Anda di halaman 1dari 7

KORMOPHYTA

Tugas mata kuliah Biologi

Arisvan Chamel
Bp. 1511122049

Teknologi Hasil Pertanian


Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas
2015
Kormophyta adalah tumbuhan yang telah memiliki Kormus (akar, batang, dan
daun sejati). Atau tumbuhan yang dimana akar, batang, dan daunnya dapat
dibedakan dengan jelas. Kormus merupakan tubuh tumbuh-tumbuhan yang
dengan nyata memperlihatkan deferensiasi dalam tiga bagian pokok yaitu:
-Akar (radix),
-Batang (caulis),
-Daun (folium).
Bagian lain yang dapat kita temukan pada tubuh tumbuhan dapat dipandang
sebagai dua pokok tadi, artinya setiap bagian lain pada tubuh tumbuh-tumbuhan
dapat dianggap sebagai tubuh yang berasal dari bagian pokok yang telah
mengalami metamorfosis (berganti benuk, sifat, dan mungkin juga fungsinya bagi
tumbuh-tumbuhan).
Bagian lain yang dianggap sebagai bagian pokok atau kombinasi bagian-
bagian pokok itu misalnya:

1. Kuncup (Gemma), dianggap sebagai batang dan daun,


2. Bunga (Flos), juga dianggap batang dan daun,
3. Duri (Spina), dianggap dahan maupun daun,
4. Alat-alat pembelit (Cirrhus), dapat berasal dari daun maupun dari dahan
atau cabang,
5. Umbi (Tuber), penjelmaan batang,
6. Rimpang (Rizhoma), dianggap batang dan daun-daunnya,
7. Umbi lapis (Bulbus), dianggap batang dan daun. Dan masih banyak contoh
yang lainnya.

Di samping itu, pada bagian tumbuhan tertentuterkadang masih dapat


ditemukan alat-alat lain yang biasanya lebih kecil atau lebih halus yang
dinamakan alat tambahan atau alat pelengkap (Organa Accessoria), misalnya:
-rambut atau bulu (pilus),
-sisik (lepis),
-lentisel (leticulus), dll.
Bagian-bagian yang langsung ataupun tidak, berguna untuk menegakkan
kehidupan tumbuhan, jadi terutama bertalian erat dengan soal makanan, disebut
alat hara (organum nutririvum), seperti misalnya akar dan daun untuk menyerap
dan mengolah makanan, umbi untuk menyimpan makanan. piala atau gelembung
bagi tumbuh-tumbuhan tertentu untuk menangkap serangga dan lain-lain. lagi,
alat-alat tadi hanya penting untuk pertumbuhan, dari itu juga dinamakan alat-alat
pertumbuhan atau alat-alat vegetatif.
Bagian-bagian lain pada tumbuhan mempunyai tugas untuk menghasilkan alat
perkembangbiakan (organum reproductivum) yang berfungsi menghasilkan
keturunan baru, misal: buah, bunga, dan biji.
Klasifikasi tanaman Kormophyta

1. Bryophyta (tanaman lumut)

1.1 Ciri-ciri tumbuhan lumut


1. Lumut sudah mempunyai struktur yang menyerupai akar, batang,
daun tetapi bukan akar, batang, dan daun sejati. Struktur akar
lumut disebut rhizoid, yang berfungsi untuk meyerap air dan
garam mineral serta untuk melekatkan diri pada tempat hidupnya.
2. Tidak mempunyai jaringan pembuluh angkut (atracheophyta)
sehingga pengangkutan air dan garam mineral dilakukan atau
dikerjakan dari sel secara lambat.
3. Hidup di tempat lembap atau basah.
4. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara fase kawin
dengan membentuk sel-sel kelamin (gamet) dan fase tak kawin
dengan membentuk spora. Bagian tumbuhan yang menghasilkan
spora disebut sporofit dan bagian tumbuhan yang menghasilkan
gamet disebut gametofit. Sporofit pada lumut ukurannya lebih
kecil dari gametofitnya dan melekat pada gametofit tersebut. Pada
tumbuhan lumut, gametofit merupakan tumbuhan lumut itu
sendiri.

1.2 Klasifikasi Lumut


1. Kelas Lumut Hati(Hepaticopsida)
Contoh : Marchantia geminita, Marchantia polymorpha
digunakan untuk mengobati penyakit radang hati.
2. Kelas Lumut Tanduk(Antocerotopsida)
Contoh : Anthoceros.
3. Kelas Lumut Sejati(Bryopsida)
Contoh : Polytrichum, Sphagnum, Mnium, dan Hormun.
2. Pteridophyta (tumbuhan paku)

2.1 Ciri-ciri tumbuhan paku


1. Termasuk ke dalam jenis tumbuhan berkormus karena antara
bagian akar, batang, dan daun sudah dapat dibedakan dengan jelas
dan memiliki fungsi yang berbeda.
2. Akarnya berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan yang
diperlukan. Pada ujung akar memiliki kaliptra(tudung akar) untuk
melindungi akar saat menembus tanah.
3. Secara umum, batangnya berupa rizoma yang tertanam di dalam
tanah, sangat pendek dan beruas-ruas. Beberapa jenis tumbuhan
paku tinggi batangnya dapat mencapai 5 m, misalnya paku tiang
dan pakis. Batangnya kadang-kadang bercabang dan memiliki
pembuluh xylem dan floem(tracheophyta).
4. Daunnnya berwarna hijau karena memiliki klorofil sehingga
bersifat autotrof. Daun yang masih muda menggulung.
Berdasarkan fungsinya bagian daun tersebut dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu
4.1 Tropophyl, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses
fotosintesis.
4.2 Sporophyl(troposporophyl), berfungsi sebagai tempat
pembentukan spora dan berlangsungnya fotosintesis.
5. Berkembang biak secara vegetatif dengan menghasilkan tunas dan
spora, dan secara generatif dengan melibatkan anteridium yang
menghasilkan sel kelamin jantan(spermatozoid) dan arkegonium
yang menghasilkan sel kelamin betina(sel telur/ovum).
6. Umumnya hidup di darat terutama di tempat yang lembap.
Beberapa ada yang hidup di tempat kering, menempel di dinding
atau tumbuhan yang lain, dan ada juga yang hidup di air.
2.2 Klasifikasi Tumbuhan Paku
1. Divisi psilophyta
Contoh : Psilophyta.
2. Divisi Lycophyta
Contoh : Lycopodium dan Selaginella.
3. Divisi Sphenophyta
Contoh : Equisetum.
4. Divisi Pterophyta
Contoh : Suplir, Pakis, dan Paku Tiang.

3. Spermatophyta(Tumbuhan Biji)
3.1 Ciri-ciri tumbuhan biji
1. Mempunyai cirri khas, yaitu menghasilkan biji yang terbentuk dari
proses pembuahan.
2. Biji mengandung calon individu bau, yaitu lembaga.

3.2 Klasifikasi Tumbuhan Biji


1. Gymnospermae(Tumbuhan Biji Terbuka)
Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak
tertutup oleh daun buah sehingga terlihat dari luar.

Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka, antara lain sebagai berikut.


1. Umumnya berbentuk pohon, berakar tunggang tetapi ada
beberapa yang berakar serabut seperti pakis haji.
2. Batangnya besar.
3. Tidak pernah mengugurkan daunnya sehingga daunnya tampak
selalu hijau segar.
4. Umumnya mempunyai runjung yang merupakan kumpulan
dari daun buah disebut strobilus, yang berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan.
Pada beberapa jenis, strobilus jantan dan betina terdapat pada
satu pohon(berumah satu) seperti pada melinjo, dan beberapa
jenis lainnya strobilus jantan dan betina terdapat pada pohon
yang berlainan(berumah dua) seperti pada pakis haji dan
cemara gunung.

Gymnospermae dibagi menjadi beberapa ordo, antara lain


1. Ordo Cycadales, contoh adalah pakis haji.
2. Ordo Gnetales, contoh adalah melinjo.
3. Ordo Coniferales, contoh adalah pinus.
2. Angiospermae(Tumbuhan Biji Tertutup)
Tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang mempunyai biji
yang terbungkus oleh daun buah. Cirri khasnya adalah letak biji
yang berada di dalam daging buah. Selain itu, kadang-kadang
bakal buah bersama-sama bagian lain dari bunga menjadi buah.
Buah merupakan cirri yang hanya terdapat pada tumbuhan biji
tertutup.

Berdasarkan jumlah daun lembaganya, tumbuhan biji tertutup


dibedakan menjadi dua kelas, yaitu
1. Monokotil(tumbuhan berkeping satu)
Ciri-ciri tumbuhan berkeping satu, antara lain.
1. Mempunyai biji dengan lembaga yang memiliki satu daun
lembaga.
2. Mempunyai susunan akar serabut.
3. Batang umumnya tidak bercabang dan tidak membesar
karena tidak mempunyai lingkaran cambium.
4. Daun panjang dan berbentuk pita.
5. Tulang daun sejajar atau melengkung.
6. Mahkota bunga berjumlah tiga atau kelipatannya.
7. Berkas pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya tidak
teratur.

Tumbuhan monokotil terdiri atas beberapa family, antara lain.


1. Graminea(suku rumput-rumputan), contoh adalah padi,
jagung, dan gandum
2. Palmae, contoh adalah rotan, pinang, kelapa, dan salak.
3. Musaceae(suku pisang-pisangan), contoh adalah pisang raja,
dan pisang ambon.
4. Orchidaceae(suku anggrek-anggrekan), contoh tanaman
anggrek.
5. Zingiberaceae(suku empon-emponan), contoh adalah jahe,
kunyit, dan lengkuas.

2. Dicotyledons(Tumbuhan Berkeping Dua)


Ciri-ciri tumbuhan berkeping dua, antara lain.
1. Mempunyai biji dengan lembaga yang memiliki dua daun
lembaga.
2. Mempunyai susunan akar tunggang.
3. Batang umumnya bercabang-cabang dan membesar karena
mempunyai cambium.
4. Daun letaknya tersebar berhadapan atau berkarang.
5. Tulang daun menyirip atau menjari.
6. Mahkota bunga berjumlah 2, 4, dan 5 atau kelipatan
bilangan-bilangan itu.
7. Berkas pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya
teratur.

Tumbuhan dicotyledons terdiri atas beberapa family, antara lain.


1. Euphorbiaceae(suku getah-getahan), contoh adalah ubi kayu,
karet, dan kemiri.
2. Papilionaceae(suku kacang-kacangan), contoh adalah kacang
tanah, kecipir, dan kacang kapri.
3. Solanaceae(suku terung-terungan), contoh adalah kentang,
tembakau, dan tomat.
4. Myrtaceae(suku jambu-jambuan), contoh adalah cengkeh dan
jambu.
5. Caesalpinaceae(suku johar-joharan), contoh adalah kembang
merak.

Perbedaan antara angiospermae dengan gymnospermae

Angiospermae Gymnospermae
Bakal biji tidak tertutup oleh daging Bakal biji tertutup oleh daging buah.
buah.
Batang berkambium atau tidak. Batang berkambium, berkayu.
Akar serabut. Akar tunggang, berkambium.
Daun pipih, tulang daun beraneka Daun umumnya tebal dan kaku.
ragam.
Terjadi pembuahan ganda. Terjadi pembuahan tunggal.
Alat reproduksi bunga Alat reproduksi strobilus.