Anda di halaman 1dari 1

Nama : Ritta Wijiastuti No Absen : 28

JURNAL HASIL VISITASI PESERTA DIKLAT PRAJABATAN CPNS GOL II


PEMPROV DKI JAKARTA ANGKATAN 260
DI LUBANG BUAYA DAN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW)
TANGGAL 22 OKTOBER 2015

Lubang Buaya

Saat mengunjungi Lubang Buaya, saya mengunjungi 3 tempat yaitu


Monumen Pancasila Sakti, Museum Pengkhianatan PKI, Museum Paseban. Di
Monumen Pancasila Sakti, saya melihat relief yang menceritakan bagaimana
perjuangan para pahlawan Indonesia dalam mempertahankan negara. Di Museum
Pengkhianatan PKI saya melihat rangkaian diorama yang menceritakan bagaimana
kekejaman serta pemberontakan PKI. Di Museum Paseban saya melihat rangkaian
diorama yang menceritakan aksi penculikan yang dilakukan oleh PKI terhadap
pejuang revolusi.

Rasa nasionalisme para pahlawan dalam membebaskan negara Indonesia


dari Komunisme perlu kita terapkan dalam diri kita sejak sekarang. Dengan melihat
bukti nyata perjuangan para pahlawan, saya menjadi lebih menghargai jasa para
pahlawan yang telah rela berkorban demi bangsa dan negara. Saya merasa bangga
kepada mereka sehingga rasa cinta tanah air terhadap negara Indonesia semakin
bertambah. Saya akan menyebarkan semangat positif ini kepada lingkungan sekitar
sehingga seluruh rakyat Indonesia akan mempunyai perasaan yang sama untuk
menjaga keutuhan negara kita tercinta.

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW)

Di Panti Sosial Tresna Werdha saya melihat banyak lansia. Mereka berasal
dari jalanan karena terlantar atau bahkan sengaja di terlantarkan oleh keluarganya.
Mereka mendapatkan tempat tinggal, perawatan dan juga pembinaan selama
berada di panti. Para perawat di Panti senantiasa merawat mereka dengan sabar
dan tulus ikhlas sehingga para lansia merasa nyaman dan terawat berada di PSTW.

Dengan bertemu para lansia di Panti, saya merasa sedih dan terharu melihat
mereka yang seharusnya bahagia menikmati masa tuanya bersama keluarga
tercinta justru malah terlantar dan bahkan diterlantarkan oleh keluarga mereka
sendiri walaupun ada yang memiliki alasan karena terbatasnya ekonomi. Salah satu
perubahan yang saya rasakan adalah bertambahnya rasa tenggang rasa kita
terhadap sesama, bahwa banyak diluar sana yang membutuhkan perhatian dan juga
kasih sayang dari kita walaupun kita bukan keluarga mereka.