Anda di halaman 1dari 6

SHINTYA DIVANI EKA PUTRI

161710101097 / THP-B

STUDY QUESTION CHAPTER 8


1. What is quality?
Kualitas (mutu) merupakan derajat atau tingkat baik buruknya suatu produk untuk
dapat diterima oleh masyarakat. Kualitas (mutu) bergantung pada beberapa hal,
diantaranya tindakan pekerja selama prosees produksi, manajemen industri, dan
pengawasan terhadap sistem operasi. Kualitas produk yang baik tak luput dari peran
QA (Quality Assurance) dan QC (Quality Control). QA bertanggung jawab untuk
menjamin kualitas suatu makanan, program QA menyediakan cara untuk
membuktikan checks and balances di bidang keamanan makanan, kesehatan
masyarakat, keahlian teknik dan masalah hukum yang mempengaruhi pengolahan
makanan. Kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi meliputi inspeksi sanitasi, rilis
produk, sanitasi kemasan, dan produk recall. Sedangkan QC berperan dalam
mengendalikan sifat fisik, kimia, dan organoleptik makanan untuk menghemat biaya
produksi dari produk yang seragam dan konsisten.
2. What is total quality management (TQM)?
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu konsep inovatif yang melibatkan
manajemen dan karyawan dalam bekerja sama untuk memperbaiki produktivitas,
pengurangan biaya, dan akseptabilitas dan keseragaman produk. Dalam pendekatan
TQM ini, manajemen memberikan kontribusi sumber daya dan arahan tapi tidak
mendominasi. TQM erat kaitannya dengan sanitasi, dimana aspek paling kritis dari
TQM yaitu keamanan pangan, sehingga sanitasi yang efektif merupakan suatu
segmen penting dalam yang harus diterapkan pada semua aspk operasi dalam sebuah
organisasi.
3. Why should QA personnel not be placed under the supervision of production
management?
QA merupakan suatu sistem yang bertanggung jawab untuk menjamin kualitas suatu
produk bukan condong pada proses produksinya. Personel QA tidak ditempatkan di
bawah supervisi manajemen produksi karena QA merupakan bagian dari manajemen
puncak yang bertanggung jawab langsung pada manajemen puncak, sehingga
seharusnya tidak boleh ditempatkan di bawah supervisi manajemen produksi.
4. What is SQC?
SQC (Statistical Quality Control) merupakan aplikasi statistik yang berperan dalam
mengendalikan suatu proses. SQC ini membantu manajemen untuk menjamin kualitas
suatu produk. Pengendalian kualitas ini diterapkan mulai datangnya bahan baku dari
pemasok hingga sampai ke perusahaan. SQC bertujuanuntuk melengkapi manajemen
dengan audit kualitas SQC yang diperlukan perusahaan untuk menentukan kualitas
bahan. Adapun manfaat dari SQC yaitu memberikan cara menentukan kesalahan,
mengurangi biaya pemeriksaan, mengurangi jumlah barang terbuang dan produk
return.
5. What is CUSUM?
Charts Kontrol Sum Kumulatif (CUSUM) merupakan grafik yang memberikan
gambaran yang akurat tentang perubahan yang nyata, dengan deteksi yang lebih cepat
dan koreksi penyimpangan serta tren astimation of grafis. Grafik kontrol CUSUM
memonitori kejadian kumulatif dari penyimpangan atau pergeseran proses dengan
menggunakan standar deviasi yang dihasilkan dari pengamatan terhadap suatu titik
referensi. Dengan grafik ini pergeseran proses akan lebih mudah ditemukan.
6. What are Class I, II, and III recalls?
Produk recall merupakan suatu produk yang dapat ditarik kembali dari pendistribusian
atau dari pasaran karena adanya kerusakan atau karena alasan lain. Berdasarkan
alasan, recall dibagi menjadi 3 kelas, antara lain :
1. Kelas I : sebagai hasil dari situasi dimana adanya penggunaan atau paparan
produk cacat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat yang serius seperti
kematian. Misalnya adanya kontaminasi bahan kimia yang bersifat racun bagi
tubuh.
2. Kelas II : dalam hal ini, terdeteksi adanya penggunaan atau paparan produk cacat
yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat namun hanya sementara dan
tidak terlalu serius, artinya tidak sampai mengakibatkan kematian. Misalnya
adanya kontaminasi mikroba.
3. Kelas III : dalam hal ini, terdeteksi adanya penggunaan atau paparan produk cacat,
namun tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Contohnya produk yang tidak
memenuhi standar.
7. What are quality control charts?
Diagram kontrol merupakan teknik yang banyak diaplikasikan dalam industri untuk
pemeriksaan online dari bahan-bahan yang diproduksi. Diagram chat ini bertujuan
untuk menentukan metode terbaik, mengingat adanya sumber daya yang ada untuk
memantau titik kontrol. Adapun manfaat dari diagram chart yaitu :
a. Mengetahui perubahan yang terjadi selama produksi.
b. Mengidentifikasi gejala penyimpangan suatu proses.
c. Memberikan informasi secara kronologis tentang pengaruh berbagai faktor seperti
metode, material, manusia dan lain-lain.
8. What is the difference between quality assurance and quality control?
QA merupakan suatu sistem yang bertanggung jawab terhadap proses pengembangan
mutu atau kualitas produk pangan, sedangkan QC merupakan serangkaian kegiatan
pengendalian yang bertanggung jawab terhadap proses yang dilakukan selama
produksi. Keduanya memiliki tujuan yang sama dalam produksi, yaitu untuk
menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.

STUDY QUESTION CHAPTER 9


1. What does soil mean to those involved with cleaning a food facility?
Kotoran merupakan sesuatu yang tidak boleh ada dalam produk pangan, misalnya
debu. Kotoran kotoran ini diasumsikan berasal dari peralatan produksi, sehingga
diperlukan adanya pembersihan peralatan setiap jangka waktu tertentu. Adapun
metode pembersihan itu berbeda-beda, tergantung pada jenis kotoran. Jenis kotoran
ada tiga, yaitu :
a. Kotoran yang larut dalam air atau senyawa lain yang tidak mengandung larutan
pembersih,
b. Kotoran yang larut dalam larutan pembersih yang terdiri dari solubilizer dan
deterjen, dan
c. Kotoran yang tidak larut dalam larutan pembersih.
2. How does a cleaning compound function?
Senyawa pembersih merupakan senyawa yang berperan dalam menghilangkan
kotoran dalam suatu bahan. Senyawa pembersih memiliki kemampuan untuk
mengurangi atau menurunkan ikatan antara kotoran dan bahan yang memungkinkan
kotoran terlepas. Pembersihan yang efektif dapat dilakukan dengan peningkatan suhu
pembersihan atau penyemprotan dengan tekanan yang tinggi.
3. What is emulsification?
Emulsifikasi merupakan proses suspensi dari bahan yang tidak larut dalam air melalui
interaksi dengan sabun. Emulsifikasi menghasilkan ikatan kompleks yang mampu
merusak lemak dan minyak menjadi partikel atau senyawa lain yang lebih kecil dan
menyebar di seluruh media. Dalan hal ini, sisa kotoran masih ada, karena hanya
berkurang dari ukuran partikel yang lebih kecil.
4. What is a chelating agent?
Chelating agent merupakan bahan aditif yang digunakan atau ditambahkan pada
senyawa pembersih yang mampu mencegah pengendapan garam dari kalsium dan
magnesiun karbonat dari hasil pembersihan permukaan peralatan yang mana
pengendapan garam ini biasa disbut kerak. Pencegahan terjadinya kerak ini dapat
dilakukan dengan cara mengikat garam ke struktur molekuler atau ion lainnya.
5. What does suspension mean to those cleaning a food facility?
Suspensi merupakan suatu proses pembersihan senyawa yang mengendur dan
memerangkap partikel kotoran di dalam larutan. Umumnya dalam suatu industri,
digunakan sebagai bahan tambahan yang dicampurkan pada senyawa pembersih.
6. What is a surfactant?
Surfaktan merupakan suatu molekul kompleks yang apabila dicampurkan dengan
senyawa pembersih mampu menurunkan tegangan permukaan air untuk
memungkinkan adanya kontak yang lebih kuat antara deposit kotoran dan media
pembersih, sehingga partikel kotoran dapat diangkat dengan mudah.
7. What is a sequestrant?
Sequestrant merupakan suatu bahan organik yang dicampur dengan senyawa
pembersih untuk mencegah terjadinya pengendapan garam yang tidak stabil yang
berkontribusi terhadap pengerasan air. Garam yang tidak stabil ini akan rusak dengan
adanya senyawa alkali atau suhu tinggi. Banyak senyawa pembersih yang sifatnya
basa cenderung lebih efektif pada suhu tinggi, namun larutan pembersih itu akan
berkontribusi terhadap pengendapan kalsium dan magnesium carbonat, yang mana
pengendapan tersebut dikenal dengan kerak. Dengan demikian adanya sequestrant
menjadi agen kimia yang akan mengikat ion kalsium dan magnesium dalam larutan
untuk mencegah terjadinya endapan kotoran dari dadih yang tidak larut dengan
menggunakan deterjen pembersih.
8. What is a builder?
Builder merupakan bahan tambahan yang ditambahkan pada senyawa pembersih
untuk mengendalikan sifat yang cenderung mengurangi keefektifan surfaktan. Salah
satu contoh dari builders ini yaitu fosfat, dimana fosfat ini merupakan builder yang
sangat baik, terutama untuk senyawa pembersih dengan tugas yang berat atau untuk
kotoran yang cukup susah dibersihkan.
9. What are cleaning auxiliaries?
Cleaning auxiliaries merupakan berbagai bahan tambahan atau bahan pelengkap yang
ditambahkan untuk melindungi permukaan yang sensitif atau untuk meningkatkan
sifat atau kemampuan pembersihan dari suatu senyawa. Beberapa bahan tambahan
atau pelengkap dalam suatu senyawa pembersih antara lain surfaktan dan sequestrant.
10. Which two acid cleaning compounds are considered to be among the safest to use?
Dua jenis asam yang paling aman digunakan untuk proses pembersihan dalam industri
pangan yaitu asam nitrat dan gluconic acid. Asam sitrat merupakan asam lemah yang
dapat diperoleh dari daun dan buah tumbuhan, sehingga senyawa ini baik digunakan
untuk pembersih karena sifatnya yang ramah lingkungan. Sedangkan gluconic acid
baik untuk menghilangkan senyawa alkali dan lapisan protein tanpa menghasilkan
senyawa yang bersifat toksik (racun) bagi tubuh.
11. What treatment should be given to an employee who is splashed with cleaning
chemicals?
Jika seorang pekerja terkena percikan bahan kimia pembersih, maka segera siramlah
bagian yang kena percikan dengan air selama 15 sampai 20 menit. Dilarang
menggunakan bahan dengan PH yang bertentangan untuk menetralisir kontaminasi
kulit atau pakaian, karena bahan sejenis itu hanya akan memperparah kondisi akibat
efek dari penggunaannya. Pekerja bisa membawa larutan buffer untuk mata, yang
dijual dalam bentuk botol, sehingga jika tidak ada air cairan ini dapat digunakan untuk
membilas atau mencuci bahan kimia dari matanya.
12. What three words state a rule of thumb in cleaning compound solutions?
Tiga kata yang dijadikan sebagai aturan praktis atau acuan dalam pemilihan senyawa
pembersih yaitu like cleans like. Hal ini bermaksud pemilihan senyawa pembersih
didasarkan pada kondisi dari kotoran yang akan dibersihkan, misalnya kotoran yang
sifatnya asam harus dibersihkan dengan pembersih asam, sedangkan kotoran yang
sifatnya alkali dibersihkan dengan senyawa pembersih alkali.
13. What are the three steps in soil removal during cleaning?
1. Pemisahan kotoran dari permukaan materi, atau peralatan yang akan dibersihkan.
Pemisahan kotoran dapat terjadi melalui cara mekanik bertekanan tinggi air, uap,
udara, menggosok, atau melalui perubahan sifat kimia kotoran (misalnya, reaksi
alkali dengan asam lemak untuk membentuk sabun).
2. Dispersi kotoran dalam larutan pembersih, dispersi merupakan pengenceran
kotoran dalam larutan pembersih. Kotoran yang larut dalam larutan pembersih
tersebar jika pengenceran memadai media pembersihan dan jika batas kelarutan
kotoran media tidak terlampaui. Penggunaan larutan pembersih segar secara terus
menerus, pengenceran dengan larutan terdispersi akan meningkatkan dispersi.
3. Pencegahan sebelum tertumpuknya kotoran yang tersebar. Sebelum tumpukan
dapat dikurangi dengan penghapusan pelarut dari permukaan yang dibersihkan.
14. What substitutes are being used for laundry detergents compounded with phosphates?
Fosfat merupakan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan deterjen untuk
loundry, namun di beberapa negara ada yang dilarang penggunaanya seperti di AS.
Pembuatan deterjen berbahan dasar fosfat ini, menggunakan substitusi germonates
dan citrates, dimana penggunaan kedua tidak menghasilkan produk yang baik karena
menghasilkan endapan yang menumpuk. Penggunaan fosfat lebih efektif untuk
penghapusan kotoran. Untuk menggantikan senyawa fosfat ini dapat menggunakan
karbonat dan sitrat.