Anda di halaman 1dari 17

Modul

Ortodonti

MALOKLUSI KELAS II
MANDIBULA RETROGNATI
MAKSILA PROGNATI

Disusun oleh:

DR. Ida Bagus Narmada, drg., Sp. Ort (K)


Kolegium Ilmu Ortodonti
Modul 8 F

Ortodonsia

ORTODONTI KOREKTIF PASIEN MALOKLUSI KELAS II MANDIBULA


RETROGNATI, MAKSILA PROGNATI PADA MASA REMAJA / DEWASA.

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Sesi ini disusun untuk suatu proses pembelajaran bagi pengembangan dan pencapaian
kompetensi dalam melaksanakan perawatan pada maloklusi kelas II sesuai pembelajaran di
dalam kelas dan praktik dalam situasi yang sesungguhnya terkait dengan standar keilmuan dan
praktik terbaik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dalam waktu yang telah dialokasikan
dan tingkatan kompetensi sesuai yang disyaratkan.

1.1. Tujuan Pembelajaran Umum


Setelah mengikuti sesi ini peserta didik mampu memahami dan mengerti tentang etiologi
maloklusi kelas II mandibula retrognati dan maksila prognati, menegakkan diagnosis dan
perawatan ortodonti korektif pada maloklusi kelas II mandibula retrognati dan maksila
prognati.

1.2. Tujuan pembelajaran khusus


Setelah mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk:

1.2.1. Mampu menentukan etiologi maloklusi kelas II divisi 1 mandibula retrognati


maksila prognati
1.2.2. Mampu menentukan diagnosa maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati
1.2.3. Mampu menentukan indikasi-kontraindikasi dan saat tepat melakukan perawatan
maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati dengan menggunakan
indikator maturasi dengan tulang jari pergenlangan tangan, vertebra, tingkat
kalsifikasi gigi, tingkat erupsi gigi, dan indikator maturasi fisiologis.
1.2.4. Mampu memahami dan menjelaskan pemeriksaan penunjang diagnosis maloklusi
kelas II mandibula retrognati maksila prognati seperti foto intra oral, ekstra oral,
panoramik, dan sefalometri.
1.2.5. Mampu memahami dan menjelaskan rencana teknik perawatan maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati mandibula serta komplikasi perawatan
1.2.6. Mampu melakukan perawatan kamuflase / kompromi maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati dengan alat ortodonti cekat.
1.2.7. Mampu melakukan tindakan ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula pada periode pertumbuhan dengan
menggunakan Headgear dan alat activator.
1.2.8. Mampu merawat penderita dengan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati mandibula pra dan pasca perawatan, serta mampu mengatasi komplikasi
ortodonti korektif.

2. POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN

2.1. Etiologi maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati


2.2. Diagnosis maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati
2.3. Indikasi dan kontraindikasi perawatan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati
2.4. Gambaran klinis dan radiologis maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati
mandibula
2.5. Teknik perawatan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati : pencabutan gigi
premolar satu atas kanan-kiri, pencetakan rahang atas dan rahang bawah pasien, penempatan
alat ortodonti cekat, levelling, unravelling, persiapan penjangkaran gigi poterior rahang atas,
retraksi gigi Caninus rahang atas, retraksi gigi anterior rahang atas, artistic position.
2.6. Perawatan retentif pasca ortodonti korektif dengan alat ortodonti cekat maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati mandibula

3. KOMPETENSI

3.1. Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik mampu melakukan :


3.1.1. Perawatan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati mandibula:
3.1.2. Mampu melakukan tindakan ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula.

3.2. Kompetensi terkait dengan modul/ list of skill


3.3. Algoritma dan Prosedur

Algoritma

PASIEN DENGAN MEDICAL


COMPROMISES YANG MEMERLUKAN
PERAWATAN SEBELUM TINDAKAN PERAWATAN ORTODONTI KOREKTIF PADA
ORTODONTI DILAKUKAN PERAWATAN MALOKLUSI KELAS II MANDIBULA
OLEH BIDANG ILMU KEDOKTERAN RETROGNATI MAKSILA PROGNATI
TERKAIT OLEH SPESIALIS ORTODONTI
PERTIMBANGAN KERJASAMA DENGAN
TIM DOKTER SPESIALIS TERKAIT PADA
KASUS MALOKLUSI YANG KOMPLEKS

PASIEN DATANG ATAS RUJUKAN :


BIDANG KEDOKT.GIGI LAIN,
PASIEN DATANG SENDIRI KE KLINIK UMUM DAN SPESIALIS
ORTODONTI BIDANG ILMU KEDOKTERAN

4. PERSIAPAN SESI
4.1. Alat bantu latih: model anatomi cranium, model, peralatan audio visual, komputer, CD
penuntun belajar teknik perawatan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati, penuntun belajar / daftar tilik
4.2. Referensi:
1. Archer WH. Oral and Maxillofacial Surgery. Vol-1. Philadelphia, W.B. Saunders Co,
1975.
2. Avery Jk, Chiego Jr. DJ. Essential of Oral Histology and Embryology. A Clinical
apprroach. 3rd Ed. Mosby 2006: 63-80.
3. Fragiskos FD. Oral Surgery. Spinger, Berlin,1st Ed. 2007.
4. Pedlar J, Frame JW. Oral and Maxillofacial Surgery. An Objective-based textbook.
Churchil Livingstone Edinburgh. 3rd Ed. 2004.
5. Marx RE, Stern DS. Oral and Maxillofacial Pathology. Rationale for Diagnosis and
Treatment. Quintessence Publishing Co, Inc. Printed in Hongkong 2003. p: 618-32.
6. Peterson.LI, Ellis III E, Hupp JR, Tuker MR. Contemporary Oral and Maxillofacial
Surgery. 4th Ed. Mosby 2004.
7. Sapp JP, Eversole LR, Wysocki GP. Contemporary Oral and Maxillofacial Pathology
2nd Ed. Mosby. Printed in China. 2004: p:45-69.

5. TUJUAN SESI
Sesi ini disusun untuk proses pembelajaran bagi pengembangan pencapaian keilmuan dan
pencapaian kompetensi dalam melaksanakan perawatan pada maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula berupa leveling, unravelling, persiapan penjangkaran gigi
posterior, retraksi gigi caninus, retraksi gigi insisif regio anterior, artistic position.

6. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Memahami segala hal dalam mempersiapkan pasien yang akan menjalani ortodonti
korektif maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati.
2. Memahami cara melakukan ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati leveling, unravelling, persiapan penjangkaran gigi posterior, retraksi
gigi caninus, retraksi gigi insisif regio anterior, artistic position.
3. Memahami cara melakukan perawatan retentif pasca perawatan alat ortodonti cekat.

7. STRATEGI DAN METODA PEMBELAJARAN

Mengembangkan kompetensi Waktu


Tahapan pembekalan (Classroom Session) 18,5 Jam
Tahapan Pengkayaan dan Magang 1. 24 minggu (1 semester) Maloklusi kelas II
Persiapan pra perawatan : mandibula retrognati maksila prognati
Anamnesis. rahang
Pemeriksaan Fisik. 2. 144 minggu (6 semester) perawatan
Pemeriksaan penunjang. operatif maloklusi kelas II mandibula
Informed consent. retrognati maksila prognati
Assisten 1 pada saat perawatan.
Follow up dan rehabilitasi.
Tahapan bimbingan dan Mandiri: tahap praktek
klinik dan pencapaian kompetensi
Persiapan pra perawatan :
o Anamnesis.
o Pemeriksaan fisik.
o Pemeriksaan penunjang.
o Informed consent.
Melakukan Perawatan (Bimbingan,
Mandiri) dan Penanganan komplikasi.
Follow up pascaperawatan.

Pengembangan kompetensi diperoleh melalui:


1. Sesi pembekalan (di kelas) : waktu 18,5 jam. Empat sesi diskusi kelompok dan
selanjutnya melakukan perawatan pada model
2. Praktik klinik selama 6 Semester untuk mencapai kompetensi dalam melakukan
ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati dan prosedur
rekonstruksi
3. Persiapan pembelajaran: peserta didik harus mempelajari 1) buku acuan, 2) ilmu dasar
yang berhubungan dengan topik pembelajaran, 3) ilmu dasar klinik penuntun belajar
(learning guide) (terlampir), 4) tempat belajar (training setting) seperti poliklinik rawat
jalan, ruang perawatan serta ruang diskusi dan praktik simulasi.
4. Media pembelajaran: buku acuan, internet, CD tentang teknik perawatan pada maloklusi
kelas II mandibula retrognati maksila prognati dan prosedur rekonstruksinya
5. Alat bantu pembelajaran : model anatomi
6. Tempat belajar (training setting): bangsal bedah, kamar perawatan, bangsal perawatan
pasca perawatan.
7. Metode pembelajaran:
Tujuan (kognitif) : memahami dan mampu menjelaskan tentang: etiologi terbentuknya
maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati, gambaran klinis, radiologis,
dan histopatologis maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati, macam-
macam terapi maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati mandibula,
pemeriksaan penunjang diagnosis maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati mandibula seperti: foto intra oral, ekstra oral, panoramik, dan sefalometri,
teknik- teknik perawatan pada kasus-kasus maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati dan komplikasinya. Digunakan metode curah pendapat, presentasi
kasus, diskusi, workshop/pelatihan, belajar mandiri, kuliah, group diskusi, visite, bed site
teaching, bimbingan perawatan dan asistensi, kasus morbiditas dan mortalitas, continuing
profesional dvelopment, contoh-contoh kasus maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula dan penanganannya dalam menyampaikan alih pengetahuan
dalam upaya mencapai tujuan kompetensi kognitif

Tujuan (psikomotor): melakukan anamnesis, diagnosis, penerapan metode perawatan


untuk perawatan maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati mandibula dan
berbagai prosedur rekonstruksinya.

Sebagaimana telah disebutkan pada tujuan sebelumnya, bahwa tujuan pembelajaran maloklusi
kelas II mandibula retrognati maksila prognati adalah merupakan gabungan dari aspek kognitif
(memahami dan mampu menjelaskan tentang: etiologi terbentuknya maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula, klasifikasi maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula, gambaran klinis, radiologis, dan histopatologis maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati mandibula, macam-macam terapi maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati mandibula, pemeriksaan penunjang diagnosis maloklusi
kelas II mandibula retrognati maksila prognati mandibula seperti: foto intra oral, ekstra oral,
panoramik, dan sefalometri, teknik- teknik perawatan pada kasus maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula dan macam prosedur rekonstruksinya, komplikasi
perawatan, dan penatalaksanaan penderita prabedah dan pasca bedah) dan aspek psikomotor atau
ketrampilan untuk memperoleh manfaat dalam melakukan melakukan anamnesis, diagnosis,
penerapan metode perawatan untuk melakukan perawatan pada maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula dan metode-metode perawatannya yang diperoleh melalui
proses pembelajaran dan pengembangan ketrampilan menggunakan metode diskusi, studi kasus,
presentasi kasus, demonstrasi perawatan, praktik dan penilaian peragaan kinerja. Diperlukan
serangkaian demonstrasi, bimbingan dan praktik berulang-kali dari tahapan akuisi ke kompetensi
untuk mencapai tingkatan ketrampilan yang diinginkan.

Penguatan proses pembelajaran dan perbaikan kinerja, juga dilakukan melalui metoda:
Kuliah pengantar (pembekalan) dan Peer assisted Learning, video session,
diskusi
Belajar mandiri (Self-paced Learning)
Praktik pada model
Praktik dan pengulangan praktik klinik pada pasien
Konferensi audit klinik di bagian, studi kasus, sinopsis, penelitian dan bimbingan
khusus.
Web based e-learning sources

8. PENILAIAN KOMPETENSI
Untuk penilaian kompetensi, setiap peserta didik akan dievaluasi dengan menggunakan
instrumen dan kriteria seperti yang disebut dalam tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran Metode Penilaian


1. Memahami dan mampu menjelaskan Ujian lisan dan tulis
tentang: etiologi terbentuknya dan disgnosa
maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula, gambaran
klinis, radiologis, dan histopatologis
maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula, macam-
macam terapi maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati mandibula,
pemeriksaan penunjang diagnosis
maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula seperti: foto
intra oral, ekstra oral, panoramik, dan
sefalometri, teknik-teknik perawatan
maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula, komplikasi
perawatan, dan penatalaksanaan penderita
praperawatan dan pasca perawatan
2. Mampu menjelaskan saat tepat perawatan Ujian lisan dan tulis
ortodonti pertumbuhan dengan Penilaian kompetensi daftar tilik
menggunakan indikator maturasi dengan Penilaian selama diskusi, praktik dan kinerja
tulang jari pergelangan tangan, vertebra, Pemenuhan syarat dan jumlah ketrampilan
tingkat kalsifikasi gigi, tingkat erupsi gigi, seperti tertera dalam buku log
dan indikator maturasi fisiologis
3. Mampu melakukan teknik perawatan Ujian lisan dan tulis
maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati: levelling, unravelling,
persiapan penjangkaran gigi posterior
rahang atas, retraksi gigi Caninus, retraksi
gigi anterior rahang atas, artistic position,
headger, dan aktivator.

4. Melakukan perawatan retensi pasca Ujian lisan dan tulis


perawatan maloklusi kelas II mandibula Penilaian kompetensi daftar tilik
retrognati maksila prognati. Penilaian selama diskusi, praktik dan kinerja
Pemenuhan syarat dan jumlah ketrampilan
seperti tertera dalam buku log

8.1. PENCAPAIAN PEMBELAJARAN:


8.1.1. Pre test
Isi pre test
Mengenai memahami dan mampu menjelaskan tentang: etiologi dan
diagnosa maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati mandibula
Gambaran klinis dan radiologis maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula, macam-macam terapi maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati mandibula, pemeriksaan penunjang
diagnosis maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati
mandibula seperti: foto intra oral, ekstra oral, panoramik, dan sefalometri
Teknik-teknik perawatan pada kasus maloklusi kelas II mandibula retrognati
maksila prognati mandibula dengan headgear dan aktivator serta dengan alat
ortdonti cekat berupa prosedur levelling, unravelling, persiapan
penjangkaran, retraksi gigi caninus, retraksi gigi insisif rahang atas, dan
retensi pasca perawatan.
Bentuk pre test
MCQ, Essay dan Oral sesuai dengan tingkat masa pendidikan
Buku acuan untuk pre test sesuai dengan referensi (point 4.2.)

8.1.2. Ujian / test latihan


0 Ujian OSCA (K, P, A)
1 Ujian MCQ, Essay, Oral
2 Ujian clinical skill
3 Ujian akhir kognitif nasional oleh Kolegium Ilmu. Bedah. Mulut dan
Maksilofasial

9. PENUNTUN BELAJAR

PROSEDUR PERAWATAN MALOKLUSI KELAS II MANDIBULA RETROGNATI


MAKSILA PROGNATI

Nilailah kinerja setiap langkah yang diamati menggunakan skala sebagi berikut :
1 Perlu langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun
perbaikan
2 Mampu langkah dikerjakan sesuai dengan seharusnya dan urutannya (jika harus
berurutan). Pelatihnya hanya membimbing untuk sedikit perbaikan atau
membantu untuk kondisi di luar normal
3 Mahir langkah dikerjakan dengan benar, sesuai dengan urutannya dan waktu
kerja sangat efisien
1. Daftar Cek Penuntun Belajar Prosedur Perawatan
Sudah Belum
Daftar cek penuntun belajar prosedur perawatan dikerjakan dikerjakan

Anamnesis dan Membuat Diagnosis

1 Mengenali adanya maloklusi kelas II mandibula retrognati


maksila prognati

2 Memberikan penjelasan kepada pasien tentang maksud dan


tujuan perawatan dan selanjutnya menandatangani informed
concent

3 Memastikan keadaan klinis gigi penderita dalam keadaan


sehat dan dapat dilakukan ortodonti korektif

4 Melakukan persiapan perawatan yang meliputi:


Pemeriksaan klinis dan penunjang, x-ray foto panoramik

5 Pemeriksaan tambahan :
a. Melakukan pembersihan karang gigi
b. Melakukan penambalan gigi
c. Melakukan pencabutan gigi yang diindikasikan dalam
perawatan ortodonti korektif maloklusi kelas II
mandibula retrognati dan maksila prognati.

6 Menanyakan tentang keluhan penderita, gejala-gejala yang


dirasakan, sejak kapan, pemeriksaan yang pernah dilakukan,
pengobatan atau perawatan yang pernah dilakukan, riwayat
penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat alergi
terhadap obat-obat

7 Melakukan pemeriksaan keadaan umum penderita (vital signs

8 Melakukan pemeriksaan klinis dengan cara yang benar dan


sistematis

9 Mengirim penderita untuk pembuatan foto panoramik

Persiapan Perawatan

10 Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita tentang


kelainan maloklusi, alasan dilakukannya perawatan, resiko
yang mungkin terjadi akibat perawatan, meminta penderita
atau keluarga penderita untuk menandatangani informed
consent

13 Melakukan pemeriksaan klinis rongga mulut pasien disertai


surat rujukan untuk melakukan foto panoramik dan
sefalometri.

14 Melakukan perawatan gigi untuk mendapatkan rongga mulut


yang bersih untuk dilakukan perawatan ortodontif korektif
dengan alat ortodonti cekat berupa pembersihan karang gigi,
penambalan gigi, dan pencabutan gigi yang diindikasikan
untuk perawatan ortodonti.

16 Melakukan pencetakan gigi untuk mendapatkan model studi


rahang atas dan rahang bawah serta foto intra oral-ekstra oral
untuk evaluasi perawatan pasien.

Instrumentarium

17 Peralatan dan instrumen perawatan ortodonti korektif


maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila
prognati:
1. Peralatan standar ortodonti korektif maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati:
a. Model gigi typodont
b. Cheek Lip retractor
c. Pinset bracket
d. Gauge
e. Mosquito
f. Ligature cutter
g. Distal End Cutter
h. Light curing
i. Tang Tweed
j. Tang Bird Beak
k. Tang Nakajima
l. Weingart
m. Adhesive remover
n. Band remover
o.
2. Bahan standar ortodonti korektif maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati :
a. Etching
b. Bonding
c. Adhesive
d. Bracket
e. Kawat SS round diameter 0.14; 0.16; 0,18
f. Kawat SS rectangular ukuran 0.16 x 0.22; 0.17 x
0.25
g. Kawat ligatur
h. Power O
i. Karet elastik

Persiapan lokal daerah perawatan

19 a. Pasien diposisikan dalam posisi ergonomis


b. Retraksi mulut pasien dengan lip retractor untuk
mendapatkan lapangan pandang yang luas
c. Menggunakan saliva suction untuk mengurangi saliva
dalam mulut agar mempermudah proses penempatan
bracket

Tindakan perawatan Ortodonti korektif maloklusi kelas II


mandibula retrognati maksila prognati

20 a. Pemasangan bracket pada rahang atas dan rahang bawah


menggunakan bahan adesif dan band padabgigi molar
satu rahang atas dan rahang bawah
b. Pemakaian kawat SS bulat diameter 0.14 mm dengan
multiple loops pada rahang atas dan rahang bawah untuk
proses levelling.
c. Ligatur semua bracket dengan power o
d. Rendam dalam air panas
e. Pemakaian kawat SS bulat diameter 0.16 mm dengan
multiple loops pada rahang atas dan rahang bawah untuk
proses unravelling.
f. Ligatur semua bracket dengan Power O
g. Rendam dalam air panas
h. Pemakaian kawat SS rectangular 0.16 x 0.22 mm
dengan second order bend dan stop untuk persiapan
penjangkaran pada rahang atas dan rahang bawah
i. Ligatur semua bracket dengan ligatur kawat tunggal
j. Rendam dalam air panas
k. Pemakaian kawat SS rectangular 0.17 x 0.25 mm
dengan T-loop antara gigi caninus dan premolar dua
rahang atas kanan dan kiri
l. Ligatur kontinyu regio posterior dan regio insisif rahang
atas dengan kawat ligatur, ligatur tunggal gigi caninus
dengan kawat ligatur
m. Rendam dalam air panas
n. Pemakaian kawan SS rectangular 0.17 x 0.25 mm
dengan T-loop antara gigi insisif dua dengan caninus
rahang atas kanan dan kiri
o. Ligatur kontinyu regio posterior sampai gigi caninus dan
regio insisif rahang atas dengan kawat ligatur
p. Rendam dalam air panas
q. Pemakaian kawat SS bulat diameter 0.18 mm dengan
multiple loops untuk proses re-levelling
r. Ligatur semua bracket dengan Power O
s. Rendam dalam air panas
t. Pemakaian kawat SS rectangular 0.16 x 0.22 mm
dengan third order bend untuk torgue inklinasi gigi
u. Ligatur semua bracket dengan ligatur kawat tunggal
v. Pemakaian kawat SS rectangular 0.17 x 0.25 mm
dengan artistic position untuk tahap akhir perawatan
korksi inklinasi dan angulasi setiap gigi rahang atas dan
rahang bawah

Perawatan Pasca Alat Ortodonti Cekat

21 a. Tahap debonding yang dilakukan dengan bracket


remover dan sisa adesif dibersihkan dengan adhesive
remover
b. Pencetakan gigi rahang atas dan rahang bawah
sebagai evaluasi pasca perawatan dan pembuatan alat
retensi lepasan
c. Pemakaian alat retensi lepasan yang diinstruksikan
pasien untuk dipakai minimal 18 jam per hari sebagai
retensi gigi pasca perawatan dengan alat ortodonti cekat
agar posisi gigi tidak relaps ke posisi awal
d. Pasien diinstruksikan untuk membersihkan gigi dan
alat retensi lepasan setiap hari dan melakukan kontrol
setiap 6 bulan sekali

Kebersihan dan Keamanan

22 a. Melakukan kontrol rutin setiap 3 minggu sekali saat


pemakaian alat ortodonti cekat
b. Melakukan pembersihan karang gigi rutin apabila
ditemukan karang gigi yang cukup banyak
c. Memotong sisa panjang kawat dalam mulut pasien agar
terhindar dari sariawan
d. Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi 2x
sehari dengan sikat gigi khusus ortodonti

10. DAFTAR TILIK


ORTODONTI KOREKTIF MALOKLUSI KELAS II MANDIBULA
RETROGNATI MAKSILA PROGNATI (MALOKLUSI KELAS II
MANDIBULA RETROGNATI MAKSILA PROGNATI)
(Diisi oleh Pengajar)

Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan
memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan dengan memuaskan serta T/D bila tidak
dilakukan pengamatan
Memuaskan Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau
penuntun
Tidak Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan
memuaskan prosedur standar atau penuntun
T/D Tidak diamati Langkah, tugas atau ketrampilan tidak dilakukan oleh peserta latih
selama penilaian oleh pelatih

Nama peserta didik Tanggal


Nama pasien No Rekam Medis

DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
ORTODONTI KOREKTIF MALOKLUSI
KELAS II MANDIBULA RETROGNATI
MAKSILA PROGNATI

A. PENDAHULUAN

1 Mengucapkan salam dan perkenalkan diri selaku petugas


yang akan menolong pasien

2 Memberikan penjelasan tentang prosedur perawatan dan


segala resikonya dan informed concent

3 Mengenali adanya maloklusi kelas II mandibula retrognati


maksila prognati rahang bawah dan melakukan orientasi
perawatan yang akan dilakukan

4 Melengkapi pemeriksaan klinis dan radiografis

5 Memastikan keadaan kesehatan umum penderita dalam


keadaan sehat dan dapat dilakukan ortodonti korektif

6 Melakukan persiapan perawatan yang meliputi:


Pemeriksaan klinis gigi pasien, memberi rujukan foto
panoramik dan sefalometri, memberi rujukan pembersihan
karang gigi
7 Menanyakan tentang keluhan penderita, gejala-gejala yang
dirasakan, sejak kapan, pemeriksaan yang pernah dilakukan,
DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
pengobatan atau perawatan yang pernah dilakukan, riwayat
penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat alergi
terhadap obat-obat
8 Melakukan pemeriksaan pada vital sign penderita

15 Mempersiapkan penderita untuk perawatan ortodonti korektif


maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati

B. INSTRUMENTARIUM

16 Peralatan dan instrumen perawatan ortodonti korektif


maloklusi kelas II mandibula retrognati maksila prognati:
1. Peralatan standar ortodonti korektif maloklusi kelas II
mandibula retrognati maksila prognati:
p. Model gigi typodont
q. Pinset bracket
r. Gauge
s. Mosquito
t. Ligature cutter
u. Distal End Cutter
v. Light curing
w. Tang Tweed
x. Tang Bird Beak
y. Tang Nakajima
z.
2. Bahan standar ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula
retrognati maksila prognati :
j. Etching
k. Bonding
l. Adhesive
m. Bracket
n. Kawat SS round diameter 0.14; 0.16; 0,18
o. Kawat SS rectangular ukuran 0.16 x 0.22; 0.17 x 0.25
p. Kawat ligatur
q. Power O
r. Karet elastik

C. PERSIAPAN LOKAL DAERAH PERAWATAN


DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
17 Pasien diposisikan dalam posisi ergonomis
Menggunakan saliva suction untuk mengurangi saliva dalam
mulut agar mempermudah proses penempatan bracket

18 Retraksi mulut pasien dengan lip retractor untuk mendapatkan


lapangan pandang yang luas

19 Menggunakan saliva suction untuk mengurangi saliva dalam


mulut agar mempermudah proses penempatan bracket

D. PROSEDUR PERAWATAN

20 Dibuat garis insisi dengan disain garis insisi metode Risdon


di regio submandibula dimulai kira-kira 2 jari dibawah tepi
mandibular

21 Memperjelas garis insisi yang telah dibuat dengan


mengiriskan scalpel dengan cara terbalik dan membuat
marker di beberapa tempat agar dapat mengembalikan flap
sesuai tempat awalnya

22 Melanjutkan untuk melakukan insisi sampai menembus


lapisan kutis dan dilanjutkan sampai menembus jaringan
lemak sampai ke permukaan jaringan otot

23 Melakukan diseksi lapis demi lapis dari kulit menuju ke arah


tulang mandibula

24 Melakukan diseksi untuk mencari arteri dan vena fasialis dan


selanjutnya melakukan ligasi dua sisi dan dipotong dan
melanjutkan diseksi jaringan mengarah ke mandibula

25 Melakukan diseksi lanjut pada jaringan sampai di regio


mandibula bebas tumor untuk dapat dilakukan reseksi
sekitar 2 cm dari regio tumor

26 Melakukan pembebasan jaringan lunak dasar mandibula


sampai dasar mulut

27 Membuat insisi di mukosa labial sampai bukal tergantung


luas ortodonti korektif maloklusi kelas II mandibula
DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
retrognati maksila prognati yang akan dilakukan. Bila
kearah posterior sampai di regio retro molar insisi
dibelokkan sedikit ke arah lingual agar dapat bertemu
dengan garis insisi lingual

28 Melakukan insisi pada mukosa lingual lebih kurang 1 cm di


bawah attached gingiva ke arah anterior dan posterior dan
di regio retro molar insisi dibelokkan ke arah bukal agar
dapat bertemu dengan garis insisi bukal selanjutnya. Semua
otot dasar mulut yang terlibat tumor dilepaskan. Insisi
dilakukan dengan mempertimbangkan N Lingualis, saluran
kelenjar liur sub-mandibula, carancula sub-lingualis

29 Melakukan clamping atau ligasi pada perdarahan yang


timbul dan melakukan cauterisasi untuk menghentikan
perdarahan-perdarahan kecil

30 Memasang ramus fixator pada kasus reseksi segmental untuk


mempermudah prosedur rekonstruksi pemasangan plat
rekonstruksi

31 Melakukan ekstraksi pada gigi di regio garis reseksi

32 Setelah jaringan lunak labial-bukal dan lingual terlepas dari


mandibula, melakukan reseksi dilakukan dengan
menggunakan Gigli-saw (tergantung reseksi enblok,
segmental, hemimandibulektomi) dengan cara benar

33 Melakukan penghentian perdarahan dari kanalis mandibula


dan dari sumberlain di jaringan lunak

34 Setelah dilakukan reseksi luka dicuci bersih menggunakan


air steril atau NaCl 0.9% steril

35 Memasang plat rekonstruksi masing-masing sisi dipasang 4


sekrup pada kasus reseksi segmental, pada kasus
hemimandibulektomi dipasang 4 sekrup

36 Pada kasus rekonstruksi menggunakan tandur tulang, tulang


dipasang di sisi dalam plat rekonstruksi dan dilakukan fiksasi
DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
menggunakan kawat steinless steel ukuran 3.0 atau 4.0 atau
skrew atau tandur tulang difiksasi ke sisa mandibula dengan
miniplate untuk kasus segmental mandibulectomy

37 Setelah plat terpasang, ramus fiksator dilepas

38 Dilakukan penjahitan pada mukosa rongga mulut rapat


dengan jahitan mattras dan dilakukan overhecting untuk
mencegah kebocoran air liur masuk ke luka perawatan

39 Melakukan pemeriksaan ulang jahitan mukosa untuk melihat


kemungkinan kebocoran air liur

40 Selanjutnya memasang 2 buah drain vacum di luka


perawatan: 1 selang diletakkan di bagian anterior dan 1
selang di posterior yang selang drain diletakkan di bagian
posterior

41 Selanjutnya dilakukan penjahitan luka luar secara lapis demi


lapis mengembalikan letak otot dengan menautkan pada plat
rekonstruksi. Plat rekonstruksi harus terbalut penuh oleh
jaringan otot dan penjahitan tidak boleh dilakukan dengan
tegangan untuk mencegah terjadinya dihisensi atau plat
expose.

42 Melakukan fiksasi intermaksiller rahang atas dan bawah


selama 4 minggu menggunakan kawat dan digunakan
metode Ivy loop untuk mencegah terjadinya deviasi rahang
oleh karena proses kontraksi jaringan pada proses
penyembuhan. Fiksasi dilakukan 5-7 hari pasca perawatan

43 Luka ditutup dengan sofratulle dan ditutup verband

44 Memasang sonde hidung untuk asupan nutrisi

E. PERAWATAN PASCA BEDAH

45 Pasien dirawat di ruang recovery (RR) sampai sadar baik


atau di ICU sampai dalam keadaan stabil

46 Pasien puasa oral selama 7 hari dan diet Tinggi Kalori dan
Protein (TKTP) melalui sonde mulai diberikan sesudah
DAFTAR TILIK
Kesempatan ke
No Kegiatan / langkah klinik
1 2 3 4 5
pasien sadar penuh dan gerakan peristaltik usus sudah positif

47 Antibiotika, antiinflamasi perentral diberikan secara teratur

48 Pembersihan luka 3 hari pasca perawatan

49 Hari ke 5 atau ke 7 mulai dilakukan fiksasi intermaksiler

F. KEBERSIHAN DAN KEAMANAN

50 Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin


0,5% untuk dekontaminasi (10 menit) selanjutnya cuci dan
bilas peralatan setelah prosedur dekontaminasi

51 Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah


yang sesuai.

52 Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5%


sebelum dibuang.

53 Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.

Catatan: Sudah / Belum dikerjakan beri tanda

Peserta dinyatakan : Tanda tangan pelatih


Layak
Tidak layak
melakukan prosedur

Tanda tangan dan nama terang