ponslah yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
3. Formasi Reticular memiliki peranan penting dalam pengaturan gerakan dan perhatian
Anda. Formasi reticular seolah-olah berfungsi untuk mengaktifkan bagian lain
dalam otak.
4. Cerebellum disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar
(otak secara keseluruhan). Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak. Tapi,
sebenarnya fungsi tersebut perlu dipelajari dan dilatih, seperti keseimbangan dan
koordinasi. Misalnya saat berjalan, apabila jalan yang kita lalui sudah biasa dilewati,
maka tanpa berpikirpun, kita sudah bisa sampai ditujuan. Itulah salah satu kegunaan
cerebellum, yang berfungsi sebagai kendali/ control atas gerakan kita.
Hati

Gambar Hati dan bagiannya


3

Hati merupakan organ terbesar d alam tubuh manusia, mempunyai berat sekitar 1.5
kg.Walaupun berat hati hanya 2-3% dari berat tubuh , namun hati terlibat dalam 25-
30% pemakaian oksigen. Sekitar 300 milyar sel-sel hati terutama hepatosit yang
jumlahnya kurang lebih 80%, merupakan tempat utama metabolisme intermedier
(Koolman, J & Rohm K.H, 2001).

Hati manusia terletak pada bagian atas cavum abdominis, dibawah diafragma, dikedua
sisi kuadran atas, yang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200-
1600 gram. Permukaan atas terletak bersentuhan dibawah diafragma, permukaan
bawah terletak bersentuhan di atas organ-organ abdomen. Hepar difiksasi secara erat
oleh tekanan intraabdominal dan dibungkus oleh peritonium kecuali di daerah
posterior-posterior yang berdekatan dengan vena cava inferior dan mengadakan
kontak langsung dengan diafragma.Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh
tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 25%
oksigen darah
Reye Syndrome adalah penyakit yang mempengaruhi semua organ tubuh, tetapi yang
paling mematikan hati dan otak. Sindrom Reye adalah penyakit dua-tahap karena
hampir selalu dikaitkan dengan infeksi virus sebelumnya, seperti influenza cacar,
dingin, atau ayan
Sindroma Reye adalah suatu sindroma ensefalopati yang penyebabnya tidak
diketahui, dan disertai dengan kemunduran fungsi hati.Sindroma Reye merupakan
suatu keadaan yang sangat jarang terjadi dan seringkali berakibat fatal hanya
menyerang anak-anak dan remaja.

Sindrom Reye adalah penyakit yang sangat langka namun serius yang dapat
mempengaruhi otak dan hati, terjadi paling sering pada anak-anak yang sembuh dari
infeksi virus.

Sindrom Reye terutama terjadi pada anak-anak antara 4 dan 14 tahun, dan terjadi
paling sering ketika adanya epidemi penyakit infeksi virus, seperti selama musim
dingin atau mengikuti suatu wabah cacar air atau influenza B.

Jangka waktu bervariasi dengan tingkat keparahan penyakit, yang bisa berkisar mulai
dari yang ringan, sampai yang menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Meskipun
beratnya bervariasi, sindrom Reye adalah kelainan yang berpotensi mengancam
kehidupan yang harus diperlakukan sebagai darurat medis.

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian sindrom reye
2. Mengetahui etiologi sindrom reye
3. Mengetahui tanda dan gejala sindrom reye
4. Mengetahui patofisiologi sindrom reye
5. Mengetahui pemeriksaan diagnostik pada kasus sindrom reye
6. Mengetahui pencegahan sindrom reye
7. Mengetahui penatalaksanaan medis pada kasus sindrom reye

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Sindrom Reye adalah penyakit yang sangat langka namun serius yang dapat
mempengaruhi otak dan hati, terjadi paling sering pada anak-anak yang sembuh dari
infeksi virus.

Dinamakan setelah ahli patologi Australia R. Douglas Reye, yaitu orang yang pertama
kali melaporkan sebagai sindrom yang berbeda pada tahun 1963, sindrom Reye masih
belum dipahami dengan baik. Penelitian telah menghubungkan penggunaan aspirin
atau obat yang mengandung aspirin selama infeksi virus penyebab munculnya
sindrom Reye.

Sindrom Reye terutama terjadi pada anak-anak antara 4 dan 14 tahun, dan terjadi
paling sering ketika adanya epidemi penyakit infeksi virus, seperti selamamusim
dingin atau mengikuti suatu wabah cacar air atau influenza.
Jangka waktu bervariasi dengan tingkat keparahan penyakit, yang bisa berkisar mulai
dari yang ringan, sampai yang menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Meskipun
beratnya bervariasi, sindrom Reye adalah kelainan yang berpotensi mengancam
kehidupan yang harus diperlakukan sebagai darurat medis. Deteksi dini dan
pengobatan sangat penting kemungkinan untuk peningkatan pemulihan yang sukses
ketika sindrom Reye ditangani lebih awal.
Reyes syndrome (RS) adalah terutama penyakit anak-anak, meskipun ia dapat terjadi
pada segala umur. Ia mempengaruhi semua organ-organ tubuh namin adalah paling
berbahaya pada otak dan hati menyebabkan peningkatan yang akut dari tekanan
dalam otak dan, seringkali akumulasi lemak yang besar-besaran pada hati dan organ-
organ lain. RS didefinisikan sebagai penyakit dua fase karena ia umumnya terjadi
dalam hubungan dengan infeksi virus sebelumnya, seperti flu atau chicken pox (cacar
air). Penyakit umumnya terjadi sewaktu kesembuhan dari infeksi virus, meskipun ia
dapat juga berkembang 3 sampai 5 hari setelah penimbulan penyakit virus. RS
seringkali disalahartikan sebagai encephalitis, meningitis, diabetes. overdosis obat,
keracunan, sindrom kematian bayi yang tiba-tiba, atau peyakit psychiatric (jiwa).

B. ETIOLOGI

Penyebab dari Sindrom Reye adalah misteri. Bagaimanapun studi-studi telah


menunjukan bahwa menggunakan aspirin atau obat-obat yang mengandung salicylate
untuk merawat penyakit virus meningkatkan risiko.Dugaan lain melibatkan virus
tertentu (seperti virus influenza A atau B atau virus cacar air) ditambah dengan
pemakaian Aspirin.Minum Aspirin selama menderita influenza atau cacar air bisa
meningkatkan resiko terjadinya sindroma Reye sebanyak 35 kali lipat.

C. TANDA DAN GEJALA

Gejala-gejala dari Reye syndrome termasuk:

1. Muntah yang hebat


2. Lesu, ngantuk
3. Pada bayi, diare dan pernapasan cepat
4. Perubahan-perubahan kepribadian termasuk sifat lekas marah atau menyerang,
5. Disorientasi atau kebingungan
6. Delirium (mengigau)
7. Kehilangan kesadaran

Tanda dan gejala menurut tahapan :

a. Manifestasi tahap I
Muntah, letargi, konfusi, irama EEG yang lambat dan disfungsi hepar
b. Manifestasi tahap II
Cenderung mengamuk, hiperventilasi, halusinasi, respon terhadap stimulus

nyeri yang sesuai, disfungsi hepar


c. Manifestasi tahap III
Koma, kaku dekortikasi, hiperventilasi dan refleks pupil dan okular yang menetap
d. Manifestasi tahap IV
Koma yang dalam, kaku deserebrasi, kehilangan refleks okulosefalik, pupil yang

membesar dan tanda-tanda disfungsi batang otak


e. Manifestasi tahap V
Kejang, flaksiditas, henti nafas dan kehilangan refleks tendon profunda

Jika gejala-gejala ini hadir selama atau segera setelah penyakit virus, perhatian medis
harus segera dicari. Gejala-gejala dari RS pada bayi-bayi tidak mengikuti pola yang
khas; contohnya, muntah tidak selalu terjadi.

D. PATOFISIOLOGI

1. Gangguan dicirikan dengan ensefalopati dan degenerasi lemak pada hati


2. Mitokondria sel mengalami cedera dan kemudian membesar dan membengkak
yang menyebabkan edema serebral dan infiltrasi lemak pada hati, ginjal dan jantung
3. Hiperrammonemia terjadi akibat reduksi pada enzim yang mengubah amonia menjadi
urea

Gangguan yang dicirikan dengan ensefalopati dan Faktor resiko Mitokondria sel
mengalami cedera dan degenerasi lemak pada hati kemudian membesar dan
membengkak yang menyebabkan edema serebral dan tanda dan kemunduran fungsi hati
dan otak infiltrasi lemak pada hati sinrdom reye gejala

E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. CT scan atau MRI kepala

Mengidentifikasi penyebab lain perubahan perilaku atau kewaspadaan menurun.CT


scan menggunakan mesin pencitraan canggih dihubungkan ke sebuah komputer untuk
menghasilkan rinci, gambar dua dimensi dari otak.MRI scan menggunakan medan magnet
yang kuat dan gelombang radio dan bukan sinar-X untuk menghasilkan gambar otak

2. Biopsi hati

Dapat membantu dokter mengidentifikasi atau mengesampingkan kondisi lain yang


mungkin mempengaruhi hati. Selama biopsi hati, jarum dimasukkan melalui kulit di sisi
kanan atas perut dan masuk ke hati. Sebuah contoh kecil dari jaringan hati akan dihapus
dan dikirim ke laboratorium untuk analisis

3. Pemeriksaan enzim hati


4. Pemeriksaan amonia serum
5. Pungsi lumbal
6. Pemeriksaan saraf
7. Analisa kimia darah

F. PENCEGAHAN

Aspirin dan obat lain dari keluarga salisilat tidak boleh digunakan dalam pengobatan cacar
air, influenza, dan penyakit virus lainnya. Secara umum, aspirin sebaiknya tidak
digunakan untuk anak-anak atau remaja kecuali atas saran dokter untuk kondisi tertentu.

G. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan medis bersifat suportif dan dilakukan berdasarkan tahap penyakit


anak.Anak dengan Sindrome reye tahap I harus dihospitalisasi untuk observasi ketat
karena gejala penyakit ini berkembang dengan cepat. Hidrasi IV dengan larutan dekstrosa
tinggi diperlukan untuk mempertahankan kadar glukosa serum tetap normal. Anak dengan
Sindrome reye tahap II sampai V memerlukan terapi di unit perawatan intensif pediatrik.
Harus diusahakan tindakan menormalkan TIK dan dukungan terhadap sistem yang
terganggu. Pemulihan suhu normal dan pencegahan infeksi merupakan prioritas.
Obat yang digunakan :

1. Antikoagulan
2. Sedaktif
3. Vitamin K untuk defisiensi protrombin
4. Manitol diuretik osmotik untuk mengendalikan hipertensi intrakranial
5. Vekuronium untuk paralisis obat-obat rangka untuk meningkatkan ventilasi
Peningkatan TIK dan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit merupakan perhatian
utama,anak-anak ditangani dalam ruang rawat intensif, jalur arteri dan venasentral
diberikan untuk memantau status hemodinamik.
1. Pantau adanya peningkatan TIK
2. Inspeksi hasil pembacaan pemantauan TIK
3. Beri penekanan pada vena dan arteri secara teratur
4. Pantau kadar gas darah

10

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Reye Syndrome adalah penyakit yang mempengaruhi semua organ tubuh, tetapi yang
paling mematikan hati dan otak. Sindrom Reye adalah penyakit dua-tahap karena
hampir selalu dikaitkan dengan infeksi virus sebelumnya, seperti influenza cacar,
dingin, atau ayan. Sindroma Reye adalah suatu sindroma ensefalopati yang
penyebabnya tidak diketahui, dan disertai dengan kemunduran fungsi hati. Sindroma
Reye merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi dan seringkali berakibat
fatal hanya menyerang anak-anak dan remaja. Terjadi paling sering pada anak-anak
yang sembuh dari infeksi virus, terutama terjadi pada anak-anak antara 4 dan 14
tahun, dan terjadi paling sering ketika adanya epidemi penyakit infeksi virus, seperti
selama musim dingin atau mengikuti suatu wabah cacar air atau influenza B.

Jangka waktu bervariasi dengan tingkat keparahan penyakit, yang bisa berkisar mulai
dari yang ringan, sampai yang menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Meskipun
beratnya bervariasi, sindrom Reye adalah kelainan yang berpotensi mengancam
kehidupan yang harus diperlakukan sebagai darurat medis.

B. SARAN

Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih memiliki banyak


kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca. Adapun harapan Kami dengan di kritiknya makalah ini,
dapat di jadikan sumber rujukan sebagai penunjang penulisan makalah kami
selanjutnya

11

DAFTAR PUSTAKA

Pearce, Evelyn C. 1985. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia
Rosyidi, Alvi. 1996. Anatomi Fisiologi dan Gizi Manusia. Surakarta: UNS
Rahmad Juwono, 1996, Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3, FKUI, Jakarta.
Baradero, Mary. 2008. Klien Gangguan Hati: Seri Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.