Anda di halaman 1dari 7

Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol.

1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

FUZZYEXPERT SYSTEM UNTUK MENDETEKSI ANAK


AUTISBERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE MAMDANI
DI TK BARUNAWATI 3 SAMARINDA

M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)


1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
e-mail: irwan212@yahoo.com1,hanifahekawati.mus88@gmail.com2, warrensrieda@gmail.com3

Abstract
Pada masa sekarang masyarakat awam khususnya para ibu masih sering mengalami
kesulitan untuk mendeteksi jenis gangguan karena keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan alternatif mudah untuk membantu
para orangtua mendeteksi gangguan autis pada anak sejak usia dini di taman kanak-kanak barunawati
3 samarinda.Oleh sebab itu, diperlukan suatu aplikasi sistem yang dapat menampung pengetahuan
dari seorang pakar dan dapat mendeteksi jenis gangguan serta tindakan yang dapat dilakukan untuk
menanggulanginya.
Dalam penelitian ini metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu tahapan
pengembangan sistem pakar, dimana ada 6 tahapan dan metode dalam penerapan fuzzy logic adalah
metode mamdani yang terdiri dari 4 tahapan.Adapun hasil akhir dari penelitian ini yakni berupa
aplikasi pendeteksi gangguan autis berbasis web.

Kata Kunci :Fuzzy, MetodeMamdani, GangguanAutis

1. PENDAHULUAN pelayanan kesehatan tidak bisa semuanya


Masa balita merupakan masa emas menyentuh lapisan masyarakat dikarenakan
atau golden age bagi anak. Di masa ini, anak tempat yang terlalu jauh dari pusat kesehatan
mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, dan biaya yang tidak sedikit yang harus
baik dari segi fisik, emosi, kognitif maupun dikeluarkan untuk mendapatkan pelayanan
psikososial yaitu bagaimana anak berinteraksi kesehatan, dan minimnya para ahli, untuk itu
dengan lingkungannya. Masing-masing aspek diperlukan suatu teknologi yang dapat
dalam perkembangan anak memiliki tahapan- membantu mendeteksi gangguan autis pada
tahapan sendiri dan yang harus dipahami anak. Namun pakar tersebut tidak selalu dapat
orangtua adalah tahap perkembangan pada memecahkan masalah setiap waktu.
masing-masing anak berbeda. Autis merupakan gangguan
Penyampaian informasi pun perkembangan fungsi otak yang mencakup
dilakukan melalui dunia maya (internet). bidang sosial, komunikasi verbal (bahasa) dan
Dengan menggunakan Website diharapkan non-verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup
penerapan sistem pakar untuk mendiagnosa minat, dan perhatian. Ini suatu kelainan
penyakit demam panas pada balita, akan dengan ciri perkembangan yang terlambat atau
banyak manfaat dan mampu memberikan yang abnormal dari hubungan sosial dan
informasi yang optimal. bahasa. Kelainan perilaku tersebut terlihat dari
Pada masa sekarang masyarakat ketidakmampuan anak untuk berhubungan
awam khususnya para ibu masih sering dengan orang lain. Seolah-olah mereka hidup
mengalami kesulitan untuk mendeteksi jenis dalam dunia mereka sendiri. Kelainan ini bagi
gangguan karena keterbatasan pengetahuan orang awam dalam hal ini orangtua, sangatlah
yang mereka miliki. Sedangkan untuk susah untuk diketahui dengan cermat apakah
menemui ahli atau pakar dalam bidang anaknya menderita autis atau tidak.
tersebut dirasa cukup sulit. Oleh sebab itu,
diperlukan suatu aplikasi sistem yang dapat 2. KAJIAN LITERATUR
menampung pengetahuan dari seorang pakar 2.1 Fuzzy
dan dapat mendeteksi jenis gangguan serta Logika fuzzy pertama kali diperkenalkan
tindakan yang dapat dilakukan untuk oleh Professor Lotfi A. Zadeh pada tahun
menanggulanginya. Namum, terkadang 1965. Logika fuzzyadalah suatu cara yang
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 199
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

tepat untuk memetakan suatu ruang input mamdani, baik variabel input maupun
kedalam suatu ruang output. Titik awal dari variabel output dibagi menjadi satu atau
konsep modern mengenai ketidakpastian lebih himpunan fuzzy.
adalah paper yang dibuat oleh Lofti A Zadeh, 2) Aplikasi fungsi implikasi pada metode
di mana Zadeh memperkenalkan teori yang mamdani. Fungsi implikasi yang
memiliki obyek-obyek dari himpunan digunakan adalah min. Lakukan implikasi
fuzzyyang memiliki batasan yang tidak presisi fuzzy berdasar pada kuat penyulutan dan
dan keanggotaan dalam himpunan fuzzy, dan himpunan fuzzy terdefinisi untuk setiap
bukan dalam bentuk logika benar (true) atau variabel keluaran di dalam bagian
salah (false), tapi dinyatakan dalam derajat konsekuensi dari setiap aturan. Hasil
(degree). Konsep seperti ini disebut dengan implikasi fuzzy dari setiap aturan ini
Fuzziness dan teorinya dinamakan Fuzzy Set kemudian digabungkan untuk
Theory. Fuzziness dapat didefinisikan sebagai menghasilkan keluaran infrensi fuzzy.
logika kabur berkenaan dengan semantik dari 3) Komposisi Aturan. Tidak seperti penalaran
suatu kejadian, fenomena atau pernyataan itu monoton, apabila sistem terdiri dari
sendiri. Seringkali ditemui dalam pernyataan beberapa aturan, maka infrensi diperoleh
yang dibuat oleh seseorang, evaluasi dan suatu dari kumpulan dan korelasi antar aturan.
pengambilan keputusan [2]. (1) Metode Max (Maximum)
Pada metode ini, solusi himpunan fuzzy
2.2Sistem Pakar diperoleh dengan cara mengambil nilai
Sistem pakar (expert system) adalah maksimum aturan, kemudian
sistem berbasis komputer yang menggunakan menggunakannya untuk memodifikasi
pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran daerah fuzzy, dan mengaplikasikannya
dalam memecahkan masalah yang biasanya ke output dengan menggunakan
hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar operator OR (union). Jika semua
dalam bidang tersebut. Pada dasarnya sistem proposisi telah dievaluasi, maka output
pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas akan berisi suatu himpunan fuzzy yang
pemecahan masalah.[4] merefleksikan konstribusi dari tiap-tiap
Ciri-ciri sistem pakar adalah sebagai berikut : proposisi. Secara umum dapat
1) Terbatas pada bidang yang spesifik dituliskan: sf[xi] max(sf[xi],
2) Dapat memberikan penalaran untuk data- kf[xi]) dengan:
data yang tidak lengkap atau tidak pasti. sf[xi] = nilai keanggotaan solusi
3) Dapat mengemukakan rangkaian alasan fuzzy sampai aturan ke-i;-
diberikan dengan cara yang dapat kf[xi] = nilai keanggotaan konsekuen
dipahami fuzzy aturan ke-i;
4) Berdasarkan pada rule atau kaidah (2) Metode Additive (Sum)
tertentu Pada metode ini, solusi himpunan fuzzy
5) Dirancang untuk dikembangkan secara diperoleh dengan cara melakukan
bertahap bounded-sum terhadap semua output
6) Outputnya bersifat nasihat atau anjuran daerah fuzzy. Secara umum dituliskan:
7) Output tergantung dari dialog dengan user sf[xi] min(1,sf[xi]+ kf[xi])
8) Knowledge base dan interface dengan:
engineterpisah. sf[xi] = nilai keanggotaan solusi fuzzy
sampai aturan ke-i;
2.3Metode Mamdani kf[xi] = nilai keanggotaan konsekuen
Metode mamdani sering juga dikenal fuzzy aturan ke-i;
dengan nama Metode Max-Min. Metode ini (3) Metode Probabilistik OR (probor)
diperkenalkan oleh Ebrahim Mamdani pada Pada metode ini, solusi himpunan fuzzy
tahun 1975 [3]. Untuk mendapatkan output, diperoleh dengan cara melakukan
diperlukan 4 tahapan: produk terhadap semua output daerah
1) Pembentukan himpunan fuzzy. Pada fuzzy. Secara umum dituliskan:
proses fuzzifikasi langkah yang pertama sf[xi] (sf[xi]+ kf[xi]) - (sf[xi] *
adalah menentukan variabel fuzzy dan kf[xi]) dengan:
himpunan fuzzinya. Kemudian tentukan sf[xi] = nilai keanggotaan solusi fuzzy
derajat kesepadanan (degree of match) sampai aturan ke-i;
antara data masukan fuzzy dengan kf[xi] = nilai keanggotaan konsekuen
himpunan fuzzy yang telah didefenisikan fuzzy aturan ke-i;
untuk setiap variabel masukan sistem dari
setiap aturan fuzzy. Pada metode
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 197
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

4) Penegasan (defuzzy). Input dari proses menurut tujuan pengumpulan data atau desain
defuzzifikasi adalah suatu himpunan fuzzy penelitian yang akan dilakukan.
yang diperoleh dari komposisi aturan- Adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut :
aturan fuzzy, sedangkan output yang 1. Penilaian
dihasilkan merupakan suatu bilangan pada Penilaian merupakan proses untuk
domain himpunan fuzzy tersebut. menentukan kelayakan dan justifikasi atau
Ada beberapa metode defuzzifikasi pada permasalahan yang akan diambil. Setelah itu
komposisi aturan Mamdani, antara lain: masalah diperiksa lebih lanjut untuk
(1) Metode Centroid (Composite Moment) menentukan tujuan keseluruhan dari proyek.
Pada metode ini, solusi crisp diperoleh Pada tahapan ini dilakukan proses
dengan cara mengambil titik pusat (z*) analisis yang diambil adalah sampel dari
daerah fuzzy beberapa data dan meliputi beberapa proses,
(2) Metode Bisektor sebagai berikut :
Pada metode ini, solusi crisp diperoleh 1) Analisis Data
dengan cara mengambil nilai pada Dalam analisis ini, data yang diperoleh
domain fuzzy yang memiliki nilai terdiri dari gejala dan jenis perilaku pada
keanggotaan setengah dari jumlah total umumnya, serta cara yang dapat diambil
nilai keanggotaan pada daerah fuzzy. dan tindakan lebih lanjut.
(3) Metode Mean of Maximum (MOM) 2) Analisis Kebutuhan
Pada metode ini, solusi crisp diperoleh Ada dua analisis yang dibutuhkan dalam
dengan cara mengambil nilai rata-rata penulisan ini, yaitu :
domain yang memiliki nilai (1) Analisis Fungsional
keanggotaan maksimum. Tahap ini menjelaskan bahwa aplikasi
(4) Metode Largest of Maximum (LOM) yang akan dibuat nantinya dapat
Pada metode ini, solusi crisp diperoleh digunakan untuk mendiagnosa anak
dengan cara mengambil nilai terbesar autis berdasarkan gejala-gejala atau
dari domain yang memiliki nilai tanda-tanda yang teramati. Fungsi
keanggotaan maksimum. yang di gunakan untuk mendiagnosa
(5) Metode Smallest of Maximum (SOM) anak autis ini adalah fungsi input data
Pada metode ini, solusi crisp diperoleh gangguan, input data gejala, input data
dengan cara mengambil nilai terkecil anak.
dari domain yang memiliki nilai (2) Analisis Non Fungsional
keanggotaan maksimum. Pada pengoperasian aplikasi pada sistem
ini teknologi yang dibutuhkan menjadi
2.4 Autisme 2 yaitu kebutuhan perangkatlunak dan
Autisme merupakan gangguan yang kebutuhan perangkat keras.
dimulai dan dialami pada masa kanak-kanak. 3) Pemakai (User)
Autisme infantil (autisme pada masa kanak- Pengguna aplikasi yang dibuat adalah yang
kanak) adalah gangguan ketidakmampuan memiliki pengetahuan atau kemampuan
untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk melihat gejala-gejala atau tanda-
gangguan berbahasa yang ditunjukan dengan tanda dari perilaku anak autis.
penguasaan yang tertunda, echolalia
(meniru/membeo), mutism (kebisuan, tidak 2. Koleksi pengetahuan
mempunyai kemampuan untuk berbicara), Pengumpulan aturan-aturan tentang
pembalikan kalimat dan kata (menggunakan suatu domain knowledge atau pengetahuan
kamu untuk saya), adanya aktivitas bermain tertentu, aturan yang dikumpulkan merupakan
yang repetitif dan stereotipik, rute ingatan sebuah gambaran dari sistem, sirkuit atau
yang kuat, dan keinginan obsesif untuk program yang masing-masing fungsinya
mempertahankan keteraturan di dalam diwakili oleh gambar kotak berlabel dan
lingkungannya, rasa takut akan perubahan, berhubungan diantaranya digambarkan dengan
kontak mata yang buruk, lebih menyukai garis penghubung.
gambar dan benda mati.[1] Keterangan gangguan pada anak:
1) Sindrom Asperger
3. METODE PENELITIAN Sulit memusatkan perhatian pada tugas,
3.1 Tahapan Pengembangan Sistem Pakar senang meniru atau membeo, bila
Informasi data yang dikumpulkan perlu mendengar suara keras langsung menutup
melalui suatu proses tertentu untuk telinga, dapat duduk dengan tatapan
menghasilkan suatu kejelasan atau suatu kosong, anak berperilaku menyakiti diri
kesimpulan. Proses ini perlu dilakukan sendiri.
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 198
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

2) Autistic Disorder Mulai

Perkembangan bahasa lambat atau sama


sekali tidak ada, kadang kata-kata yang Admin T
Input Data
Anak

digunakan tidak sesuai dengan artinya, Y

berbicara terus-menerus sambil melakukan Login


Input Gejala
Gangguan

suatu kegiatan, tidak tertarik untuk


bermain bersama teman, tidak suka Cek User Name
dan Password

diganggu, tidak ada atau sedikit kontak Inferensi Fuzzy

mata
3) Pervasif Development Disorder Username tidak
sesuai
T Valid Hasil
Diagnosa

Mengoceh tanpa arti berulang-ulang Y

dengan bahasa yang tidak dimengerti Masuk


Admnistrator

orang lain, anak melakukan gerakan yang


berulang-ulang, dan perkembangan bahasa Selesai

lambat atau sama sekali tidak ada


4) Childhood Disintegrative Disorder
Dapat sangat lekat dengan benda-benda Gambar 1Flowchart Sistem
tertentu, tidak ada atau sedikit kontak
mata, tidak tertarik untuk bermain bersama Pada gambar 1 menjelaskan proses
teman, tidak bermain seperti anak-anak jalannya program. Dimulai dari pilihan, jika
pada umumnya, dan senang akan benda memilih masuk admin, maka melakukan login
yang berputar seperti kipas angin, roda terlebih dahulu dengan masukkan username
sepeda, dll dan password, jika benar maka akan masuk ke
5) Rett Syndrome halaman asministrator, jika salah
Dapat duduk dengan tatapan kosong, Sulit inputloginusername dan password.
memusatkan perhatian pada tugas, dan Selanjutnya jika memilih masuk sebagai user
tidak ada atau sedikit kontak mata maka melakukan konsultasi dimulai dari input
6) Attention Deficit Hyperactivity Disorder data anak menginputkan gejala yang diderita,
Menarik-narik tangan seseorang bila ia keproses mesin inferensi fuzzy sampai
menginginkan sesuatu, tidak suka menghasilkan hasil diagnosa.
diganggu, senang akan benda yang
berputar seperti kipas angin, roda sepeda, 2) Flowchart Penelusuran
dan nak berperilaku menyakiti diri sendiri
Mulai

3. Perancangan
Dari semua data yang telah terkumpul
dilakukan proses perancangan atau desain Input Data
sistem, sehingga dapat mempermudah dalam Anak

penggambaran sistem dan memperjelas


gambaran sistem yang ada. Teknik desain
sistem yang dipergunakan dalam rancangan Pilih Gejala
dan input

ini, yaitu :Desain antar muka pengguna nilai

(Admin dan pakar) dan Flowchart

1) Program Flowchart Inferensi Fuzzy

Pada bagian ini memperlihatkan urutan


proses dalam sistem yang menunjukkan alat
media input, output serta jenis media Hasil Diagnosa

penyimpanan dalam proses flowchart.

Selesai

Gambar 2Flowchart Penulusuran

Gambar 2 menjelaskan proses periksa


gangguan autis dimulai dari user melakukan
input data anak kemudian menginputkan
gejala gangguan autis oleh sistem akan
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 199
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

diproses dengan sistem inferensifuzzy yaitu mengisi data anak . Berikut adalah tampilan
nilai input berupa masukan dalam bentuk nilai halaman penginputan data anak pada halaman
pasti (crisp) kemudian nilai crisp input akan periksa :
dirubah menjadi fuzzy menggunakan fungsi
keanggotaan serta menggunakan aturan-aturan
(rule), selanjutnya adalah merubah kembali
data yang dijadikan fuzzy untuk mendapatkan
hasil output (defuzzyfikasi) yang dipakai untuk
mengambil keputusan dan diproses sehingga
menghasilkan hasil diagnosa jenis gangguan
autis di TK Barunawati 3 Samarinda.

4. Test
Setelah program selesai dibuat,
selanjutnya hal yang perlu dilakukan adalah
pengujian (testing). Adapun metode yang
digunakan untuk melakukan pengujian dalam Gambar 4FormPeriksa
perancangan sistem ini adalah metode white
box dan metode black box.
4.3Halaman Hasil Periksa
5. Dokumentasi Pada halaman ini user akan bisa
Tahapdokumentasi diperlukan untuk megetahui gangguan autis jenis apa yang kira-
mengkompilasi seluruh informasi gejala dalam kira diderita anak, seberapa tingkatan
bentuk dokumen yang dapat memenuhi gangguan itu serta bisa mengetahui solusi
persyaratan pengguna dan pengembangan dari yang disarankan oleh sistem kepada anak.
sistem pakar. Berikutini adalah tampilan halaman hasil
konsultasi
6. Pemeliharaan Sistem
Pemeliharaan sistem sangat mudah
walaupun telah di desain, di bangun, diuji
coba, aplikasi bisa mengalami error atau bug
yang tidak bisa dihindari.

4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1Halaman Menu Utama
Pada halaman menu utama dari website
ini, terdapat 4 menut yang terdiri dari
Beranda, tentang TK Barunawati 3 Samarinda,
Informasi, tentang informasi-informasi Gambar 5FormHasil Periksa
gangguan autis, Periksa, halaman periksa anak
untuk mendeteksi jenis gangguan autis, Buku
Tamu. Berikut ini adalah tampilan beranda 4.4Halaman Menu Administrator
pada website ini. Pada tampilan halaman ini
menampilkan menu administrator. Berikut ini
tampilan darihalaman depan administrator.

Gambar 3. Form Menu Utama


Gambar 6 FormMenu Administrator
4.2Halaman Periksa
Pada halaman ini sebelum melakukan 4.5Halaman Administrator Informasi
konsultasi pasien atau user terlebih dahulu
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 200
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

Pada tampilan halaman berita ini


admin biasa menambah berita, mengedit
informasi serta menghapus informasi. Berikut
ini tampilannya:

Gambar 10Form AdmnistratorRule

4.9Halaman Hasil Konsultasi


Pada halaman ini pasien atau user akan
Gambar 7Form Administrator Informasi bisa megetahui panyakit gigi jenis apa yang
kira-kira diderita pasien, seberapa persen
4.6Halaman Administrator Penyakit penyakit itu serta bisa mengetahui solusi yang
Pada halaman ini menampilkan disarankan oleh sistem kepada pasien. Berikut
halamn penyakit, dimana dari halaman ini ini adalah tampilan halaman hasil konsultasi
admin bisa menambah jenis penyakit,
mengedit data, serta menghapus data. Berikut
tampilan dari halan penyakit:

Gambar 11FormHasil Konsultasi

5 KESIMPULAN
Fuzzy expert systemuntuk mendeteksi
Gambar 8 Form Administrator Penyakit anak autis berbasis web menggunakan metode
mamdani ini dirancang sebagai solusi bagi
4.7HalamanAdministrator Gejala Kepala Sekolah dan Guru-guru TK
Pada halaman ini menampilkan Barunawati 3 Samarinda untuk memudahkan
gejala-gejala penyakit yang ada, admin bisa orangtuaagar dapat mendeteksi gangguan autis
menambah data gejala, dimana melalui pada anaknya untuk dapat diberikan
halaman ini admin bisa mengedit, serta penanganan lebih lanjut bila terdeteksi adanya
menghapus gejala. Berikut ini tampila gangguan autis tersebut.
halaman gejala penyakit : Dengan adanya aplikasi ini akan
membantu para orang tua untuk mendeteksi
lebih awal kondisi anak yang mempunyai
gejala autis, sehingga diharapkan akan
mempercepat proses terapi.

6 REFERENSI

[1]Fadhillah, Nurul, Annisa. 2012.


Perancangan Aplikasi Sistem Pakar
Gambar 9Form Administrator Gejala Penyakit Kulit Pada Anak Dengan
Metode Expert System Development Life
4.8Halaman Administrator Rule Cycle, (Online), vol.9 (2012),
Pada halaman ini menampilkan Rule (http://jurnal.sttgarut.ac.id/index.php/algo
dari tiap tiap penyakit dan gejala penyakit ritma/article/view/14/ diakses 01 Maret
pada administrator. Dimana dari halaman ini 2015.
admin menambah Rule. Berikut tampilan
halaman Rule :
M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)
1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 201
Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi Komputer (SENATKOM 2015) Vol. 1, Oktober 2015
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang - 23 Oktober 2015 ISSN : 2460 - 4690

[2] Hildayani, Rini. 2009. Perancangan Anak


Berkebutuhan Khusus. Jakarta:
Universitas Terbuka.
[3] Nurdin. 2008. Pengantar Teori Fuzzy.
Makassar: FMIPA UNM Makassar.
[4] Prasetyo, Eko. 2012. Penalaran Logika
Fuzzy (Sistem Berbasi Fuzzy. (online).
(https://myteks.wordpress.com/?s=logika
+fuzzy/. Diakses tanggal 05 Maret 2014
[5] Simarmata Janner. 2010. Rekayasa
Perangkat Lunak. Yogyakarta : Andi.
[6] Utomo, Setyo, Hendry. 2005. Logika
Fuzzy. (Online).
(http://hendrik.staff.gunadarma.ac.id/dow
nloads/folder/0.0, Diakses Tanggal 09
Maret 2015.
[7] Wulandari, Yogawati, 2011, Aplikasi
Metode Mamdani Dalam Penetuan Status
Gizi.(online)http://eprints.uny.ac.id/2295/
1/yogawati_wulandari_07305144006.pdf/
.Diakses Tanggal 09 Maret 2015.

M. Irwan Ukkas1), Hanifah Ekawati2), Warren Srieda Pratama Ramadhini3)


1,3
Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma
2
Manajemen Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma 202