Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Pleksus Brakhialis dibentuk dari pertemuan saraf C5 sampai T1. Informasi


mengenai insiden plexus brachial injury cukup sulit untuk ditemukan. Sampai saat ini
tidak ada data epidemiologi yang mencatat insiden plexus brachial injury per setiap
Negara di seluruh dunia. Tetapi, menurut office of rare disease of national institutes
of health, plexus brachial injury termasuk dalam penyakit yang jarang terjadi.
Kejadiannya kurang dari 200.000 jiwa per tahun dihitung pada populasi di Amerika
Serikat.

Cedera traksi diklasifikasikan menjadi supraklavikuler (65%), infra-


klavikuler (25%) serta kombinasi keduanya sebanyak 10%. Cedera supraklavikula
umumnya terjadi pada kecelakaan sepeda motor, dimana pada luka yang lebih berat,
lengan secara praktis mengalami avulsi dengan ruptur arteri subklavia. Sedangkan
cedera infraklavikula biasanya berhubungan dengan fraktur atau dislokasi dari bahu,
dimana pada beberapa kasus disertai dengan robeknya N.arteri aksilaris.2

Secara keseluruhan, kecelakaan motor merupakan penyebab tersering.


Menurut Narakas, dari seluruh kecelakaan motor, 2%-nya menyebabkan plexus
brachialis injury.

Pengobatan cedera plexus brachialis ada yang memerlukan operasi dan ada
yang tidak, disesuaikan dengan kasusnya. Terdapat berbagai macam tindakan
operasi pada cedera plexus brachialis, tergantung jenis cedera saraf yang terjadi. Saat
ini banyak kemajuan yang telah dicapai dalam bidang pembedahan, tetapi trauma
plexus brachialis seringkali masih menjadi masalah karena membutuhkan biaya yang
besar dan waktu yang lama.2