Anda di halaman 1dari 13

BAHASA PENGEMBANG

KEPRIBADIAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu Matakuliah

Ibu Muharina Harahap, S.S, M.Hum.

oleh

Diba Roxanna 2103332004

Ita Purnama Sari 2103332014

Yuniarti Siahaan 2103332039

Winda Syahfitri 2123332036

Kelompok 1 ~ Ekstensi 2010

PROGRAM STUDI BAHASA JERMAN

JURUSAN BAHASA ASING

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nyalah
makalah yang berjudul Bahasa Pengembang Kepribadian ini dapat disusun dan
diselesaikan. Makalah ini disusun sebagai syarat tugas matakuliah Bahasa Indonesia. Untuk
menyusun makalah ini, penulis dibimbing oleh Ibu Muharrina Harahap, M.Hum. selaku
dosen mata kuliah. Penulis mengucapkan terimakasih kepada beliau yang telah meluangkan
waktu untuk membimbing dan memotivasi penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini.

Penulis menyadari benar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh
karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan agar makalah ini dapat diperbaiki dan
disempurnakan kembali di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca, khususnya bagi para mahasiswa/i program studi Pendidikan Bahasa Jerman,
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan dan semoga kita tetap dalam lindungan-
Nya.

Medan, 14 Februari 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR. i

DAFTAR
ISI.. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah 1

1.2 Identifikasi
Masalah 2

1.3 Pembatasan
Masalah.. 2

1.4 Perumusan
Masalah. 2

1.5 Tujuan dan Manfaat Penulisan..


3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Bahasa 4

2.2 Pengertian Bahasa Indonesia.


5

2.3 Fungsi Bahasa


Indonesia. 6

2.4 Pengertian Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian.. 6

2.5 Pengembangan Kepribadian..


8
2.6 Hubungan Bahasa dan Pengembangan Kepribadian. 9

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan
.. 12

DAFTAR
RUJUKAN 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan sarana komunikasi terpenting yang digunakan oleh setiap manusia untuk
berinteraksi terhadap manusia lainnya. Selain itu, bahasa juga merupakan identitas diri
seseorang. Dengan mendengar bahasa yang digunakan oleh seseorang, ketika sedang
berinteraksi dengan orang lain, maka secara tidak langsung dapat diketahui asal dan identitas
seseorang tersebut. Dari bahasa yang digunakan, maka seseorang tersebut akan
berkepribadian, berperilaku dan berbudi khas sesuai dengan bahasa yang digunakan atau
dengan kata lain sesuai dengan asal dan identitas seseorang tersebut. Namun tidak hanya itu,
bahasa juga dapat menjadi sarana untuk mempermudah terjadinya komunikasi yang baik,
meskipun terdapat banyak sekali keanekaragaman bahasa di suatu negara. Bahasa juga dapat
memperkuat rasa kesatuan setiap masyarakat di suatu negara.

Sebagai salah satu negara yang memiliki begitu banyak keanekaragaman bahasa, Indonesia
memiliki bahasa kesatuan yang sangat dijunjung tinggi, yaitu bahasa Indonesia. Dengan
menggunakan bahasa Indonesia, maka dapat tercipta suatu kepribadian yang kokoh dan tegas
bahwa meskipun Indonesia kaya akan keanekaragaman bahasa, namun Indonesia tetap
memegang teguh bahasa kesatuan, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa yang mempersatukan
perbedaan dan keanekaragaman menjadi satu kesatuan yang kuat. Dengan menggunakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, maka kepribadian, perilaku dan budi pekerti
masyarakat Indonesia akan mencerminkan ciri khas bangsa Indonesia.

1.2 Identifikasi Masalah Sesuai dengan judul makalah ini Bahasa Pengembang
Kepribadian maka masalah yang dapat diidentifikasi sebagai berikut.

1. Pengertian bahasa dan bahasa Indonesia.


2. Fungsi bahasa dan bahasa Indonesia.
3. Pengertian kepribadian dan pengembangan kepribadian.
4. Hubungan bahasa dengan pengembangan kepribadian.
5. Hubungan bahasa Indonesia dengan pengembangan kepribadian.
6. Fungsi bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadian.

1.3 Pembatasan Masalah Untuk memperjelas pembahasan maka masalah yang dibahas
dibatasi pada masalah sebagai berikut.

1. Pengertian bahasa dan bahasa Indonesia.


2. Fungsi bahasa dan bahasa Indonesia.
3. Pengertian kepribadian dan pengembangan kepribadian.
4. Hubungan bahasa Indonesia dengan pengembangan kepribadian.
5. Fungsi bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadian.

1.4 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut,
masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut.

1. Apa pengertian bahasa?


2. Apa fungsi bahasa?
3. Apa pengertian bahasa Indonesia?
4. Apa fungsi bahasa Indonesia?
5. Apa pengertian kepribadian?
6. Apakah yang dimaksud dengan pengembangan kepribadian?
7. Apakah hubungan antara bahasa Indonesia dengan pengembangan kepribadian?
8. Apakah fungsi bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadian?

1.5 Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dan manfaat penulisan makalah ini sebagai berikut.

1. Mengetahui pengertian bahasa dan bahasa Indonesia.

2. Mengetahui fungsi bahasa dan bahasa Indonesia.

3. Mengetahui pengertian kepribadian dan pengembangan kepribadian.

4. Mengetahui hubungan antara bahasa Indonesia dengan pengembangan kepribadian.

5. Mengetahui fungsi bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadian.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi utama, dan dengan bahasa manusia


mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Proses-proses pemikiran sangat
ditentukan oleh kemampuan berbahasa. Melalui ungkapan bahasa, pikiran, perasaan dan
penalaran seseorang dapat dirangsang dan dilatih. Kemampuan menggunakan bahasalah yang
paling membedakan manusia dari mahkluk hidup lainnya. Bahasa memungkinkan manusia
untuk menyampaikan informasi dan meneruskannya dari generasi ke generasi, melalui
ungkapan secara tertulis. Bahasa memungkinkan manusia untuk membangun kebudayaan
serta menguasai ilmu pengetahuan dan dengan pengetahuan meningkatkan mutu
kehidupannya. Bahasa juga dapat mempengaruhi arah perilaku manusia. Akhirnya dapat
dikatakan bahwa bahasa memberikan manusia identitasnya, untuk menentukan posisinya di
dalam dunia dan membentuk pandangannya tentang dunianya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001:88), bahasa adalah sistem
bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,
berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Yudrik Jahja dalam bukunya Psikologi
Perkembangan (2011:53) mengemukakan bahwa bahasa merupakan kemampuan untuk
berkomunikasi dengan orang lain. Pengertian ini tercakup semua cara untuk berkomunikasi,
di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk
mengungkapkan suatu pengertian seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat,
bilangan, lukisan, dan mimik muka. Sedangkan Harimurti Kridalaksana mengemukakan
bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi arbitrer yang digunakan oleh para anggota
kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri. Selanjutnya
wojowarsito (2011:1) berpengertian bahwa bahasa adalah alat manusia mengungkapkan
pikiran, perasaan, pengalaman yang terdiri dari lambang-lambang bahasa.

Bahasa mempunyai fungsi yang amat penting bagi manusia. Fungsi bahasa adalah
instrumental, regulasi, representasional, personal, heuristik, interaksional, dan imajinatif.
Bahasa sebagai aspek kebudayaan, bahasa dan aspek-aspek lain dari kebudayaan, sebagai
pendukung kebudayaan, atau kebudayaan sebagai pendukung bahasa, dan bahasa sebagai
cermin kebudayaan, merupakan ungkapan-ungkapan yang tercermin di masyarakat yang
menggambarkan hubungan bahasa dengan kebudayaan.

2.2 Pengertian Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan
bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah proklamasi
kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya
konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam
bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau (wilayah kepulauan Riau
sekarang) dari abad ke-19. Kemudian mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai
bahasa kerja di lingkungan Administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal
abad ke-20. Penamaan bahasa Indonesia diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda,
28 oktober 1928, untuk menghindari kesan Imperialisme bahasa apabila nama bahasa
Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari
varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat
ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup yang terus menghasilkan kata-kata baru,
baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa
Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia
menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur
bahasa Indonesia kerap kali menggunakan reaksi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampur-
adukan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, bahasa
Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat
lunak, surat-meyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan
bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia. Fonologi dan tata bahasa
Indonesia dianggap relatif muda.

Menurut Alisyahbana (1978:37), bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa perhubungan


yang berabad-abad tumbuh berlahan-lahan di kalangan penduduk Asia Selatan dan yang
setelah bangkitnya pergerakan pembangunan rakyat Indonesia pada permulaan abad ke-20
dengan insyaf diangkat dan dijunjung sebagai bahasa persatuan. Demikianlah , Sutan Takdir
Alisyahbana menyatakan bahwa bahasa Indonesia itu adalah bahasa yang tumbuh berabad-
abad, sudah tumbuh sejak beberapa abad, bukan baru satu atau dua abad di Asia Selatan.

2.3 Fungsi Bahasa Indonesia

Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta


pada tanggal 25 s.d 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai
bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai: (a) bahasa resmi kenegaraan, (b) bahasa
pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, (c) bahasa resmi di dalam perhubungan
dalam tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta
pemerintahan, (d) bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu
pengetahuan serta teknologi modern.

2.4 Pengertian Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian

a. a. Pengertian Kepribadian

Istilah kepribadian atau personality berasal dari bahasa Latin persona yang
berarti topeng. Menurut Allport (Hurlock, 1978), kepribadian merupakan susunan sistem
psikofisik yang dinamis dalam diri individu yang unik dan mempengaruhi penyesuaian
dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian juga merupakan kualitas perilaku individu yang
tampak dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya secara unik. Menurut
Horton (1982), kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan tempramen
seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan
seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Menurut Schever Dan Lamm (1998)
mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas dan
perilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang udah menjadi standar atau baku, sehingga jika
dikatakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten
dalam menghadapi situasi yang dihadapi.

Kepribadian adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya


konsistensi perasaan, pemikiran, dan perilaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian
antara lain: fisik, inteligensi, jenis kelamin, teman sebaya, keluarga, kebudayaan, lingkungan
dan sosial budaya, serta faktor internal dari dalam diri individu seperti tekanan emosional.

Ciri-ciri kepribadian yang sehat antara lain.

1. Mandiri dalam berpikir dan bertindak.

2. Mampu menjalin relasi sosial yang sehat dengan sesamanya.

3.Mampu menerima dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana apa adanya.

4.Dapat menerima dan melaksanakan tanggung jawab yang dipercayakan.

5.Dapat mengendalikan emosi.


b. Dinamika Sistem Kepribadian

Struktur kepribadian manusia menurut pandangan psikoanalisis, terdiri dari Id,


Ego, dan Superego. Id adalah sistem kepribadian yang orisinal, di mana ketika manusia ini
dilahirkan ia hanya memiliki Id saja karena ia merupakan sumber utama dari energi psikis
dan tempat timbulnya insting. Ego mengadakan kontak dengan dunia realistis yang ada di
luar dirinya. Di sini, Ego berperan sebagai eksekutif yang memerintah, mengatur, dan
mengendalikan kepribadian, sehingga prosesnya persis seperti polisi lalu lintas yang selalu
mengontrol jalannya Id, Superego, dan dunia luar. Superego adalah yang memegang keadilan
atau sebagai filter dari kedua sistem kepribadian, sehingga tahu benar-salah, baik-buruk, dan
boleh-tidak. Di sini, Superego bertindak sebagai sesuatu yang ideal, yang sesuai dengan
norma-norma moral masyarakat.

Perilaku manusia untuk sebagian besar ditentukan oleh mekanisme masing-


masing struktur. Pembentukan kepribadian akibat mekanisme tersebut secara global yaitu:
(1) apabila rasa Id-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan
bertindak primitif, impulsif, dan agresif dan ia akan mengumbar implus-implus
primitifnya; (2) apabila rasa egonya menguasai sebagaian besar energi psikis itu, maka
pribadinya bertindak dengan cara-cara yang realistis, logis, dan rasional; dan (3) apabila
rasa Superegonya menguasai sebagian besar energi psikis itu. Maka pribadinya akan
bertindak pada hal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang
kadang-kadang irasional.

2.5 Pengembangan Kepribadian

Pengembangan diri dapat disamakan dengan istilah pengembangan


kepribadian atau pengembangan jati diri dalam literatur pendidikan, khususnya psikologi
pendidikan . Meskipun sebetulnya istilah diri (self) tidak sepenuhnya identik dengan
kepribadian (personality). Istilah diri dalam bahasa psikologi disebut pula sebagai aku, ego,
atau self yang merupakan salah satu aspek sekaligus inti dari kepribadian, yang di dalamnya
meliputi segala kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita, baik yang disadari maupun yang
tidak disadari. Aku yang disadari oleh individu bisa disebut self picture (gambaran diri),
sedangkan aku yang tidak disadari disebut unconscious aspect of the self (aku tidak sadar).
Perkembangan kepribadian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik
heriditas ( pembawaan) maupun lingkungan (seperti fisik, psikis, kebudayaan, spiritual,
dan lain-lain). Perkembangan ini akan menimbulkan perubahan-perubahan kepribadian
terutama pada masa anak-anak dan remaja. Khusus pada masa remaja, perubahan
kepribadian ini akan menjadi masa amat penting dan memberikan dasar bagi masa
dewasa karena pada masa ini merupakan saat berkembangnya identity ( jati diri).

2.6 Hubungan Bahasa dan Pengembangan Kepribadian

a. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

Sumpah pemuda 28 Oktober 1982 menyatakan Kami Putera dan Puteri Indonesia
mengaku bertanah air satu tanah air Indonesia. Kami Putera dan Puteri Indonesia
berbangsa satu bangsa Indonesia. Kami Putera dan Puteri Indonesia menjunjung tinggi
bahasa persatuan, bahasa Indonesia . Sumpah ini membuktikan bahwa pengakuan
bertanah air satu, berbangsa satu Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan
bahasa Indonesia, memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian
bangsa. Fungsi tersebut menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia senantiasa
berkepribadian, perilaku, dan berbudi bahasa khas Indonesia. Kini bahasa Indonesia
berfungsi efektif sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.

b. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Pengalaman berbahasa dalam mengembangkan kepribadian bangsa Indonesia ini


kemudian dikukuhkan kedudukannya dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan
bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Penegasan ini menunjukkan kedudukan dan
fungsi yang bersifat formal dalam kegiatan kenegaraan. Selain itu bahasa Indonesia juga
digunakan sebagai bahasa nasional dalam berbagai komunikasi yang bersifat nasional,
kedinasan, dan kegiatan nasional dalam lembaga pemerintahan maupun nonpemerintah.
Pengembangan selanjutnya membuktikan secara meyakinkan bahwa sejak proklamasi setiap
komunikasi nonformal, masyarakat dan bangsa Indonesia senantiasa menggunakan bahasa
Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian bahasa Indonesia telah berakar pada
seluruh lapisan masyarak Indonesia. Fungsi ini menjadi simbol nasional, negara, semangat
untuk bersatu dan kepribadian.
Sebagai mata kuliah pengembang kepribadian bahasa Indonesia bertujuan agar
mahasiswa dapat memahami konsep penulisan ilmiah dan mampu menerapkannya dalam
penulisan karya ilmiah. Untuk itu mahasiswa dibekali berbagai keterampilan kognitif, afektif
dan psikomotorik yang terkait dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat
komunikasi yang sekaligus dapat mengembangkan kecerdasan, karakter dan kepribadiannya.
Kecerdasan yang didukung oleh kepribadian dan moral yang tinggi memungkinkan setiap
orang senantiasa menggali potensi yang ada di sekitarnya dan mengembangkannya menjadi
kreativitas yang baru.

Untuk mewujudkan kecerdasan dan kepribadian tersebut, mahasiswa dibekali


keterampilan yang secara alami diawali dengan pemahaman fungsi bahasa sebagai sarana
komunikasi dalam berbagai ragam kebahasaan. Selanjutnya, mahasiswa dibekali
keterampilan bagaimana mendapatkan ide ilmiah, mengorganisasikannya dengan kerangka
karangan sebagai kerangka berpikir dan mengekspresikannya dengan ejaan yang benar,
pilihan kata yang tepat, kalimat yang efektif dan paragraf yang benar dan sebuah karangan.

Sejak didengungkannya globalisasi informasi awal 2000-an, yang di dukung berbagai


peralatan komunikasi mutakhir yang sangat efektif dalam berbagai aktivitas masyarakat
dunia, fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana pengembangan kepribadian mulai
menghadapi tantangan dari berbagai bahasa dunia terutama bahasa internasional yang
digunakan oleh berbagai bangsa. Tantangan ini harus dihadapi dengan membenahi sistem
pengajaran bahasa Indonesia, baik tingkat kedalaman maupun tingkat keluasannya.

c. Kepribadian yang Baik dan Cerdas

Kepribadian yang baik dapat diartikan bahwa perilakunya dapat diterima oleh orang
lain. Semakin luas lingkungan masyarakat yang menerima kebaikannya dapat diartikan
bahwa kebaikan pribadinya semakin sempurna. Kepribadian yang cerdas adalah
kemampuan memanfaatkan potensi diri (pendidikan, pengalaman, penegtahuan, keahlian,
keterampilan), potensi masyarakat, potensi alam, potensi situasi terkini. Kepribadian yang
cerdas senantiasa dapat memanfaatkan berbagai situasi untuk menghasilkan kreativitas.

d. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Pengembang Kepribadian


Berdasarkan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pembangunan kepribadian,
mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan, karakter, dan kepribadian.
Mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia secara aktif dan pasif akan mampu
mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut, logis, dan lugas. Hal ini
menandakan kemampuan mengorganisasi karakter dirinya terkait dengan potensi daya pikir,
emosi, dan harapannya. Kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk karya ilmiah, seperti
artikel ilmiah, makalah ilmiah, proposal, penulisan skripsi dan laporan ilmiah.

Selain itu, mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia baku dengan baik dan benar
akan mampu memahami konsep-konsep pemikiran dan pendapat orang lain. Kompetensi
ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadian melalui berpikir sinergis, yaitu
kemampuan mneghasilkan konsep baru berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki
bersamaan dengan pengalaman baru. Mahasiswa demikian akan menjadi lebih cerdas dan
kreatif dalam memanfaatkan situasi, stimulus, dan pengalaman baru yang diperolehnya.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembang kepribadian diarahkan


kepada kompetensi berbahasa baku dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan. Fungsi ini
mencakup berbagai aspek sebagai berikut.

a. Mengembangkan kemampuan/kompetensi berkomunikasi ilmiah.

b. Mengembangkan kemampuan akademis.

c. Mengembangkan berbagai sikap, seperti sikap ilmiah, sikap paradigmatis dalam


mengembangkan pola-pola berpikir sikap terpelajar.

d. Mengembangkan kecerdasan berbahasa.

e. Mengembangkan kepribadian terutama dalam menciptakan kreativitas baru yang terkait


dengan pengalaman, pengetahuan, dan situasi baru yang dihadapi serta kemampuan
mengekspresikannya.

f. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi antar pribadi sehingga memantapkan


perkembangan pribadi.

g. Mengembangkan kemampuan sebagai lambang bangsa dan negara.


BAB III

PENUTUP

3. 1 Simpulan

Bahasa merupakan alat komunikasi utama, dan dengan bahasa manusia


mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Bahasa Indonesia adalah bahasa
perhubungan yang berabad-abad tumbuh berlahan-lahan di kalangan penduduk Asia Selatan
dan yang setelah bangkitnya pergerakan pembangunan rakyat Indonesia pada permulaan abad
ke-20 dengan insyaf diangkat dan dijunjung sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai: (a) bahasa resmi kenegaraan, (b) bahasa pengantar resmi di lembaga-
lembaga pendidikan, (c) bahasa resmi didalam perhubungan dalam tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, (d) bahasa
resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi
modern.

Kepribadian adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya konsistensi


perasaan, pemikiran, dan perilaku. Perkembangan kepribadian sangat dipengaruhi oleh
berbagai faktor baik heriditas ( pembawaan) maupun lingkungan (seperti fisik, psikis,
kebudayaan, spiritual, dan lain-lain). Berdasarkan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai
pembangunan kepribadian, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan,
karakter, dan kepribadian. Selain itu, mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia
baku dengan baik dan benar akan mampu memahami konsep-konsep pemikiran dan pendapat
orang lain. Kompetensi ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadian melalui
berpikir sinergis, yaitu kemampuan mneghasilkan konsep baru berdasarkan pengalaman yang
sudah dimiliki bersamaan dengan pengalaman baru.

DAFTAR RUJUKAN

Barus Sanggup,dkk.2011. Bahasa Indonesia. Medan: UNIMED

Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana

Pien, Sukendar. 1994. Pembinaan dan Perkembangan Bahasa Indonesia. Bandung: Pionir
Jaya
Lawrence. 2010. Psikologi Kepribadian Teori dan Penelitian. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group

Muslich, M. 2010. Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi. Jakarta: Bumi Aksara

http://www.scribd.com/doc/116852360/Bahasa-Pengembang-Kepribadian

http://save4your.blogspot.com/2011/10/pengertian-bahasa-indonesia.html