Anda di halaman 1dari 9

LAMPIRAN MENARA DESTILASI

Fungsi : memisahkan hasil bawah distilasi dua (D-02) sebanyak ....


untuk mendapatkan isopropil alkohol pada produk bawah
dengan kemurnian 98% kemurnian
Jenis : Sieve Tray Tower

Kondisi operasi :
Tekanan rata-rata =
Temperatur atas =
Temperatur bawah =

Umpan :
Isopropil alkohol =
Air =
Benzen =

Distilat :
Isopropil alkohol =
Air =
Benzen =

Bottom (produk) :
Isopropil alkohol =
Air =
Benzen =
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam prancangan menara distilasi ini
adalah sebagai berikut:
1. Fasa cair dianggap sebagai larutan ideal
2. Fase uap dianggap sebagai gas ideal
3. Terjadi keseimbangan fase cair-uap pada setiap plate
4. Tidak ada panas yang masuk dari atau kelingkungan
5. Penurunan tekanan di tiap plate tetap
6. Panas pencampuran dan panas pengenceran diabaikan

Langkah-langkah yang dilakukan pada perancangan menara distilasi


adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Kondisi Operasi
2. Menentukan Volatiltas Rata-Rata
3. Menentukan Key Component
4. Menentukan Refluks Minimum dan Jumlah Plate Minimum
5. Perhitungan Reflux dan Jumlah Stage Ideal
6. Menentukan Efisiensi Menara
7. Menentukan Letak FeedPlate
8. Menghitung Beban Panas Kondenser dan Reboiler
9. Menentukan Dimensi Menara
10. Menentukan Spesifikasi Plate
11. Cek Kondisi Aliran (flooding dan weeping)
12. Menentukan Tebal Shell dan Tebal Head

Pada perancangan ini digunakan kondensor parsial, dimana uap masuk


dari plate paling atas dan keluar pada de pointnya. Untuk kondensor parsial,
uap yang masuk sebagiannya akan terembunkan, sebagai reflux dan produk
keluar sebagai distilat.
Pada bagian bottom digunakan reboiler parsial, dimana hanya
sebagian cairan yang teruapkan.

Data-data sifaf fisis masing-masing komponen.


1. Data perhitungan tekanan uap untuk mencari kondisi kesetimbangan. Tekanan
uap didekati dengan persamaan dari appendix D Coulson
Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :
P (mmHg.) = exp(A-B/(T+C))
dengan :
T = suhu ( K )
A, B, dan C = konstanta
(Coulson, 1989)
Dengan nilai nilai konstanta persamaan sebagai berikut:

Komponen A B C
C6H6 15,9008 2788,51 -52,36
C3H7OH
H2O
o
dimana Pvap adalah tekanan uap dalam mmHg dan T adalah suhu dalam oK.

2. Kapasitas Panas Gas (Cpg)


Cpg = A + BT + CT2 + DT3
Adapun nilai konstanta A, B, C, dan D untuk masing-masing komponen
adalah sebagai berikut :
Komponen A B C D
C6H6
-33.917 0.4743 -3.02E-04 7.1E-08
C3H7OH
H2O
(Coulson, 1989)

L
Cpg y Cp
iA
i i

T
HTk Cp . dT
298

A B . T C . T D . T 3 . dT
T
HTk 2

298

B 2 C 3 D 4
HTk A T - 298
2
T 298 2
3
T 2983
3
T 2984
Kapasitas panas campuran gas dihitung dengan persamaan :

dengan : Cpg = kapasitas panas campuran gas, J/gmol K

3. Kapasitas Panas Liquid (Cpl)

Cpl = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

Adapun nilai konstanta A, B, C, D, dan E untuk masing-masing


komponen adalah sebagai berikut :
Komp. A B C D E
C6H6 1.2944E+05 -1.6950E+02 6.4781E-01 0 0
C3H7OH
H2O
(Perry, 1997)

Kapasitas panas campuran liquid dihitung dengan persamaan :


L
Cpl y Cp
iA
i i

T
HTk Cp . dT
298

A B . T C . T . dT
T
HTk 2

298

B 2 C 3
HTk A T - 298
2
T 298 2
3
T 298 3

dengan Cpl = kapasitas panas campuran liquid, J/gmol K

4. Data Konstanta Antoine



Dihitung dengan persamaan : log = + + + + 2

Dimana P dalam mmHg dan T dalam Kelvin

Komp. A B C D E
C3H7OH
H2O
C6H6
5. Neraca Massa Menara Destilasi
a Umpan Masuk

Komponen BM kg/jam kmol/jam


C3H7OH 42.0000
H2O 18.0000
C 6 H6 78.0000
Jumlah

b Keluaran Destilat

Komponen BM kg/jam kmol/jam Fraksi


C3H7OH 42.0000
H2O 18.0000
C 6 H6 78.0000
Jumlah 1.0000

c Keluaran Bottom

Komponen BM kg/jam kmol/jam Fraksi


C3H7OH 42.0000
H2O 18.0000
C 6 H6 78.0000
Jumlah 1.0000

Langkah-langkah yang dilakukan dalam perhitungan Menara Destilasi ini adalah


sebagai berikut :

Penentuan kondisi operasi


a. Feed Menara Destilasi
Untuk kondisi operasi pada feed, aliram masuk pada kondisi cair
jenuh.
Pada keadaan bubble point (titik didih) maka = . = 1.00
Dengan metode trial didapatkan suhu umpan menara destilasi sebagai berikut:
Kesetimbangan uap cair,
yi K i * x i
Pi
dengan, Ki
PT
Ki
f ,i
K hk

Suhu =K = oC
Tekanan = mmHg = atm

Komponen z log Pi Pi Ki=PO/Pt Yi=Ki.xi


C2H4O
H2O
C6H1203
Jumlah 1.0000 1.0000

Menentukan temperatur dew point distilat


Kondisi operasi bagian atas menara terjadi pada keadaan Dew Point (titik embun),
maka = / = 1.00
Untuk memperoleh kondisi suhu operasi, digunakan metode trial terhadap suhu
Suhu = 363.28 K = 90.13 oK
Tekanan = 1877.2 mmHg = 2.47 atm
Pressure Drop tiap plate = 20 2
= 8.697 mmHg x 20 x 2
= 347.882 mmHg = 0.458 atm

Komponen yi log Pi Pi Ki yi/Ki


C2H4O 0.839159573 3.769 5877.698 3.131 0.268 24.444
H2O 0.123681361 2.721 525.426 0.280 0.442 2.185
C6H1203 0.037159066 2.381 240.455 0.128 0.290 1.000
Jumlah 1 1.000

c. Kondensor
Jika pressure Drop dalam kondensor sekitar 0.1 psi, maka tekanan destilat keluar
0.1
kondensor = ( )
14.7

0.1
= 2.47 ( )
14.7

= 2.463 atm = 1872.03 mmHg


Untuk mendapatkan suhu kondensor dilakukan metode trial suhu sehingga
mendapatkan = . = 1.00
Suhu = 53 oC = 325.95 K

Komponen xi log Pi Pi Ki Ki.xi


C2H4O 0.839159573 3.345 2212.961 1.182 0.992 44.779
H2O 0.123681361 2.027 106.446 0.057 0.007 2.154
C6H1203 0.037159066 1.694 49.419 0.026 0.001 1.000
Jumlah 1 1.000

d. Bagian Bawah Menara Destilasi ( Bottom Column)


kondisi bagian bawah menara destilasi terjadi pada keadaan Bubble Point (titik
didih), maka = . = 1.00
Pressure Drop tiap plate = 6 2
= 8.697 mmHg x 6 x 2
= 104.365 mmHg = 0.137 atm
Untuk mendapatkan suhu operasi pada baian bawah menara destilasi dilakukan trial
terhadap suhu.
Suhu = 159.03 oC = 432.18 K
Tekanan = 2105.2 mmHg = 2.77 atm
Komponen x log Pi Pi Ki Ki.xi
C2H4O 0 4.392 24651.288 11.710 0.000 12.792
H2O 0.069280843 3.653 4496.714 2.136 0.148 2.333
C6H1203 0.930719157 3.285 1927.137 0.915 0.852 1.000
Jumlah 1 1.000