Anda di halaman 1dari 2

PELAKSANAAN EDUKASI BANTUAN NON TUNAI

PROGRAM KELUARGA HARAPAN TAHUN 2017


KABUPATEN SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH

A. IDENTITAS PELAKSANA PKH


1. Nama Pelaksana PKH : Ahmad Sutrisni Ahid, S.Psi, S.Pd.I
2. Jabatan : Koordinator Kabupaten
3. Wilayah Dampingan : se-Kabupaten (12 Kecamatan)
B. DESKRIPSI
1. PENDAHULUAN
Bantuan non tunai PKH adalah terobosan penyaluran bantuan yang efektif dari
Kementerian Sosial RI. Melalui Intruksi Presiden RI dalam rapat Terbatas Tentang Keuangan
Inklusif 26 April 2016 yang berisi 3 hal penting. Pertama, Segera dirumuskan strategi nasional
keuangan inklusif. Perpres tentang layanan keungan digital agar disiapkan dengan baik. Kedua,
Setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non-tunai dan menggunakan sistem
perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan.
Penggunaan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk
memperluas inklusi keuangan. Ketiga, Penggunaan beragam kartu dalam menyalurkan dana
bansos agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu.
Dalam pelaksanaan diperlukan edukasi kepada Stakeholder secara umum dan khusunya
kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Adapun pelaksanaan edukasi oleh SDM PKH
yang secara langsung bersinggungan dengan program. Akan kami laporkan pelaksanaan edukasi
bantuan non tunai PKH tahun 2017.

2. PEMBAHASAN EDUKASI NON TUNAI


Penerima manfaat PKH sebagian besar belum pernah menggunakan jasa perbankan, baik untuk
menerima bantuan maupun transaksi lainnya. Maka kami melakukan beberapa langkah edukasi:
2.a. Edukasi dalam pertemuan Kelompok
Pendamping melakukan edukasi dalam pertemuan kelompok bulanan. Selain agenda FDS/P2K2
pendamping memberikan pembinaan untuk menggunakan bank dalam proses transaksi. Selain
mengenalkan bank, pendamping juga memberika informasi tentang agen 46 dengan mesin EDC.
Khusunya kabupaten sukoharjo dengan agen 46 BNI. Korkab bersama dinas sosial juga melakukan
pembinaan dan sosialisasi bantuan non tunai PKH.
2.b. Edukasi dalam memanfaatkan ATM
Pendamping secara langsung mengajak KPM untuk mengambil bantuan PKH di ATM terdekat. Hal ini
dilakukan oleh wilayah yang terdapat ATM. Pengenalan dan secara langsung diharapkan menstimulus
KPM untuk mandiri dalam penyaluran bantuan.
2.c. Edukasi dengan Agen Bank
Wilayah yang tidak terjangkau kantor cabang BNI maupun ATM diperkenalkan dengan agen bank,
dalam hal ini agen 46. Memudahkan KPM untuk bertransaksi dengan bantuan agen 46. Selain tidak perlu
ke kota, KPM tetap mengenal model transaksi perbankan dengan mesin EDC.

3. PENUTUP
Demikian laporan pelaksanaan edukasi bantuan non tunai PKH tahun 2017. Semoga menjadi bahan
evaluasi untuk memberikan pelayanan yang efisiien dan efektif bagi KPM PKH.
C. DOKUMENTASI EDUKASI PENYALURAN BANTUAN NON TUNAI PKH TAHUN 2017 DI KABUPATEN
SUKOHARJO