Anda di halaman 1dari 4

PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAPAT BERGUNA

SEBAGAI ANTIBIOTIK

Jika membahas tentang Bioproses seharusnya kita membahas apa itu Bioteknologi dulu,
apasih yang dimaksud dengan Bioteklogi?. Jadi Bioteknologi adalah suatu teknologi yang
digunakan dengan memanfaatkan makhluk hidup untuk dapat mendapatkan produk (Sudjadi,
2008).
Menurut sumber lain yang saya dapatkan Bioteknologi juga berarti suatu cabang ilmu
yang menggunakan makhluk hidup ataupun produknya untuk pemanfaatan yang nantinya
diproduksi untuk mengahsilkan barang dan jasa (Harti, 2015).
Setelah mengetahui pengertian dari Bioteknologi lalu saya akan merujuk pada pengertian
Bioproses. Bioproses adalah suatu pengaplikasian dibidang biologi yang dilakuakan oleh industri
dengan menggunakan pemanfaatan sel-sel hewan,tumbuhan, mikroorganisme maupun enzim yang
dikondisikan sedemikian rupa untuk menjadi sebuah produk (Nair, 2010).
Setelah mengetahui pengertian dari Bioteknologi dan Bioproses selanjutnya masuk pada
pokok materi yaitu Penggunaan VCO Sebagai Obat Menyembuhkan Berbagai Penyakit, VCO
sendiri yaitu Virgin Coconut Oil atau bisa dibilang minyak kelapa murni merupakan suatu produk
yang berasal dari pemanfaatan buah kelapa yang berbentuk minyak diolah dengan menggunakan
berbagai cara terkini (Subroto, 2006).
Pemprosesan VCO dengan menggunakan teknik fermentasi dimana tidak ada penambahan
zat-zat kimia sehingga produk yang dihasilakan murni dari buah kelapa itu sendiri dan
kualitasnyapun baik. Dalam pembuatan VCO digunakan suatu enzim yaitu enzim Protase, enzim
tersebut menghasilkan suatu bakteri Saccharomyces cereviceae.VCO memiliki banyak kandungan
asam yaitu asam laurat (laurat acid) yang nantinya didalam tubuh kita asam laurat ini akn diubah
menjadi monolaurin yang memiliki sifat antivirus,antibakteri dan antiprotozoa dan masih ada asam
lain yaitu asam kaprilat yang nantinya didalam tubuh kita akan diubah menjadi monocaprin yang
dapat digunakan oleh suatu penyakita yang terjadi akibat virus dan bakteri. Virgin Oil Coconut ini
tidak memberatkan kerja dari pankreas sehingga aman untuk penderita diabetes dan VCO ini juga
dapat mengatasi masalah obesitas/kegemukan (Widiyanti, 2015).
Pemanfaatan VCO Sebagai Antibiotik ini dilakukan uji antibakteri di Laboratorium terhadap
E.coli dapat memperkuat analisis yang ada yaitu pemanfaatan VCO sebagai antibiotik alami.
Pertumbuhan bakteri E.coli tidak dapat dihambat oleh VCO secara in-vitro. Sebab, VCO memiliki
suatu sifat yaitu antimikroba yaitu monogliserida dan asam lemak bebas. Kedua senyawa tersebut yaitu
monogliserida dan asam lemak bebas berasal dari trigliserida yang ada didalam VCO. Tetapi,
trigliserida ini akan aktif dan berubah menjadi monogliserida serta asam lemak bebas jika sudah berada
dalam tubuh kita. Prinsip hubungan bioproses dengan bioteknologi terletak pada cara
pembuatannya yaitu pada VCO pembuatannya digunakan cara fermentasi dengan adanya
penambahan bakteri ataupun enzim. Dalam pembuatan VCO jika nantinya sudah menjadi produk
harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Penampakan : tidak berwarna, Kristal seperti jarum
2. Aroma : ada sedikit berbau asam ditambah bau caramel
3. Kelarutan : tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alcohol (1:1)
4. Berat jenis : 0,883 pada suhu 20C
5. ph: tidak terukur, karena tidak larut dalamair. Namun karena termasuk dalam senyawa asam
maka dipastikan memiliki pH di bawah 7
6. Persentase penguapan : tidak menguap pada suhu 21C (0%)
7. Titik cair : 20-25C
8. Titik didih : 225C
9. Kerapatan udara (Udara = 1) : 6,91
10. Tekanan uap (mmHg) : 1 pada suhu 121C
11. Kecepatan penguapan (Asam Butirat = 1) : tidak diketahui
(Darmoyuwono, 2006)
Cara Pembuatan dari VCO
1. Persiapan bahan yang digunakan
Yaitu daging buah dari kelapa (santan) dan fermipan (Saccharomyces cereviseae)
2. Proses pembuatan VCO
Buang batok kelapa dan ambil daging buah kelapa kemudian parut ambil santannya,
tambahkan air panas (700C) dengan perbandingan 2:1, peras dan saring kelapa tersebut,
kemudian masukan dalam wadah besar, setelah itu diamkan selama 2-3 jam, sampai
terpisah menjadi dua bagian (krim dan skim). Pada lapisan krim tambahkan 0,1 g fermipan.
Larutkanfermipan ke dalam air hangat kurang lebih 10 ml sambil dihancurkan. Masukkan
fermipan yang telah larut semua ke dalam krim aduk sampai merata. Masukan krim
kedalam botol kecil 350 ml dibiarkan (diperam) selama 14, 16, 18, 20, 22, 24 jam serta
tutup agar krim tidak terkena debu atau dimasuki oleh hewan. Selanjutnya pemeraman
dapat dilihat bahwa krim tersebut sudah terbagi menjadi 3 lapisan yaitu VCO, gelondo
(protein), dan air. Minyak dipisahkan dari galendo dengan kertas saring. Prosedur tersaji
pada Gambar

(Widiyanti, 2015)
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari pemproduksian Virgin Coconut Oil adalah:
1. Walaupun pembuatannya masih sederhana tetapi kebersihannya diutamakan karena
nantinya akan diminum oleh manusia
2. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat karena bersumber dari alam
3. Harga bahan bakunya juga murah
4. Telah melalui uji klinis
5. Alat-alat yang digunakan mudah didapat
(Widiyanti, 2015)
DAFTAR PUSTAKA

Darmoyuwono, W. (2006). Gaya Hidup Sehat Dengan Virgin Coconut Oil. Jakarta: Gramedia.
Harti, A. S. (2015). Mikrobiologi Kesehatan. Yogyakarta: Andi.
Nair, A. J. (2010). Principles of Biotechnology and Genetic Engineering. New Delhi: Laxmi Publications.
Subroto, M. A. (2006). VCO Dosis Tepat Taklukan Penyakit. Tanggerang: Penebar Swadaya.
Sudjadi. (2008). Bioteknologi Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius.
Widiyanti, R. A. (2015). PEMANFAATAN KELAPA MENJADI VCO (VIRGIN COCONUT OIL)
SEBAGAI ANTIBIOTIK KESEHATAN DALAM UPAYA MENDUKUNG VISI INDONESIA SEHAT
2015. 3.