Anda di halaman 1dari 15

Proposal Ke-1 Hari, Tanggal : Rabu, 13 September 2017

MK M Pembesaran Ikan Dosen : Andri Hendriana, SPi, MSi


Giri Maruto D, SPi
Dadang Shafrudin
Asisten : Januar Setiaputra, AMd
Benendictus Victor S, AMd

MANAJEMEN PEMBESARAN
IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Disusun oleh :
Kelompok 1 P1
Ainul Izzati Rachmawati J3H115002
Navi Sintia Putri J3H115005
Deva Revit Ariska J3H115013
Arif Susanto J3H215068
Libri Awa Putra J3H215070

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PRODUKSI DAN


MANAJEMEN PERIKANAN BUDIDAYA
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
Proposal
Pembesaran Ikan Mas
(Cyprinus carpio)

Oleh
Trofi Fish Farm

Jl. Kompleks Peternakan, Laboratorium Lapang Perikanan Diploma

Institut Pertanian Bogor


1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai potensi


dan perananan yang sangat penting bagi perekonomian di Indonesia. Selain itu,
budidaya ikan juga sangat mendukung pemenuhan gizi bagi masyarakat umum.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat ikan,
menyebabkan tingkat kebutuhan daging ikan juga semakin meningkat. Mengatasi
hal tersebut, pengembangan budidaya perikanan di Indonesia perlu dilakukan
dengan cara mengembangkan usaha budidaya dibidang perikanan. Salah satu
bisnis sektor perikanan yang mempunyai potensi cukup besar adalah budidaya
ikan mas. Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang paling diminati
oleh masyarakat Indonesia. Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan spesies ikan
yang mudah dibudidayakan dan dapat berkembang dengan baik. Ikan mas juga
merupakan jenis ikan air tawar yang dapat hidup di perairan yang mengalir tenang
dengan suhu sejuk. Di kalangan petani maupun masyarakat, ikan mas telah lama
dikenal dan disukai (dikonsumsi) sehingga pemasaranya tidaklah sulit. Selain itu,
harga ikan mas tidak terlalu mahal, artinya ikan ini dapat dijangkau oleh semua
golongan. Oleh sebab itu, tidak heran jika ikan mas termasuk salah satu
komonditas unggulan di sektor perikanan air tawar (Khairuman dkk, 2001).
Terdapat banyak jenis ikan mas yang dapat dibudidayakan di wilayah
Indonesia, diantaranya adalah ikan mas punten, ikan mas taiwan, ikan mas merah,
ikan mas yamato, ikan mas majalaya, dan lain sebagainya. Salah satu jenis ikan
mas yang akan kami budidayakan adalah ikan mas strain majalaya. Sesuai dengan
namanya, ikan mas ini berkembang di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung,
Jawa Barat. Ikan Mas Majalaya ini memiliki banyak keunggulan bila dibaning
dengan ikan mas jenis lain. Keunggulan diantaranya yaitu mudah dibudidayakan,
laju pertumbuhannya relatif lebih cepat, lebih tahan terhadap infeksi banteri
Aeromonas hydrophila, memiliki rasa yang lebih lezat dan gurih, tekstur daging
yang kenyal, serta sudah tersebar luas di Indonesia. Hal tersebut menjadikan ikan
mas majalaya menjadi salah satu ikan mas terfavorit dikalangan masyarakat. Ciri-
ciri ikas mas majalaya yang sering dijumpai di masyarakat dewasa ini adalah
sisiknya berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap. Punggung ikan
mas majalaya tergolong tinggi dan badannya relatif pendek. Ikan mas Majalaya
memiliki kebiasaan bila diberi makanan suka berenang pada permukaan air.
Perbandingan panjang badan dengan badan antara 3:2:1. Gerakan ikan mas
Majalaya lamban/tenang sehingga sangat cocok bila dibudidayakan pada perairan
yang tidak terlalu deras.

1.2. Tujuan

Usaha kami bertujuan untuk mengasah kemampuan budidaya perikanan


pada bidang pembesaran ikan mas. Selain itu, usaha ini didirikan untuk memenuhi
permintaan benih ikan mas ukuran konsumsi 4 ekor/kg di Kota Bogor, Kabupaten
Bogor, dan sekitarnya.
2 TINJAUAN PUSTAKA

Ikan mas (Cyprinus carpio L.) merupakan ikan air tawar yang memiliki
banyak keunggulan, di antaranya memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan
tingkat kelangsungan hidup tinggi (Purwaningsih 2013). Ikan mas biasa hidup di
perairan air tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan deras. Di Indonesia,
terdapat beberapa ras local ikan mas di antaranya Sinyonya, Punten, Majalaya,
dan Taiwan. Menurut Khairuman (2008), klasifikasi ikan mas adalah sebagai
berikut:
Filum : Cordata
Kelas : Pisces
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio L

Gambar 1 Ikan Mas (Cyprinus carpio)


Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan omnivora. Hal ini
karena ikan mas dapat memakan makanan yang berasal dari tanaman dan juga
hewan. Tubuh ikan mas berbentuk panjang dang pipih ke samping. Tubuh ikan
mas dilengkapi dengan sirip, di antaranya sirip anal, sirip punggung (dorsal) yang
terletak di permukaan tubuh, dan sirip perut (ventral) yang terletak di belakang
sirip punggung. Ikan mas dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 150-600
meter di atas permukaan laut dengan suhu optimal 25-30C. Kepadatan optimal
dalam pembesaran ikan mas ukuran 100 gr adalah 10 e/m 2. Faktor- faktor yang
mempengaruhi Survival Rate (SR) adalah lingkungan, kepadatan, stress, dan
adanya bibit penyakit (Rukmana 2003).
3 PROFIL USAHA

3.1. Identitas Usaha

Nama : Trofi Fish Farm


Kegiatan usaha : Pembesaran ikan mas
Alamat : Jl. Komplek Peternakan, Bak Perikanan Diploma Institut
Pertanian Bogor, Kota Bogor.
No. Hp : 081286192050
Visi : Terpenuhinya permintaan ikan mas ukuran di Bogor dan
sekitarnya
Misi : Memproduksi ukuran ikan mas yang seragam, memproduksi
ikan mas secara kontinyu, dan menggunakan benih ikan mas
yang sehat.

Gambar 2 Logo Perusahaan

3.2. Sejarah Usaha

Trofi Fish Farm didirikan pada tanggal 6 September 2017 yang bergerak di
kegiatan pembesaran ikan mas. Nama Trofi sebagai nama usaha ini berdasarkan
bahasa Yunani yang artinya rezeki atau keberuntungan. Usaha ini dibangun di Jl.
Komplek Peternakan, Bak Perikanan Diploma Institut Pertanian Bogor, Kota
Bogor. Usaha ini dibentuk oleh Ainul Izzati Ainul Izzati Rachmawati, Navi Sintia
Putri, Deva Revit Ariska, Arif Susanto, dan Libri Awa Putra. Usaha ini didirikan
untuk mengasah kemampuan budidaya perikanan pada bidang pembesaran ikan
mas. Selain itu, usaha ini didirikan untuk memenuhi permintaan ikan mas ukuran
di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan sekitarnya..

3.3. Organisasi

Gambar 3 Struktur organisasi


Struktur organisasi dari Trofi FishFarm dipimpim oleh Direktur yang
membawahi sekretaris, bendahara, dan manajer. Deskripsi kerja masing-masing
bagian dari struktur organisasi adalah sebagai berikut:
1 Direktur Trofi Fish Farm (Libri Awa Putra)
a Memimpin dan merencanakan kegiatan di Trofi Fish Farm
b Mengatur dan mengawasi jalannya kegiatan produksi
c Mengeluarkan kebijakan kebijakan di perusahaan
2 Sekretaris (Navi Sintia Putri)
a Membantu pimpinan melaksanakan pekerjaan
b Menyusun surat dan menata arsip
c Mengatur jadwal kegiatan pimpinan
3 Bendahara (Ainul Izzati Rahmawati)
a Mengelola keuangan Trofi Fish Farm
bMengelola pemasukan dan pengelaran perusahaan
c Mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan
4 Manajer
a Manajer Operasional
Bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan dan memenuhi
harapan konsumen sebaik mungkin serta memastikan organisasi berjalan
dengan baik.
b Manajer Produksi (Deva Revit Ariska)
Mengatur dan mengawasi semua kegiatan produksi serta mengatur jadwal
kegiatan dan laporan kegiatan produksi
c Manajer Pemasaran (Arif Susanto)
Bertanggung jawab dalam kegiatan penjualan dan pemasaran, selain itu
manajer pemasaran juga mengatur jadwal penjualan dan menentukan
wilayah pasar serta membuat laporan hasil penjualan dan pemasaran.

4. METODE PEMBESARAN

4.1. Waktu dan Tempat

Proses pembesaran ikan mas dilakukan di Jl. Komplek Peternakan,


Laboratarium Perikanan Diploma Institut Pertanian Bogor dan waktu
pemeliharaan ikan mas dilakukan selama 2 bulan dari ukuran benih yaitu dengan
bobot awal yaitu 100 gr/e dan bobot akhir yaitu 250 gr/e.

4.2 Fasilitas Pembenihan

Kebutuhan sarana dan prasarana pembesaran ikan mas digunakan selama


proses budidaya berlangsung, berikut adalah komponen yang digunakan selama
budidaya:

No Komponen Kebutuhan Satuan


1 Lahan 270 m2
2 Kolam resapan 24 m2
3 Bak 10 Unit
4 Hi-Blower 1 Unit
5 Pompa air 1 Unit
6 Selang aerasi m
7 Kran aerasi 20 Unit
8 Batu aerasi 20 Unit
9 Pipa PVC m
10 Kran pipa 10 Unit
11 Ember 2 Unit
12 Seser 2 Unit
13 Genset 1 Unit
14 Tabung Oksigen 1 Unit
15 Toilet 1 Unit
16 Gudang 1 Unit
17 Tandon (1 m x 1 cm x 2 cm) 1 Unit

4.3. Metode Kerja


4.3.1. Persiapan wadah
Persiapan wadah meliputi pembersian kolam, pengeringan kolam dan
pengeisian kolam. Pertama-tama kolam yang akan digunakan dalam kegiatan
pembesaran ikan mas dibersihkan, kemudian kolam yang telah dibersihkan yang
dikeringkan. Setelah itu, kolam yang telah dikeringkan diisi air hingga
ketinggiannya 70 cm.
4.3.2. Penebaran Benih
Benih yang ditebar setiap kolam jumlahnya 1200 ekor dengan padat tebar
10 kg/m2, setiap satu kilogram berisi 10 ekor benih ikan mas dengan bobot awal
100 gr/e. Penebaran benih dilakukan selama satu hari, sehingga untuk 10 kolam
membutuhkan benih sebanyak 12.000 ekor.

4.3.3 Pemeliharaan
Pemeliharaan ikan mas meliputi pemberian pakan, samping dan grading
atau sortasi. Pakan yang diberikan sebanyak 3 kali sehari dengan menggunakan
metode add restricted atau dengan melakukan perhitungan konversi pakan.
Sampling dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan mengukur panjang dan bobot
ikan. Sampling bertujuan untuk mengetahui konversi pakan selanjutnya. Sortasi
dan grading dilakukan untuk meyeragamkan ukuran dan kualitas setiap ikan.
Pemeliharaan.
4.3.4 Pemanenan
Pemanenan ikan mas dilakukan setelah ikan sudah dipelihara selama 2
bulan dengan bobot akhir ikan mas 250 gr/e. Proses pemanenan ikan dilakukan
dengan memuasakan ikan terlebih dahulu dan air disurutkan kemudian ikan
diambil menggunakan seser, kemudian ikan mas yang telah dipanen dihitung dan
dikemas sesuai permintaan konsumen dengan plastik packing untuk dijual.
4.4. Jadwal Kegiatan
5 PEMBIAYAAN

5.1 Pembiayaan Kebutuhan

5.1.1 Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat terjadi kegiatan
produksi dan tidak berproduksi. Komponen biaya tetap disajikan dalam tabel
berikut:
Tabel 1 Biaya Tetap
Harga Harga per Harga per
No Komponen Kebutuhan Satuan
satuan bulan tahun
1 Tempat 10 Unit Rp 50 000 Rp 500 000 Rp 6 000 000
2 Peralatan 1 set - - Rp 500 000
3 Listrik 311.76 kWh Rp 1 467 Rp 457 439 Rp 5 489 271
Total Rp 11 989 271

5.1.2 Biaya Variabel

Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan hanya saat ada kegiatan
produksi. Komponen biaya variabel disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 2 Biaya Variabel
Harga Harga per Harga per
No Komponen Kebutuhan Satuan
satuan siklus tahun
1 Benih 168 ekor Rp 1 500 Rp 252 000 Rp 13 356 000
2 Pakan 64 kg Rp 7 000 Rp 449 820 Rp 23 840 460
Total Rp 37 196 460

5.1.3 Biaya Total (TC)


Biaya Total merupakan total biaya operasional yang dikeluarkan selama
produksi satu tahun.
TC = Biaya tetap + Biaya variabel
TC = Rp 11 989 271 + Rp 37 196 460
TC = Rp 49 185 731
5.2 Pendapatan

5.2.1 Penerimaan (TR)


Penerimaan merupakan jumlah uang yang diperoleh dari hasil penjual
kepada konsumen.Total penerimaan 1 tahun dalam 53 siklus yaitu:
TR = P x Q
TR = Rp 30 000 x 1892 kg/tahun
TR = Rp 56 763 000/tahun

5.3 Analisis Usaha

5.3.1 Keuntungan

Keuntungan merupakan selisih antara pendapat dengan total biaya produksi.


Keuntungan diperoleh jika selisih antara pendapatan dengan total biaya adalah
positif.
Keuntungan = Total revenue Total cost
= Rp 56 763 000 49 185 731
= Rp 7 577 269
5.3.2 R/C Rasio

Analisis R/C adalah perhitungan yang digunakan untuk menilai kelayakan


dari suatu usaha dalam 1 tahun.Suatu usaha dapat dikatakan layak apabila hasil
R/C > 1.Semakin tinggi nilai dari R/C rasio, maka semakin layak usaha tersebut.
Perhitungan R/C rasio dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Total Revenue
R/C Rasio =
Total Cost
Rp 56 763 000
R/C Rasio = Rp 49 185 731

R/C Rasio = 1.15


Setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan 1.15
rupiah maka didapatkan keuntungan 0.15 rupiah.
5.3.3 BEP (Break Even Point)
Break Even Point (BEP) digunakan untuk mengetahui batasan nilai produksi
atau volume produksi untuk mencapai titik impas yaiu tidak untung atau tidak rugi
dalam suatu usaha. Jika nilai BEP lebih besar dari jumlah unit yang diproduksi saat ini
dan BEP harga lebih rendah dari harga yang berlaku, suatu usaha dapat diindikasikan
layak. Perhitungan BEP sebagai berikut:
Biaya tetap
BEP (Rp) = Biaya variabel
1
Penerimaan
Rp 11 989 271
BEP (Rp) = 1 Rp 37 196 460
Rp 56 763 000

BEP (Rp) = Rp 34 781 160

Berdasarkan hasil BEP (Rp) Usaha ini tidak untung atau tidak rugi apabila
penerimaan akhir tahun sebesar Rp 34 781 160
Biaya tetap
BEP (Unit) = Harga jual Biaya variabel
Jumlah produksi

Rp 11 989 271
BEP (Unit) = Rp 37 196 460
Rp 30 000
1892
BEP (Unit) = 1159 unit

Berdasarkan hasil BEP (unit) Usaha ini tidak untung atau tidak rugi apabila
jumlah total penjualan sebesar 1159 unit
5.3.4 Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) adalah suatu keadaan dimana harga penjualan
berada di titik minimum. Harga dari penjualan minimum didapatkan sebesar Rp
25 995 dengan perhitungan sebagai berikut:
Biaya total
HPP = Total produksi

Rp 49 185 731
HPP =
1892
HPP = Rp 25 995