Anda di halaman 1dari 2

Kamis 15 Dec 2016, 12:00 WIB

Putusan MK: Listrik untuk Kepentingan


Umum Tak Boleh Digarap Swasta
Michael Agustinus - detikFinance
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menguji Undang Undang Nomor 30
Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (UU Ketenagalistrikan). Hasilnya, MK
membatalkan Pasal 10 ayat 2 dan Pasal 11 Ayat 1 UU Ketenagalistrikan.
Keputusan MK diumumkan dalam sidang pleno terbuka pada Rabu,
(14/12/2016) kemarin.

Permohonan Judicial Review diajukan oleh Adri, pegawai PLN Area Padang
yang juga Ketua Serikat Pekerja PLN, dan Eko Sumantri, pegawai PLN Sektor
Pembangkitan Keramasan pada tanggal 26 Agustus 2015.

Para pemohon menggugat UU Ketenagalistrikan ini karena menilai listrik


sebagai kebutuhan hajat hidup masyarakat harus dikuasai oleh negara, tak
boleh diswastanisasi.

Pasal-pasal dalam UU Ketenagalistrikan yang digugat karena dinilai


mengurangi peran negara adalah Pasal 10 ayat 2, Pasal 11 ayat 1, Pasal 16
ayat 1, Pasal 33 ayat 1, Pasal 34 ayat 5, Pasal 56 ayat 2.

Dari pasal-pasal yang diuji itu, ada 2 yang akhirnya dibatalkan oleh MK
karena bertentangan dengan Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu Pasal
10 ayat 2 dan Pasal 11 ayat 1.

"Menyatakan Pasal 10 ayat (2) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang


Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5052)
bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945," demikian bunyi salinan putusan MK sebagaimana dikutip
detikFinance dari mahkamahkonstitusi.go.id pada Kamis (15/12/2016).

MK juga menyatakan, "Pasal 11 ayat (1) Undang Undang Nomor 30 Tahun


2009 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5052) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945."

Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan


Hakim Konstitusi yaitu Arief Hidayat selaku Ketua merangkap Anggota,
Anwar Usman, Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Manahan M.P
Sitompul, Wahiduddin Adams, Aswanto, Suhartoyo, dan Patrialis Akbar,
masing-masing sebagai Anggota, dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi
terbuka untuk umum pada hari Rabu (14/12/2016) pukul 11.37 WIB.

Berikut bunyi Pasal yang dibatalkan MK:

Pasal 10

(1) Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 9 huruf a
rakyat meliputi jenis usaha:
a. pembangkitan tenaga listrik;
b. transmisi tenaga listrik;
c. distribusi tenaga listrik; dan/ atau
d. penjualan tenaga listrik.

(2) Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara terintegrasi.

Pasal 11

(1) Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana


dimaksud dalarn Pasal 10 ayat (1) dilaksanakan oleh badan usaha milik
negara, badan usaha milik daerah, badan usaha swasta, koperasi, dan
swadaya masyarakat yang berusaha di bidang penyediaan tenaga listrik.
(hns/hns)