Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ahmad Risda Efendi

Offering :A

NIM : 160721614417

TUGAS GEOGRSFI EKONOMI 1

Unsur Geografi Ekonomi dan Faktor Lokasi dalam Kegiatan Ekonomi

di Wilayah Kecamatan Gambiran

Aktivitas ekonomi di daerah banyuwangi biasa dilakukan di pedesaan salah satunya adalah
di Kecamatan Gambiran. Kecamatan Gambiran berada dalam wilayah banyuwangi bagian selatan
yang terdiri dari 6 desa yaitu Gambiran, Jajag, Purwodadi, Wringinangung, Wringinrejo, dan
Yosomulyo. Setiap desa memiliki kegiatan ekonomi yang berbeda sesuai dengan potensi
wilayahnya masing-masing. Berdasarkan letak relatifnya kecamatan gambiran berbatasan dengan
Kec. Genteng (utara), Kec. Tegalsari (barat), Kec. Bangorejo (selatan), dan Kec. Cluring (timur).
Kondisi geografis daerah Kecamatan Gambiran merupakan daerah dataran yang datar dan rendah
dengan kondisi kontur yang cukup landai. Curah hujan di Kecamatan gambiran tergolong cukup
banyak yaitu dalam class II berdasarkan data GIS Banyuwangi dengan jumlah 1750-2000
mm/tahun. Berdasarkan data GIS Banyuwangi jenis tanah, wilayah Kecamatan Gambiran di
dominasi oleh asosiasi latosol cokelat dan regosol kelabu. Daratan yang datar sebagian besar
mempunyai tingkat kemiringan kurang dari 15, suhu udara kisaran 22C - 30C dengan rata-rata
curah hujan cukup memadai sehingga bisa menambah tingkat kesuburan tanah karena dataran
rendah merupakan wilayah pengendapan.

Sektor ekonomi yang ada di kecamatan gambiran antara lain pada bidang pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan,perdagangan, dan industry kecil. Keberagaman sector ekonomi
tersebut tidak lepas dari kondisi geografis, iklim, potensi sumber daya alam dan sumber daya
manusianya. Dari beberapa sector ekonomi tersebut pertanian dan perkebunan merupakan kegiatan
yang paling mendominasi karena adanya factor geografis dan juga kondisi iklim yang mendukung
untuk berjalannya aktivitas tersebut. Produksi pertanian yang dapat dihasilkan berupa padi, sayur-
mayur, tanaman palawija dan tanaman buah. Sedangkan untuk perkebunan komoditi yang
dihasilkan berupa, kelapa, tembakau, kapuk randu. Pada sector peternakan dibagi menjadi dua
jenis yaitu peternakan besar dan kecil yang terdiri dari sapi potong hingga domba dan unggas.
Sector perikanan terdiri dari ikan konsumsi dan ikan hias. Kemudian untuk industry kecil biasa
ditemui di rumah-rumah masyarakat yang dikembangkan oleh perorangan atau bisnis keluarga
seperti produksi makanan, teksil, percetakan, meubel hingga pakaian jadi.

Kondisi lahan yang cukup subur di Kecamatan Gambiran mendukung adanya aktivitas
pertanian oleh masyarakat. Hasil pertanian yang ada di Kecamatan Gambiran sangat beragam,
mulai dari bahan makanan pokok berupa padi, dan jagung. Tanaman sayuran berupa cabai merah,
kacang panjang, brokoli, sayur, tomat, dan kubis. Tanaman palawija berupa kedelai, ubi kayu, dan
kacang tanah. Komoditi tanaman buah yang dihasilkan adalah pepaya, durian, jeruk, buah naga,
semangka dan pisang. Pada masa sekarang banyuwangi dikenal sebagai daerah dengan tanaman
buah naganya yang bagus dibandingkan daerah lain. Desa Purwadadi merupakan penghasil jeruk
dan buah naga terbanyak diantara desa-desa lainya di Kecamatan Gambiran yaitu dengan luas
panen 4 Ha dapat menghasilkan produksi 1.004 Ton buah naga. Kemudian dengan luas panen 170
Ha dapat menghasilkan produksi 47.090 Ton jeruk. Hal ini disebabkan oleh area tanam di Desa
Purwodadi relative sulit untuk mendapatkan pasokan air, sehingga memaksa masyarakat disana
untuk menanam jenis tanaman yang tidak terlalu banyak kebutuhan airnya. Buah-buahan tersebut
kemudian di distribusika ke seluruh wilayah Banyuwangi hingga ke luar daerah. Pengelolaan lahan
pertanian yang efisien dapat menghasilkan panen yang sempurna baik dari segi kualitas atau
kuantitasnya.

Pemanfaat lahan yang ada tidak hanya pada bidang pertanian namun juga perkebunan.
Sector perkebunan menambah jumlah penghasilan masyarakat di Kecamatan Gambiran. Tanaman
perkebunan rakyat yang dikelola adalah kelapa kopra, kelapa deres, tembakau, dan randu kapuk.
Dari beberapa jenis tanaman yang ditanam, kelapa kopra merupakan komoditi yang paling banyak
di tanam oleh masyarakat di 6 desa. Desa Yosomulya merupakan penghasil kelapa kopra terbanyak
di Kecamatan Gambiran dengan hasil luas panen yang mencapai 80 Ha dan dapat memproduksi
104 ton kelapa kopra. Hasil panen biasanya dapat langsung dijual kepada produsen pembuat
minyak atau juga diolah terlebih dulu menjadi minyak press kopra. Kemudian hasil yang ada di

Konsumsi masyarakat tidak hanya berasal dari hasil panen pertanian dan perkebunan,
namun juga pada hasil peternakan dan perikanan. Peternakan yang ada terbagi menjadi dua jenis
yaitu besar dan kecil. Peternakan besar mencakup sapi potong, kerbau, kambing, dan domba.
Sedangkan peternakan kecil mencakup ayam buras, petelur, pedaging, hingga itik. Peternakan
besar lebih banyak pada hewan Kambing yaitu di Desa Gambiran. Masyarakat yang bekerja
sebagai petani biasanya mempunyai minimal 2-3 ekor kambing sebagai investasi, sehingga tidak
heran jika Desa Gambiran mendominasi peternakan kambing. Kemudian untuk perikanan
kebanyakan masyarakat membudidayakan ikan lele, nila, hingga belut. Desa Gambiran merupakan
penghasil ikan konsumsi terbanyak di Kecamatan Gambiran. Adanya sector peternakan dan
perikanan karena mudahnya mencari pakan terhadap hewan yang di diternak maupun di budidaya
dan juga tingkat konsumsi masyarakat. Sehingga perkembangan sector peternakan dan perikanan
juga cepat mengalami perkembangan.

Sarana perdagangan merupakan fasilitas penting guna membantu jalannya kegiatan


produksi, distribusi dan konsumsi masyarakat disuatu daerah. Apabila di suatu daerah tidak
memiliki sarana perdagangan maka aktivitas perekonomian yang lain akan terhambat seperti sector
pertanian, perkebunan, dan peternakan, karena disana para pelaku ekonomi dapat bertransaksi.
Kecamatan Gambiran memiliki satu pasar induk yang berada di Desa Jajag dan juga pasar kecil
lainnya. Selain pasar terdapat toko,warung, hingga mini market. Sarana akomodasi juga dapat
dijumpai di Kecamatan Gambiran seperti hotel dan restoran. Hal ini dipengaruhi oleh letak
Kecamatan Gambiran yang strategis yaitu berada pada daerah lalul intas yang akan menuju
Banyuwangi dan lokasi pariwisata seperti pulau merah, dan teluk hijau.

Kegiatan ekonomi di Kecamatan Gambiran pada sector industry juga dapat ditemukan,
namun dalam skala kecil seperti industry kreatif/rumahan. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada
peningkatan jumlah perekonomian masyarakat. Industri ini bergerak pada berbagai jenis mulai
dari makanan, tekstil, meubel, percetakan, dan pakaian jadi. Salah satu contoh di Desa Gambiran
yaitu adanya industry pembuatan tahu, keripik pisang, kemudian meubel. apabila bisnis kecil
seperti ini ditekuni nantinya akan dapat berkembang dan menjadi produk andalan.