Anda di halaman 1dari 13

MODUL PERKULIAHAN

4. SEJARAH PERKEMBANGAN
PEREKONOMIAN INDONESIA

PERIODE REFORMASI
KRISIS EKONOMI DI INDONESIA

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

04
Ekonomi dan Bisnis S-1 Akuntansi MK84041 Hirdinis M, SE, MM.

Abstract Kompetensi
Krisis finansial Asia yang terjadi sejak tahun Diharapkan mahasiswa mampu
1997 menyebabkan perekonomian mengidentifikasi dan menjelaskan
Indonesia mengalami krisis moneter yang periode reformasi yang berhubungan
berkepanjangan.Terjadi krisis moneter, dengan krisis ekonomi yang terjadi di
membawa dampak yang luas bagi
kehidupan masyarakat dan dunia usaha.
Indonesia.
Banyak perusahaan yang ditutup sehingga
terjadi PHK dimana-mana dan
menyebabkan angka pengangguran
meningkat tajam serta muncul kemiskinan
dimana-mana dan krisis perbankan.
Periode Reformasi
Latar Belakang Periode Reformasi

Krisis finansial Asia yang terjadi sejak tahun 1997 menyebabkan perekonomian Indonesia
mengalami krisis moneter yang berkepanjangan. Pada masa orde baru, adanya sistem
monopoli di bidang perdagangan, jasa, dan usaha, dan orang-orang yang dekat dengan
pemerintah akan mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan bahkan mampu berbuat
apa saja demi keberhasilan usahanya. Terjadi krisis moneter, membawa dampak yang luas
bagi kehidupan masyarakat dan dunia usaha. Banyak perusahaan yang ditutup sehingga
terjadi PHK dimana-mana dan menyebabkan angka pengangguran meningkat tajam serta
muncul kemiskinan dimana-mana dan krisis perbankan. KKN semakin merajalela,
ketidakadilan dalam bidang hukum, pemerintahan orde baru yang otoriter dan tertutup,
besarnya peranan militer dalam orde baru, adanya 5 paket UU serta memunculkan
demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah
perbaikan ekonomi dan reformasi total. Keadaan perekonomian semakin memburuk dengan
timbulnya tuntutan pengunduran diri Presiden Soeharto yang pada awalnya secara damai
dan diakhiri dengan cara yang anarkis sehingga timbul korban dari Mahasiswa yang disebut
sebagai pahlawan Reformasi.

Pemerintahan Orde Baru dinilai tidak mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang adil
dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Oleh karena itu, tujuan lahirnya gerakan reformasi adalah untuk memperbaiki tatanan
perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesulitan masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan pokok merupakan penyebab utama lahirnya gerakan reformasi.
Namun, persoalan itu tidak muncul secara tiba-tiba, banyak faktor yang mempengaruhinya,
terutama ketidakadilan dalam kehidupan politik, ekonomi dan hukum. Pemerintahan orde
baru dipimpin presiden Soeharto selama 32 tahun, ternyata tidak konsisten dan konsekuen
dalam melaksanakan cita-cita Orde Baru. Pada awal kelahirannya tahun 1966, Orde baru
bertekad untuk menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. Namun dalam pelaksanaannya, pemerintahan Orde Baru banyak
melakukan penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila dan ketentuan-ketentuan yang
tertuang dalam UUD 1945 yang sangat merugikan rakyat kecil. Bahkan, Pancasila dan UUD
1945 hanya dijadikan legitimasi untuk mempertahankan kekuasaan. Penyimpangan-
penyimpangan itu melahirkan krisis multidimensional yang menjadi penyebab umum
lahirnya gerakan reformasi, yaitu:

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
a. Krisis Politik
Krisis politik yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari berbagai kebijakan politik
pemerintahan Orde Baru. Berbagai kebijakan politik yang dikeluarkan pemerintahan orde
baru selalu dengan alasan dalam kerangka pelaksanaan demokrasi pancasila. Namun yang
sebenarnya terjadi adalah dalam rangka mempertahankan kekuasaan presiden Soeharto
dan kroni-kroninya. Artinya, demokrasi yang dilaksanakan pemerintahan orde baru bukan
demokrasi yang semestinya, melainkan demokrasi rekayasa. Dengan demikian, yang terjadi
bukan demokrasi yang berarti dari, oleh, untuk rakyat, melainkan demokrasi yang berarti
dari,oleh dan untuk penguasa. Pada masa orde baru, kehidupan politik sangat represif, yaitu
adanya tekanan yang kuat dari pemerintah terhadap pihak oposisi atau orang-orang yang
berpikir kritis.
Ciri-ciri kehidupan politik yang represif, yaitu:
1. Setiap orang atau kelompok yang mengkritik kebijakan pemerintah dituduh sebagai
tindakan subversif (menentang Negara Kesatuan Republik Indinesia)
2. Pelaksanaan Lima Paket UU Politik yang melahirkan demokrasi semu atau demokrasi
rekayasa.
3. Terjadinya Korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) yang merajalela dan masyarakat tidak
memiliki kebebasan untuk mengontrolnya.
4. Pelaksanaan Dwifungsi ABRI yang memasung kebebasan setiap warga negara sipil
untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan
5. Terciptanya masa kekuasaan presiden yang tak terbatas. Meskipun Soeharto dipilih
menjadi presiden melalui sidang umum MPR, tetapi pemilihan itu merupakan hasil
rekayasa dan tidak demokratis.

b. Krisis Hukum
Rekayasa-rekayasa yang dibangun pemerintahan Orde Baru tidak terbatas pada bidang
politik. Dalam bidang hukum pemerintah melakukan intervensi, artinya kekuasaan peradilan
harus dilaksanakan untuk melayani kepentingan para penguasa dan bukan untuk melayani
masyarakat dengan penuh keadilan. Bahkan, hukum sering dijadikan alat pembenaran para
penguasa. Kenyataan itu bertentangan dengan ketentuan pasal 24 UUD 1945 yang
menyatakan bahwa kehakiman memiliki kekuasaan yang merdeka dan terlepas dari
kekuasaan pemerintah (eksekutif).
Krisis moneter yang melanda negara-negara Asia tenggara sejak juli 1996 mempengaruhi
perkembangan perekonomian Indonesia. Ternyata, ekonomi indonesia tidak mampu
menghadapi krisis global yang melanda dunia. Krisis ekonomi indonesia diawali dengan
melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serikat. Pada tanggal 1 Agustus
1997, nilai tukar rupiah turun dari Rp. 2,575.00 menjadi 2,603.00 per dollar Amerika serikat.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Pada bulan Desember 1997, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat turun menjadi
Rp. 5,000.00 per dollar. Bahkan pada bulan Maret 1998, nilai tukar rupiah terus melemah
dan mencapai titik terendah, yaitu Rp.16,000.00 per dollar. Krisis ekonomi yang melanda
Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi, seperti : hutang luar negeri
Indonesia yang sangat besar menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi. Meskipun, hutang
itu bukan sepenuhnya hutang negara, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap upaya-
upaya untuk mengatasi krisis ekonomi.

c. Krisis Sosial
Krisis politik, hukum dan ekonomi merupakan penyebab terjadinya krisis sosial.
Pelaksanaan politik yang represif dan tidak demokratis menyebabkan terjadinya konflik
politik maupun konflik antar etnis dan agama. Semua itu berakhir pada meletusnya berbagai
kerusuhan dibeberapa daerah. Ketimpangan perekonomian indonesia memberikan
sumbangan terbesar terhadap krisis sosial. Pengangguran, persediaan sembako yang
terbatas, tingginya harga-harga sembako, rendahnya daya beli masyarakat merupakan
faktor-faktor yang rentan terhadap krisis sosial.

d. Krisis Kepercayaan
Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia telah mengurangi kepercayaan
masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto. Ketidakmampuan pemerintah
dalam membangun kehidupan politik yang demokratis, menegakkan pelaksanaan hukum
dan sistem peradilan, dan pelaksanaan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada
rakyat banyak telah melahirkan krisis kepercayaan. Kronologi peristiwa reformasi secara
garis besar, kronologi gerakan reformasi yaitu sebagai berikut:
1. Sidang Umum MPR (Maret 1998) memilih Soeharto dan B.J Habibie sebagai presiden
dan wakil presiden RI untuk masa jabatan 1998-2003. Presiden Soeharto membentuk
dan melantik kabinet Pembangunan VII.
2. Pada bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar
demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut penurunan harga barang-barang
kebutuhan (sembako), penghapusan KKN dan mundurnya Soeharto dari kursi
Kepresidenan.
3. Pada tanggal 12 Mei 1998, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa universitas Trisakti
Jakarta telah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan empat
orang mahasiswa (Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hafdhin A. Royan, dan
Hendriawan Sie) tertembak hingga tewas dan puluhan mahasiswa lainnya mengalami
luka-luka. Kematian empat mahasiswa tersebut mengobarkan semangat para
mahasiswa dan kalangan kampus untuk menggelar demonstrasi secara besar-besaran.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
4. Pada tanggal 13-14 Mei 1998, di jakarta dan sekitarnya terjadi kerusuhan massal dan
penjarahan sehingga kegiatan masyarakat menalami kelumpuhan. Dalam peristiwa itu,
puluhan toko dibakar dan isinya dijarah, bahkan ratusan orang mati terbakar.
5. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta
dan sekitarnya menduduki DPR dan MPR pada saat yang bersamaan, tidak kurang dari
satu juta manusia berkumpul di alun-alun Utara keraton Yogyakarta untuk menghadiri
pisowanan agung, guna mendengarkan maklumat dari Sri Sultan Hamengku Buwana X
dan Sri Paku Alam VII.
6. Pada tanggal 19 Mei 1998, Harmoko sebagai pimpinan MPR/DPR mengeluarkan
pernyataan berisi anjuran agar presiden Soeharto mengundurkan diri.
7. Pada tanggal 20 Mei 1998, presiden Soeharto mengundang tokoh-tokoh agama dan
tokoh-tokoh masyarakat untuk dimintai pertimbangan dalam rangka membentuk Dewan
Reformasi yang akan diketuai oleh Presiden Soeharto.
8. Pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 di istana negara, presiden Soeharto meletakkan
jabatannya sebagai presiden RI dihadapan ketua dan beberapa anggota Mahkamah
Agung.
Berdasarkan pasal 8 UUD 1945, kemudian Soeharto menyerahkan jabatannya kepada wakil
presiden B.J. Habibie sebagai presiden RI. Pada waktu itu juga B.J Habibie dilantik menjadi
presiden RI oleh ketua MA.
Beberapa sebab lahirnya gerakan reformasi adalah krisis moneter, ekonomi, politik, hukum,
sosial, budaya, dan kepercayaan terhadap pemerintahan Soeharto. Nilai tukar rupiah terus
merosot, para investor banyak yang menarik investasinya, inflasi mencapai titik tertinggi dan
pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah selama pemerintahan orde baru. Kehidupan
politik hanya kepentingan para penguasa, hukum dan lembaga peradilan tidak dapat
menjalankan fungsi dan peranannya, pengangguran dan kemiskinan terus meningkat. Nilai-
nilai budaya bangsa yang luhur tidak dapat dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah sampai pada titik yang paling
kritis yang sering disebut sebagai krisis multidimensional. Demonstrasi bertambah gencar
dilaksanakn oleh para mahasiswa, terutama setelah pemerintah mengumumkan kenaikan
harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Agenda reformasi yang menjadi
tuntutan para mahasiswa mencakup beberapa tuntutan, seperti:
1. Adili mantan Presiden Soeharto dan kroni-kroninya
2. Laksanakan Amandemen UUD 1945
3. Penghapusan Dwifungsi ABRI
4. Pelaksanaan Otonomi daerah seluas-luasnya
5. Tegakkan Supersemar Hukum
6. Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Setelah peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998,
seluruh lapisan masyarakat indonesia berduka dan marah, akibatnya, tragedi ini diikuti
dengan peristiwa anarkis di ibukota dan di beberapa kota lainnya pada tanggal 13-14 Mei
1998, yang menimbulkan banyak korban baik jiwa maupun material. Semua peristiwa
tersebut makin meyakinkan mahasiswa untuk menguatkan tuntutan pengunduran Soeharto
dari kursi kepresidenan. Pilihan aksi yang kemudian dipilih oleh kebanyakan kelompok
massa mahasiswa untuk mendorong turunnya Soeharto mengerucut pada aksi pendudukan
gedung DPR/MPR. Pendudukan Gedung DPR/MPR RI adalah peristiwa monumental dalam
proses pelengseran Soeharto dari tampuk kekuasaan presiden dan tuntutan reformasi.
Dalam peristiwa ini, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus bergabung menduduki gedung
DPR/MPR untuk mendesak Soeharto mundur.

Pemerintahan di Era Reformasi

1. Masa Pemerintahan B.J. Habibie


Pemerintahan B..J. Habibie dimulai sejak lengsernya Pak Harto sebagai presiden Republik
Indonesia tanggal 21 Mei 1998. Masa pemerintahan Habibie hanya berlangsung selama
satu tahun, karena naiknya Habibie menggantikan Presiden Soeharto diterima dengan
kekecewaan berbagai kalangan masyarakat. Kabinet yang dibentuk oleh Habibie diberi
nama Kabinet Reformasi Pembangunan. Ada berbagai langkah-langkah kebijakan yang
dilaksanakan pada masa pemerintahan B.J. Habibie, diantaranya adalah :
a. Pembebasan Tahanan Politik
Secara umum tindakan pembebasan tahanan politik meningkatkan legitimasi Habibie
baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini terlihat dengan diberikannya amnesti
dan abolisi yang merupakan langkah penting menuju keterbukaan dan rekonsiliasi.
Contohnya : pembebasan tahanan politik kaum separatis tokoh PKI, amnesti diberikan
kepada Mohammad Sanusi dan orang-orang lain yang ditahan setelah Insiden Tanjung
Priok, selain itu Habibie mencabut Undang-Undang Subversi dan menyatakan
mendukung budaya oposisi serta melakukan pendekatan kepada penentang Orde Baru.
b. Kebebasan Pers
Dalam hal ini, pemerintah memberikan kebebasan bagi pers di dalam pemberitaannya,
banyak bermunculan media massa, kebebasan berasosiasi organisasi pers sehingga
organisasi alternatif seperti AJI (Asosiasi Jurnalis Independen) dapat melakukan
kegiatannya, tidak ada pembredelan-pembredelan terhadap media tidak seperti pada
masa Orde Baru, kebebasan dalam penyampaian berita, dimana hal seperti ini tidak
pernah dijumpai sebelumnya pada saat kekuasaan Orde Baru. Cara Habibie
memberikan kebebasan pada Pers adalah dengan mencabut SIUPP.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
c. Pembentukan Parpol dan Percepatan pemilu dari tahun 2003 ke tahun 1999
Presiden RI ketiga ini melakukan perubahan dibidang politik lainnya diantaranya
mengeluarkan UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No. 3 Tahun 1999
tentang Pemilu, UU No. 4 Tahun 1999 tentang MPR dan DPR. Menjelang Pemilu 1999,
Partai Politik yang terdaftar mencapai 141 dan setelah diverifikasi oleh Tim 11 Komisi
Pemilihan Umum menjadi sebanyak 98 partai, namun yang memenuhi syarat mengikuti
Pemilu hanya 48 Parpol saja. Selanjutnya tanggal 7 Juni 1999, diselenggarakan
Pemilihan Umum Multipartai.
d. Penyelesaian Masalah Timor Timur
Sejak terjadinya insiden Santa Cruz, dunia Internasional memberikan tekanan kepada
Indonesia dalam masalah hak asasi manusia di Tim-Tim. Habibie mengambil sikap pro
aktif dengan menawarkan dua pilihan bagi penyelesaian Timor-Timur yaitu status
khusus dengan otonomi luas dan pemisahan diri dari RI. Rakyat Timor-Timur dalam
pelaksanaan penentuan pendapat diumumkan pada tanggal 4 September 1999 memilih
merdeka yaitu sekitar 78,5% rakyat Timor-Timur. Pada awalnya Presiden Habibie
berkeyakinan bahwa rakyat Timor-Timur lebih memilih opsi pertama, namun
kenyataannya keyakinan itu salah, dimana sejarah mencatat bahwa sebagian besar
rakyat Timor-Timur memilih lepas dari NKRI.
e. Pengusutan Kekayaan Soeharto dan Kroni-kroninya
Presiden Habibie, dengan Instruksi Presiden No. 30 / 1998 tanggal 2 Desember 1998
telah mengintruksikan Jaksa Agung Baru, Andi Ghalib segera mengambil tindakan
hukum memeriksa Mantan Presiden Soeharto yang diduga telah melakukan praktik
KKN, namun pemerintah dinilai gagal dalam melaksanakan agenda Reformasi untuk
memeriksa harta Soeharto dan mengadilinya. Hal ini berdampak pada aksi demontrasi
saat Sidang Istimewa MPR tanggal 10-13 Nopember 1998, dan aksi ini mengakibatkan
bentrokan antara mahasiswa dengan aparat. Karena banyaknya korban akibat
bentrokan di kawasan Semanggi maka bentrokan ini diberi nama Tragedi Semanggi.
f. Pemberian Gelar Pahlawan Reformasi bagi Korban Trisakti
Pemberian gelar Pahlawan Reformasi pada para mahasiswa korban Trisakti yang
menuntut lengsernya Soeharto pada tanggal 12 Mei 1998 merupakan hal positif yang
dianugrahkan oleh pemerintahan Habibie, dimana penghargaan ini mampu melegitimasi
Habibie sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan dan pengorbanan
mahasiswa sebagai pelopor gerakan Reformasi.

Bidang Ekonomi
Di dalam pemulihan ekonomi, secara signifikan pemerintah berhasil menekan laju inflasi dan
gejolak moneter dibanding saat awal terjadinya krisis. Rupiah yang anjlok lebih dari

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Rp.16.000 mampu diperkuat sampai Rp.8.000,-an. Pada tanggal 21 Agustus 1998
pemerintah membekukan operasional Bank Umum Nasional, Bank Modern, dan Bank
Dagang Nasional Indonesia. Kemudian di awal tahun selanjutnya kembali pemerintah
melikuidasi 38 bank swasta, 7 bank diambil-alih pemerintah dan 9 bank mengikuti program
rekapitulasi. Untuk masalah distribusi sembako utamanya minyak goreng dan beras,
dianggap kebijakan yang gagal. Hal ini nampak dari tetap meningkatnya harga beras
walaupun telah dilakukan operasi pasar, ditemui juga penyelundupan beras keluar negeri
dan penimbunan beras.

Bidang Manajemen Internal ABRI


Pada masa transisi di bawah Presiden B.J. Habibie, banyak perubahan-perubahan penting
terjadi dalam tubuh ABRI, terutama dalam tataran konsep dan organisatornya. ABRI telah
melakukan kebijakan-kebijakan sebagai langkah perubahan politik internal, yang berlaku
tanggal 1 April 1999. Kebijakan tersebut antara lain: pemisahan POLRI dari ABRI,
Perubahan Stat Sosial Politik menjadi Staf Teritorial, Likuidasi Staf Karyawan, Pengurangan
Fraksi ABRI di DPR, DPRD I/II, pemutusan hubungan organisatoris dengan partai Golkar
dan mengambil jarak yang sama dengan parpol yang ada, kometmen dan netralitas ABRI
dalam Pemilu dan perubahan Staf Sospol menjadi komsos serta pembubaran Bakorstanas
dan Bakorstanasda. Perubahan di atas dipandang positif oleh berbagai kalangan sebagai
upaya reaktif ABRI terhadap tuntutan dan gugatan dari masyarakat, khususnya tentang
persoalan eksis peran Sospol ABRI yang diimplementasikan dari doktrin Dwi Fungsi ABRI.

Keadaan Sosial Di Masa B.J. Habibie


Kerusuhan antar kelompok yang sudah bermunculan sejak tahun 90-an semakin meluas
dan brutal, konflik antar kelompok sering terkait sara. Isu santet menghantui masyarakat
kemudian di daerah-daerah yang ingin melepaskan diri seperti Aceh, begitu juga dengan
Papua semakin keras keinginan membebaskan diri. Juli 1998 OPM mengibarkan bendera
bintang kejora sehingga mendapatkan perlawanan fisik dari TNI.

Berakhirnya Masa Pemerintahan B.J. Habibie


Tanggal 14 Oktober 1999 Presiden Habibie menyampaikan pidato pertanggungjawabannya
di depan Sidang Umum MPR namun terjadi penolakan terhadap pertanggungjawaban
presiden karena Pemerintahan Habibie dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
Rezim Orba. Kemudian pada tanggal 20 Oktober 1999, Ketua MPR Amien Rais menutup
Rapat Paripurna sambil mengatakan, dengan demikian pertanggungjawaban Presiden B.J.
Habibie ditolak. Pada hari yang sama Presiden Habibie mengatakan bahwa dirinya
mengundurkan diri dari pencalonan presiden.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
B. Masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid
Terpilihnya Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI dipicu juga dari penolakan MPR atas
laporan B.J. Habibie, Pada 20 Oktober 1999, MPR berkumpul dan mulai memilih presiden
baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373
suara. Gusdur melakukan banyak terobosan untuk mengangkat kaum minoritas. Misalnya:
memperbolehkan perayaan imlek yang pada masa Soeharto dilarang, meminta agar TAP
MPR tentang pelanggaran Marxsisme-Leninisme di cabut. Hal ini cukup kontroversial, sebab
pada masa Soeharto, PKI (yang terkait dengan maxsisme-leninisme) sudah dihitamkan.
Dengan membuka keadilan pada kaum minoritas, Gusdur menunjukan adanya persamaan
derajat antara warga. Pada masa jabatan yang sangat singkat, Gusdur sering sekali
melakukan kunjungan keluar negeri dengan tujuan untuk memperbaiki citra Indonesia
dimata dunia sekaligus membuka peluang untuk melakukan kerjasama dengan Negara-
negara yang beliau kunjungi.
Gusdur juga melakukan perdamaian dengan Israel. Gusdur adalah orang menjunjung tinggi
kebebasan umat beragama, menekankan bahwa Islam tidak boleh memandang segala
sesuatu yang berbau Barat adalah kesalahan. Bekerja sama dengan Israel bukan
berarti membenci atau melucuti dukungan Palestina.

C. Masa Pemerintahan Megawati


Megawati Soekarno Putri adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23
Juli 2001 - 20 Oktober 2004. Megawati menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang
Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi
langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga
MPR/DPR dan Partai Golkar. Megawati dilantik pada 23 Juli 2001, sebelumnya dari tahun
1999-2001, Megawati menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur.

Megawati merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan merupakan anak dari
presiden Indonesia pertama. Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada
tahun 1999. Masa pemerintahan Megawati ditandai dengan konsolidasi demokrasi di
Indonesia, diadakannya pemilihan umum presiden langsung dianggap sebagai salah satu
keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia.

Beberapa Prestasi Megawati selama 3 tahun memeritah


1. Stabilisasi fundamental ekonomi makro meliputi inflasi, BI rate, pertumbuhan ekonomi,
kurs rupiah terhadap dolar, angka kemiskinan.
2. Pembubaran BPPN pada Februari 2004 yang telah selesai melaksanakan tugasnya.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
3. Melanjutkan stabilisasi kondisi Polhukkam dalam negeri dari pemerintahan sebelumnya
(1998-2001) sehingga Indonesia bisa kembali membangun.
4. Melakukan pembangunan infrastruktur yang vital diantaranya meliputi Tol Cipularang
(Cikampek-Bandung), Tol Cikunir, Jembatan Suramadu Jatim, Rel ganda Serpong
Jakarta, Rel ganda Jakarta Bandung dan banyak pembangunan infrastruktur lainnya.
5. Memenjarakan kroni Soeharto (Tommy Soehato, Bob Hasan dan Probosutedjo) dan
menangkap konglomerat bermasalah Nurdin Halid. KPK didirikan pada masa
pemerintahan Megawati.
6. Indonesia keluar dari IMF pada tahun 2003 atas saran Kwik Kian Gwe karena Hutang
kepada IMF merugikan Indonesia dan tidak ada manfaatnya bagi penanganan krisis
ekonomi yang terjadi sejak tahun 1998.
7. Pembentukan propinsi baru yaitu Kepulauan Riau dan Bangka Belitung, Sulawesi Barat,
dan Papua Barat.
8. Berhasil mengungkapkan para pelaku terorisme diantaranya Bom Bali I dan II yang
telah menewaskan ratusan orang yaitu dengan menangkap Amrozi, Imam Samudra,
Mukhlas dan Al faruq dan kasus pengeboman lain yaitu Bom JW Marriot, Kedubes
Australia dan Bom BEJ dan Medan.

Selain prestasi-prestasi yang diraih, ada kegagalan dalam pemerintahan megawati, seperti :
Megawati dianggap gagal melaksanakan agenda reformasi dan tidak mampu mengatasi
krisis bangsa.
1. Kebijakan pemerintah Megawati sepanjang tahun 2002 cenderung mengabaikan
aspirasi rakyat dan hanya berorientasi pada kepentingan kalangan tertentu serta tidak
mampu melepaskan Indonesia dari tekanan pihak-pihak asing.
2. Gagal dalam diplomasi Indonesia dengan Malaysia sehingga kepulauan Sipadan-Ligitan
lepas dari Indonesia.
3. Kasus penjualan saham Indosat kepada Singtel yang merugikan negara.
4. Penjualan Gas Bumi yang menghasilkan 45 milyar dolar AS dari LNG Tangguh ke
China, Korea dan Meksiko selama 20 tahun ke depan. Dengan harga dibawah harga
jauh dibawah harga pasar, walaupun harga kontrak dapat dievaluasi setiap 4 tahun.
5. Gejala munculnya pola lama dalam pemerintahan Megawati yaitu pendekatan represif
dalam menyelesaikan masalah dan sakralisasi lembaga kepresidenan,
6. Kegagalan partai politik yang terlibat dalam pemerintahan gotong royong dalam
mengartikulasi kepentingan rakyat,
7. Tidak ada upaya pemberantasan KKN, sebaliknya praktik korupsi makin terang-
terangan dan meluas, kebijakan pemerintah yang memberi pengampunan terhadap
sejumlah koruptor jelas mengingkari nilai keadilan

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Kegagalan pemerintahan Megawati dalam menjalankan Reformasi Birokrasi mengakibatkan
kepercayaan menjadi menurun dan akibatnya dalam pemilihan Presiden secara langsung
Megawati kalah, rakyat lebih menaruh harapan perubahan pada pasangan SBY JK.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Permasalahan Perekonomian Indonesia

Suatu kelompok masyarakat atau negara di mana saja di dunia pasti menghadapi berbagai
persoalan ekonomi yang mendasar. Sepanjang barang-barang bersifat langka, mereka pasti
akan dihadapkan pada 3 persoalan ekonomi berikut ini :
1. Komoditi apa (what) yang harus diproduksi, dan berapa? Jawabannya tergantung
kepada sistem ekonomi yang dianut oleh setiap negara. Dalam sistem ekonomi
liberalis, misalnya persoalan barang apa dan berapa tergantung dan diatur oleh
mekanisme pasar, sedangkan pada sistem ekonomi sosialis diatur oleh
lembaga/pemerintah secara sentral. Sedangkan dalam ekonomi campuran keputusan
apa yang akan diproduksi, dilakukan melalui mekanisme pasar dengan pengawasan
pemerintah.
2. Bagaimana komoditi harus diproduksi? Dengan perkataan lain, produksi ini dilakukan
oleh siapa, dengan gabungan faktor-faktor produksi yang mana, serta teknik seperti
apa? Siapakah yang harus bertani, dan siapa yang harus mengajar? Apakah tenaga
listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara? Apakah kita akan memakai proses
produksi yang menghasilkan banyak polusi atau sedikit polusi? Apakah proses tersebut
akan dilakukan dengan cara produksi massal yang padat modul atau padat karya?
Dalam bentuk perusahaan kapitalis swasta atau harus dimiliki oleh negara?
Pemecahannya sangat tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Pada sistem
ekonomi kapitalis bagaimana diproduksi tergantung pada permintaan pasar. Jadi
mekanisme pasar yang mengatur. Sedangkan dalam sistem ekonomi sosialis, teknik
produksi diatur melalui perencanaan pusat.
3. Untuk siapa komoditi harus diproduksi? Siapakah yang akan menikmati dan
memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri? Atau dengan kata lain,
bagaimana produk nasional didistribusikan kepada setiap orang? Haruskah sedikit saja
orang yang kaya dan banyak sekali yang miskin? Haruskah pendapatan yang tinggi
diterima oleh para manajer, para pekerja atau para tuan tanah? Apakah orang tamak
berhak mewarisi dunia ini? Ataukah si pemalas boleh makan banyak? Dalam ekonomi
pasar, tergantung pada aktivitas masing-masing faktor-faktor produksi yang harganya
diatur melalui mekanisme pasar. Walaupun 3 masalah ini sangat mendasar dan umum
terjadi pada semua corak perekonomian, tetapi bagaimana cara memecahkan ketiga
masalah dasar tersebut, pasti akan berbeda di setiap negara atau bangsa di dunia ini
dan tergantung pada sistem ekonomi yang dianut.

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


12 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

Dumairi, 2002, Perekonomian Indonesia, Jakarta Erlangga.

Tambunan Tulus T.H. 2009. Perekonomian Indonesia, Bogor, Ghalia Indonesia.

Todaro Mjchael P dan Smith, Stephen C, 2003, Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga,
Edisi Kedelapan, Jilid 2, Jakarta, Erlangga.

http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/2017

17 Perekonomian Indonesia Pusat Bahan Ajar dan eLearning


13 Hirdinis M, SE, MM. http://www.mercubuana.ac.id