Anda di halaman 1dari 6

FIXED DRUG ERUPTION (FDE)

(KODE ICD X : L27.0)


No Dokumen :
No.Revisi:
Tgl Terbit:
Halaman:
DisahkanOleh ;
SPO Pimpinan BLUD Puskesmas Rawat
BLUD
PEMERINTAH InapLanggam
PUSKESMAS
KABUPATEN
RAWAT INAP
PELALAWAN
LANGGAM
Dr. Hj. DAHWIANA
NIP. 19761227 1998032 005

1. Definisi Fixed Drug Eruption (FDE) adalah salah satu jenis erupsi obat yang
sering dijumpai. Darinamanya dapat disimpulkan bahwa kelainan
akan terjadi berkali-kali pada tempat yang sama. Mempunyai tempat
predileksi dan lesi yang khas berbeda dengan Exanthematous Drug
Eruption. FDE merupakan reaksi alergi tipe 2 (sitotoksik).

2. Tujuan Sebagai acuan bagi tenaga medis untuk melakukan identifikasi dan
penatalaksanaan Fixed Drug Eruption (FDE).
3. Kebijakan Sebagai pedoman bagi petugas untuk mendiagnosa dan mengobati
pasien.
4. Referensi Permenkes No.5 Tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter
Umum.
5. Prosedur Alat :
E Medical Record
Senter
Tensimeter
Termometer
Stetoskop
Jam tangan / arloji
Alat Tulis
Bahan :
Air mengalir
Sabun tangan
6. Langkah-langkah a. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut.
b. Petugas menulis identitas pasien di buku register
c. Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan gejala kemerahan atau luka pada sekitar mulut, bibir,
atau di alat kelamin, yang terasa panas. Keluhan timbul setelah
mengkonsumsi obat- obat yang sering menjadi penyebab seperti
Sulfonamid, Barbiturat, Trimetoprim, dan analgetik. Anamnesis
yang dilakukan harus mencakup riwayat penggunaan obat-obatan
atau jamu. Kelainan timbul secara akut atau dapat juga beberapa
hari setelah mengkonsumsi obat.
d. Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan gejala lain seperti rasa gatal yang dapat disertai
dengan demam yang subfebril.
e. Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah (bila diperlukan)
f. Petugas melakukan pemeriksaan suhu badan.
g. Petugas melakukan pemeriksaan nadi
h. Petugas menghitung pernapasan
i. Petugas melakukan pemeriksaan fisik Patognomonis.
Lesi khas:
1.Vesikel, bercak
2.Eritema
3.Lesi target berbentuk bulat lonjong atau nummular
4.Kadang-kadang disertai erosi
5.Bercak hiperpigmentasi dengan kemerahan di tepinya,
terutama pada lesi berulang
Tempat predileksi:
1. Sekitar mulut
2. Daerah bibir
3. Daerah penis atau vulva.
j. Petugas menegakan diagnose berdasarkan anamnesis dan hasil
pemeriksaan fisik laboratorium.
k. Petugas memberikan penatalaksanaan yaitu :
1. Prinsip tatalaksana adalah menghentikan obat terduga. Pada
dasarnya erupsi obat akan menyembuh bila obat penyebabnya
dapat diketahui dan segera disingkirkan.
2. Untuk mengatasi keluhan, farmakoterapi yang dapat diberikan,
yaitu:
Kortikosteroid sistemik, misalnya prednison tablet 30
mg/hari dibagi dalam 3 kali pemberian per hari
Antihistamin sistemik untuk mengurangi rasa gatal;
misalnya hidroksisin tablet 10 mg/hari 2 kali sehari selama 7
hari atau loratadin tablet 1x10 mg/hari selama 7 hari
3. Pengobatan topikal
Pemberian topikal tergantung dari keadaan lesi, bila terjadi
erosi atau madidans dapat dilakukan kompres NaCl 0,9%
atau Larutan Permanganas kalikus 1/10.000 dengan 3 lapis
kasa selama 10-15 menit. Kompres dilakukan 3 kali sehari
sampai lesi kering.
4. Terapi dilanjutkan dengan pemakaian topikal kortikosteroid
potensi ringan-sedang, misalnya hidrokortison krim 2.5% atau
mometason furoat krim 0.1%
l. Petugas mengedukasi keluarga dan pasien bahwa mengenai hal-hal
sebagai berikut :
Prinsipnya adalah eliminasi obat terduga
Pasien dan keluarga diberitahu untuk membuat catatan kecil di
dompetnya tentang alergi obat yang dideritanya.
Memberitahukan bahwa kemungkinan pasien bisa sembuh
dengan adanya hiperpigmentasi pada lokasi lesi. Bila alergi
berulang terjadi kelainan yang sama, pada lokasi yang sama.
m. Petugas menulis resep.
n. Petugas menyerahkan resep kepada pasien
o. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, diagnose dan terapi
kedalam rekam medic pasien
p. Petugas menandatangani rekam medic
q. Petugas menulis diagnose kebuku register rawat jalan.
r. Bila diperlukan petugas menyiapkan dan memberikan urat rujukan.
Kriteria rujukan:
1. Lesi luas, hampir di seluruh tubuh, termasuk mukosa dan
dikhawatirkan akan berkembang menjadi Sindroma Steven
Johnson.
2. Bila diperlukan untuk membuktikan jenis obat yang diduga
sebagai penyebab:
Uji tempel tertutup, bila negatif lanjutkan dengan
Uji tusuk, bila negatif lanjutkan dengan
Uji provokasi.
3. Bila tidak ada perbaikan setelah mendapatkan pengobatan
standar selama 7 hari dan menghindari obat.
4. Lesi meluas.
s. Petugas menullis diagnosa kebuku register rujukan.
7. Diagram Alir
8. Unit terkait Poli Umum
Rekam medik
9. Dokumen Terkait Catatan Medik,
Blanko Rujukan,
Buku Register,
Blanko Resep
FIXED DRUG ERUPTION (FDE)
No Dokumen :
No Revisi :
DAFTAR Tgl Terbit :
TILIK Halaman :
BLUD
PUSKESMAS
RAWAT
INAPLANGGAM

Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak


No Berlaku
1 Apakah Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut?

2 Apakah Petugas menulis identitas pasien di buku register?

3 Apakah Petugas melakukan anamnesa pada pasien ada


tidaknya gejala kemerahan atau luka pada sekitar
mulut, bibir, atau di alat kelamin, yang terasa panas.
Keluhan timbul setelah mengkonsumsi obat- obat
yang sering menjadi penyebab seperti Sulfonamid,
Barbiturat, Trimetoprim, dan analgetik. Anamnesis
yang dilakukan harus mencakup riwayat penggunaan
obat-obatan atau jamu. Kelainan timbul secara akut
atau dapat juga beberapa hari setelah mengkonsumsi
obat ?
4 Apakah Petugas melakukan anamnesa pada pasien ada
tidaknya gejala lain seperti rasa gatal yang dapat
disertai dengan demam yang subfebril ?
5 Apakah Petugas smelakukan pemeriksaan tekanan darah ?

6 Apakah Petugas smelakukan pemeriksaan suhu?

7 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan nadi?

8 Apakah Petugas menghitung penapasan ?

9 Apakah Petugas melakukan pemeriksaan fisik


Patognomonis?

10 Apakah Petugas menegakan diagnose berdasarkan anamsesis


dan pemeriksaan fisik ?
11 Apakah Petugas penatalaksanaan sesuai prosedur ?
1. Prinsip tatalaksana adalah menghentikan obat
terduga. Pada dasarnya erupsi obat akan
menyembuh bila obat penyebabnya dapat
diketahui dan segera disingkirkan.
2. Untuk mengatasi keluhan, farmakoterapi yang
dapat diberikan, yaitu:
Kortikosteroid sistemik, misalnya prednison
tablet 30 mg/hari dibagi dalam 3 kali
pemberian per hari
Antihistamin sistemik untuk mengurangi rasa
gatal; misalnya hidroksisin tablet 10 mg/hari 2
kali sehari selama 7 hari atau loratadin tablet
1x10 mg/hari selama 7 hari
3. Pengobatan topical
Pemberian topikal tergantung dari keadaan lesi,
bila terjadi erosi atau madidans dapat dilakukan
kompres NaCl 0,9% atau Larutan Permanganas
kalikus 1/10.000 dengan 3 lapis kasa selama 10-
15 menit. Kompres dilakukan 3 kali sehari sampai
lesi kering.
4. Terapi dilanjutkan dengan pemakaian topikal
kortikosteroid potensi ringan-sedang, misalnya
hidrokortison krim 2.5% atau mometason furoat
krim 0.1%
12 Apakah Petugas mengedukasi keluarga dan pasien ?

13 Apakah Petugas menulis resep?

14 Apakah Petugas menyerahkan resep kepada pasien?

15 Apakah Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, diagnose


dan terapi kedalam rekam medic pasien?
16 Apakah Petugas menandatangani rekam medic?

17 Apakah Petugas menulis diagnose kebuku register rawat


jalan?
18 Apakah Bila diperlukan petugas menyiapkan dan
memberikan surat rujukan apabila ?

CR :%
Langgam,
Pelaksana/ Auditor

()