Anda di halaman 1dari 7

Analisis Kesinambumgan Konsep (Tri Endah Nursanti,Siti Umniyatie,Evy Yulianti) 1

ANALISIS KESINAMBUNGAN KONSEP BIOTEKNOLOGI DALAM BUKU


PELAJARAN SAINS/BIOLOGI

ANALYSIS OF SUBSTAINABILITY OF BIOTECHNOLOGY CONCEPTS ON SCIENCE/BIOLOGY


TEXTBOOKS

Oleh: Tri Endah Nursanti, FMIPA UNY Siti Umniyatie,M.Si, Evy Yulianti,M.Sc
email: ciciendah1812@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesinambungan konsep-konsep Bioteknologi dalam buku pelajaran
Sains/Biologi yang ditulis berdasarkan KTSP dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian analisis isi. Pemilihan buku menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian ini berupa konsep-
konsep bioteknologi dalam buku pelajaran Sains/Biologi. Konsep dianalisis oleh 3 orang panelis dengan cara
membaca dan mencermati alinea dalam bacaan (teks), gambar, dan tabel yang memuat konsep bioteknologi. Hasil
analisis kemudian dimasukkan ke dalam tabel pengamatan. Melakukan diskusi antar panelis untuk mengidentifikasi
ulang konsep yang ditemukan. Data hasil identifikasi diolah ke dalam tabel kesinambungan konsep. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi bioteknologi yang
ditemukan pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Gondokusuman menunjukkan adanya kesinambungan
konsep. Hal ini ditandai dengan ditemukannya penambahan konsep (konsep baru, perluasan, dan pendalaman konsep),
serta penggunaan istilah pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kata kunci: kesinambungan konsep, bioteknologi, jenjang pendidikan, KTSP

Abstract
This research aims to determine the relationship of biotechnology substainability concepts in Science/Biology
textbooks which are written using the school based curriculum in elementary, secondary, and senior high school. This
type of research is a content analysis. The book selection was undertaken by purposive sampling technique. The
research object is biotechnology concepts in Science/Biology textbook. Concepts which were analyzed by 3 panelists,
they observed each concept in the paragraph (text), images, and table which contained the biotechnology concepts.
The results were incoporated in the observation table. Afterwords a discussion to re-identify the finding concepts from
the analysis. Data were presented in the substainability table and were analyzed descriptively. The results showed that
biotechnology concepts found on elementary, secondary, and senior high school in Gondokusuman demonstrate
substainability. It is marked by the addition of the concepts including the addition of new concepts, expansion concept,
and deepening of the concept; also the use of morecomplicated term at the higher education level.

Keywords: substainability concept, biotechnology, education level, KTSP

PENDAHULUAN sesuai konsep kurikulum yang telah ditetapkan.


Buku pelajaran merupakan penjabaran lebih lanjut
Buku pelajaran merupakan media
dari kurikulum dan perlu disusun dan ditulis secara
pembelajaran yang penting bagi siswa sebagai
sistematis dan lengkap untuk mencapai standar
pedoman belajar saat proses pembelajaran. Pada
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran.
dasarnya sebuah buku pelajaran yang adalah buku
Materi pokok pembelajaran yang dimuat dalam
yang berfungsi sebagai alat pembelajaran yang
buku pelajaran didasarkan pada analisis standar
efektif dan dapat membantu siswa belajar secara
kompetensi dan kompetensi dasar kelulusan.
mandiri. Buku pelajaran bukan hanya merupakan
Kedalaman dan keluasan materi pokok
buku yang dibuka atau dibaca pada saat
pembelajaran bergantung kepada kompetensi di
pembelajaran dikelas, melainkan buku yang dapat
setiap kelas atau semester sesuai dengan standar
dibaca setiap saat (Pusat Perbukuan, 2004: 4).
nasional pendidikan (B.P. Sitepu, 2012: 16).
Buku yang akan digunakan dalam proses
Pendidikan di Indonesia di sisi lain,
pembelajaran harus memenuhi kriteria tertentu
menganut sistem spiral dan saling berkaitan satu
2 Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 Tahun 2016
sama lain. Materi yang dipelajari di tingkat (Deden Indra Dinata, 2012: 1). Pemanfaatan
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama sumber daya alam tersebut perlu didukung dengan
(SMP), sampai ke tingkat Sekolah Menengah Atas bekal ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya.
(SMA) pada umumnya memiliki kesamaan; namun Dengan bekal ilmu tersebut kita dapat memahami
yang membedakannya adalah semakin fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar kita
bertambahnya kedalaman dan keluasan materi serta dapat mengaplikasikannya ke dalam
sesuai dengan semakin tingginya jenjang kehidupan.
pendidikan (Suratsih dan Wuryadi, 2002: 84). Materi Bioteknologi merupakan materi
Menurut Nasution (1993: 120), yang sebaiknya ada di setiap buku pelajaran pada
kesinambungan ditunjukkan dengan pelajaran yang jenjang pendidikan SD, SMP, maupun SMA.
senantiasa meningkat dalam hal keluasan dan Meskipun pada jenjang pendidikan SD, materi ini
kedalamannya. Oleh karena itu materi pelajaran tidak dijelaskan secara rinci, namun materi
perlu dikelola secara berkesinambungan dari Bioteknologi merupakan materi penting yang
jenjang yang rendah sampai dengan jenjang yang hendaknya sudah diperkenalkan sejak dini. Dari
lebih tinggi. Dalam proses pembelajaran, guru hasil pengamatan Standar Kompetensi dan
perlu mengulas kembali materi pelajaran pada Kompetensi Dasar dalam Permendiknas Nomor 47
jenjang pendidikan sebelumnya untuk mengaitkan Tahun 2008, Bioteknologi diajarkan pada sekolah
dengan materi baru yang akan dipelajari siswa. Hal dasar di kelas 4 SD semester 2, pada tingkat SMP
tersebut penting guna mengetahui kesesuaian di kelas IX semester 1, dan pada tingkat SMA di
konsep dan kedalaman konsep pada jenjang kelas XII semester 2. Materi Bioteknologi yang
sekolah sebelumnya untuk bisa menentukan ada di setiap buku pelajaran harus disesuaikan
kedalaman dan keluasan materi pada jenjang dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar
sekolah selanjutnya. yang telah ditetapkan.
Sesuai yang dikemukan oleh Piaget, bahwa Berdasarkan hasil observasi yang
setiap orang akan selalu berusaha untuk mencari dilakukan, diketahui bahwa sebagian besar siswa
suatu kesesuaian dan keseimbangan, antara apa SD, SMP, dan SMA menggunakan buku pelajaran
yang yang baru dialami (materi baru) dengan apa sebagai salah satu sumber belajar dalam proses
yang ada pada struktur kognitifnya (materi yang pembelajaran. Buku pelajaran yang digunakan
telah diperoleh). Jika pengalaman baru (materi yaitu buku yang diterbitkan oleh penerbit swasta
baru) sesuai dengan yang tersimpan dalam struktur dan buku sekolah elektronik (BSE) yang
kognitifnya, maka proses asimilasi atau penyatuan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
materi lama yang telah diperoleh dengan materi Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui
baru akan mudah, dan keseimbangan tidak kesinambungan konsep Bioteknologi sehingga
terganggu, begitu juga sebaliknya (Thobroni, 2015: dapat menjadi saran dalam pemilihan buku
82). Hal ini sangat penting guna menciptakan suatu pelajaran yang layak dan sesuai dengan tingkat
kesinambungan terkait dengan kesesuaian konsep, pendidikan yang berbeda. Untuk dapat mengetahui
keluasan konsep, dan kedalaman konsep antara hal tersebut, maka dilakukan analisis wacana pada
materi SD, SMP, dan SMA. Perbedaan kesesuaian setiap materi yang disajikan. Hal ini perlu
konsep dan kedalaman materi ini disesuaikan dilakukan agar peserta didik tidak mendapatkan
dengan tingkat perkembangan kognitif peserta kesalahan serta menjadi tidak sinambungnya
didik sehingga informasi dalam buku pelajaran konsep Bioteknologi. Peserta didik tidak akan
dapat diterima dengan baik. mengalami kebingungan yang akan terbawa
Bioteknologi merupakan suatu ilmu terapan sampai pendidikan selanjutnya sehingga dapat
yang mempelajari prinsip-prinsip ilmiah dengan mengerti isi materi dari buku pelajaran itu dengan
menggunakan organisme atau bagian organisme baik sesuai dengan jenjang pendidikannya.
untuk menghasilkan suatu produk secara industri Penelitian ini mengambil lokasi di
yang digunakan untuk kepentingan manusia Kecamatan Gondokusuman, Kotamadya
Analisis Kesinambumgan Konsep (Tri Endah Nursanti,Siti Umniyatie,Evy Yulianti) 3
Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel 2) Buku tersebut harus mengacu pada
dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu KTSP.
pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.
Adapun pengambilan sampel dilakukan di sekolah
negeri yang berada di Kecamatan Gondokusuman 2. Penetapan unit analisis
dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Unit analisis berupa alinea dalam bacaan/teks,
gambar/skema, tabel, rangkuman, latihan
METODE PENELITIAN soal/kegiatan siswa yang diduga memuat
konsep-konsep dan subkonsep pada materi
Jenis Penelitian
bioteknologi. Unit analisis ditetapkan
Penelitian ini merupakan jenis penelitian
berdasarkan pertimbangan peneliti terkait
deskriptif analisis isi yang bertujuan untuk
bagian-bagian esensial dalam buku dan
mendeskripsikan kesinambungan konsep
digunakan peserta didik dalam kegiatan
Bioteknologi dalam buku pelajaran Sains/Biologi
pembelajaran.
yang ditulis berdasarkan KTSP dan digunakan
pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini
Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan oleh suatu tim panelis yang terdiri atas
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret peneliti dan dua orang panelis yaitu mahasiswa
2013 sampai Mei 2013 dengan mengambil lokasi dari jurusan pendidikan biologi. Sebelum bekerja,
penelitian di Kecamatan Gondokusuman, panelis dilatih terlebih dahulu oleh peneliti dan
Kotamadya Yogyakarta. dilakukan diskusi-diskusi untuk membahas
berbagai permasalahan yang muncul selama proses
Obyek Penelitian pengambilan data hingga analisis. Langkah lain
Objek dalam penelitian ini adalah buku yang dilakukan peneliti adalah melakukan uji coba.
pelajaran Sains/Biologi yang memuat konsep- Kemudian panelis menganalisis hasil yang telah
konsep Bioteknologi yang ditulis berdasarkan disusun untuk menyamakan persepsi antar panelis.
KTSP dan digunakan pada jenjang SD, SMP, dan Adapun syarat menjadi panelis yaitu (1)
SMA di Kecamatan Gondokusuman Kotamadya mempunyai latar belakang dalam bidang biologi,
Yogyakarta. (2) memiliki IPK diatas 3.00.
Berikut ini merupakan langkah-langkah
Prosedur Penelitian kerja yang dilakukan dalam penelitian ini:
1. Teknik pemilihan buku yang digunakan 1. Melakukan survei terhadap buku-buku yang
a. Mengumpulkan informasi tentang buku digunakan di sekolah-sekolah pada jenjang SD,
pelajaran sains/biologi yang ditulis SMP, hingga SMA di Kecamatan
berdasarkan KTSP dan digunakan di SD, Gondokusuman, Kota Madya Yogyakarta.
SMP, dan SMA melalui survei. 2. Menetapkan unit analisis yaitu kesatuan konsep
b. Menuliskan buku pelajaran sains/biologi yang kemungkinan tedapat dalam (1) alinea
yang banyak digunakan oleh siswa di dalam bacaan/teks, (2) gambar/skema, (3)
beberapa SD, SMP, dan SMA di tabel, (4) rangkuman, dan (4) latihan
Kecamatan Gondokusuman, Kotamadya soal/kegiatan untuk siswa. Penetapan unit
Yogyakarta, kemudian melakukan analisis dalam bab ini adalah dengan cara
sampling dengan menggunakan teknik sensus. Semua bagian dari konsep Bioteknologi
purposive sampling. diidentifikasi tanpa terkecuali.
c. Adapun buku yang memenuhi syarat yaitu: 3. Menyusun tabel pengamatan.
1) Mengandung muatan materi tentang 4. Melakukan identifikasi konsep bioteknologi
konsep-konsep bioteknologi antar jenjang pendidikan.
4 Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 Tahun 2016
5. Memasukkan hasil identifikasi dalam tabel Perbedaan jumlah persentase konsep
pengamatan. bioteknologi ini disesuaikan dengan tingkat
6. Menganalisis kesinambungan konsep perkembangan peserta didik yang berbeda dari
bioteknologi antar jenjang pendidikan. jenjang SD, SMP, dan SMA. Konsep bioteknologi
di jenjang SD antara lain mengenai pengertian
Buku yang dipakai dalam penelitian ini
bioteknologi, contoh-contoh produk bioteknologi
diberi kode A dan kode B. Nama dan penerbit
di bidang pangan, dan manfaat bioteknologi. Bila
(identitas buku) disembunyikan serta diganti
dibandingkan materi yang diberikan pada jenjang
dengan kode yang hanya diketahui oleh peneliti
SMP maupun SMA, materi pada jenjang SD hanya
sendiri. Hal ini bertujuan agar memperoleh hasil
sebatas dipermukaan sebagai langkah awal dalam
yang objektif.
mengenalkan siswa mengenai dasar ilmu
bioteknologi. Hal ini akan menjadi bekal dan
Teknik Analisis Data gambaran bagi siswa untuk melanjutkan materi
Analisis data yang diperoleh dengan
bioteknologi di jenjang atasnya. Apabila dilihat
metode deskriptif untuk menjawab permasalahan
kompetensi dasar pada jenjang SD yaitu
yang ada, sehingga diperoleh gambaran tentang
menjelaskan tentang hubungan antara sumber daya
kesinambungan materi Bioteknologi dan dapat
alam dan teknologi yang digunakan, maka hal ini
diketahui berbagai konsep yang terdapat dalam
ada kaitannya dengan konsep bioteknologi sebagai
buku tersebut dari jenjang SD, SMP, dan SMA ini
metode yang digunakan dalam pemanfaatan
disusun dalam bentuk peta konsep.
sumber daya alam. Adanya produk makanan
seperti tempe, keju, dan yogurt merupakan hasil
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN sumber daya alam berupa kedelai dan susu diolah
Hasil penelitian digambarkan dalam bentuk menggunakan teknologi yang mengubah bahan
diagram persentase keseluruhan konsep mentah dengan memanfaatkan mikroorganisme
bioteknologi dan charta persentase tiap sub konsep berupa jamur dan bakteri menjadi sumber makanan
bioteknologi yang ditemukan pada jenjang SD, bergizi tinggi.
SMP, dan SMA. Berdasarkan hasil analisis, Materi bioteknologi pada jenjang SMP
diketahui bahwa konsep bioteknologi mengalami diperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan
perluasan dan pendalaman materi di tingkat SMP dengan jenjang pendidikan SD. Porsi materi yang
dan SMA. Hal ini ditunjukan dengan hasil disajikan pada jenjang ini mengalami perluasan
persentase yang nilainya lebih besar di tingkat dan pendalaman yang ditandai dengan semakin
SMA dibandingkan pada jenjang SD dan SMP. banyak materi yang disampaikan. Pada jenjang
Pada jenjang SD, cakupan materi bioteknologi SMP terdapat banyak penambahan konsep-konsep
hanya sebesar 11,97 %. Pada jenjang SMP sebesar baru yang semula memang belum dijelaskan pada
70,65 %, dan pada tingkat SMA sebesar 95,80 %. tingkat SD. Konsep pengertian bioteknologi sudah
Perhitungan hasil persentase dapat dilihat pada dijelaskan dengan kalimat yang lebih lengkap dan
bagian lampiran. makna yang lebih jelas. Selain itu juga dijelaskan
mengenai ilmu pendukung bioteknologi,
perkembangan bioteknologi konvensional dan
Diagram Persentase Konsep Bioteknologi
Dalam Buku Pelajaran Biologi Jenjang SD, modern serta aplikasinya di berbagai bidang seperti
SMP, dan SMA. bidang pangan, bidang pertanian, bidang
peternakan, dan lain sebagainya. Diantara produk
tersebut juga dijelaskan mengenai proses-proses
yang ada di dalamnya. Pada jenjang ini, dijelaskan
pula mengenai dampak bioteknologi yang
merugikan manusia. Hal ini sangat penting guna
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta
Analisis Kesinambumgan Konsep (Tri Endah Nursanti,Siti Umniyatie,Evy Yulianti) 5
siswa dapat mencegah dari dampak negatif lebih rinci, siswa dapat memahaminya. Hal
pemanfaatan bioteknologi. tersebut memungkinkan terjadinya pengurangan
Mengacu pada pendidikan di Indonesia materi di jenjang SMA.
yang menganut sistem spiralis, maka pada jenjang Dari hasil analisis tiap sub konsep
SMA materi yang disampaikan lebih meluas dan bioteknologi dalam buku pelajaran, ditemukan sub
mendalam dibandingkan pada jenjang SD dan konsep esensial bioteknologi yaitu pengertian
SMP. Dilihat dari diagram tersebut, pada jenjang bioteknologi, ilmu pendukung bioteknologi,
SMA memiliki persentase tertinggi. Menurut teori mikroorganisme yang berperan, bioteknologi
kognitif Piaget, pada jenjang ini siswa sudah konvensional, bioteknologi modern, metode
memasuki masa operasional formal yaitu siswa bioteknologi modern, manfaat bioteknologi,
mampu berfikir secara abstrak. Siswa mampu
berfikir deduktif, mampu mempertimbangkan Charta Persentase Tiap Sub Konsep Bioteknologi
Dalam Buku Pelajaran Biologi Jenjang SD, SMP,
beberapa aspek dari suatu situasi sehingga siswa dan SMA.
mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya
(Thobroni, 2015: 82). Siswa dinilai telah mampu dampak negatif bioteknologi.
menciptakan penemuan-penemuan baru yang akan
memberikan wawasan dan pengalaman dalam
kehidupannya. Oleh sebab itu maka materi yang
disampaikan pada jenjang SMA memiliki tingkat
yang lebih mendalam dan bersifat abstrak.
Penyajian materi bioteknologi jenjang
SMA ini mungkin hampir sama dengan jenjang Keterangan:
SMP, yaitu terdapat pengulangan konsep-konsep I : Sub Konsep Pengertian Bioteknologi
yang memang sudah disampaikan pada jenjang II : Sub Konsep Ilmu Pendukung
SMP. Seperti pengertian bioteknologi, ilmu Bioteknologi
pendukung, mikroorganisme, perkembangan III : Sub Konsep Organisme yang Berperan
bioteknologi, dan manfaat serta dampak negatif IV : Sub Konsep Bioteknologi Konvensional
bioteknologi di berbagai bidang. Namun, pada V : Sub Konsep Bioteknologi Modern
jenjang SMA, ada beberapa penambahan konsep- VI : Sub Konsep Metode Bioteknologi Modern
konsep baru dan istilah baru yang mungkin belum VII : Sub Konsep Manfaat Bioteknologi
dijelaskan pada tingkat SMP. VIII : Sub Konsep Dampak Negatif
Selain itu, pada jenjang SMA juga terdapat Bioteknologi
beberapa pengurangan konsep bioteknologi. Dari hasil tersebut diketahui terdapat
Pengurangan tersebut dapat disebabkan karena perbedaan persentase tiap sub konsep bioteknologi
materi tersebut telah dijelaskan pada jenjang yang ditemukan pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
sebelumnya sehingga siswa dapat mengingat Pada jenjang SD, persentase masing-masing sub
materi bioteknologi terdahulu dan sebagai upaya konsep memiliki jumlah yang lebih rendah
efisiensi waktu guru dalam memperluas materi. dibanding pada jenjang SMP dan SMA. Bahkan
Piaget berpendapat bahwa perkembangan kognitif ada beberapa sub konsep bioteknologi yang tidak
seorang siswa adalah melalui proses asmilasi dan ditemukan pada jenjang SD, antara lain konsep
akomodasi. Bila siswa sudah pernah belajar tentang ilmu pendukung bioteknologi, bioteknologi
tentang materi bioteknologi pada jenjang SMP, modern, metode bioteknologi modern, serta
maka hal tersebut akan mempermudah siswa dalam dampak negatif bioteknologi. Pada jenjang SMP
mempelajari atau menerima materi baru di jenjang dan jenjang SMA terdapat perluasan dan
SMA (Thobroni (2015: 82). Materi lama yang pendalaman konsep yang ditandai dengan semakin
diperoleh dari jenjang SMP akan disimpan dalam besar persentase pada masing-masing sub konsep.
memori otak sehingga tanpa guru menjelaskan Persentase jumlah masing-masing sub konsep
6 Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 Tahun 2016
tertinggi ada pada jenjang SMA. Hal ini 120), kesinambungan ditunjukkan dengan
disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif pelajaran yang senantiasa meningkat dalam hal
siswa SMA yang lebih tinggi dibandingkan pada keluasan dan kedalamannya. Selain itu,
jenjang pendidikan sebelumnya. kesinambungan perlu mencerminkan kemajuan
Perbedaan persentase jumlah konsep yang belajar secara bertahap menuju keutuhan dari segi
ditemukan antar jenjang pendidikan dikarenakan keilmuan. Tahapan tersebut disesuaikan dengan
porsi materi yang berbeda yang diberikan pada tahap perkembangan dan kesiapan peserta didik
siswa. Hal ini disesuaikan dengan tingkat dalam melaksanakan pembelajaran (Ella
perkembangan kognitif siswa yang berbeda tiap Yulaelawati, 2004: 36).
jenjangnya. Pada tingkat SD materi yang diberikan Penyajian suatu konsep materi biologi
lebih sedikit serta menggunakan kalimat yang disesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing
mudah dipahami siswa. Semakin tinggi jenjang peserta didik dan disesuaikan dengan tingkat
pendidikan, porsi materi yang diberikan semakin perkembangan kognitifnya. Menulis buku
banyak. Jika dilihat tentang kesinambungan konsep pelajaran juga hendaknya sesuai dengan tuntutan
bioteknologi, diketahui adanya kesinambungan kurikulum yang berlaku saat itu. Kurikulum di
konsep dari tingkat SD, SMP, dan SMA, yaitu Indonesia yaitu kurikulum KTSP. Kurikulum
semakin tinggi jenjang pendidikan maka materi tersebut disusun secara menyeluruh dan
yang disampaikan semakin meluas dan mendalam. berkesinambungan. Substansi kurikulum
Kesinambungan konsep materi dari jenjang SD, mencangkup seluruh dimensi kompetensi, bidang
SMP, dan SMA untuk mengetahuinya, maka yang kajian disajikan secara berkesinambungan antar
perlu diperhatikan adalah mengenai perluasan dan jenjang pendidikan (BNSP, 2006: 6).
kedalaman konsep, pengurangan konsep, Materi atau bahan pelajaran yang ditulis
penambahan konsep, konsep yang konstan pada dalam buku teks pelajaran ditentukan dengan
jenjang tertentu, dan kesesuaiannya dengan SK dan menganalisis standar kompetensi dan kompetensi
KD. Adanya penambahan konsep-konsep perlu dasar mata pelajaran mengacu pada kompetensi
dicermati lagi dengan memperhatikan standar mata pelajaran yang bersangkutan. Hasil analisis
kompetensi dan kompetensi dasar serta itu akan menghasilkan materi pokok pembelajaran
perkembangan kognitif peserta didik di masing- yang akan dikembangkan dalam buku teks
masing jenjang pendidikan. pelajaran. Jumlah materi pokok bergantung pada
Hal ini sesuai dengan kurikulum KTSP kompetensi dasar yang akan dicapai (B.P. Sitepu,
yang menganut sistem spiralis, yaitu semakin 2012: 64).
tinggi jenjang pendidikan, maka materi yang Buku pelajaran memiliki peran yang sangat
disampaikan akan semakin meluas dan mendalam. penting dalam suatu proses pembelajaran, karena
Materi yang dipelajari di tingkat Sekolah dasar ilmu dan pengetahuan siswa diperoleh diantaranya
(SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai dengan membaca dan memahami isi dari suatu
ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada buku pelajaran. Buku pelajaran merupakan salah
umumnya memiliki kesamaan; namun yang satu unsur dalam standar sarana dan prasarana
membedakannya adalah semakin bertambahnya pendidikan yang dalam penyusunan dan
kedalaman dan keluasan materi sesuai dengan penulisannya harus mengacu pada tujuan
semakin tingginya jenjang pendidikan (Suratsih pendidikan nasional, tujuan pendidikan dasar dan
dan Wuryadi, 2002: 84). menengah, tujuan satuan pendidikan, standar isi,
Konsep pada jenjang Sekolah Dasar lebih standar proses, standar kompetensi lulusan, dan
sederhana dibandingkan pada jenjang Sekolah standar sarana dan prasarana.
Menengah Pertama, begitu pula pada jenjang
Sekolah Menengah Atas, konsep semakin SIMPULAN DAN SARAN
kompleks. Hal tersebut berbanding lurus dengan
Simpulan
jenis jenjang sekolah. Menurut S. Nasution (1993:
Analisis Kesinambumgan Konsep (Tri Endah Nursanti,Siti Umniyatie,Evy Yulianti) 7
Berdasarkan hasil analisis kesinambungan
konsep bioteknologi dalam buku pelajaran
Sains/Biologi yang ditulis berdasarkan KTSP dari
jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah
DAFTAR PUSTAKA
Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas
(SMA) diperoleh kesimpulan yaitu: Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006).
1. Konsep-konsep bioteknologi yang terdapat Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat
dalam buku pelajaran Sains/Biologi dari Satuan Pendidikan Jenpjang Pendidikan
Dasar dan Menengah. Jakarta: Puskur
jenjang yang berbeda diantaranya adalah
Balitbang Depdiknas.
konsep mengenai pengertian bioteknologi, ilmu
pendukung bioteknologi, mikroorganisme yang Dinata, Deden Indra. (2011). Bioteknologi
digunakan dalam bioteknologi, perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme dan
bioteknologi meliputi bioteknologi Teknologi Bioproses. Jakarta: EGC.
konvensional/tradisional dan bioteknologi
Nasution, S. (1993). Pengembangan Kurikulum.
modern, metode bioteknologi modern, manfaat
Bandung: Citra Aditya Bakti.
bioteknologi, dan dampak negatif bioteknologi.
2. Materi Bioteknologi dalam buku pelajaran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47
pada jenjang SD dijelaskan secara sederhana, Tahun 2008 tentang Standar Isi Mata
pada jenjang SMP materi mengalami perluasan Pelajaran.
dan pendalaman. Sementara pada jenjang
SMA, materi menjadi lebih kompleks. Hal Pusat Perbukuan. (2004). Model Buku Pelajaran
Bahasa Inggris. Depdiknas: Pusat
tersebut menunjukkan adanya kesinambungan Perbukuan.
konsep yang ditandai dengan penambahan
konsep, perluasan konsep, pendalaman konsep, Sitepu, B. P. (2012). Penulisan Buku Teks
dan penambahan tata istilah baru. Pelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Saran
Suratsih dan Wuryadi. (2002). Diktat Kuliah
1. Perlu adanya penelitian yang berkelanjutan
Kajian Kurikulum. Yogyakarta: Jurdik
terkait materi yang terdapat pada buku-buku Biologi FMIPA UNY.
pelajaran yang beredar di masyarakat guna
melihat kesesuaiannya dengan Standar Suryabrata, Sumadi. (1998). Metodologi
Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo
ditetapkan. Persada.
2. Penyajian materi pada buku pelajaran
Thobroni. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Ar-
sebaiknya juga turut memperhatikan tata Ruz Media: Yogyakarta.
bahasa, gaya penulisan, dan bentuk penyajian
yang telah disesuaikan pada masing-masing Yulaelawati, Ella. (2004). Kurikulum dan
jenjang sekolah. Pembelajaran: Filosofi, Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Pakar Raya.