Anda di halaman 1dari 2

JUDUL SPO

ANGINA PEKTORIS
No.Dokumen No.Revisi Halaman

PUSKESMAS GUGUK
PANJANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan
Kepala UPTD Puskesmas Perkotaan

Dr. Yefa Karmidoza


ANGINA PEKTORIS Nip.197403282005012006
Pengertian Definisi

Angina pektoris adalah keadaan klinik yang ditandai dengan rasa tidak
enak atau nyeri didada akibat iskemia jaringan otot jantung

Secara klinik bentuk angina dibedakan atas dua bentuk yaitu angina
stabil dan tidak stabil. Angina tidak stabil merupakan bentuk yang lebih
berat yang dapat berkembang menjadi dan/atau merupakan bentuk
awal infark miokard sehingga penderita perlu diperiksa dan diobservasi
lebih lanjut di rumah sakit.

Gejala klinis
Nyeri dada, nyeri berawal dari rasa terhimpit, rasa terjepit atau
rasa terbakar yang menyebar kelengan kiri bagian dalam dan
kadang sampai ke pundak, bahu dan leher kiri bahkan dapt
sampai kekelingking kiri
Rasa tidak enak dapat juga dirasakan diulu hati, tetapi jarang
terasa didaerah apeks kordis
Rasa nyeri dapat disertai beberapa gejala berikut yaitu
berkeringat dingin, mual dan muntah, rasa lemas, berdebar dan
rasa akan pingsan (fainting)
Biasanya serangan angina muncul saat melakukan aktivitas
fisik (angina stabil), dan akan hilang apabila penderita
menghentikan kegiatan dan beristirahat, berlangsung hanya
beberapa menit (1-5mnt) tetapi bisa sampai lebih dari 20 mnt.
Nyeri angina sifatnya konstan. Bila terjadi perubahan misalnya
lama serangan bertambah,nyeri lebih hebat, ambang timbulnya
menurun atau serangan dating saat bangun tidur, mka
gangguan ini perlu diwaspadai. Perubahan ini mungkin
merupakan tanda prainfark (angina tidak stabil)
Angina dikatakan bertambah berat apabila serangan berikutnya
terjadi sesudah kerja fisik yang ringan,misalnya sesudah
makan.
Pemeriksaan fisik pada waktu serangan, denyut jantung
bertambah, tekanan darah meningkat dan didaerah prekordium
pukulan jantung terasa keras.
Pada auskultasi suara jantung terdengar jauh, bising sistolik
terdengar pada pertengahan atau akhir sistoldan terdengar
bunyi keempat.
Biasanya didapatkan faktor resiko : hipertensi,obesitas atau
diabetes mellitus

Diagnosis
1. Nyeri dada retrosternal
2. Pemeriksaan EKG : ST elevasi (perubahan segmen ST &
gelombang T)

Diagnosis Banding
1. Gastritis
2. Refluk gastroesofagus

Tujuan Prosedur ini dibuat untuk pedoman pengobatan pasien angina


pektoris di Puskesmas

Kebijakan Dibawah Pengawasan dan Tanggung Jawab Dokter Puskesmas

Prosedur Penatalaksanaan
Penggunaan kaca mata lensa silindris yang sesuai
Rujukan diberikan apabila visus tidak dapat mencapai 6/6

Unit Terkait Poli umum

Referensi Buku Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan


Kesehatan primer