Anda di halaman 1dari 1

BAB 1

PENDAHULUAN

Eklampsia adalah kejang pada wanita hamil, dalam persalinan atau masa nifas yang
disertai gejala-gejala preeclampsia (hipertensi, edema, dan/atau proteinuria).

Kira-kira 15-25% wanita yang didiagnosis awal dengan hipertensi dalam kehamilan akan
mengalami preeklampsia berat. Eklampsia merupakan salah satu komplikasi dari preeclampsia
berat. Kejang pada eklampsia dapat terjadi pada usia kehamilan 20 40 minggu atau dalam 48
jam setelah kelahiran dan kadang-kadang lebih lama dari 48 jam setelah kelahiran. Angka
kematian ibu akibat eklampsia sebesar 63.000 jiwa/tahun di seluruh dunia, sedangkan angka
kematian di negara berkembang mencapai 14%.

Sebab eklampsia belum diketahui pasti, tapi ada beberapa teori mencoba menjelaskan
perkiraan etiologi dari kelainan tersebut di atas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the
diseases of theory. Adapun teori-teori tersebut antara lain: Peran Prostasiklin dan Tromboksan,
Peran Faktor Immunologis, Faktor Hormonal.
Ensefalopati adalah Sindroma klinis akut reversibel sebagai akibat kenaikan tekanan darau
secara tiba-tiba yang ditandai dengan perubahan-perubahan neurologis mendadak, atau sakit
kepala hebat, gangguan kesadaran, mual, muntah, rasa mengantuk dan bingung bila tidak segera
diobati terjadi kejang dan koma. Terdapat hubungan antara eklampsia dengan ensefalopati,
dimana hipertensi dapat menyebabkan edema otak

Tatalaksana yang dapat diberikan pada penderita dengan eklampsia, diantaranya dilakukan
tindakan profilaksis untuk mencegah munculnya eklampsia, kemudian diberi antikejang dan juga
antihipertensi. Selain itu juga diberikan terapi cairan.

Dari pendahuluan di atas, maka penulis ingin mengangkat kasus ini sebagai bahan diskusi
dan pembelajaran dengan menitikberatkan terhadap hubungan eklampsia dan ensefalopati dan
stroke hemoragik yang menyebabkan pasien meninggal.