Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Hari/tanggal : jumat, 15 April 2016

Biokimia Dasar Waktu : 08.00-11.00 WIB


PJP :Ukhradiya M S SSi, MSi
Asisten :Kartika Nurfadhilah
Gempur Irawan

VITAMIN
Kelompok 2

Syirif Wisuda J3P115002


Astri Sulastri J3P115014
Ramadhani F. J3P115026
Anisa Rizqi P. J3P115030
Miftahul Jannah J3P115050
Roni M. J3P215064

DEPARTEMEN PARAMEDIK VETERINER


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
PENDAHULUAN

Vitamin merupakan mulekul organik yang dibutuhkan oleh tubuh


dalam jumlah kecil sebagai koenzim pada reaksi metabolisme. Akan tetapi,
vitamin umumnya tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia tetapi dihasilkan
dari bahan makanan yang dikonsumsi. Secara garis besar vitamin
dikelompokkan menjadi dua garis besar yaitu vitamin yang larut dalam air
dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat dua vitamin yang larut
dalam air yaitu vitamin B dan C sedangkan vitamin yang larut dalam lemak
yaitu vitamin A D E dan K. vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan
di dalam jaringan lemak dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian
dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh apabila dibutuhkan sedangkan
vitamin yang larut dalam air hanya disimpan dalam jumlah sedikit dan akan
hilang bersama aliran makanan. Salah satu vitamin yang larut dalam air
misalnya vitamin C. (Hart 2003)
Vitamin ( asam askorbat ) adalah komponen berharga dalam makanan
karena berguna sebagai antioksidan dan mengandung khasiat pengobatan.
Vitamin C adalah suatu vitamin yang larut dalam air dan tidak larut dalam
minyak dan zat pelarut lemak dan merupakan suatu asam organik yang
berbentuk kristal putih, terasa asam dan tidak berbau. Vitamin C mudah
diadsorbsi secara aktif, tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C
bila dikonsumsi mencapai 100 mg sehari. Jumlah ini dapat mencegah
terjadinya skorbut akan terjadi bila persediaan di dalam tubuh tinggal 300
mg. Didalam larutan, vitamin c mudah rusak akibat teroksidasi oleh oksigen
dari udara, vitamin ini lebih stabil dalam bentuk kristal kering. ( Fessenden
1982 )
Vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh diantaranya
sebagai sintesis kolagen yang membentuk ikatan antara sel dan jaringan.
Vitamin c pada umumnya terdapat di dalam pangan nabati, yaitu sayur dan
buah terutama yang asam seperti jeruk nanas rambutan papaya gandria dan
tomat. Vitamin c juga banyak terdapat di sayur sayuran, daun daunan dan
jenis kol. Kekurangan asupan vitamin C dapat menyebabkan skorbut. Kasus
skorbut biasanya ditandai dengan gigi mudah tanggal, gingivitis dan anemia
, yang mungkin disebabkan oleh adanya fungsi spesifik asam askorbut
dalam sintesis hemoglobin. Skorbut dikaitkan dengan gangguan sintesis
kolagen yang manifestasinya berupa luka yang sulit sembuh, gangguan
pembentukan gigi, dan robeknya kapiler. ( Lehninger 1996)
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk menentukan kadar
vitamin c dalam suatu bahan yaitu pada tablet vitamin C dan sari buah atau
UC 1000.
METODE

Bahan dan Alat

Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah buret, pipet tetes,
pipet mohr, tabung Erlenmeyer, gelas beaker, mortar.
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah alkohol, larutan kanji,
larutan iod, H2SO4 pekat, aquades, Na Karbonat, vitamin c tablet, sari buah atu
UC 1000.

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan tanggal 15 April 2016 pukul 08.00-11.00 WIB


di Laboratorium GG KIM 5, Program Diploma Keahlian Paramedik Veteriner,
Institut Pertanian Bogor.

Prosedur Percobaan

Penentuan kadar vitamin c dalam tablet


Sediaan disediakan dengan mencampurkan 1 tablet vitamin c dengan 100
ml aquades. Kemudian dari sediaan yang telah dibuat diambil 2,5 ml dan
dimasukkan kedalam tabung erlenmeyer dan ditambahkan 2,5 ml aquades.
Sebanyak 3 ml H2SO4 pekat ditambahkan ke dalam tabung erlenmeyer, kemudian
ditambahkan 10 ml larutan iod 1 N. penitaran dilakukan dengan larutan Na
Karbonat dan sebagai indikator digunakan larutan kanji, kemudian penitaran
dengan larutan blanko juga dilakukan dengan cara yang sama. Jumlah ml larutan
Na Karbonat dihitung mulai dari awal penitaran sampai warna larutan kembali ke
warna awal dan kadar vitamin c dalam tablet juga dihitung. 1 ml Na Karbonat
setara dengan 8.8 mg vitamin C.

Penentuan kadar vitamin c dalam buah


sediaan disediakan dengan cara mencampurkan sari buah 5 ml dengan
aquades 95 ml. kemudian dari sediaan yang tersedia diambil 5 ml dan dimasukkan
kedalam tabung erlenmeyer. Sebanyak 3 ml H2SO4 pekat ditambahkan ke dalam
tabung erlenmeyer, kemudian ditambahkan 10 ml larutan iod 1 N. penitaran
dilakukan dengan larutan Na Karbonat dan sebagai indikator digunakn larutan
kanji, kemudian penitaran dengan larutan blanko juga dilakukan dengan cara yang
sama. Jumlah ml larutan Na Karbonat dihitung mulai dari awal penitaran sampai
warna larutan kembali ke warna awal dan kadar vitamin C dalam tablet juga
dihitung. 1 ml Na Karbonat setara dengan 8.8 mg vitamin C.
HASIL DAN PEMBAHASAN

pada praktikum ini, penetapan kadar vitamin c dengan menggunakan


metode titrimetri berdasarkan reaksi redoks. Reaksi redoks merupakan reaksi yang
menyebabkan naik turunnya bilangan oksidasi reduksi.

Table 1 kadar vitamin C


Vol Vol akhir Vol Vol Vol terkoreksi
sampel ulangan
awal ml ml terpakai ml terkoreksi ml rata rata ml
Blanko 19 25.3 6.3
Tablet
1 0 5.2 5.2 1.1 2.3
vit c
2 8 13.1 5.1 1.2
Blanko 36 42.1 6.1
Sari
1 26 30.5 4.5 1.6 1.8
buah
2 31 35.1 4.1 2

Perhitungan
a. Kadar vitamin C dalam tablet
Vol terkoreksi tabung 1 = vol blanko vol terpakai
6,3 5,2 = 1,1 ml
Vol terkoreksi tabung 2 = vol blanko vol terpakai
6,3 5,1 = 1,2 ml
Vol terkoreksi rata rata = vol terkoreksi tabung 1+vol terkoreksi tabung2
2
1,1+ 1,2 : 2 = 1,15 ml

Factor pengecer = vol larutan tablet terpakai = 5 = 2X


vol larutan tablet awal 2,5
Kadar tablet vit c = vol terkoreksi rata x 8,8 mg x FP
vol larutan tabket yang terpakai
1,15 x 8,8 x 2 = 4,084 mg/tablet
5
b. Kadar vitamin c dalam sari buah
Vol terkoreksi tabung 1 = vol blanko vol terpakai
6,1 4,5 = 1,6 ml
Vol terkoreksi tabung 2 = vol blanko vol terpakai
6,1 4,1 = 2 ml
Vol terkoreksi rata rata = vol terkoreksi 1+vol terkoreksi 2
2
1,6+ 2 : 2 = 1,8 ml

Faktor pengecer = vol larutan sari buah terpakai = 100 = 20X


vol larutan sari buah awal 5
Kadar vit c dalam sari buah = vol terkoreksi rata x 8,8 mg x FP
vol larutan sari buah yang terpakai
1,8 x 8,8 x 20 = 63,36 mg
5
Gambar

Gambar 1 penambahan iod

Gambar 2 penambahan kanji


Gambar 3 warna kembali ke semula

Penentuan kadar vitamin c dalam tablet dan sari buah dapat dilakukan
dengan titrasi iodometri tidak langsung. Penambahan larutan H2SO4 dilakukan
terlebih dahulu sebelum penambahan larutan iod untuk mempercepat reaksi.
Titrasi iodometri tidak langsung menggunakan larutan tiosulfat sebagai titran.
Vitamin C atau asam askorbat ( C6H8O6 ) merupakan oksidator yang dapat
bereaksi dengan iod untuk mengahasilkan I2, I2 yang terbentuk secara kualitatif
dapat dititrasi dengan larutan tiosulfat. Dari penjelasan maka titrasi iodometri
dapat dikategorikan sebagai titrasi kembali. (Girindra 1986)
Penentuan kadar vitamin C pada praktikum kali ini menggunakan Na
Karbonat Karena tiosulfat tidak tersedia. Asam askorbat yang bersifat oksidator
dapat mengoksidasi tiosulfat ataupun Na Karbonat menjadi senyawa yang lebih
tinggi dari tetrationat , perbedaan penggunaan tiosulfat atau Na Karbonat hanya
pada konsentrasi larutan yang akan dititrasi. Jika larutan titrasi yang akan dipakai
adalah Na Karbonat maka konsentrasi larutan asam asakorbat yang akan dititrasi
diperkecil, karena Na Karbonat hanya bisa melakukan penitaran pada konsentrasi
yang rendah, berbeda halnya dengan larutan tiosulfat yang mampu melakukan
penitaran pada konsentrasi larutan yang tinggi. ( Harjadi 1986 )
Pada praktikum kal ini ke dalam asam askorbat ditambahkan H2SO4 yang
berperan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi dengan iod. Kemudian vitamin
C atau asam askorbat akan bereaksi dengan iod tetapi tidak secara sempurna dan
menghasilkan suatu senyawa yang berwarna warna merah betadin. (gambar 1).
Senyawa inilah yang akan dititrasi oleh Na Karbonat. Indikator yang digunakan
pada praktkum kali ini adalah larutan kanji. Setelah penambahan larutan kanji
menghasilkan warna biru tua. (gambar 2), Ini membuktikan pada senyawa
tersebut masih mengandung amilum, kemudian setelah dititrasi lagi warnanya
kembali seperti semula yaitu bening. (gambar 3)
Kadar vitamin C pada tablet dan UC 1000 merupakan selisih antara
volume larutan blanko dan dengan volume terpakai yang kemudian dikalikan 8.8
dibagi vol larutan yang terpakai dkalikan faktor pengecer. Nilai 8.8 menunjukkan
bahwa 1 ml Na Karbonat setara dengan 8.8 mg vitamin C. berdasarkan percobaan
kadar vitamin c dalam tablet adalah 4,084 mg/tablet sedangkan pada UC 1000
63,36 mg/5ml. Berdasarkan literatur, kandungan vitamin C dalam tablet sebanyak
50 mg/tablet sedangkan pada UC 1000 35,71mg/5ml. perbedaan tersebut
menunjukkan adanya kesalahan yang terjadi di waktu prktikum. Kesalahan dapat
disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya penambahan titran yang berlebih, I2
yang telah teroksidasi dan pengamatan setiap orang yang berbeda saat
menentukan titik akhir titrasi.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan praktukum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa


titrasi yang dilakukan pada percobaan kali ini adalah titrasi tidak langsung. Kadar
vitamin C talam tablet adalah 4,084 mg/tablet sedangkan kadar vitamin C dalam
sari buah atau UC 1000 adalah 63,36 mg/5ml.

Saran

praktikum yang dilaksnakan sudah berjalan cukup lancar, dosen praktikum


telah menerangkan langkah langkah yang seharusnya dilakuakan saat praktikum
dan dibantu oleh asisten dosen, tetapi bahan yang dibutuhkan untuk mendungkung
berlangsungnya praktikum masih belum lengkap. Maka dari itu kelengkapan alat
maupun bahan praktikum harus disiapkan beberapa jam sebelum praktikum
dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 2. Jakarta (ID). Erlangga


Girindra A. 1986. Biokimia I, Jakarta(ID): Gramedia
Harjadi. 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta (ID): Erlangga
Hart H. 2003. Kimia Organik. Jakarta(ID): Erlangga
Lehninger A. 1996. Dasar Dasar Biokimia. Jakarta (ID): Erlangga
Page David. 1991. Prinsip Prinsip Biokimia. Jakarta(ID): Erlangga