Anda di halaman 1dari 3

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

RESUME KONSEP KEPERILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN


PSIKOLOGI SOSIAL

Dosen Pengampu : Dian Saputra S.E., M.Acc., Akt

KELOMPOK 13

KETUA : ALFAJRI ISMET (145310476)


ANGGOTA : ADINAN YAHRING (145311085)

LOKAL G
AKUNTANSI (S1)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2017
RESUME

Sikap dapat dimagnai sebagai suatu tendensi atau kecenderungan dalam menjawab atau
merespons, dan bukan dalam menanggapi dirinya sendiri. Artinya sikap itu ditunujukkan
pada saat kita berinteraksi dengan orang lain, sesuatu yang kita keluarkan dalam menanggapi
atau merespon interaksi dari orang lain bisa jadi itulah sikap. Sikap dikatakan berbeda dengan
perilaku tetapi sikap merupakan wahana dalam membimbing perilaku. Menurut kami
perilaku itu sendiri sesuatu terbentuk dari cara seorang individu bersikap terhadap interaksi
orang lain, jadi kami setuju bila sikap merupakan wahana dalam membimbing perilaku
dengan mengubah sikap kita maka perilaku seorang individu juga akan berubah.

Sikap sendiri dapat jikap dibuatkan konsep maka konsep terdekat yang terkait dengan
sikap adalah konsep kepercayaan, opini, nilai, dan kebiasaan. Konsep kepercayaan disebut
dekat dengan sikap karena seseorang akan memberikan respon terhadap interaksi juga sesuai
rasa kepercayaan terhada fakta dari interaksi tersebut. Sedangkan konsep opini sendiri akan
memberikan respon dengan mempertimbangkan dan mengevaluasi berbagai hal yang
kemudian dia memberikan sikap terhadap suatu hal. Konsep Nilai itu sendiri bagaimana
seseorang berinteraksi dan merespon dengan sikap sesuai dengan nilai yang di percayai
dalam berperilaku. Sedangkan konsep terakhit yaitu konsep kebiasaan seseorang bersikap
dilakukan sesuai dengan kebiasaannya sehari-hari.

Sikap sendiri memiliki empat fungsi utama yaitu pemahaman, kebutuhan akan kepuasan,
ego yang defensif, dan ungkapan nilai. Perubahan sikap dapat berubah tergantung
pengalaman individu terkait dengan objek yang menyebabkan perubahan sikap tersebut..

Ada beberapa teori terkait dengan sikap yang telah dituliskan dalam buku Akuntansi
Keperilaku karangan Arfan Ikhsan Lubis hal 81-84 yaitu teori perubahan sikap, teori
penguatan dan tanggapan stimulus, teori pertimbangan sosial, konsistensi dan teori
perselisihan, teori disonansi kongnitif dan teori persepsi diri, yang semua teori tersebut
menjelang tentang hal-hal yang berhubungan dengan sikap dan perubahan sikap.

Motivasi itu adalah proses yang dimulai dengan definisi fisiologis dan psikologis yang
menggerakkan perilaku atau dorongan yang ditunjukkan untuk tujuan insentif. Jadi
singkatkan tujuan dari motivasi adalah memberikan dorongan secara fisiologis dan psikologis
untuk melakukan suatu tindakan. Motivasi menjadi konsep penting untuk perilaku akuntan
karena sangat penting seseorang memberikan dorongan terhadap karyawan untuk mencapai
kepentingan bersama suatu organisasi.

Banyak teori manajemen yang telah menjelaskan tentang berbagai teori mengenai
motivasi. Karena seorang manajer haruslah pandai dalam memotivasi karyawannya guna
mencapai tujuan perusahaan.

Banyak teori yang dapat dijelaskan mengenai motivasi, salah satunya teori dari Maslow
menjelaskan bahwa setiap individu mempunyai beraneka ragam kebutuhan yang dapat
memengaruhi perilaku mereka. Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan ini ke dalam
beberapa kelompok yang pengaruhnya berbeda-beda. Selain teori maslow ada juga teori x
dan teori Y, teori kebutuhan McClelland, dan Teori dua faktor.

Perspesi adalah bagaimana orang-orang melihat atau menginterprestasikan peristiwa,


objek, serta manusia. Orang-orang bertindak atas dasar persepsi mereka dengan mengabaikan
apakah persepsi itu mencerminkan kenyataan sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap orang
memiliki persepsinya sendiri atas suatu kejadian.

Nilai itu dinyatakan sangat penting karena nilai menjadi dasar untuk seseorang bersikap
dan berperilaku serta menerima atau memberi motivasi kepada orang. Konsep nilai juga
memberikan seseorang untuk menentukan mana yang akan dilakukan dan mana yang tidak
akan dilakukan.

Pembelajaran adalah proses dimana perilaku baru diperlukan. Kepribadian berhubungan


dengan karakteristik psikologi individu dalam merespon lingkungan sekitar. Kepribadiaan
seseorang juga dapat menentukan tingkat emosi, emosi itu sendiri adalah perasaan intens
yang diarahkan pada seseorang atau sesuatu. Kepribadian dan emosi menurut sesuatu yang
saling berhubungan karena menurut kami kepribadian individulah yang menentukan
dominasi emosi yaang dimiliki individu tersebut.