Anda di halaman 1dari 13

Hari/Tanggal: Senin/11 September 2017

Kelas: A-P2

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Dosen: Liisa Firhani Rahmasari, SP., M.Si.

KAITAN PERILAKU KONSUMEN DENGAN STRATEGI PEMASARAN Kelompok 4

Astiani Safitri

J3J115032

Risi Ayu Lestari

J3J115044

Elve Riana S

J3J115148

Siti Annisa Frizky Azliani

J3J215202

Muhammad Seger

J3J215242

Hari/Tanggal: Senin/11 September 2017 Kelas: A-P2 Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Dosen: Liisa Firhani Rahmasari, SP.,

PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Kaitan Perilaku Konsumen dengan Strategi Pemasaran Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Liisa selaku dosen yang telah membantu dan membimbing dalam proses pembuatan makalah sehingga dapat menambah pemahaman kami. Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perilaku Konsumen pertemuan kedua. Dan menjelaskan kepada pembaca tentang Kaitan Perilaku Konsumen dengan Strategi Pemasaran Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bogor, 8 September 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

BAB I PENDAHULUAN

4

  • 1.1 Latar Belakang

4

BAB II PEMBAHASAN

5

  • 2.1 Perilaku Konsumen dari Sisi Produsen dan Konsumen

5

  • 2.2 Perilaku Konsumen terhadap Penerapan Strategi Bauran Pemasaran

 

5

  • 2.2.1 Strategi Pemasaran (STP)

5

  • 2.2.2 Bauran Pemasaran

8

BAB III PENUTUP

10

  • 3.1 Kesimpulan

10

DAFTAR PUSTAKA

11

LAMPIRAN

12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perilaku konsumen didefinisikan sebagai suatu tindakan yang langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut. Perilaku konsumen sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk barang dan jasa. Pasar adalah suatu aktivitas antara dua orang atau lebih antara penjual dan pembeli dan adanya barang atau jasa yang diperjual-belikan serta adanya transaksi antara penjual dan pembeli. Dalam memasarkan suatu produk dibutuhkan strategi pemasaran. Strategi pemasaran yaitu strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam persaingan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau pun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Perilaku Konsumen dari Sisi Produsen dan Konsumen

Produsen merupakan seseorang yang mampu menghasilkan barang atau produk tertentu yang nantinya akan dijual kembali guna memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen menghasilkan suatu barang guna mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya untuk mencapai tujuan

tersebut maka produsen harus mempelajari perilaku konsumen agar mengetahui keadaan pasar. Sehingga bisa menentukan bagaimana strategi yang akan digunakan agar produknya bisa terjual. Analisis konsumen adalah landasan manajemen pemasaran dan akan membantu manajer dalam melakukan hal berikut seperti.

  • 1. Merancang bauran pemasaran (4P)

  • 2. Melakukan STP (Segmentation, Targeting, Posititioning)

  • 3. Mengembangkan produk baru atau menginovasi produk lama

Sebagai bahan analisis untuk memperbaiki kekurangan produk Breadtalk yaitu dengan meningkatkan penjualan dan memenuhi permintaan. Dalam menjaga kualitas Breadtalk selalu menyajikan produknya fresh from the oven dan dijamin dalam kondisi masih baru. Jika dilihat dari sisi konsumen, maka pentingnya mempelajari perilaku konsumen adalah agar konsumen dapat mengembangkan kemampuannya untuk menjadi konsumen yang lebih efektif dan selektif dalam memilih kebutuhan sehingga konsumen bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

  • 2.2 Perilaku Konsumen terhadap Penerapan Strategi Bauran Pemasaran

    • 2.2.1 Strategi Pemasaran (STP)

1.

Segmentation Segmentation adalah suatu proses mengidentifikasi dan membagi pasar menjadi kelompok-kelompok khusus yang berbeda-

beda sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan pola pembeliannya. Identifikasi ini dapat dilakukan berdasarkan

segmentasi geografi, demografi, dan psychografi. Adapun segmentasi yang dapat dianalisis dari Breadtalk adalah sebagai berikut.

  • a. Segmentasi Geografi Pada segementasi geografi pengelompokkan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal konsumen. Breadtalk hadir disembilan negara di Asia yaitu Thailand, Filipina, Malaysia, Taiwan, Hongkong, India, Kuwait, Cina, Emirat Arab, dan Indonesia. Di Indonesia, Breadtalk tersebar hampir diseluruh provinsi (saat ini sudah mencapai 73 outlet) , khususnya di mall-mall besar sehingga memudahkan konsumen untuk memperoleh produk.

  • b. Segmentasi Demografi Pada segmentasi demografi pengelompokkan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, dan pekerjaan konsumen. Produk Breadtalk cocok dikonsumsi oleh semua usia mulai dari balita sampai lansia baik pria maupun wanita.

  • c. Segmentasi Psikografi Pada segmentasi psikografi pengelompokkan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.

2.

Dalam segmentasi psikografi, konsumen Breadtalk berasal dari kelas sosial menengah ke atas dengan gaya hidup “mallers(suka pergi ke mall) dam memiliki kepribadian orang yang membutuhkan makanan praktis dengan rasa beragam tapi tetap fresh dan higienis. Targeting Targeting merupakan proses mengevaluasi ketertarikan setiap segmen pasar terhadap produk atau jasa yang dijual,

3.

kemudian memilih satu atau lebih segmen pasar yang ingin dimasuki. Target pasar Breadtalk adalah lebih kepada konsumen dari kalangan menengah keatas dan untuk semua usia. Hal tersebut dapat terlihat dari penempatan ouletnya yang hanya memilih mall atau kawasan kalangan menengah ke atas. Positioning Positioning adalah suatu tindakan dimana perusahaan merancang penawaran yang mengarah ke segmen pasar tertentu dan menempati tempat tertentu di dalam pikiran segmen pasar. Apabila target pasar sudah jelas, maka kita dapat menjelaskan posisi produk kepada konsumen, perbedaan produk kita dibandingkan kompetitor, keunggulan produk serta menjelaskan bahwa produk kita sudah memiliki label halal yang menjamin keamanan untuk dikonsumsi konsumen dari kalangan umat muslim. Keunggulan yang dimiliki produk Breadtalk adalah sebagai berikut. 1) Produk : memiliki rasa yang enak dan gurih, varian rasa beragam (50 macam varian), aroma khas yang dapat mengundang selera, kemasan yang higienis dan menarik, dan penamaan produk sangat unik dan menarik. 2) Pelayanan : penempatan outlet di lokasi strategis (banyak dilewati pengunjung), jam operasi menyesuaikan jam operasi mall, dan memiliki customer care-line. 3) SDM : karyawan memakai sarung tangan dan tutup kepala (ikat rambut bagi wanita) agar lebih higienis, dan karyawan di training khusus ke Singapura untuk mengupdate produk dan menginovasi produk baru. 4) Citra : Breadtalk menghasilkan roti dengan gaya hidup perkotaan yang diproduksi dengan higienis dan fresh dengan banyak varian rasa. 5) Outlet : Berkonsep toko bukan resto atau café dan outlet digunakan sekaligus untuk menjadi tempat produksi.

Dengan keunggulan tersebut Breadtalk berhasil membangun merk yang kuat di hati konsumen sehingga menjadi pelanggan yang setia artinya kadang konsumen tidak mempertimbangkan merk lain ketika mereka akan membeli roti.

  • 2.2.2 Bauran Pemasaran

    • a. Product Product di Breadtalk ini menjual roti dan kue tart. Ada berbagai macam roti yang dijual mulai dari soft bread dan ada juga yang hard bread. Breadtalk menyajikan produk nya fresh from the oven, jika ada sisa salah satu produk bisa dibuang atau dimakan oleh pegawai dan jika varian yang tidak laku maka akan dihilangkan secara berkala.

    • b. Price Dari segi harga, produk breadtalk memiliki harga cukup mahal untuk kalangan menengah kebawah. Harga yang ditawarkan tergantung rasa, ukuran dan jenis produk nya. Harga untuk produk roti berkisar antara Rp 7.000 Rp 35.000, dan harga untuk produk kue tart atau kue ulang tahun berkisar Rp 75.000 Rp 265.000.

    • c. Place Breadtalk ini berawal dari seorang wirausaha yang suskses di Singapura, kemudian di Indonesia membuka breadtalk dengan system Franchise. Outlet outlet breadtalk sudah cukup banyak tersedia terutama di mall mall besar diseluruh Indonesia. Di Indonesia merupakan premium bakery boutique pertama yang menghadirkan konsep dapur terbuka dengan gaya modern. Dengan konsep tersebut menguatkan kehigienisan produk dan prores pembuatannya. Tempat disetting melingkar agar semua produk bisa terlihat oleh konsumen. Tidak ada tempat makan untuk makan ditempat.

    • d. Promotion Promosi yang dilakukan oleh Breadtalk melalui iklan dengan pembuatan web, pramuniaga yang menggunakan seragam yang

mencirikan premium bakery, dan terdapat promo yang bekerja sama dengan kartu kredit HSBC. Selain itu Breadtalk ini sengaja hanya menggunakan 1-2 kasir saja, sehingga menciptakan antrian yang panjang membuat pengunjung penasaran dan akhirnya ikut mencoba membelinya.

3.1 Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Dalam kaitan antara perilaku konsumen dengan strategi pemasaran adalah dengan perkembangan teknologi serta persaingan antar perusahaan pun semakin banyak sehingga perusahaan banyak melakukan promosi dengan pengiklanan yang efektif. Dalam melakukan strategi pemasaran perusahaan harus memahami keadaan pasar agar produknya dapat diterima dipasaran.

DAFTAR PUSTAKA

Seska, Stella. 2015. Perilaku konsumen. [Internet]. [Diunduh 9 September 2017]. Tersedia pada : https://www.academia.edu/12081563/Makalah-perilaku- konsumen

Purnama,

Andri.

2013.

Segmenting,

targeting,

dan

positioning.

[Internet].

[Diunduh

9

September

2017].

Tersedia

pada

:

Brahmantyo,

Suryo.

2012.

Strategi

marketing,

implementasi

dan

analisis

breadtalk.

[Internet].

[Diunduh

9

September

2017].

Tersedia

pada

:

Aruni. 2016. BPOM jayapura : tiga kali breadtalk dapat peringatan. [Internet].

LAMPIRAN

BPOM Jayapura : Tiga Kali BreadTalk Dapat Peringatan

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengklaim BreadTalk Jayapura selalu memproduksi aneka roti dan panganan lain dalam kondisi kotor dan tak higienis. Dari awal pengolahannya pun, BPOM telah memberikan peringatan kepada penganggung jawab BreadTalk di Jayapura, untuk merubah sistem pengolahan dan memperbaiki sarananya, agar selalu bersih dalam pembuatan produk panganannya. “Pengolahan BreadTalk kacau balau, kotor dimana-mana. BreadTalk mencampur produk jadi dengan bahan baku. Lalu bahan baku juga diletakkan pada lantai yang kotor dan lantainya pun sudah kehitam-hitaman,” jelas Kepala BPOM Jayapura, Hans Kakerissa, Jumat 10 Juni 2016. BPOM juga mengakui telah tiga kali memberikan peringatan kepada BreadTalk untuk menjaga kebersihannya, tetapi tak pernah ditanggapi. Saat itu, BPOM memberikan peringatan pada awal tahun lalu, kemudian pada April kemarin dan sampai dengan BreadTalk disegel, belum memperbaiki sistem kebersihan pengolahan makanannya. Satu kali peringatan, BPOM memberikan batasan waktu hingga dua bulan, lalu peringatan kedua BPOM kembali memberikan batasan waktu itu. Tetapi tak pernah ada jawaban, sehingga BPOM bekerjasama dengan Badan Pelayanan Perizinanan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) Kota Jayapura untuk langsung melakukan penyegelan tempat usaha.

“Penanggungjawab BreadTalk juga telah kami panggil, tetapi tak pernah digubris.

Kami minta penghentian kegiatan pengolahan makanan untuk sementara waktu.

Tetapi jika BPPTSP mencabut ijinnya, itu sudah permasalahan lain,” ucapnya.

Lanjut Hans, sejumlah aspek kebersihan juga tak pernah dijaga oleh pihak

BreadTalk Jayapura dalam pembuatan pangananya. Menurutnya, aspek kebersihan dapat dilihat dalam beberapa hal, misalnya aspek kebersihan tempat,

kesehatan pegawai, bagaimana mengelola produk, keteraturan pembuatan produk dan banyak aspek disitu dan hampir tak dipenuhi. “Hampir semua produknya terbuka, bahan bakunya tak jelas kapan kadaluarsanya. Jika produk ini dikonsumsi terus menerus, maka akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Bayangkan saja jika anda membuat panganan berbahan dasar ikan, tetapi ikannya sudah busuk. Pasti berbahaya kan?” jelasnya lagi.