Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorium posttest only control


group, dimana peneliti melakukan pengamatan terhadap kelompok kontrol dan
kelompok perlakuan setelah diberikan intervensi.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2015 di Laboratorium Farmasi


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako untuk
pembuatan ekstrak dan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako untuk pengujian ekstrak.

C. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah bakteri Shigella Dysentriae . Sampel yang


digunakan adalah kultur bakteri Shigella Dysentriae yang berasal dari Balai
Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Dan selanjutnya sampel
dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu:

- Kelompok 1 : Ekstrak daun pepaya 100%


- Kelompok 2 : Ekstrak daun pepaya 10%
- Kelompok 3 : Ekstrak daun pepaya 15%
- Kelompok 4 : Ekstrak daun papaya 20%
- Kelompok 5 : Siprofloxacin sebagai kontrol positif
- Kelompok 6 : Na-CMC sebagai kontrol negatif

24
25

Berdasarkan perlakuan diatas, maka pada penelitian ini masing- masing


dilakukan replikasi 6 kali, dan ada 6 kelompok perlakuan. Sehingga apabila 6
dikalikan 6, maka di dapatkan besaran sampel yang akan di uji sebanyak 36
sampel

D. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas (independen)


Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak daun pepaya (Carica
papaya L.) dengan berbagai konsentrasi.
2. Variabel tergantung (dependen)
Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah daya hambat antibakteri pada
pertumbuhan bakteri Shigella Dysentriae

E. Definisi Operasional Penelitian

1. Ekstrak daun pepaya


Ekstrak daun pepaya adalah sediaan kental, yang dibuat dari hasil tarikan
simplisia melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol yang
kemudian diuapkan
2. Antibakteri
Antibakteri adalah senyawa organik sintetik atau yang terdapat secara alami
yang menghambat atau menghancurkan bakteri tertentu, biasanya pada
konsentrasi rendah
3. Kadar hambat minimal (KHM)
Kadar Hambat Minimal antimikroba merupakan konsentrasi terkecil bahan
uji yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji
4. Zona hambat
Zona hambat adalah zona bening yang terbentuk di sekitar sumuran yang
menunjukkan daya hambat bahan uji terhadap bakteri
26

Alat ukur : Jangka Sorong


Hasil ukur : Diameter zona hambat yang terbentuk (satuan mm)
Sangat kuat (zona hambat > 20 mm), kuat (zona hambat
10-20 mm), sedang (zona hambat 5-10 mm) dan lemah
(zona hambat < 5 mm) (Davis dan Stout
Skala ukur : Numerik

F. Instrumen Penelitian
1. Alat
a. Timbangan
b. Blender
c. Rotary evaporator
d. Ose steril
e. Tabung reaksi
f. Inkubator
g. Gelas ukur
h. Kertas saring
i. Mikropipet
j. Jangka sorong
k. Cawan petri
l. Gelas beaker
2. Bahan
a. Daun Pepaya
b. Etanol 96%
c. Agar nutrien
d. Siprofloksasin
e. Na-CMC
f. Biakan bakteri Shigella Dysentriae
g. Pereaksi Dragendorff
h. NaCl
i. HCl
27

G. Prosedur dan Alur Penelitian

1. Prosedur
a. Pembuatan ekstrak daun pepaya
1) Daun pepaya dicuci dengan air mengalir hingga bersih kemudian
dilakukan pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Setelah
kering, daun pepaya dirajang.
2) Daun pepaya kemudian dimasukkan ke dalam bejana maserasi
(toples) hingga sepertiga bejana, lalu direndam dengan etanol selama
3 x 24 jam dengan sekali-kali diaduk.
3) Kemudian larutan disaring dengan kertas saring.
4) Cairan penyari yang diperoleh kemudian dirotavapor hingga kental.
5) Ekstrak etanol dikeringkan menggunakan kipas angin hingga
pelarutnya benar-benar menguap.

b. Uji pendahuluan
Uji pendahuluan dilakukan untuk melihat efektivitas antibakteri dari
ekstrak dengan konsentrasi 100%. Jika didapatkan efek antibakteri dari
konsentrasi ekstrak 100%, maka penelitian dapat dilanjutkan dengan
konsentrasi yang lebih kecil. Pada penelitian ini akan di ujikan dengan
konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%.

c. Uji efektifitas antibakteri


1) Menggoreskan bakteri uji di atas permukaan agar nutrien pada
cawan petri.
2) Membuat sumuran pada media agar nutrien yang telah ditumbuhkan
bakteri uji.
3) Meneteskan larutan uji pada sumuran yang telah dibuat
menggunakan mikropipet, kemudian diinkubasi dalam inkubator
pada suhu 370C selama 24 jam.
4) Mengukur diameter zona bening yang terbentuk menggunakan
mistar berskala mm.
28

diameter vertikal + diameter horizontal


+ diameter diagonal
diameter zona hambat=
3
29

H. Alur penelitian

Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Ekstrak Daun Pepaya

Uji Fitokimia (alkaloid dan saponin)

Uji pendahuluan

Sumuran berisi Na-CMC Sumuran berisi ekstrak Daun Sumuran berisi


sebanyak 100 L Pepaya dengan konsentrasi Ciprofoxacin sebanyak 100
100% L
(Kontrol negative)
Sebanyak 100 L (Kontrol positif)

jika Hasilnya Positif

Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri


Shigella Dysentriae

Sumuran berisi ekstrak Sumuran berisi ekstrak dengan Sumuran berisi ekstrak
dengan konsentrasi konsentrasi 15 % sebanyak 100 dengan konsentrasi 10%
L sebanyak 100 L
20% sebanyak 100 L

Diinkubasi pada agar Ukur diameter Zona


nutrient dengan suhu 370 Hambat
selama 24 jam

Gambar 3.1 Alur penelitian


30

I. Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini diuji nilai kemaknaannya dengan


menggunakan uji parametrik one-way Anova. Uji parametrik one-way Anova
digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis komparatif lebih dari dua kelompok
perlakuan, yakni membandingkan beberapa perlakuan antara ekstrak daun Pepaya
dengan konsentrasi 100%, 20%, 15%, 10%. Kontrol negatif aquades steril dan
kontrol positif Siprofloxacin

Setelah dilakukan uji Anova terhadap data hasil penelitian dan memiliki
berbedaan yang signifikan, maka selanjutnya dilakukan uji nilai signifikan
perbandingan atau uji LSD (Least Significant Different) untuk melihat besarnya
perbedaan dari berbagai konsentrasi.