Anda di halaman 1dari 20

[Type the document title]

BAB 6
OPTIKA

Standar Kompetensi :
Menerapkan prinsip kerja peralatan optik
Kompetensi Dasar :
1. Memahami ciri-ciri cermin dan lensa
2. Menggunakan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya
3. Mengenal penggunaan alat-alat optik ke dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi

A. Pemantulan Cahaya
Cahaya selalu dipantulkan oleh benda. Kita dapat melihat suatu benda akibat adanya
pantulan cahaya dari benda tersebut yang tertangkap oleh indra penglihatan kita. Terdapat
dua jenis pemantulan cahaya, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus).
1) Pemantulan teratur adalah pemantulan cahaya yang terjadi jika suatu berkas cahaya
jatuh pada benda yang mempunyai permukaan licin (rata) dan mengkilap, sehingga arah
pantulan cahaya tersebut menuju ke suatu arah tertentu.
2) Pemantulan baur (difus) adalah pemantulan cahaya yang terjadi jika suatu berkas
cahaya jatuh pada benda yang mempunyai permukaan kasar (tidak rata), sehingga arah
pantulan cahaya tidak teratur.

Pemantulan teratur Pemantulan baur

Hukum pemantulan cahaya yaitu :


1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada bidang datar.
2. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r).

B. Pemantulan pada Cermin Datar


Cermin datar memiliki permukaan yang datar, pemantulan pada cermin datar terjadi
secara teratur. Berikut lukisan pembentukan bayangan oleh cermin datar.

BAB 6 Optika 25
[Type the document title]

Pembentukan bayangan pada cermin datar

Cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan benda
adalah : setengah dari tinggi benda itu.
Adapun sifat-sifat cermin datar yaitu :
- Jarak bayangan sama dengan jarak benda ke cermin
- Bayangan bersifat maya (berada di belakang cermin)
- Sama besar, tinggi bayangan sama dengan tinggi benda
- Bayangan tegak
- arah kanan dan kiri bayangan berlawanan arah terhadap bendanya

C. Pemantulan pada Cermin Cekung


Cermin cekung adalah cermin dimana bagian yang memantulkan cahaya permukaannya
berupa cekungan yang merupakan bagian dalam suatu bola. Cermin cekung bersifat
mengumpulkan cahaya atau disebut konvergen.
Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung :
1) sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F).
2) sinar datang yang melalui titik fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) sinar datang yang melalui pusat kelengkungan cermin (P) dipantulkan melalui titik itu
juga.

Keterangan :
P = titik pusat kelengkungan cermin
F = titik fokus cermin

Pembagian nomor ruang benda/bayangan pada cermin cekung :


I : ruang antara cermin dengan titik fokus
II : ruang antara titik fokus (F) dengan titik pusat (P)
III : ruang antara titik pusat (P) sampai jauh tak terhingga
IV : ruang belakang cermin

Untuk menentukan sifatsifat bayangan pada cermin cekung, dapat menggunakan metode
penomoran ruang sebagai berikut:
Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan = 5.

BAB 6 Optika 26
[Type the document title]
Bayangan yang terletak di depan cermin (Ruang I, II, dan III) bersifat nyata dan
terbalik, sedangkan bayangan yang terletak di belakang cermin (Ruang IV) bersifat
maya dan tegak.
Jika nomor ruang bayangan lebih besar daripada nomor ruang benda maka bayangan
selalu diperbesar. Jika nomor ruang bayangan lebih kecil daripada nomor ruang benda
maka bayangan diperkecil.
Untuk benda tepat di titik fokus (F), bayangannya terletak pada jarak tak terhingga.
Bila benda berada di titik pusat P, maka bayangan berada di titik pusat P juga. Sifat
bayangannya yaitu : nyata, terbalik, sama besar dengan bendanya.

Sifat bayangan cermin cekung juga dapat ditentukan dengan melukiskan sinar-sinar
istimewa cermin cekung, seperti contoh berikut.

Contoh Soal 6.1

Tentukan letak bayangan benda dan sifat-sifatnya jika benda berada di ruang III, dan
lukiskan pembentukan bayangannya!
Penyelesaian
Jika benda terletak di ruang III, maka letak
bayangan : V III = II (di ruang II).
Sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata
(berada di depan cermin), terbalik, dan diperkecil.
Latihan 6.1
Tentukan letak bayangan benda dan sifat-sifatnya jika benda itu terletak :
a. di ruang I
b. di ruang II
Kemudian lukiskan pembentukan bayangannya.

D. Pemantulan pada Cermin Cembung


Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar (divergen). Untuk benda yang berada di
depan cermin, bayangan yang dihasilkan selalu bersifat maya, tegak dan diperkecil.
Lukisan pembentukan bayangan karena cermin cembung dapat dilakukan dengan melihat
sinar-sinar istimewa sebagai berikut :
a) sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus (F).
b) sinar datang menuju titik fokus (F), dipantulkan sejajar sumbu utama.
c) sinar datang yang menuju titik pusat kelengkungan cermin (P) dipantulkan seolah-olah
berasal dari titik itu juga.

Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung

Pembentukan bayangan pada cermin cembung dapat menggunakan sinar-sinar istimewa


di atas. Paling sedikit digunakan dua sinar istimewa dalam melukis bayangan.

BAB 6 Optika 27
[Type the document title]
Cara Melukis Bayangan pada Cermin Cembung

Hal ini membuktikan bahwa setiap benda yang terletak di depan cermin cembung akan selalu
menghasilkan bayangan yang bersifat maya, tegak, dan diperkecil.

E. Perhitungan pada Cermin Cekung dan Cembung


Persamaan yang berlaku pada cermin cekung dan cembung, yaitu :

1 1 1 1
f R
f s s` 2

Perjanjian tanda:
Untuk cermin cekung, R dan f positif.
Untuk cermin cembung, R dan f negatif.
Untuk bayangan nyata & terbalik, s bernilai positif.
Untuk bayangan maya & tegak, s bernilai negatif.
Perbesaran bayangan dihitung dengan persamaan:
s ` h`
M
s h

Keterangan :
s = jarak benda
s = jarak bayangan
f = jarak fokus cermin
R = jari-jari kelengkungan cermin
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h = tinggi bayangan
Jika M > 1 maka bayangan diperbesar. Jika M = 1 maka bayangan sama besar dengan
benda. Jika 0 < M < 1 maka bayangan diperkecil.

Contoh Soal 6.2 :

Sebuah benda yang tingginya 2 cm terletak 12 cm di depan cermin cekung yang


memiliki jarak fokus 4 cm. Tentukan :
a. jarak bayangan d. sifat bayangan
b. perbesaran e. gambar jalannya sinar
c. tinggi bayangan

BAB 6 Optika 28
[Type the document title]
Penyelesaian :
Diketahui : h = 2 cm,
s = 12 cm, f = 4 cm
Ditanya :
a. s' = ...? d. Sifat bayangan = ...?
b. M = ...? e. Lukisan jalannya sinar = ...?
c. h' = ...?
Jawab :
a. Jarak bayangan (s) b. Perbesaran bayangan (M)
1 1 1 s 6 1
M kali
s s f s 12 2
1 1 1 1 1 3 1 2 c. Tinggi bayangan (h)

s f s 4 12 12 12 12 h 1
M
12 h 2
s 6 cm
1 1
2 h h 2 cm 1 cm
Jadi bayangan berada 6 cm di depan 2 2
cermin cekung.

d. Sifat bayangan : nyata, terbalik, dan diperkecil


e. Lukisan jalannya sinar

Contoh Soal 6.3 :

Sebuah benda setinggi 3 cm berada pada jarak 5 cm di depan cermin cembung


dengan fokus 5 cm. Tentukan:
a. jarak bayangan d. sifat bayangan
b. perbesaran e. lukisan jalannya sinar
c. tinggi bayangan

Penyelesaian :
Diketahui : h = 3 cm
s = 5 cm
f = 5 cm (cermin cembung memiliki fokus negatif)
Ditanyakan:
a. s'= . . .? d. sifat bayangan = ...?
b. M = . . .? e. lukisan jalannya sinar = ...?
c. h'= . . .?
Jawab :
a. Jarak bayangan (s)

BAB 6 Optika 29
[Type the document title]
1 1 1

s s f
1 1 1 1 1 2

s f s 5 5 5
5
s 2,5 cm
2
Jadi jarak bayangannya 2,5 cm di belakang cermin (bayangan maya).

b. Perbesaran bayangan (M)


s 2,5 1
M kali
s 5 2
c. Tinggi bayangan (h)
h 1
M
h 2
1 1
h h 3 cm 1,5 cm
2 2
d. karena s' bernilai negatif (-) dan M<1 maka bayangan bersifat maya, tegak, dan
diperkecil.
e. Lukisan jalannya sinar

Latihan 6.2
1. Sebuah cermin cekung memiliki jarak fokus 10 cm. Tentukan letak, perbesaran dan
sifat bayangan jika benda terletak di depan cermin sejauh :
a. 20 cm
b. 5 cm
2. Sebuah benda terletak 15 cm di depan cermin cekung. Bayangan yang terbentuk
berada di depan cermin dengan jarak 60 cm. Tentukan jari-jari kelengkungan cermin
tersebut!
3. Sebuah benda tingginya 8 cm, terletak 30 cm di depan sebuah cermin cembung yang
mempunyai jarak fokus 10 cm. Tentukanlah :
a. letak bayangan dan perbesarannya
b. tinggi bayangan
c. sifat-sifat bayangan
4. Sebuah cermin cembung jarak fokusnya 8 cm. Agar dihasilkan bayangan maya yang
barada 6 cm di belakang cermin, berapa jarak benda ke cermin!
5. Jika jari-jari kelengkungan suatu cermin cekung adalah 8 cm, berapa jarak benda ke
cermin agar dihasilkan bayangan nyata dengan perbesaran 2 kali?

F. Pembiasan Cahaya

BAB 6 Optika 30
[Type the document title]
1. Hukum Snellius
Pembiasan cahaya adalah pembelokkan arah rambat cahaya jika melewati dua
bidang batas medium yang berbeda kerapatannya. Hukum Snellius menjelaskan
tentang pembiasan pada bidang batas antara dua buah ruang yang memiliki indek bias
yang berbeda. Pada pembiasan berlaku hukum Snellius tentang pembiasan, yang
berbunyi sebagai berikut:
1) Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak dalam satu bidang datar.
2) Jika sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih
rapat, sinar akan dibiaskan mendekati garis normal. Jika sinar datang dari
medium yang lebih rapat menuju medium yang kurang rapat, sinar akan
dibiaskan menjauhi garis normal.

(a) (b)

Pada gambar (a), sinar datang dari udara (memiliki indek bias n1) menuju air
(memiliki indek bias n2) dan membentuk sudut terhadap bidang normal sebesar i
(sudut datang), sinar tersebut kemudian dibelokkan hingga membentuk sudut
terhadap bidang normal sebesar r (sudut bias). Pada pembiasan sinar tersebut
berlaku:

n1 sin( i) n2 sin( r )

Contoh Soal 6.4

Seberkas sinar datang dengan sudut datang 40 dari air ke udara. Hitunglah sudut bias
sinar tersebut! (nair = 4/3 , nudara = 1)
Penyelesaian:
Diketahui : i = 40
nair = 4/3
nudara = 1
Ditanya : r = ... ?
Jawab :
Menurut hukum Snellius
nair sin( i) nudara sin( r )
4
sin 40 1 sin r
3
0,857 sin r
sin r 0,857
r arcsin(0,857 )
r 58,9

Jadi, sudut biasnya adalah 58,9.


BAB 6 Optika 31
[Type the document title]

Latihan 6.3
1. Seberkas garis cahaya datang dari hampa udara menuju suatu cairan. Apabila sudut
datang dari udara 60 dan membiaskan cairan dengan sudut 30, barapa indeks bias
cairan tersebut? (nudara = 1)
bia
s air 1,33 dan indeks bias kaca 1,5. Bila seberkas cahaya datang dari air menuju kaca
G. Lensa
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua buah bidang lengkung atau satu
buah bidang lengkung dan satu buah bidang datar. Berdasarkan kelengkungannya lensa
dibedakan dua jenis, yaitu :
1. Lensa cembung atau lensa konveks, yang meliputi: plan konveks, bikonveks, dan
konveks-konkaf.

2. Lensa cekung/lensa konkaf, yang terdiri dari : plan konkaf, bikonkaf dan konkaf -
konveks.

H. Pembiasan pada Lensa Cembung


Lensa cembung atau lensa konveks merupakan lensa yang bersifat mengumpulkan
cahaya sehingga disebut sebagai lensa konvergen. Jari-jari kelengkungan lensa cembung
bernilai positif, sehingga disebut juga lensa positif. Pada lensa, bayangan bersifat nyata
jika bayangan terletak di belakang lensa, sedangkan bayangan bersifat maya jika
bayangan terletak di depan lensa.
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung, yaitu :
1) Sinar yang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus kedua (F2).
2) Sinar yang melalui titik fokus pertama (F1) akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
3) Sinar yang datang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan tetapi diteruskan.

(1) (2) (3)


Tiga sinar istimewa pada lensa cembung

BAB 6 Optika 32
[Type the document title]
Contoh Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung
Benda terletak di antara titik fokus dan titik pusat

Sifat bayangan yang dibentuk lensa : nyata (di belakang lensa), terbalik, diperbesar.

I. Pembiasan pada Lensa Cekung


Lensa cekung atau lensa konkaf merupakan lensa yang bersifat menyebarkan
cahaya sehingga disebut sebagai lensa divergen. Jari-jari kelengkungan lensa cekung
bernilai negatif.
Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung, yaitu:
1) Sinar yang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik
fokus pertama. (F1)
2) Sinar yang menuju titik fokus kedua (F2) dibiaskan sejajar sumbu utama.
3) Sinar yang datang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan tetapi diteruskan.

(1) (2) (3)

Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung

Contoh Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung


Benda terletak di antara titik fokus (F1) dan titik pusat (2F1)

Bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung selalu bersifat maya (di depan lensa), tegak,
dan diperkecil.

Persamaan yang berlaku pada lensa, yaitu :


1 1 1 R s ` h`
f M
s s` f 2 s h

BAB 6 Optika 33
[Type the document title]
Perjanjian tanda pada Lensa
s bertanda (+), benda di depan lensa => benda nyata
s bertanda (), benda di belakang lensa => benda maya
s bertanda (+), bayangan di belakang lensa =>bayangan nyata
s bertanda () , bayangan di depan lensa => bayangan maya
f bertanda (+) untuk lensa cembung (konvergen)
f bertanda () untuk lensa cekung (divergen)

Contoh Soal 6.5 :


Sebuah benda setinggi 12 cm terletak 32 cm di depan sebuah lensa tipis membentuk
suatu bayangan pada layar 8 cm di belakang lensa.
a. Tentukan panjang fokus dari lensa
b. Tentukan perbesarannya
c. Tentukan tinggi bayangan
d. Sebutkan sifat bayangannya
e. Apakah lensa konvergen atau divergen?
Penyelesaian :
Diketahui : h = 12 cm
s = 32 cm; s = 8 cm
Ditanya :
a. f = ...? d. sifat bayangan = ...?
b. M = ...? e. lensa konvergen atau divergen?
c. h = ...?
Jawab :
a. Panjang fokus lensa
1 1 1 1 1 1 4 5

f s s 32 8 32 32 32
32
f 6,4 cm
5
b. Perbesaran bayangan
s 8 1
M kali
s 32 4
c. Tinggi bayangan
s h 1
M kali
s h 4
1 1
h h 12 cm 3 cm
4 4
d. Karena bayangan terletak di belakang layar maka sifat bayangan nyata, terbalik,
dan M <1 maka bayangan diperkecil.
e. Jenis lensa konvergen, karena nilai fokusnya positif .

Contoh Soal :
1. Sebuah benda diletakkan 40 cm di depan lensa konvergen yang jarak fokusnya 20
cm. Tentukanlah :
a. letak bayangan
b. perbesaran bayangan
c. sifat-sifat bayangan

BAB 6 Optika 34
[Type the document title]
2. Sebuah benda diletakkan 30 cm di depan lensa divergen yang jarak fokusnya 15
cm. Tentukanlah :
a. letak bayangan,
b. perbesaran bayangan,
c. sifat-sifat bayangan

PR
1. Sebuah benda diletakkan di depan lensa konvergen yang jarak fokusnya 15 cm.
Tentukan letak, perbesaran, dan sifat bayangan jika benda diletakkan pada jarak:
a. 20 cm
b. 10 cm
2. Sebuah benda diletakkan 8 cm di depan lensa cekung yang memiliki jarak fokus 12
cm. Tentukan :
a. letak bayangan
b. perbesaran bayangan
c. sifat-sifat bayangan

J. Kekuatan Lensa
Kekuatan lensa yaitu kemampuan suatu lensa untuk mengumpulkan atau
menyebarkan berkas cahaya yang diterimanya. Kuat lensa berbanding terbalik dengan
jarak fokusnya, secara matematis ditulis:

1
P
f

dengan P = kuat lensa (dioptri) dan f = jarak fokus (dalam satuan meter).

Contoh Soal 6.6


1. Berapa jarak fokus lensa mata seseorang yang bernilai 2 dioptri?
Penyelesaian
P = 2 dioptri
1
P
f
1 1 1
f meter 50 cm
P 2 2
2. Sebuah lensa plan konkaf berada di udara dengan jarak fokusnya 40 cm. Berapa
kekuatan lensa tersebut?
Penyelesaian
f = 40 cm = 0,4 m (bernilai negatif karena jenisnya lensa cekung)
1 1 1 10
P 2,5 dioptri
f 0,4 4 4
10
Latihan 6.5
1. Berapa kuat lensa yang jarak fokusnya :
a. m
b. 25 cm
2. Berapa jarak fokus lensa yang memiliki kuat lensa:

BAB 6 Optika 35
[Type the document title]
a. dioptri
1
b. 2 dioptri

K. Alat-Alat Optik

1. Mata
a. Bagian-bagian Mata

Keterangan gambar:
Kornea (C): bagian depan mata diliputi oleh membran transparan
Aqueos humor (A): daerah disebelah kornea mengandung cairan A
Lensa kristal (L), mempunyai index bias rata-rata 1,437
Otot siliari (M): berupa tali otot yang mengikat lensa kristal hingga tetap pada
tempatnya.
Vitreous humor (V): berupa cairan tipis yang sebagian besar terdiri dari air.
Bintik kuning (Retina): yaitu bagian pada sumbu lensa mata yang berbentuk
cekungan yang merupakan tempat paling peka untuk menerima rangsang sinar.
Pupil (P): bagian yang fungsinya untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk
ke mata, pupil akan secara otomatis membesar jika cahaya rendah, sebaliknya
akan mengecil jika intensitas cahaya bertambah.

b. Pembentukan Bayangan pada Mata


Mata dapat melihat suatu benda jika benda tersebut memantulkan
cahaya. Cahaya yang masuk ke mata kemudian dibiaskan oleh lensa mata, sehingga
terbentuk bayangan di retina. Bayangan tersebut bersifat nyata, terbalik, dan
diperkecil. Bayangan tersebut kemudian diteruskan ke otak oleh saraf-saraf
penglihatan, sehingga kita dapat melihat. Bayangan akan terlihat paling jelas
bila jatuh pada bintik kuning (retina), karena bintik kuning ini merupakan bagian
yang peka terhadap cahaya.

Beberapa Istilah Yang Perlu Diketahui Pada Mata :


Daya Akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah kecembungan lensa
mata sehingga bayangan dapat tepat jatuh pada retina. Lensa paling tipis
pada saat mata tidak berakomodasi.
Mata tak berakomodasi, yaitu sewaktu otot mata dalam keadaan istirahat dan
lensa dalam keadaan menipis (pipih). Hal ini terjadi pada saat mata melihat
benda yang jauh letaknya.
Mata berakomodasi maksimum, yaitu sewaktu otot mata mengencang dan
lensa mata dalam keadaan cembung maksimal. Hal ini terjadi bila mata melihat
benda yang dekat letaknya.

BAB 6 Optika 36
[Type the document title]
Titik jauh (Punctum Remotum/PR), yaitu titik terjauh yang masih terlihat
jelas oleh mata (tidak berakomodasi). Untuk mata normal, titik jauh letaknya
di jauh tak terhingga (~).
Titik dekat (Punctum Proximum/PP), yaitu titik terdekat yang masih terlihat
jelas oleh mata (berakomodasi maksimum). Untuk mata normal, titik dekatnya
adalah 25 cm.

c. Cacat Mata
Mata dinyatakan cacat biasanya karena :
- Berkurangnya daya akomodasi mata
- Kelainan bentuk bola mata

Jenis-jenis cacat mata, antara lain:


1) Rabun jauh (Miopi)
Penderita miopi tidak mampu melihat benda-benda jauh. Titik jauh mata lebih
dekat dari tak berhingga. Bayangan jatuh di depan retina, disebabkan karena :
- Lensa mata terlalu cembung
- Lensa mata tidak dapat berakomodasi maximum
- As mata (sumbu mata terlalu panjang)
Supaya dapat melihat seperti orang normal maka penderita miopi perlu
menggunakan kacamata berlensa negatif (lensa cekung).
Persamaan Kuat lensa pada penderita Miopi :
1 1 1 1 1 1 Keterangan :

f s s ' ~ PR PR s = ~ (titik jauh mata normal)
s = PR (titik jauh penderita)
1 1 P = kuat lensa (dioptri)
P f = jarak fokus lensa kacamata (m)
f PR

2) Rabun dekat (Hipermetropi)


Penderita rabun dekat tidak mampu melihat benda-benda pada jarak dekat.
Titik dekatnya lebih jauh dari 25 cm. Titik jauh tetap dianggap tak berhingga.
Bayangan jatuh dibelakang retina, disebabkan karena :
- Lensa mata terlalu tipis.
- Lensa mata tak berakomodasi maximum.
- As mata terlalu pendek.
Supaya dapat melihat seperti normal, maka penderita rabun dekat perlu
menggunakan kaca mata lensa positif (lensa cembung).
Persamaan Kuat lensa pada penderita hipermetropi, sebagai berikut :
1 1 1 100 1
Keterangan :
f s s' 25 PP s = 25 cm (titik dekat mata normal)
s = PP (titik dekat penderita)
1 1
P 4 P = kuat lensa (dioptri)
f PP f = jarak fokus lensa kacamata (m)

3) Mata Tua (Presbiopi)

BAB 6 Optika 37
[Type the document title]
Mata tua (presbiopi) adalah kelainan mata yang biasa diderita oleh orang tua,
hal ini disebabkan karena daya akomodasi mata berkurang. Penderita presbiopi
tidak dapat melihat benda yang terlalu jauh dan terlalu dekat dengan jelas.
Penderita presbiopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa
rangkap yaitu lensa cekung di bagian atas dan lensa cembung di bagian bawah.

4) Astigmatisme
Penderita astigmatisme tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan
vertikal secara simultan (bersama-sama). Hal ini disebabkan oleh bentuk
kornea mata yang tidak berbentuk bola melainkan lebih melengkung pada satu
bidang daripada bidang yang lain. Penderita astigmatisme dapat ditolong
dengan menggunakan kacamata lensa silindris.

Contoh Soal 6.7 :


1. Seorang penderita hipermetropi dapat membaca huruf dengan jelas pada
jarak 1 m. Dia ingin membaca pada jarak normal 25 cm.
a. Berapa jarak fokus kacamata yang diperlukannya?
b. Berapa kuat lensa dengan jarak fokus itu?
Penyelesaian :
Diketahui : s = 25 cm = 0,25 m
s = PP = 1 m
Ditanya : f = ...? dan P = ...?
1 1 1 1 1 4 1 1
a. 3 f m
f s s ' 0,25 1 1 3
1 1
b. P 3 dioptri
f 1
3
2. Seorang penderita miopi hanya dapat melihat benda terjauh dengan jelas
pada jarak 4 meter di depan matanya. Berapakah kuat lensa kacamata yang
diperlukannya?
Penyelesaian :
Diketahui : s = ~
s = PR = 4 m
Ditanya : P = ...?
Jawab :
1 1
P dioptri
PR 4
1
Jadi, kuat lensa kacamata yang diperlukan orang tersebut adalah dioptri.
4

Latihan 6.6
1. Seorang penderita miopi mempunyai titik jauh 2 meter. Tentukanlah
kekuatan lensa kacamata yang diperlukan agar orang tersebut dapat melihat
seperti orang normal!

BAB 6 Optika 38
[Type the document title]
2. Seseorang menggunakan lensa kacamata negatif berkekuatan 0,4 dioptri. Berapa
titik jauh orang tersebut?
3. Titik dekat seseorang 2 m, berapa kuat kacamata baca yang diperlukannya untuk
dapat membaca dengan normal?
4. Seseorang yang mempunyai titik dekat 75 cm ingin melihat jelas benda
berjarak 25 cm dari mata. Berapakah kuat lensa kacamata yang harus
digunakan orang tersebut?

2. Lup atau Kaca Pembesar


Lup merupakan alat optik yang paling sederhana, hanya mempergunakan sebuah
lensa cembung (positif). Bayangan yang dihasilkan oleh Lup yaitu: maya, tegak, dan
diperbesar. Fungsi lup adalah untuk melihat-benda kecil sehingga tampak lebih besar
dan lebih jelas.
Perbesaran sudut (anguler) lup untuk mata tak berakomodasi adalah :
s
M n
f
Perbesaran sudut lup untuk mata berakomodasi maksimum adalah :
s
M n 1
f
Perbersaran anguler lup untuk mata berakomodasi pada jarak x :
s s
M n n
f x

dengan : M = perbesaran lup


sn = jarak titik dekat pengamat (untuk mata normal = 25 cm)
f = jarak fokus lup (cm)

Contoh Soal 6.8


Sebuah lup mempunyai kuat lensa 10 dioptri digunakan oleh seseorang yang bermata
normal. Tentukan perbesaran anguler lup jika :
a) mata berakomodasi maksimum
b) mata tak berakomodasi
c) mata berakomodasi pada jarak 50 cm
Penyelesaian
sn = 25 cm
f = 2,5 cm
s 25
M n 1 1 10 1 11 kali
f 2,5

Latihan 6.7
Sebuah lup mempunyai jarak fokus 5 cm. Berapa perbesaran lup itu dilihat oleh mata
normal jika:
a. mata melihat benda dengan berakomodasi maksimum
b. mata melihat benda tanpa berakomodasi

BAB 6 Optika 39
[Type the document title]

3. Mikroskop
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda
renik agar tampak lebih besar dan jelas. Mikroskop terdiri dari dua buah lensa
yaitu : Lensa positif (obyektif) dan lensa positif (okuler) yang dipisahkan dengan jarak
tertentu. Lensa objektif adalah lensa cembung yang dekat dengan benda yang diamati
dan lensa okuler adalah lensa cembung yang dekat dengan mata.
Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif bersifat nyata, terbalik, dan
diperbesar, sedangkan bayangan akhir yang dihasilkan lensa okuler bersifat maya,
terbalik, dan diperbesar.
Perbesaran pada mikroskop dilakukan dua kali, yaitu oleh lensa objektif dan lensa
okuler.
1) Perbesaran oleh lensa objektif
s'ob
M ob
sob
2) Perbesaran oleh lensa okuler
s'ok s
untuk mata tidak berakomodasi, M ok atau M ok n
sok f ok
sn
untuk mata berakomodasi maksimum, M ok 1
f ok
3) Perbesaran total mikroskop adalah M M ob M ok
Perbesaran total untuk mata tidak berakomodasi:
s' s
M tot ob n
sob f ok
Perbesaran total untuk mata berakomodasi maksimum:
s'ob sn
M tot 1
sob f ok
4) Panjang mikroskop adalah jarak lensa objektif dengan lensa okuler.
d s'ob sok atau d s 'ob f ok

Pembentukan bayangan pada mikroskop untuk mata tak berakomodasi

Keterangan :
Mok = perbesaran lensa okuler
Mob = perbesaran lensa objektif
Mtot = perbesaran total mikroskop
sob = jarak benda ke lensa objektif
sob = jarak bayangan ke lensa objektif
sok = jarak benda ke lensa okuler
sn = titik dekat mata normal (25cm)
fok = jarak fokus lensa okuler

BAB 6 Optika 40
[Type the document title]
d = panjang mikroskop

4. Teropong
Teropong atau teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-
benda yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.
a) Teropong Bintang
o Menggunakan dua lensa cembung yaitu: lensa obyektif dan lensa okuler.
o Benda terletak jauh tak berhingga, sehingga bayangan jatuh pada fokus
objektif.
o Fokus objektif berimpit dengan fokus okuler.
o Fokus okuler lebih kecil daripada fokus objektif.
o Lensa objektif membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil.
o Lensa okuler membentuk bayangan maya, terbalik, dan diperbesar.

Pengamatan untuk Mata Tak Berakomodasi


f
M ob ob d f ob f ok
f ok
Pengamatan untuk Mata Berakomodasi Maksimum
f ob
M ob d f ob sok
sok

b) Teropong Bumi
Teropong bumi digunakan untuk mengamati benda-benda di permukaan bumi.
Prinsip dari teropong ini sama dengan teropong bintang, perbedaannya terletak pada
bayangan terakhir (yaitu tegak). Untuk itu harus dipasang lensa pembalik. Lensa
pembalik ini hanya membalik bayangan tanpa memperbesar bayangan. Teropong bumi
terdiri dari 3 buah lensa yaitu: Lensa obyektif (terdiri dari lensa positif), Lensa
cembung (berfungsi sebagai lensa pembalik, terletak antara objektif dan okuler), dan
Lensa okuler (terdiri dari lensa positif).

Diagram teropong bumi


Untuk mata tak berakomodasi, panjang teropong (d) adalah :
d f ob 4 f p f ok
Perbesaran teropong untuk pengaturan normal tetap dinyatakan:
f ob
M ob
f ok
fp = jarak fokus lensa pembalik

BAB 6 Optika 41
[Type the document title]

UJI KOMPETENSI BAB 6


MATERI OPTIK

I. Berilah tanda silang pada jawaban yang paling tepat!


1. Pernyataan di bawah ini yang tidak 4. Bayangan dari sebuah benda yang
benar mengenai sifat bayangan dalam dibentuk oleh sebuah cermin cembung
sebuah cermin datar adalah .... adalah ....
a. jarak bayangan di belakang cermin A. selalu di belakang cermin
sama dengan jarak benda di depan B. tidak tegak
cermin C. kadang-kadang diperbesar
D. kadang-kadang terbalik
b. warna bayangan sama dengan warna
E. kadang-kadang nyata
benda
5. Sebuah benda terletak pada jarak 5
c. ukuran bayangan sama dengan ukuran
cm di depan cermin cekung yang
benda
berjari-jari 20 cm. Sifat bayangan
d. bayangan adalah maya
benda yang terbentuk oleh cermin
e. bayangan adalah terbalik
adalah ....
2. Berdasarkan pengertian maya dan nyata
A. nyata, terbalik, diperkecil
suatu bayangan dalam optika, maka
B. nyata, terbalik, diperbesar
dapat dinyatakan bahwa: C. maya, tegak, diperbesar
1) bayangan pada layar bioskop adalah D. maya, tegak, diperkecil
bayangan nyata E. maya, terbalik, diperbesar
2) bayangan yang dibentuk lensa mata 6. Seberkas cahaya sejajar dijatuhkan
adalah bayangan maya pada sebuah lensa cekung. Pada lensa
3) bayangan yang kita lihat melalui berkas cahaya tersebut mengalami ....
teropong adalah bayangan maya A. pembiasan sehingga sinar menyebar
4) bayangan yang dibentuk cermin B. pemantulan sehingga sinar menyebar
datar adalah bayangan maya C. pembiasan sehingga sinar mengumpul
Pernyataan yang benar adalah .... D. pemantulan sehingga sinar
A. 1, 2, dan 3 D. 4 mengumpul
saja E. pembiasan tetapi sinarnya tetap
B. 1 dan 3 E. Semua benar sejajar
C. 2 dan 4 7. Sebuah benda terletak 20 cm di depan
3. Sinar yang datang sejajar sumbu utama sebuah lensa cembung yang berjarak
pada cermin cekung akan .... fokus 4 cm. Jarak bayangan yang
A. dipantulkan sejajar sumbu utama terbentuk oleh lensa adalah ....
B. dipantulkan melalui titik fokus A. 4 cm di depan lensa
C. dibiaskan sejajar sumbu utama B. 4 cm di belakang lensa
D. dipantulkan melalui pusat jari-jari C. 5 cm di depan lensa
cermin D. 5 cm di belakang lensa
E. dibiaskan melalui titik fokus E. 10 cm di belakang lensa

BAB 6 Optika 42
[Type the document title]
8. Sebuah benda berada pada jarak 15 cm
di muka lensa negatif dengan fokus 10
cm. Bayangan yang terbentuk :
1) berada di belakang lensa
2) diperkecil
3) nyata
4) tegak
Pernyataan-pernyataan yang benar yaitu
....
A. 1, 2, dan 3 D. 4 saja
B. 1 dan 3 E. Semua benar
C. 2 dan 4
9. Sebuah lup mempunyai jarak fokus 10
cm. Bila digunakan oleh orang bermata
normal (sn = 25 cm), maka perbesaran
untuk mata berakomodasi maksimum
adalah ....
A. 2 kali D. 4 kali
B. 2,5 kali E. 4,5 kali
C. 3,5 kali
10. Seseorang yang mempunyai titik dekat
50 cm ingin melihat dengan jelas benda
yang berjarak 25 cm dari mata. Orang
tersebut harus memakai kacamata
dengan jenis lensa dan fokus ....
A. positif, f = 50 cm
B. negatif, f = 50 cm
C. positif, f = 40 cm
D. negatif, f = 40 cm
E. positif, f = 25 cm

BAB 6 Optika 43
[Type the document title]

II. Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan benar !


1. Mengapa di tempat yang gelap kita tidak dapat melihat benda-benda di sekeliling
kita?
2. Apa perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur?
3. Sebutkan sifat-sifat bayangan yang dibentuk cermin datar!
4. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada cermin cekung!
5. Lengkapi gambar proyeksi bayangan berikut dan jelaskan sifat bayangan yang
terbentuk!
a. b.

6. Sebuah cermin diletakkan 12 cm di depan sebuah benda. Jika ternyata bayangan yang
dihasilkan benda tersebut terletak pada 15 cm di belakang cermin, maka tentukan:
a. jarak fokus cermin
b. termasuk cermin cekung atau cembung?
7. Sebuah benda terletak 60 cm di depan cermin cekung yang jarak fokusnya 90 cm.
Pada jarak berapa bayangan benda tersebut akan terbentuk?
8. Sebuah benda berada pada jarak 30 cm di depan lensa negatif dengan fokus 15 cm.
Tentukan letak, perbesaran dan sifat-sifat bayangan yang terbentuk!
9. Seorang yang bercacat mipoi tidak mampu melihat dengan jelas benda yang terletak
lebih 125 cm dari matanya. Berapa kuat lensa kacamata yang harus dia gunakan untuk
dapat melihat benda jauh dengan jelas?
10. Sebutkan bagian-bagian utama dari kamera dan jelaskan fungsinya masing-masing!

BAB 6 Optika 44