Anda di halaman 1dari 6

B.

Teori Neuman

Betty Neuman (1972) mendefinisikan manusia secara utuh merupakan gabungan dari
konsep holistic dan pendekatan system terbuka (Marriner-tomey, 1994). Bagi neuman,
manusia merupakan makhluk dengan kombinasi kompleks yang dinamis dari fisiologis,
sosiokultural dan variable perkembangan yang berfungsi sebagai system terbuka.
Sebagai system yang terbuka, manusia berinteraksi, beradabtasi dengan dan disesuaikan
oleh lingkungan, yang digambarkan sebagai stressor (chin dan Jacobs, 1995). Lingkungan
internal terdiri dari segala sesuatu yang mempengaruhi (intrapersonal) yang berasal dari
dalam diri klien. Lingkungan eksternal segala sesuatu pengaruh yang berasal diluar diri
klien (interpersonal). Pembentukan lingkungan merupakan usaha klien untuk
menciptakan lingkungan yang aman, yang mungkin terbentuk oleh mekanisme yang
disadari maupun yang tidak disadari (reed, 1995). Tiap lingkungan memiliki
kemungkinan terganggu oleh stressor yang dapat merusak system. Model neuman
mencangkup stressor intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal (Neuman, 1982,
1995; Marriner-tomey, 1994).

Neuman meyakini bahwa keperawatan memperhatikan manusia secara utuh. Tujuan


dari keperawatan adalah membantu individu, keluarga dan kelompok dalam mencapai
dan mempertahankan tingkat kesehatan yang optimal(Neuman dan Young,1972).
Perawat mengkaji, mengatur dan mengevaluasi system klien. Perawatan berfokus pada
variable-variabel yang mempengaruhi respons klien terhadap stresor (chin dan
Jacobs,1995). Tindakan perawatan terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier.
Pencegahan primer berfokus pada peningkatan pertahanan tubuh melalui identifikasi
factor-faktor resiko yang potensial dan actual terjadi akibat stresor. Pencegahan
sekunder berfokus pada penguatan pertahanan dan sumber internal melalui penetapan
prioritas dan rencana pengobatan pada gejala-gejala yang tampak, sedangkan
pencegahan tersier berfokus pada proses adaptasi kembali. Prinsip dari pencegahan
tersier adalah untuk memberikan penguatan pertahanan tubuh terhadap stresor melalui
pendidikan kesehatan dan untuk membantu dalam mencegah terjadinya masalah yang
sama (Neuman,1982;Torres,1986;Marriner-Tomey,1994;chin dan Jacob,1995)

C. Perkembangan Sistem Model Neuman

Model sistem Neuman memberikan warisan baru tentang cara pandang terhadap
manusia sebagai makhluk holistik (memandang manusia secara keseluruhan) meliputi
aspek (variable) fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang
berhubungan secara dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap
stressor baik dari lingkungan internal maupun eksternal. Komponen utama dari model
ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress. Klien dipandang sebagai suatu
sistem terbuka yang memiliki siklus input, proses, output dan feedback sebagai suatu
pola organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif sistem ini, maka kliennya
bisa meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas atau kumpulan agregat lainnya
dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin keilmuan. Tujuan ideal dari model ini adalah
untuk mencapai stabilitas sistem secara optimal.

Apabila stabilitas tercapai maka akan terjadi revitalisasi(proses) dan sebagai sistem
terbuka maka klien selalu berupaya untuk memperoleh, meningkatkan, dan
mempertahankan keseimbangan diantara berbagai faktor, baik didalam maupun diluar
sistem yang berupaya untuk mengusahakannya. Neuman menyebut gangguan-gangguan
tersebut sebagai stressor yang memiliki dampak negatif atau positif. Reaksi terhadap
stressor bisa potensial atau aktual melalui respon dan gejala yang dapat diidentifikasi.

D. Konseptual Model Sistem Neuman

Konsep yang dikemukakan oleh Betty Newman adalah konsep Healt care system yaitu
model konsep yang menggambarkan aktifitas keperawatan yang ditujukan kepada
penekanan penurunan stress dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel
atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayana adalah komunitas. Serta Betty
Newman mendefinisikan manusia secara utuh merupakan gabungan dari konsep holistic
dan pendekatan system terbuka.

Neuman menyajikan aspek-aspek model sistemnya dalam suatu diagram lingkaran


konsentris, yang meliputi variabel fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan
spiritual, basic structure dan energy resources, line of resistance, normal line of defense,
fixible line of defense, stressor, reaksi, pencegahan primer, sekunder, tertier, faktor
intra, inter dan ekstra personal, serta rekonstitusi. Adapun faktor lingkungan, kesehatan,
keperawatan dan manusia merupakan bagian yang melekat pada model ini yang saling
berhubungan dan mendukung ke arah stabilitas sistem.

1. Basic Structure and Energy Resources/Struktur Dasar dan Sumber Energi

Struktur dasar, atau inti pusat, terdiri dari faktor-faktor kelangsungan hidup dasar umum
untuk spesies (Neuman,1995). Struktur dasar berisi seluruh variable untuk
mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik
individu yang unik. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem, genetik, dan
kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem.

Neuman (1995) memandang manusia atau klien secara keseluruhan (wholistic) yang
terdiri dari faktor fisiologis, psikologis, sosial budaya, faktor perkembangan, dan faktor
spiritual. Selanjutnya juga dijelaskan oleh Neuman (1995) bahwa klien merupakan
cerminan secara wholistik dimana secara wholistik klien dipandang sebagai keseluruhan
yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis. Pernyataan tersebut
membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan masing-masing dalam
mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-
hari. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik untuk meningkatkan pemahaman
terhadap orang secara keseluruhan.

Disamping itu klien atau sistem dapat menangani stressor dengan baik, sehingga sakit
atau kematian.tan atau stabilitasasi system. perubazhan dapat mempertahankan
kesehatan secara adekuat. Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan
integritas sistem. Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis, maka
akan terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi. Namun apabila terjadi
ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system, hal ini disebabkan karena
adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi.

5 Faktor Menurut Neuman (1995) Secara Wholistic :

1). Faktor Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh

2). Faktor psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental

3). Faktor sosial budaya meliputi fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan
ekspektasi kultural dan aktivasi.

4) Faktor perkembangan sepanjang hidup.

5) Faktor spiritual pengaruh kepercayaan spiritual

Faktor-faktor ini berhubungan secara dinamis dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Klien
juga dipandang mengalami kondisi yang bervariasi, sesuai stress yang dialami. Ketika
stressor terjadi individu banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk mengatasi
stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat untuk membantu
perkembangan klien.

Sistem klien diartikan dalam struktur dasar dan lingkaran-lingkaran konsentrik yang
saling berkaitan . Struktur dasar meliputi faktor dasar kelangsungan hidup yang lebih
umum dari karakter sehat dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari system
klien. Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah range
temperatur normal, struktur genetik , pola respon, kekuatan dan kelemahan organ,
struktur ego dan pengetahuan atau kebiasaan.

B. Garis Pertahanan/ Lines of Resistance

Merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya


garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari
stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Misalnya
adalah mekanisme sistem immun tubuh.

Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut, maka sistem depan
berkonstitusi, jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian.

Garis pertahanan menurut Neumans terdiri dari garis pertahanan normal dan garis
pertahanan fleksibel.

Garis Pertahanan normal/ Normal Lines of Defense


1).Merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu,
sistem atau kondisi yang menykukertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut
keadaan wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya
deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Pada klien dil

2) Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika flexible lines of defense
tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi maka sistem klien akan bereaksi
yang akan tampak pada adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi
kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan.

3) Normal lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola
koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.

Garis Pertahanan Fleksibel/ Flexible Lines of Defense

1).Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling luar yang berperan memberikan


respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor.

2). Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa menjauh atau mendekat pada normal
line of defense. Bila jarak antara flexible lines of defense dan normal lines of defense
meningkat maka tingkat proteksipun meningkat.

3).Melindungi normal line of defense dan bertindak sebagai buffer untuk


mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.

4) Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat.

Hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan


spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan flexible lines of defense terhadap
berbagai reaksi terhadap stressor.

C. Lingkungan/ Environment

Menurut Neuman (1995) lingkungan adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal
yang berada di sekitar klien . Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun
ekternal pada manusia memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai
keseimbangan yang bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara
lingkungan internal dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan
terhadap klien atau sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang
berasal dari lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan
extrapersonal.

Neuman (1989,1990,1995) membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :

1). Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam system klien.
2). Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar system klien. Kekuatan-
kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada diluarnsistem klien.

3). Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam system terbuka
dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini
tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.

D. Stresor/Stressors

Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial


untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman (1995) mengklasifikasi stressor sebagai
berikut :

Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan


lingkungan internal. Misalnya : respon autoimmun.

Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang
memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran.

Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga


tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. Misalnya : sosial
politik.

Stressor interpersonal dan extrapersonal berhubungan dengan lingkungan eksternal.


Created environment mencakup ketiga jenis stressor ini.

E. Kesehatan (Sehat) /Health

Neuman mengidentifikasikan kesehatan sebagai stabilitas sistem yang optimal, atau


keadaan optimal kesehatan pada waktu.Kesehatan dipandang sebagai kontinum dari
kesehatan ke penyakit. Sebagai orang yang berada dalam interaksi yangkonstan dengan
lingkungan, keadaan kesehatan (dan implikasinya negara lainnya) beradadalam
kesetimbangan dinamis, bukan di segala macam kondisi mapan. Neuman mengusulkan
wellness (penyakit kontinum), dengan posisi orang yang kontinum dipengaruhi oleh
interaksi mereka dengan variabel dan tekanan yang mereka hadapi. Sistem klien
bergerak ke arah penyakit dan kematian (entropy) bila dibutuhkan lebih banyak energi
dari pada yang tersedia. Sistem klien bergerak ke arah kesehatan (negentropy) ketika
lebih energis tersedia dari pada yang dibutuhkan.