Anda di halaman 1dari 4

DIA DIRINDU ORANG YANG MERINDUKAN SURGA

Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di
siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-
syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang
terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang. (HR. Nasai, no. 2108 dan
Ahmad, no. 6972).

Saudaraku,
Tinggal menghitung hari, kita akan disapa tamu yang agung. Ia bukan penguasa, pejabat, ningrat,
hartawan atau sejenisnya. Tapi ia merupakan tamu yang ditunggu semua orang tanpa terkecuali.
Dia-lah Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Yang keberkahannya bukan hanya dirasa oleh
orang-orang beriman saja. bukan hanya oleh kita, manusia. Tetapi dirasakan pula oleh penghuni
langit, makhluk yang ada di darat dan di laut. Seluruhnya. Semuanya.

Ia menawarkan ampunan bagi kita yang ingin menghapus gelapnya dosa kita di masa lalu. Ia
menjamin keberkahan usia dan pahala kepada kita. Ia menggaransi berlipatnya amal shalih yang
kita lakukan di bulan itu. Ia bisa menjadi pelontar kita ke puncak ubudiyah. Ahlan wa marhaban
ya Ramadhan.

Sebagai tamu agung yang akan menghampiri kita, sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri
sebaik mungkin untuk menyambut kedatangannya. Adalah merupakan kewajiban kita sebagai
tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Jika Wali
Kota Metro akan berkunjung ke rumah kita, pasti kita akan direpotkan dengan berbagai
persiapan untuk menyambutnya. Kita pasti akan menata dan memperindah serta menghias rumah
kita secantik mungkin, menyiapkan makanan istimewa dan lain-lain. Ramadhan lebih dari
sekadar Wali Kota atau pejabat terhormat lainnya. Yang semestinya lebih kita agungkan, hormati
dan muliakan.

Saudaraku,
Dalam banyak hadits, Rasulullah s.a.w telah menceritakan keistimewaan dan keutamaan
Ramadhan di hadapan para sahabatnya. Agar mereka dan kita yang hidup di zaman ini serta
orang-orang yang datang sesudah kita, bisa memahami dan mengambil manfaat darinya.
Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Bulan di mana pintu-pintu surga
dibuka, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-stan dibelenggu. Di dalamnya pula terdapat
lailatul qadar, suatu malam yang jika kita menghambakan diri dan beribadah kepada Allah s.w.t
dengan tulus ikhlas, maka pahala yang kita raih lebih baik daripada ibadah seribu bulan.

Namun sayangnya, setiap tahun Ramadhan datang menyapa, kita selalu saja melakukan
kesalahan yang sama. Keteledoran yang tiada berbeda. Kelalaian yang semisalnya. Kita menyia-
nyiakan bulan yang agung itu. Sehingga kita keluar sebagai orang yang merugi, melenggang
dengan tangan hampa. Sosok muttaqin yang menjadi tujuan disyari'atkannya puasa, hanya
sekadar menjadi impian dan fatamorgana belaka. Menjadi manusia yang bersih dari dosa dan
kesalahan, adalah harapan yang telah sirna ditelan masa.
Saudaraku,
Semestinya setiap potongan waktu di bulan suci ini, bisa kita jadikan sebagai momentum
perubahan. Yang bisa melemparkan kita ke puncak kuseksesan. Sukses dalam pandangan Allah
s.w.t dan berjaya di hadapan makhluk-Nya.

Allah s.w.t berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Ar Ra'd: 11).

Saudaraku,
Pertanyaan yang menggelayut di dalam benak kita, sambutan terbaik seperti apakah yang mesti
kita siapkan untuk menyongsong Ramadhan?

Umat Islam di belahan bumi baik di Timur maupun di Barat, menyambut ketibaan bulan
Ramadhan dengan hati gembira. Karena ia merupakan penghulu bulan. Dilipatgandakan pahala,
pembersih jiwa yang nista dan pembebas dari api neraka.

Rasululah s.a.w bersabda:

"Sekiranya hamba-hamba (Allah) mengetahui keutamaan yang terkandung di bulan Ramadhan,


niscya umatku menginginkan Ramadhan berlaku terus sepanjang tahun." (HR. Ibnu Huzaimah,
no. 1886).

Bulan di mana orang-orang shalih dan generasi salaf berdo'a kepada Allah s.w.t agar mereka
disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya. Mualla bin al-Fadhl
berkata: Mereka (salafus shalihf) selama enam bulan berdo'a kepada Allah supaya disampaikan
ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan berikutnya agar amalan mereka pada bulan
Ramadhan diterima.

Kenapa para salafus shalih begitu antusias memohon kepada Allah s.w.t agar disampaikan
kepada bulan Ramadhan?. Faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

Mereka sudah terbiasa dengan shiyam (puasa) dan qiyam (shalat malam). .

Mereka meyakini bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa dibandingkan bulan-
bulan lainnya dalam satu tahun. Sehingga mereka memaksimalkan momentum Ramadhan
dengan amal-amal unggulan.

Saudaraku,
Secara praktis, hal-hal yang harus kita persiapkan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan
adalah:

a. Memperbanyak do'a agar kita dipertemukan dengan Ramadhan


Salah satu do'a yang diajarkan Nabi s.a.w kepada kita adalah:

Allahu Akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan
keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa
yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan-mu (wahai bulan), adalah Allah.
(HR. Tirmidzi, no. 3451, Ad-Darimi dalam Sunannya, no. 1687, dan dinilai shahih oleh Syuaib
Al-Arnauth dalam Taliq Musnad Ahmad, 3/171).

Dan di antara do'a sahabat adalah:

Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku,
dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan. (Ibnu Rajab, Lathaif al-Maarif, diriwayatkan
dari Yahya bin Abi Katsir seorang ulama tabiin).

b. Niat bersungguh-sungguh untuk mengisi waktu dengan amal shalih


Ketika Ramadhan datang menjelang banyak orang yang berbondong-bondong memadati pusat
perbelanjaan dan supermarket untuk persiapan puasa. Bahkan mereka menyiapkan anggaran
khusus yang dikeluarkan di bulan tersebut. Tetapi sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati
dan memantapkan niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini menjadi lebih bernilai daripada
sebelumnya. Puluhan kali Ramadhan menghampiri seseorang, tapi tak meninggalkan bekas
keshalihan pada dirinya. Seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekadar rutinitas ibadah tahunan
belaka, sebagai ajang menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi esensi ibadah
tersebut.

c. Bertaubat dan beristighfar kepada Allah s.w.t


Rasulullah bersabda, Jauh dari rahmat Allah, orang yang dipertemukan dengan Ramadhan tapi
dosa-dosanya tidak terampuni." (HR. Hakim dengan sanad yang shahih
Sekiranya seorang hamba tidak mau bertaubat dan beristighfar di bulan Ramadhan, apatah lagi
pada bulan-bulan lainnya!.

d. Mempelajari fiqih puasa.


Orang yang beramal dan beribadah tanpa didasari ilmu, ibarat orang yang berjalan di tengah
malam nan gelap tanpa pelita yang menerangi. Tidak cukup seseorang beribadah hanya berbekal
keikhlasan hati dan kelurusan niat. Diperlukan pula ketundukan jiwa untuk mengikuti petunjuk
Rasulullah s.a.w (ilmu).

Sungguh kasihan orang yang sudah bersusah payah beribadah kepada Allah s.w.t, tapi ibadahnya
tertolak (tidak diterima), lantaran tata cara ibadahnya tanpa didasari ilmu. Rasulullah s.a.w
bersabda:

"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka
amalannya tertolak." (HR. Muslim).

e. Persiapan jasmani dan ruhani.


Persiapan jasmani (fisik), dengan cara menjaga stamina tubuh supaya tetap fit dengan
mengkonsumsi makanan halal dan baik serta bergizi, juga gemar berolah raga sehingga ia bisa
maksimal mengisi bulan suci. Orang yang sakit-sakitan atau mengalami gangguan kesehatan,
maka ia merasa berat untuk mendaki puncak ubudiyah (penghambaan diri kepada Dzat yang
Maha Tinggi). Juga membersihkan rumah dan alam sekitar kita.

Sedangkan persiapan ruhani bisa dilakukan dengan cara memperbanyak puasa sunnah, shalat
malam, sedekah dan yang seirama dengan itu. Amalan-malan itu menjadi semacam warming up
(pemanasan) sehingga secara mental kita tidak terkejut dan bahkan bisa merasakan hentakan-
hentakan kenikmatan kala memasuki bulan suci.

f. Menyingkirkan debu-debu dosa dalam keluarga.


Segala hal yang dapat mendatangkan dosa dan maksiat dalam keluarga, dienyahkan. Gambar dan
foto-foto yang mengandung kesyirikan, mengumbar syahwat, dan tidak berbudaya disingkirkan.
Acara-acara Televisi yang tidak mendidik dan bahkan merusak dihilangkan dan begitulah
seterusnya.

g. Bersyukur kepada Allah , karena dipertemukan dengan Ramadhan


Ucapkanlah 'Al Hamdu Lillah' dengan sepenuh nafas dan penghayatan yang dalam. Syukurilah
semua fase hidup yang kita alami di dunia ini. Karena ternyata seluruh ruang kehidupan kita tak
pernah terlepas dari limpahan rahmat Allah s.w.t. Segenap gerak dan langkah kita selalu diikuti
dengan kucuran karunia Allah yang berlimpah ruah. Semua peristiwa yang kita alami selalu
berada di bawah naungan cinta Allah. Kita masih diberi kesempatan dan peluang untuk mengukir
amal-amal shalih dan berbuat kebajikan di bulan Ramadhan tahun ini. Dan kita tidak tahu apakah
kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya tahun depan ataukah Ramadhan tahun
ini adalah yang terakhir bagi kita.

Saudaraku,
Mari dengan penuh kegembiraan kita ucapkan ahlan wa sahlan wa marhaban ya Ramadhan.
Mudah-mudahan kita dapat mengisi hari-hari dan malam-malamnya dengan amal-amal istimewa.
Amien. Wallahu a'lam bishawab.