Anda di halaman 1dari 25

Blok Plan Land use

Lahan Ocean EcoPark(site) pada Taman Impian Jaya Ancol diperntukan sebagai taman hiburan dengan fasiliats penunjang. Taman Impian Jaya Ancol dikhususkan sebagai taman tematik
1.1.A.1 :
hiburan terbesar se-Jakarta Utara . (Sumber : RTRW Jakarta Utara 2030, Peruntukan menurut rtrw kawasan Ancol).

Ancol terletak pada jakrta Utara dan berada pada marina Jakarta, letak ancol memang dipruntukan sebagai pusat kawasan wisata yang mengarah ke pada rekreasi ekologi. (Sumber :
2.1.A.1 :
https://www.ancol.com/id/destinasi/ocean-ecopark)

Peruntukan ancol sebagai kawasan yang dikhususkan sebagai kawasan rekreasi mempertimbangkan beberapa rencana pengembangan lingkungan dan kawasan pada tahun awal ancol
2.1.A.1 :
berdiri(1966). Hal ini disadari oleh pemimpin Jakarta saat itu dimana Jakarta harus memiliki sebuah pusat wisata yang mengayomi masyarakat Indonesia kedepanya. Kawasan Ancol dimasa
mendatang akan menjadi salah satu rangkaian pusat wisata yang berbasis kepada alam(rekreasi ekologi) dengan asumsi Giant Sea Wall dan sejumlah reklamasi lahan dalam prencanaan
kawasan Jakarta kedepanya akan terlaksana. (Sumber : Pengelolaan lanskap kawasan rekreasi Ocean Ecopark di taman impian jaya Ancol, Jakarta utara)

Fungsi Ancol sebagai kawasan rekreasi sudah ditetapkan sejak awal berdirinya Ancol tersebut. Hal ini didasari oleh Jakarta harus memiliki kawasan rekreasi yang berbassis kepada alam atau
2.1.A.1 :
rekreasi eklologi. Fungsi ancol sebagai kawasan rekreasi akan tetap dipertahankan. (Sumber : Pengelolaan lanskap kawasan rekreasi Ocean Ecopark di taman impian jaya Ancol, Jakarta
utara)

Blok Plan Building Form

Dalam Botanical Center terdapat bangunan konservatori/biome yang difungsikan sebagai bangunan yang mencipakan kondisi alam seeprti karateristik tumbuhan didalamnya. (Sumber :
1.1.A.2 :
buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Botanical center tidak hanya menjadikan bangunan sebagai pusat tanaman dan konservasi tumbuhan, namun Botanical Center juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan edukasi.
1.1.A.2 :
Terdapat ruang untuk bermain dan bersantay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay
(http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)

Perancangan Botanical Centre


2 Di Ancol, Jakarta Utara
Bangunan dalam Botanical Center diadaptasai dari kondisi lingkungan. Harus terdapat fitur air yang dimanfaatkan sebagai sumber energi dan irigasi untuk tanaman(Sumber : buku GREEN
2.1.A.2 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay) (http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)

Fitur air untuk irigasi tanaman dan sumber energi pada bangunan

Bangunan utama dalam Botancal Center yaitu Konservatori dibentuk bedasarkan kondisi alam yang ada disekitar tapak. Dengan menciptakan lingkunagn alam yang ada seperti kondisi alam
2.2.A.2 :
tumbuhan tersebut berasal.Bangunan konservatori biome mengadapasi kondisi lingkungan di meditarania. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
Garden by the Bay)

Bentuk bangunan didesain untuk menanggapi kondisi alam skitar dengan tujuan memasukan jumlah cahaya sebanyak banyaknya untuk tumbuhan. . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.3.A.2 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dengan bentuk dasar kubah, yang berasal dari bentuk kubah Geodesic, maka penggunaan material harus yang lentur dan kuat untuk menopang bentuk tersebut. Material baja dinilai yang
4.1.A.2 :
paling mampu dan optimal dalam pengaplikasianya terhadap desain bangunan . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Pemilihan sistem struktur bedasarkan bentuk oleh konsep dasar bangunan tersebut. Dengan pengaplikasian mage beam sebagai penopang utama bobot konservatori, maka bangunan
4.2.A.2 :
memiliki bentuk seperti sirip yang berfungsi sebagai shading untuk pencahayaan tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the
Bay)

Bentuk bangunan dalam Botanical Center memiliki utilitas yang terdapat dibawah lantai konservatoru terserbut. Utilitas yang terkait adlalah penghawaan bagi manusia dan tumbuhan,
4.3.A.2 :
pengairan dalam bentuk embun, serta control cahaya yang masuk. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk bangunan didesain agar dapat menampung perkembangan tumbuhan yang ada dan menampung jumlah pengunjung dimasa mendatang. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
5.1.A.2
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori didesain dengan melihat konsep bangunan masa depan dimana fungsinya tetap yaitu sebagai bangunan untuk konservasi tumbuhan. (Sumber : buku GREEN
5.3.A.2
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan utama dalam Botancal Center yaitu Konservatori dibentuk bedasarkan kondisi alam yang ada disekitar tapak. Dengan menciptakan lingkunagn alam yang ada seperti kondisi alam
6.1.A.2
tumbuhan tersebut berasal.Bangunan konservatori biome mengadapasi kondisi lingkungan di meditarania (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
Garden by the Bay)

Ruang dalam bangunan konservatori didesain untuk menciptakan kesan pada tiap lanskap yang dituju, biome- meditarania dan cloud forest hutan hujan pegunungan. (Sumber : buku
6.2.A.2
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay) (http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)

Perancangan Botanical Centre


3 Di Ancol, Jakarta Utara
Bentuk bangunan merupakan wujud dari kondisi alam yang ada parda tapak Garden by the Bay. Bentuk geodesic dengan tujuan memaksimalkan jumlah cahaya yang masuk bagi
6.3.A.2 :
tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Pemilihan sistem struktur dengan mega beam dan grid shell adalah karena memiliki sistem struktur yang terintegrasi dan dsaling mengunci sehingga aman bagi tumbuhan dan pengunjung.
7.1.A.2 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Blok Plan Circulation and Parking


Terdapat pembagian sistem sirkulasi pada Garden by the Bay yang difungsikan khusus bagi pengunjung dan perawatan. (Sumber : (http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)
1.1.A.3

Sistem sirkulasi pada Garden by the Bay diatur pada pola tertentu dengan koofisien luas lahan parkir mencapai 10% luas keseluruhan taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.3.A.3
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sirkulasi dalam garden by the bay terutama pada bagian dalam taman ditunjukan pada teman taman tematik yang ada. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
1.4.A.3
Design at Garden by the Bay) (http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)
Sistem sirkulasi dalam garden by the bay tidak hanya melayani pengujung dari darat namun juga pengunjung dari laut/marina. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
2.1.A.3
Environmental Design at Garden by the Bay)
Jalan menggunakan aspal yang ramah lingkungan, serta jalan pengunjung maupun lanskap mengunakan material yang ramah terhadap pengunjung. Tidak licin, tidak terlalu kasar dan
4.1.A.3
ramah lingkungan(jejak karbon sedikit) (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Sirkulasi horizontal yang kearah vertical pada garden by the bay yaitu skywalk, menggunakan sistem struktur gantung dengan metrial baja. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
4.2.A.3
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Kebutuhan sistem sirkulasi pada kendaraan dan manusia serta sirkulasi pada perawatan didesain agar dapat terus berjalan dengan perambangan yang ada. (Sumber : buku GREEN HOUSE
5.1.A.3
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Terdapat sistem sirkulasi yang berbeda pada event tertentu seperti jalan menuju lokasi the meadow(ruang terbuka untuk event besar) akan dapat diakses langsung dari dalam taman.
5.2.A.3
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Sirkulasi taman secara keseluruhan merupakan metafora dari tanaman anggrek yang menjalar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the
6.1.A.3
Bay) (http://www.grant-associates.uk.com/projects/gardens-by-the-bay-themed-gardens)
Sirkulasi dengan metafora didesain agar pengunjung merakan pengalaman ruang yang berbeda tiap koridor yang dilewati. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.2.A.3
Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan sistem struktur gantung pada skywalk yang diadaptasi dari struktur jembatan agar pengunjung aman berjalan diantara Supertrees. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
7.1.A.3
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Blok Plan Open Space


Ruang terbuka diperuntukan untuk kegiatan rekreasi pengunjung serta untuk event tertentu. (Sumber : (http://www.grant-associates.uk.com/projects/gardens-by-the-bay-themed-
1.1.A.4
gardens)

Perancangan Botanical Centre


4 Di Ancol, Jakarta Utara
Taman didesain sebaik mungkin untuk terjadi interaksi sosial yang baik oleh para pengunjung, dan merupakan sumber edukasi yang baik. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.2.A.4 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Lahan reklamasi apda garden by the bay diperuntukan untuk menambah koofisien hijau pada negara singapura, dimana didalamnya harus terdapat ruang publik bagi pengunjung. (Sumber
2.1.A.4 :
: buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Penggunaan material yang ramh lingkungan, dan dikhususkan pada taman bermain anak material harus seaman mungkin untuk menghindari cedera yang serius pada anak. (Sumber : buku
4.1.A.4 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pada open space dalam bangunan konservatori cloud forest, terdapat taman pada ketinggian 30m dimana menggunakan sistem struktur rangka sebagai penopang berat bangunan.
4.2.A.4 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Open space dalam garden by the bay diatur oleh suatu sistem yang mengelola energi untuk keberlangungan hidup tumbuhan. Area tersebut dipenuhi oleh mesin yang menyalurkan
4.3.A.4 :
sumber tenaga yang berasal dari daur ulang sampah di taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dengan total open space yang mencapai 80% dari seluruh luas lahan, garden by the bay dapat bertahan dengan perkambangan maupun penataan desain dimasa
5.1.A.4 :
mendatang.perkembangan termasuk kepada jumlah tumbuhan dan julah pengujnung yang datang nantinya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
Garden by the Bay)
Dalam the meadow, taman terbuka dihadirkan untuk event tertentu dengan luas dan lapang untuk mengesankan lahan yang bebas dari bangunan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.2.A.4 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pola layout garden by the bay merupakan metafora dari akar tanaman anggrek. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
6.3.A.4 :
Dengan sistem terintegrasi, taman dalam garden by the bay diawasi oleh cctv dan desian yang terbuka sehingga aman bagi tindak kriminal. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
7.2.A.4 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Runag terbuka utama dijadikan sebagai ruang berkumpul saat terjadi bencana. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
7.3.A.4 :

Perancangan Botanical Centre


5 Di Ancol, Jakarta Utara
Blok Plan Pedestrian Ways

Pedestrian pada garden by the bay merupakan salah satu akses utama yang dapat diakses dari stasiun MRT, halte dan tapak sekitar garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE
1.1.A.5 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Lebar pedestrian pada taman tematik adalah 2m dengan material yang ramah lingkungan adan pengunjung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
1.3.A.5 :
Garden by the Bay)
Pemilihan material harus dipertimbangkan dengan pengunjung dari segala kalangan. Penataan tumbhuhan pada damping pedestrian juga untuk membuat suasana yang terduh pada
1.4.A.5 :
pedestrian dalam taman tematik dan konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pedestrian pada garden by the bay merupakan salah satu akses utama yang dapat diakses dari stasiun MRT, halte dan tapak sekitar garden by the bay.(Sumber : buku GREEN HOUSE
2.1.A.5 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemilihan pohon dan struktur bagi pedestrian merupakan penting dengan tujuan pedestrian harus tetap dapat dikenakan apda segala cuaca. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.2.A.5 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemilihan material harus dipertimbangkan dengan pengunjung dari segala kalangan. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
4.1.A.5 :
Sistem struktur gantung dan baja pada pedestrian skywalk.(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
4.2.A.5 :

Lebar minimum pada pedestrian garden by the bay untuk menampung pengujung pada saat tertentu dan lonjakan pengunjung dimasa mendatang. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
5.1.A.5 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Jalan pada pedestrian dibuat berkelok dengan melewati tiap aman tematik dengan tujuan agar menghadirkan suasana yang berbeda pada tiap koridornya. .(Sumber : buku GREEN HOUSE
6.2.A.5 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Terdapat pengariran pada tiap pedestrian dan unit hydrant pada saat kebakaran. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
6.3.A.5 :

Blok Plan Preservasi


Konsep garden by the bay sebagai kota dalam taman merupakan sebagai suatu cara untuk mempertahankan lingkungan alami di singapura. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.1.A.5 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay merupakan sebuah taman pusat dengan skala nasional dimana dipusat bagi pendidikan dan rekreasi ekologi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
2.3.A.5 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemanfaatan air pada garden by the bay merupakan cara untuk mempertahankan sumberdaya air yang meinipis. Air dimanfaatkan sebagai pendignin dan untuk menciptakan embun.
2.4.A.5 :
Sampah yang berasal dari daun juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik biomas yang tenaganya dimanfaatkan untuk pendingin pada bangunan konservatori. (Sumber : buku GREEN
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


6 Di Ancol, Jakarta Utara
Kawasan ancol merupakan kawan rekreasi yang telah dan merupakan salah satu kawasn rekreasi pertama dijakarta. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
3.1.A.5 :
Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay didesain untuk mempertahankan kondisi alami. Fungsi taman tetap dipertahanken dimasa mendatang untuk menjaga kondisi lingkungan tersebut. (Sumber : buku
5.3.A.5 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay didesain untuk mempertahankan kondisi alami. Fungsi taman tetap dipertahanken dimasa mendatang untuk menjaga kondisi lingkungan tersebut. (Sumber : buku
6.3.A.5 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Site Development Building and Composition On the Site


Masa bangunan konservatori merupakan pusat dari garden by the bay yang terletak di pinggir marina bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
1.1.B.1 :
Garden by the Bay)
Dengan mangetur masa bangunan linear(dari pintu masuk garden hingga bangunan konservatori) dan menciptakan sstruktur pohon raksasa, dengan tujuan menempatkan ruang publik
1.2.B.1 :
pada bawah supertrees dengan view langsung ke bangunan konservatori.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori menggunakan lahan sebaganyak 20% dari total seluruh luasan lahan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the
1.3.B.1 :
Bay)

Bangunan konservatori pada garden by the bay diletakan pada ujung dan menghadap lansgsung kemarina agar dapat memanfaatkan air sebagai pendingin suhu ruang konservatori. .
2.1.B.1 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Bangunan diletakan diantara tanaman untuk meneduhkan ruangan dengan cuaca yang ada pada sekitar tapak. . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
2.2.B.1 :
at Garden by the Bay)
Perletakan posisi bangunan didesain agar menyatu dengan kondisi tapak dan sekitar, pada abangunan konservatori bangunan didesain vocal terhadap kondisi sekitar tapak. (Sumber : buku
2.3.B.1 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori yang diletakan pada ujung marina mengunakan material yang hampit tidak dapat menyerap pana matahari untuk menghindari kelebihan suhu dalam ruangngan
4.1.B.1 :
konservatori tersebut. . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dengan meletakan bangunan utama sebagai sumber daya linear dengan bangunan konservatori untuk mempermudah perawatan dan proses utilitas yang berkitan dengan energi. (Sumber
4.3.B.1 :
: buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Metakan ruang publik pada pusat taman, yaitu pada bawah supertrees merupakan langkah untuk menampung pengunjung dengan jumlah banyak agar tetap berada dalam taman
5.1.B.1 :
tersebut. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori dan bangunan pembangkit energi diletakan dengan segala sistem ulitasnya pada bawah lantai untuk terus beroperasi dalam segara cuaca dan terus berlangsung
5.3.B.1 :
hingga masa depan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk penataan bangunan linear dengan taman tematik, bangunan pemgbangkit energi dan bangunan konservatori agar menciptakan kaitan seperti metafora akar tanaman anggrek.
6.1.B.1 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang yang berada pada antra bangunan utama untuk menghadirkan sebuah ruang publik diantara fungsi bangunan tersebut.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.2.B.1 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Perletakan bangunan secara linear dan mengleliling pada pusat open space sebagai bentuk pengawasan terhadap pengunjung.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
7.2.B.1 :
Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


7 Di Ancol, Jakarta Utara
Site Development Exterior Space
Fungsi ruang luar dari garden by the bay adalah sebagai taman tematik, publik space, taman bermain bagi anak, parkir kendaraan dan ruang terbuka bagi event tertentu. (Sumber : buku
1.1.B.2 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Aktivitas sosial berlangsung pada ruang publik yang berfungsi sebagai taman tematik, taman berkumpul dan the meadow. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
1.2.B.2 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Taman terbuka dalam garden by the bay mencapai 70% luas total keseruluhan taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
1.3.B.2 :
Taman pada ruang publik akan ditanami pohon perdu atau puhon pelingung dari sinar matahari. Pada bagian pedestrian juga terdapat pohon pada bagian pinggir tepi pedestrian utnuk
1.4.B.2 :
pengguna jalan nyaman dari sinar matahari.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang terbuka dipertahankan untuk menjaga kondisi alamiah lingkungan sekitar. Garden by the bay juga mempertahankan fungsi ruang publik sebgai ruang untuk sosial pengunjung...
2.1.B.2 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Terdapat beberapa ruang dalam yang gunakan guna untuk menghindari pengjung terhadap hujan. Terdapat bangunan semi permanen dengan fungsi shelter. (Sumber : buku GREEN
2.2.B.2 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay menyediakan sarana rekreasi dengan ruang terbuka dengan melihat fungsi sekitar merupakan kawasan wisata.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
2.3.B.2 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Pada taman tematik garden by the bay terdapat sebuah taman tang diperuntukan untuk taman khas asia. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
3.2.B.2 :
Garden by the Bay)
Pemilihan material yang ramh klingkungan yaitu material dengan jejak karbon yang sedikit dan ramah terhadap pengnunjung yaitu material yang tidak menambah dampak negative saat
4.1.B.2 :
terjadi keselakaan pada pengunjung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Terdapat supertrees yang berfungsi sebagai heat rejection pada ruang publik. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
4.3.B.2 :

Mempertahankan koofieien 70% sebagai ruang terbuka terhadap minat dan jumlah pengunjung yang dapat melojanak. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
5.1.B.2 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk ruang publik pada ruang luar garden by tbe bay memusat dengan akses terhadap semua fungsi utama dalam taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.1.B.2 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Taman dengan fungsi ruang publik tetap dipertahankan untuk menjaga interaksi sosial kepada smeua pengunjug. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
5.3.B.2 :
Design at Garden by the Bay)
Ruang pada taman luar dihadirkan dengan model tema tema tertentu.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
6.2.B.2 :
Mendesain ruang luar garden by the bay merupakan fungsi utama dari taman tersebut dnegen tujuan untuk mengeukasi setiap pengunjung yang berkunjung.. (Sumber : buku GREEN
6.3.B.2 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Taman luar garden by the bay dilengkapi dengan pengawalan cctv.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
7.2.B.2 :

Garden by the bay menyediakan ruang terbuka sebagai ruang evakuasi saat terjadi bencana.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the
7.3.B.2 :
Bay)

Perancangan Botanical Centre


8 Di Ancol, Jakarta Utara
Site Development Easy Indentification of Entry

Pintu masuk uata atau main entrance pada garden by the bay ditandari dengan gerbang dan pemandangan lnagsung ke bangunan konservatori sebagai daya Tarik dari garden by the bay. .
1.1.B.3 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Lokasi garden by the bay pada tepi marina untuk memudahkan 3 akses sekaligus, yaitu bagi pengguna kendaan umum dan pejalan kaki, MRT serta kapal. . (Sumber : buku GREEN HOUSE
2.1.B.3 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Perubahan pada pintu masuk mungkin dilakukan karena mempertimbangkan faktor pengjung dimasa mendatang. . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
5.2.B.3 :
Design at Garden by the Bay)
Pada pintu masuk utaman garden by the bay, pengunjung akan langsung meresakan jika mereka berada diengah hutan kota. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.2.B.3 :
Environmental Design at Garden by the Bay)

Site Development Drop Off and Parking


Terdapat lobby untuk menyambuk pengunjung dengan faslilitas tiket box, drop off memiliki akses langsung dengan parkir . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
1.1.B.4 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Fuungsi lobby drop off pada garden by the bay difungsikan sebagai ruamgn interaksi utama pengunjung dimana terdapat fasilitas ruang tunggu. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.2.B.4 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang drop off harus memiliki view langsung dnegan bangunan utama agar menarik bagi pengunjung.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
2.1.B.4 :
Garden by the Bay)
Sistem sruktur pada parkir dengan menggunakan struktur rangka baja dan tidak hanya difungsikan sebagai tempat parkir namun sebagai sumber ternaga cahaya.. (Sumber :norman foster
4.2.B.4 :
works 7 apple campus)
Funsgi dari drop off dan parkir akan teap dipertahankan dengan option penambahan kuantitas siring dengan menungkatnya jumlah pengunjung garden by the bay. (Sumber : buku GREEN
5.3.B.4 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang drop off merupakan ruang utama pengunjung harid di garden by the bay harus memiliki kesan bangunan etersbeut ada didalam taman tersebut. (Sumber : buku GREEN HOUSE
6.2.B.4 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Site Development Service


Service dalam garden by the bay meiputi perawatan tumbuhan, pengelolaan energi,serta pewaratan bangunan agar terus beroperasi. Service memiliki zona sendiri yaitu pada pusat taman
1.1.B.5 :
dan bagian bawah taman.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Dalam proyek garden by the bay, luasan untuk lahan service hampir 20% dari total luas proyek. Haal ini karena developer ambisius untuk menciptakan sebuah taman yang dapat hidup
1.3.B.5 :
seperti dengan kondisi alamiahnya dengan pemanfaatan energi seringan mungkin. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Pusat service terdapat pad abagian tenah garden by the bay dengan fungsi bangunan pengelolaan energi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
2.1.B.5 :
Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


9 Di Ancol, Jakarta Utara
Funsgi zona service tidak hanya untuk merawat tumbuhan dan taman yang ada, namun dengan lebih berfokus kepada kondisi lingkungan yang ada agar tetap dijaga kondisi alamiahnya.
2.3.B.5 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dengan zona service yang terdapat dibawah permukaan tanah, memudahkan distribusi bauangan sampah yang dimanfaatkan untuk pendingin ruangan pada bangunan konservatori.
2.4.B.5 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Sruktur berportal dan menddunakan bearing wall pada zona servie dibawah permukaan tanah. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by
4.2.B.5 :
the Bay)
Dengan total 20% zona service, maka diharapkan dapat melayani seluruh perawtan taman dan bangunan. 15% dari 20% luas zona service merupakan tempat untuk segala alat yang
4.3.B.5 :
digunakan untuk menjalankan taman tersebut. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Fungsi zona service pada bagian bawah ataman atkan tetap dipertahankan karena membuat zona service diatas permukaan tanah akan memakan biaya yang begitu banyak. (Sumber :
5.3.B.5 :
buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bearing wall dipilih karena kuat dalam menghadapi getaran masih dengan daya tahan yang lama. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by
7.2.B.5 :
the Bay)
Untuk menghindari kebakaran, maka pada sistem struktur dipilih material yang tidak mudah terbakar dan melapisinya dengan semprotan anti kebakaran. (Sumber : buku GREEN HOUSE
7.3.B.5 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Site Development Pedestrian Path


Fungsi dari pedestrian adalah zona pengunjung untuk belajar dan menikmati seluruh fitr yang terdapat dalam taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
1.1.B.6
Design at Garden by the Bay)
Pedestrian dibuat dengan lebar untuk dapat pengunjung berinteraksi tanpa menghalangi pengujung lainya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
1.2.B.6
Garden by the Bay)
Lebar pedestrian pada taman tematik adalah 2m dengan material yang ramah lingkungan adan pengunjung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
1.3.B.6
Garden by the Bay)
Diperlukan pohon sebagai pelindung bagi pedestrian agar nyaman berjalan pada pedesttrian. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the
1.4.B.6
Bay)
Pemilihan pohon dan struktur bagi pedestrian merupakan penting dengan tujuan pedestrian harus tetap dapat dikenakan apda segala cuaca. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.2.B.6 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Pemilihan material harus dipertimbangkan dengan pengunjung dari segala kalangan. Penataan tumbhuhan pada damping pedestrian juga untuk membuat suasana yang terduh pada
4.1..B.6 :
pedestrian dalam taman tematik dan konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Sistem struktur gantung dan baja pada pedestrian skywalk.(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
4.2.B.6 :
Terdapat jalur sirkulasi bagi air utnuk tiap pedestrian. Jalur sirkulasi air ini agar pedestrian tidak becek saat turun hujan.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
4.3..B.6 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Lebar minimum pada pedestrian garden by the bay untuk menampung pengujung pada saat tertentu dan lonjakan pengunjung dimasa mendatang. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
5.1.B.6 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Jalan pada pedestrian dibuat berkelok dengan melewati tiap aman tematik dengan tujuan agar menghadirkan suasana yang berbeda pada tiap koridornya. .(Sumber : buku GREEN HOUSE
6.2.B.6 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


10 Di Ancol, Jakarta Utara
Bentuk pedestrian pada garden by the bay adalah dengan metafora akar anggrek dimana jalan dibuat berkelok. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
6.1.B.6 :
at Garden by the Bay)
Jalan pedestrian dibuat berkelok untuk menciptakan kesan ruang yang berbeda tiap koridornya. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by
6.3.B.6 :
the Bay)
Jalan skywalk menggunakan struktur gantung agar aman bagi pengunjung serta perawatan dan proses krtuksi yang cukup mudah .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
7.1.B.6 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Tiap jalan pada pedestrian dilengkapi dengan cctv dan jalur pedestrian dihubungkan dengan ruang terbuka untuk menghindari kejahatan kriminal.(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
7.2.B.6 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Fuctional Planning Organization


Penataan organisasi bedasarkan fungsi bangunan, dimana terdapat 3 jenis bangunan utama dalam garden by the bay yaitu bangunan untuk umum, bangunan untuk adiministrasi dan
1.1.C.1 :
bangunan untuk perawatan. .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Interaksi sosial yang terjadi pada zona umum yaitu untuk para pengunjung, zona administrasi untuk para pengelola garden by the bay dan zona peraawtan untuk para pekerja dibidang
1.1.C.1 :
prrawatan lingukngan , tumbuhan serta energi .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sistem struktur pada zona servise sangat perlu diperhatikan. Karena strktur pada zona ini dipengaruhi oleh kegiatan mesin yang secara terus menerus dan bekerja setiap hari. Sistem
4.2.C.1 :
struktur pada zona service juga terletak dibawah tanah anagr tidak menggangu aktivitas di atas permukaan tanah.(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
Design at Garden by the Bay)
Ruang dengan zona umum lebih banyak bukaan karna untuk menarik eprhatian serta menampung berbagai macam jenis tmbuhan. Zona untuk administrasi merupakan zona semu privat
6.2.C.1 :
dimana garden by the bay sebagai pengelola utama taman mengharapkan ruangan yang dapat mengawasi pengunjung taman. Lalu ruang dengan zona perawatan didesain tertutup agar
tidak mengganggu aktivitas kununjgan yang ada diatas permukaan tanah .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Tujuan unutk membagi ruang kedalam zona adalah untuk menciptakan kesan yang kondusif pada tiap aktivitas yang ada. Zona umum dengan kesan terbuka dan saat seperti ada di hutan
6.3.C.1 :
alami .(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Fuctional Planning Activity Zoning


Garden by the bay membagi zona aktivitas dengan tujuan fungsi yang berbeda bedasarkan aktivitas yang terjadii didalamnya. Terdapat zona rekreasi, pendidikan dan pengelolaan(Sumber :
1.1.C.2 :
buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Interaksi sosial yang terjadi pada zona umum yaitu untuk para pengunjung, zona administrasi untuk para pengelola garden by the bay dan zona peraawtan untuk para pekerja dibidang
1.2.C.2 :
prrawatan lingukngan , tumbuhan serta energi (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Kenyamanan visual dan thermal sangat diperhatikan pada zona eduka didalam bangunan konservatori agar pengunjung dapat mempelajari botani dan tumbuhan hidup dengan baik maka
1.4.C.2 :
diperlukan 4500 lux dengan suhu kisaran 23 celcius(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pembagian zona dlam site adalah dengan zoning horizontal dengan meletakan pusat zona pengelolaan ditengah taman dan zona pengelolaan terdapat pula dibawah tanah. (Sumber : buku
2.1.C.2 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Untuk ruang publik yang menjadi zona umum, maka garden by the bay menyediakan sebuah shelter dan kanopi besar berupa supertrees sebagai peneduh dari scuaca panas asia. (Sumber
2.2.C.2 :
: buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


10 Di Ancol, Jakarta Utara
Didalam zona ke pengelolaan garden by the bay, terdapat 2 focus yang dilakukan oleh pengelolanya yaitu pengelolaan terhadap administrasi garden by the bay dan pengelolaan sumber
3.2.C.2 :
daya atau energi dalam garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan dengan zona publik menggunakan material yang ramah lingkungan serta ramah terhadap berbegai kalangan pengunjung. garden by the bay mendesain pusat pengelolaanya
4.1.C.2 :
yang kondusif dengan kondisi tapak sekitar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Struktur ruang terbuka yang merupakan zona rekreasi dan edukasi menerapkan struktur bentang lebar untuk menampung konsep konservatori dan aktivitas pengunjung didalamnya.
4.2.C.2 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay secara spesifik meletakan sistem utilitas dan service didlam tanah untuk memudahkan distribusi energi kebangunan konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
4.3.C.2 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang yang ditunjukan untuk zona rekreasi dan edukasi dalam garden by the bay akan menampilkan sebuah ruang yang luas dengan hamparan pepohonan dan bermacam-macam
6.2.C.2 :
tumbuhan. Terdapat fitur danau juga yang dapat dimanfaatkan oleh wisata air di garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden
by the Bay)
Dengan membuka ruang pada zona rekreasi dan edukasi maka pengunjung akan merasakan pengalaman berada dalam hutan ditengah kota. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.3.C.2 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Zona edukasi dan rekreasi didesain dengan terbuka dengan sistem struktru ruangan bentang lebar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden
7.1.C.2 :
by the Bay)
Zona edukasi dan rekreasi didesain terbuka untuk memudahkan pengeawasan dimana terdapat beberapa titik cctv dengan beberapa cctv dilatan pada supertrees. (Sumber : buku GREEN
7.2.C.2 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Fuctional Planning Circulation


Garden by the bay memiliki beberapa sirkulasi yang ditunjukan untuk user yang berbeda beda. Terdapat sirkulasi untuk pengunjung, dan admin untuk pengelolaan taman. (Sumber : buku
1.1.C.3 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sirkulasi pada pengunjung dibuat semanarik mungkin dengan ruang ruang yang akan membentuk interaksi dengan tumbuhan serta dengan pengjung lainya. (Sumber : buku GREEN HOUSE
1.2.C.3 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Kebutuhan terhadap sirkualsi pengunjung yaitu sirkulasi untuk manssia yang diwadahi oleh pedestrian dan jalur kendaraan yang diwadahi oleh jalan serta parkir. (Sumber : buku GREEN
1.3.C.3 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Jalur pedestrian pedestrian dibuat dengan berkelok kelok agar menciptakan kesan ruang yang berbeda di tiap koridornya. Dansetiap koridor pedestrian melalui jenis temana yang berbeda
1.4.C.3 :
beda. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Jalur sirkulasi pada pengunjng didesan agar tetap mempertahankan kondisi alamiah dari garden by the bay dan seminim mungkin tempat untuk parkir untuk menekan penggunaan
2.1.C.3 :
transportasi umum menuju garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pada pedestrian terdapat tong sampah untuk menghindari penunjung yang membuang sampah di taman. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
2.4.C.3 :
Garden by the Bay)
Material pada zona jalur sirkulasi pengunjung haruslah yang ramah lingkunagn dan ramah pengunjung.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
4.1.C.3 :
Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


11 Di Ancol, Jakarta Utara
Sirkulasi vertical pada skywalk garden by the bay menggunakan struktur gantung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
4.2.C.3 :
Luas minimum pada jalur pedestrian pada garden by the bay untuk menampung lonjakan pengunjung dimasa mendatang. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
5.1.C.3 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk sirkulasi pada botanical center harus dibuat berkelok untuk dapat menjelajahi setap bangian pada taman dan mempelajari isi taman tersebut. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.1.C.3 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang sirkulasi pada garden by the bay tidak hanya diisi oleh masusia melankan oleh tumbuhan yang menjadi objek rekreasi dan edukasi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.2.C.3 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sistem struktur pada skywalk garden by the bay dengan struktur gantung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
7.1.C.3 :
Tiap koridor pada garden by the bay dilengkai dengan cctv. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
7.2.C.3 :

Fuctional Planning Flow


Sistem flow pada botanical center adalah dengan membaginya kedalam 3 bagian yaitu sirkulasi umum, sirkulasi pengelola dan sirkulasi service. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.1.C.4 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
.untuk sirkulasi service yang berhubungan dengan mesin pengelola energy harus didesain edngan material yang tidak mudah terbakar oleh api karena pada zona ini rentang terjadi
4.1.C.4 :
kebakaran. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Diperlukan adanya pengaman pada zona service dikhususkan pada zona service dibawah tanah dimana mesin yang bekerja hampir 24 jam sangat rentan terhadap kecelakaan. (Sumber :
7.2.C.4 :
buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Fuctional Planning Entry


Fungsi main entrance yang dibagi menjadi 3 akses utama, main entrance untuk pengunjung, pintu masukk pengelola dan pintu masuk untuk kendaraan service. (Sumber : buku GREEN
1.1.C.5 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Main entrance pada garden bay tne bay menagmmbarkan seperti masuk kedalam hutak kota dengan luas. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
1.3.C.5 :
Garden by the Bay)
Main entrance apda garden by the bay harus mudah diakses dan terlihat serta main entrance ini juga untuk mengakomodinir oengjunung yang masuk dengan kendaraan dan berjalan kaki
1.4.C.5 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemilihan main entrance dilakukan dengan melihat potensi yang ada dalam tapak yang dapat dimanfaatkan sebagai main entrance. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
2.1.C.5 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Penampilan main entrance dapat diubah dengan mempertimbangkan kelayakan serta estetika untuk menarik perhatian pengunjung. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
5.2.C.5 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang yan gdihadirkan dalam pmain entrance adalah kesan bahwa pengjunjung sedang berada dalam suatu lingkungan alami ditangah kota. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.2.C.5 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


12 Di Ancol, Jakarta Utara
Fuctional Planning Level Changes
Fungsi yang dibedakan dengan zona vertical adalah untuk membedakan soza rekreasi dan edukasi dengan zona ulititas, sebagaian besar utilitas garden by the bay dilakukan dalam ruang
1.1.C.6 :
bawah tanah atau basement. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Fungsi zona atas dikhususkan untuk sarana rekeasi dan ruang publik dengan taman, plaza dan banguann konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
1.2.C.6 :
Design at Garden by the Bay)
Perbedaan elevasi pada garden by the bay dilakukan untuk meletakan zona utilitas dari cuaca yang berubah ubah. Mesin pengelola energi ini beroperasi setiap saat (Sumber : buku GREEN
2.2.C.6 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sistem struktur pada zona atas didesain dengan menggunakan bentang lebar, sebgian bangunan menggunakan struktur rigid dan sistim struktur pada zona utilitas menggunakan sistem
4.2.C.6 :
dinding pemikul yang fungsi dan daya tahan terhadap gaza lebih besar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
struktur pada zona utilitas menggunakan sistem dinding pemikul yang fungsi dan daya tahan terhadap gaza lebih besar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
4.2.C.6 :
Design at Garden by the Bay)
Perbedaan level elevasi pada garden by the bay dimaksudkan agar kegiatan rekreasi dan edukasi pada taman tersebut tidak terganggu dengan utulitas dan pengelolaan energi yang besar.
6.3.C.6 :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sistem struktur pada tiap level bangunan ditunjukan dengan pertimbangan aman bagi pengunjung dan pekerja yang beraktifitas didalamnya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
7.1.C.6 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Spatial Quality The Realtive Important


Fungsi bangunan konservatori dalam bgrden by the bay merupakan fungsi yang paling penting dan berukuran paling besar. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
1.1.D.1 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Fungsi ruang publik pada garden by the bay tercermin dari taman pusat diluar bangunan konservatori yang terletak dibawha gugusan struktur supertrees dimana taman tersebut berada
1.2.D.1 :
ditengah dan merupakan paling penting dalam garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Taman terbuka dengan hamparan pepohonan merupakan fungsi terpenting dalam garden by the bay dan menjadikanya sebagai pusat konservasi terbesar. (Sumber : buku GREEN HOUSE
2.1.D.1 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dalam botanical centre ruang yang memiliki luasan oaling luas dan oaling besar merupakan ciri dari fungsi yang paling penting. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.2.D.1 :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Ukuran serta bentuk yang aling mencolok dalam garden by the bay menunjukan bangunan konservatori meupakan bangunan utama dalam garden by the bay. (Sumber : buku GREEN
6.3.D.1 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


13 Di Ancol, Jakarta Utara
Spatial Quality Functional

Fungsi bangunan konservatori merupakan fungsi utama dalam botanical center. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
1.1.D.2 :
Dalam meletakan fungsi utama dalam garden by teh bay didesain agar bangunan tersebut mencolok dan menjadi point of interest dari segala sudut pandang. (Sumber : buku GREEN
2.1.D.2 :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan sistem struktur mega beam dan grid shell yang hanya digunakan pada bangunan konservatoru merupakan cara garden by the bay membedakan struktur untuk bangunan
4.2.D.2 :
utmanya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk dasar geodesic pada bangunan konservatori merupakan ciri yang menunjukan bangunan tersebut terdapat fungsi yang khusus. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.1.D.2 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang yang luas dalam sebuah bangunan uama merupakan cara garden by the bay menentukan fungsi utama dalam sebuah botanical center. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.2.D.2 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penampilan yang mencolok dalam bangunan konservatori merupakan pesan yang dimaksudkan bahwa bangunan tersebut terdapat fungsi yang spesifik. (Sumber : buku GREEN HOUSE
6.3.D.2 :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan sistem struktur mega beam dan grid shell yang hanya digunakan pada bangunan konservatoru merupakan cara garden by the bay membedakan struktur untuk bangunan
7.1.D.2 :
utmanya (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Spatial Quality Symbolic


Simbol dalam representasi bentuk diterapkan dalam bangunan konservatori dalam garden by the bay. Bangunan konservatori menggunakan desain oaling unik dalam kompkes tumbuhan
1.1.D.3 :
tersbeut (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Taman pusat pada garden by the bay tyang terletak tepat ditengah meupakan ruang publik besar yang gunakan untuk publik beraktivitas rekreasi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.2.D.3 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan sistem struktur yang ekpresif merupakan salah satu bentuk cara untuk menujukan bangunan utama dalam garden by the bay. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
4.2.D.3 :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan bentuk yang simbolik seperti supertrees dani pengelolaan lanskap dengan metafora akar anggreek . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
6.1.D.3 :
Design at Garden by the Bay)
Dalam bangunan konservatori ruang dibuat megah dan seperti kondisi lingkungan alamiahnya yang terwujud dalam fasad yang menjadi symbol meditarania dan tropis. (Sumber : buku
6.2.D.3 :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


14 Di Ancol, Jakarta Utara
Building Form

Bentuk bangunan dalam garden by the bay dibedakan dari ukuran dan keunikan dari bangunan tersebut. Bangunan konservatori yang merupakan bangunan utama dlam garden by the bay
1.1.E :
dibuat dalam ukuran besar dengan fungs menampung jenis tumbuhan yang berasal dari meditarnia dan tropis (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
at Garden by the Bay)
Bangunan dengan fungsi sosial didesain terbuka dan megah untuk menciptakan kesan berada dalam kondisi lingkungan alamiah di dunia nyata. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
1.2.E :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Bangunan konservatori memakan lahan dengan koofisien lahan 20% dari total seluruh lahan garden by the bay(54 Ha). (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
1.3.E :
Design at Garden by the Bay)
Bentuk bangunan konservatori dimabil edsarkan analisis yang paling optimal dengan pertumbuhan tumbuhan serta pemilihan bentuk yang dapat mengalirkan sirkulasi udara paling baik.
1.4.E :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Semua bangunan dalam garden by the bay berorientasi kepada lingkungan dimana pemilihan bentuk dengan merapkan konsep repesct for site. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.1.E :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk geodesic dalam bangunan konservatori garden by the bay diambil dari pola sunpath dan solar path agar beradptasi dengan cahaya alamisah. Hal ini untuk menghasilkan 4.500 lux
2.2.E :
kebutuhan cahaya tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk lanskpa dan bangunan sangat konteks terhadap lingkungan adalah dengan menerapkan desain berkelanjutan dimana semua konfigurasi banguan serta bentuk bangunan didasari
2.3.E :
oleh fenimena alamiah yang terjadi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Penggunaan material yang ramah lingkungan dan mampu untuk struktu bentang lebar dengan kontak langsung dengan cahaya alami. Matetial untuk memmbentuk juga harus lentur dan
4.1.E :
kuat seperti baja atau titanium. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori garden by teh bay menggunakan sistem struktur mega beam dan grid shell untuk menopang berat kaca dan rangka secara keseluruhan. (Sumber : buku GREEN
4.2.E :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori garden by teh bay tidak akan mengalami perubahan karena peruhaan yang terjadi terkait kuantiti serta sistem utilitas yang ada yang akan mempengaruhi kualitas
5.3.E :
didalamnya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk bangunan dalam garden by the bay dibedakan dari ukuran dan keunikan dari bangunan tersebut. Bangunan konservatori yang merupakan bangunan utama dlam garden by the bay
6.1.E :
dibuat dalam ukuran besar dengan fungs menampung jenis tumbuhan yang berasal dari meditarnia dan tropis(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
Garden by the Bay)
Bangunan dengan fungsi sosial didesain terbuka dan megah untuk menciptakan kesan berada dalam kondisi lingkungan alamiah di dunia nyata. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
6.2.E :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Tujuan dari pebentuk bangunan konservatori geodesic adalah menerapkan bentuk yang organis srta konteks terhadap lingkungan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
6.3.E :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Bangunan konservatori garden by teh bay menggunakan sistem struktur mega beam dan grid shell untuk menopang berat kaca dan rangka secara keseluruhan. (Sumber : buku GREEN
7.1.E :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


15 Di Ancol, Jakarta Utara
Aesthetic Design

Bentuk bangunan dalam garden by the bay didesain menyatu dengan lanskap edngan manggunakan konsep organis. Fungsi dari bentuk juga debadakan bedarakan ukuran dan tujuan
1.1.F :
fungsi didalamnya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk serta desain dalam garden by the bay difokuskan untuk perutmbuhan tumbuhan dan kenyamanan visual serta thermal yang baik bagi pengunjung. (Sumber : buku GREEN HOUSE
1.4.F :
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk bangunan konservatori dimabil edsarkan analisis yang paling optimal dengan pertumbuhan tumbuhan serta pemilihan bentuk yang dapat mengalirkan sirkulasi udara paling baik.
1.4.F :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Semua bangunan dalam garden by the bay berorientasi kepada lingkungan dimana pemilihan bentuk dengan merapkan konsep repesct for site. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
2.1.F :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk geodesic dalam bangunan konservatori garden by the bay diambil dari pola sunpath dan solar path agar beradptasi dengan cahaya alamisah. Hal ini untuk menghasilkan 4.500 lux
2.2.F :
kebutuhan cahaya tumbuhan. Penggunaan warna putih pada beam agar tidak mencolok dan menciptaan spectrum warna yang berbeda bagi tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE
GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk lanskap dan bangunan sangat konteks terhadap lingkungan adalah dengan menerapkan desain berkelanjutan dimana semua konfigurasi banguan serta bentuk bangunan didasari
2.3.F :
oleh fenimena alamiah yang terjadi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material pada kaca konservatori dengan warna hijau akan berpengaruh pada Susana yang terjadi didalamnya dan mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan.. (Sumber : buku
4.1.F :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan struktur mega beam dan grid shell merupakan kesan ritme yang manjadikan struktur yang estetik.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
4.2.F :
at Garden by the Bay)
Bentuk bangunan konservatori dengan skala menumental merupakan konsep bahwa bangunan konserbvatori merupakan bangunan utama dalam garden by the bay. (Sumber : buku
6.1.F :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Ruang dalam bangunan konservatori yang megah merupakan hasil proporsi dengan tumbuhan yang ada dialamnya. Seperti dalam cloud forest bangunan dibuat menjulang 45m ke atas
6.2.F :
untuk menampung fungsi gunung buatan dan skywalk. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Perletakan 2 bangunan konservatori di ujung marina bertujuan untuk memberi kesan jika bangunan tersbeut merupakan pusat dari lanskap garden by the bay. (Sumber : buku GREEN
6.3.F :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan struktur mega beam dan grid shell merupakan kesan ritme yang manjadikan struktur yang estetik.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
7.1.F :
at Garden by the Bay)

Perancangan Botanical Centre


16 Di Ancol, Jakarta Utara
Aesthetic Design

Fungsi utama dari struktur mega beam dan grid shell adalah untuk menopang berat kaca serta membuat bentang yang snagat luas. Fungsi struktur juga sebagai self shading. (Sumber :
1.1.G :
buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Fungsi utama dari struktur mega beam dan grid shell adalah untuk menopang berat kaca serta membuat bentang yang snagat luas..bentang yang tercipta adalah 80m dengan ruang
1.3.G :
dibawah kaca konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemilihan struktur mega beam dan grid shell adlaah pertimbangan lux yang ihasilkan saat struktur tersebut menopang konservatori. Sengan grid shell cahay yang masuk sesuai dengan
2.2.G :
kebutuhan tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material baja sebagai struktur merupakan langkah untuk menaggapi desain yang dinamis dan kuat untuk menopang bobot keselutruhan konservatori. (Sumber : buku GREEN
4.1.G :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan struktur mega beam dan grid shell merupakan kesan ritme yang manjadikan struktur yang estetik.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
4.2.G :
at Garden by the Bay)
Dengan struktur dinding pemilkul maka fungsi utilitas terlindungi dari getaran dan gaya dari luar serta aman penggunanya dari atas permukaan.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
4.3.G :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Bentuk dari struktur tersebut adalah geodesic dome dengan eklorasi terhadap kebutuhan ruang dan lanskpa alamiah.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental
6.1.G :
Design at Garden by the Bay)
Ruang yang tercipta untuk menciptakan suasana kondisi alamiah lanskap meditarania dan hutan hujan tropis.. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design
6.2.G :
at Garden by the Bay)
Struktur mega beam dikatan sebagai salah satu skeleton terbesar di dunia . (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
6.3.G :
Penggunaan struktur mega beam dan grid shell merupakan kesan ritme yang manjadikan struktur yang esteti serta aman bagi pengunjung dan tumbuhan didalamnya. (Sumber : buku
7.1.G :
GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Use of Materials
Penggunaan material yang ramah lingkungan dan khusus pada bangunan konservatori material harus dapat menkonserv sejumlah besar ebenrgi yang dikeluarkan untuk mengdinginkan
1.1.H :
ruangan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material yang ramah trhadap pengunjung dimana menghindari efek negetif yang berlebih pada saat terjadi keselapaakan. Material yang tidak licin dan tiadk terlalu kasar..
1.2.H :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Pemlihan material pada bangunan konservaotori terutama pada kaca sangat berkaitan dengan ebergi yang digunakan didalamnya. Jika kaca kaca mampu menyepra dan memantulkan
1.4.H :
kembali panas maka energi yang gunakan akan jauh lebih seidkit. Hal ini yang mendasari penggunaan material ramah lingkungan dengan tujuan untuk efisiensi terhadap penggunaan
energi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Penggunaan material yang hemat energi juga didasari oleh pengaruh iklim yang ada. Low e glass dipilih untuk meminimalisir suhu ruangan yang ada dalam bangunan konservatori (Sumber
2.2.H :
: buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material juga harus dipikirkan dari mana material tersbeut berasal. Dengan menggunakan material regional maka tujuan untuk meminimalisir jejak karbon juga akan berhasil.
2.3.H :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material yang ramah lingkungan dan khusus pada bangunan konservatori material harus dapat menkonserv sejumlah besar ebenrgi yang dikeluarkan untuk mengdinginkan
4.1.H :
ruangan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Perancangan Botanical Centre
17 Di Ancol, Jakarta Utara
Penggunaan material baja sebagai sistem struktur dipilih karna baja yang sifatnya dapat dibentuk sesuai dengan desain yang diinginkan dan baja merupakan material yang dapat di daur
4.2.H :
ulang hingga 30%. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Material kaca loe e-glass dapat dibentuk dengan bentuk konservatori yang didukung dengan grid shell sebagai dasar dan alas kaca pada bangunan konservatori. (Sumber : buku GREEN
6.1.H :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material baja sebagai sistem struktur dipilih karna baja yang sifatnya dapat dibentuk sesuai dengan desain yang diinginkan dan baja merupakan material yang dapat di daur
7.1.H :
ulang hingga 30%. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Penggunaan material baja dapat tahan dengan api dengan semprotan dengan api. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
7.3.H :

Environment Controll System


Fungsi dari penggunan bangunan yang mengelola sumber energi adalah untuk mengelola kembali energi yang digunakan oleh bangunan. Garden by the bay sanagat berfokus kepada
1.1.I :
efisiensi energi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dalam membentuk sebuah taman yang ekologis, garden by the bay bertujuan untuk membuat ekosistem dan habitat bagi manusia dimana manusia tidak hanya berinteraksi dengan
1.2.I :
manusia lain melankan dengan alam dan tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Menejemen energi yang dilakukan dalam garden by the bay juga dilakukan dengan memanfaatkan karakter lingkungan yang sudah ada sebelumnya seeprti penggunaan irigasi air untuk
2.1.I :
tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan teknologi untuk pendingin bangunan konservatori dengan radiant coolong system agar menciptakan suhuruangan yang ekologis serta irit biaya. (Sumber : buku GREEN
2.2.I :
HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay berusaha untuk mendaur ulang semua energi yang digunakan didalamnya. Slah satunya adalah daur ulang limbah daun menjadi sumber listrik dengan biomass. Dan
2.3.I :
pemanfaatan air hujan sebagai efek dari embun buatan dalam bangunan konservatori. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)

Garden by the bay tidak menghasilkan limbah berbahaya karena limbah sudah melewati tahap daur ulang dan sterilisasi. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING
2.4.I :
Environmental Design at Garden by the Bay)
Penggunaan material yang efisien seperti penggunaan low e-glass adalah daya untuk mengatur lingkungan buatan seperti lingkungan alami. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
4.1.I :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Sistem struktur yang sebagaian besar menggunakan materisl baja yang dapat di daur ulang hingga 30%. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at
4.2.I :
Garden by the Bay)
Dengan menerapkan konsep berkelanjutan garden by the bay didesain untuk meniru kondisi lingkungan alamiah dari berbagai belahan dunia dengan sistem utilitas yang bekerja dibawah
4.3.I :
permukaannya. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Dengan menerapkan konsep berkelanjutan garden by the bay berpengaruh kepada oerkembangan site yang kondisi lingkungnya baik dari segi daya dukung lahan, air, cahaya, air polusi,
5.1.I :
suara dan penghijauan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay akan teta menjadi lahan penghijauan yang dilindungi oleh nasional karena menyumbang banyak pengetahauan serta manfaat lingkungan yang tidak dapat dihitung.
5.3.I :
(Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Garden by the bay menciptakan sebuah lingkunagn alam kembali ditenha kota. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
6.3.I :
Garden by the baydidesain dengan pengamanan menyeluruh terhadap bencana kebarakan yang akan melindungi mansuia dan tumbuhan. (Sumber : buku GREEN HOUSE GREEN
7.3.I :
ENGINEERING Environmental Design at Garden by the Bay)
Perancangan Botanical Centre
18 Di Ancol, Jakarta Utara
Blok Plan
Lampiran Gambar

Site Development

Functional Planning

Perancangan Botanical Centre


19 Di Ancol, Jakarta Utara
Spatial Quality
Lampiran Gambar

Building Form

Aesthetic Design

Perancangan Botanical Centre


20 Di Ancol, Jakarta Utara
Lampiran Gambar
Structural System

Use Of Material

Perancangan Botanical Centre


21 Di Ancol, Jakarta Utara
Lampiran Gambar
Environment Control System

Perancangan Botanical Centre


22 Di Ancol, Jakarta Utara
PERANCANGAN BOTANICAL CENTRE
DI KAWASAN ANCOL, JAKARTA UTARA
UJIAN TENGAH SEMESTER

BUKU MATRIKS 1
Disusun Sebagai Buku Lampiran
Karya Tugas Pra Tugas Akhir

OLEH
DIEGO VETO ARMANDO
052 12 032

Pembimbing Utama
Prof. Dr-Ing. Ir. Dedes Nur Gandarum, MSA

Pembimbing Pendamping
Ir. Rita Walaretina, MSA

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERTITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIK
2015
PERANCANGAN KEMBALI CIRCUIT BUILDING SENTUL
INTERNATIONAL CIRCUIT DI SENTUL
UJIAN TENGAH SEMESTER

BUKU MATRIKS 1
Disusun Sebagai Buku Lampiran
Karya Tugas Pra Tugas Akhir

OLEH
RIZKI ADHI WIGUNA
052 12 102

Pembimbing Utama
Ir. Lili Kusumawati M, MT

Pembimbing Pendamping
Ir. Tulus Widiarso, MT

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERTITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIK
2015
A B C D E F G H I

BLOK PLAN SITE DEVELOPMENT FUNCTIONAL PLANNING Spatial Quality

Environmental Control System


Komponen
1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3

Structural System
Perencangan

Aesthetic Design

Use of Material
Building Form
Indentification of

Their Relative
Pedestrian Ways

Composition on

Pedestrian Path

Activity Zoning
Building Form

Level Changes
Exterios Space

Drop Off and

Organization
Building and
Open Space
Circulation

Circulation

Functional
Preservasi
Aspek

Symbolic
Land use

Parking

Parking
the Site

Service
Entry

Entry
Flow
Easy
Perencangan

1.1. 1.1. 1.1.A. 1.1.A. 1.1. 1.1. 1.1.B 1.1. 1.1.B 1.1.C 1.1.. 1.1. 1.1.C. 1.1. 1.1. 1.1. 1.1.D. 1.1.D
1 Fungsional A.1 A.2 3 4 A.5
1.1.B.1
B.2 .3
1.1.B.4
B.5 .6 .1 C.2 C.3 4 C.5 C.6 D.1 2 .3
1.1.E 1.1.F 1.1.G 1.1.H 1.1.I

1.2. 1.2.A. 1.2. 1.2.B 1.2.C 1.2. 1.2. 1.2. 1.2. 1.2.D
2 Sosial 1.2.B.1 1.2.B.4 1.2.E 1.2.H 1.2.I
Human

A.2 4 B.2 .6 .1 C.2 C.3 C.6 D.1 .3


1

1.3.A. 1.3. 1.3. 1.3. 1.3.B 1.3. 1.3.


3 Fisik 3 A.5
1.3.B.1
B.2 B.5 .6 C.3 C.5
1.3.E 1.3.G

1.4.A. 1.4. 1.4. 1.4.B 1.4. 1.4. 1.4.


4 Fisiologi 3 A.5 B.2 .6 C.2 C.3 C.5
1.4.E 1.4.F 1.4.H

2.1. 2.1. 2.1.A. 2.1.A. 2.1. 2.1. 2.1. 2.1.B 2.1. 2.1. 2.1. 2.1. 2.1. 2.1.D.
1 Site A.1 A.2 3 4 A.5 A.6
2.1.B.1
B.2 .3
2.1.B.4
B.5 C.2 C.3 C.5 D.1 2
2.1.E 2.1.F 2.1.I
Environmental

2.2. 2.2. 2.2. 2.2.B 2.2. 2.2.


2 Climate A.2 A.5
2.2.B.1
B.2 .6 C.2 C.6
2.2.E 2.2.F 2.2.G 2.2.H 2.2.I
2

2.3. 2.3. 2.3. 2.3. 2.3.


3 Context A.1 A.2 A.6
2.3.B.1
B.2 B.5
2.3.E 2.3.F 2.3.H 2.3.I

2.4. 2.4. 2.4.


4 Waste A.6 B.5 C.3
2.4.H 2.4.I

3.1.
1 History
Cultural

A.6
3

3.2. 3.2.
2 Institional B.2 C.2
4.1. 4.1.A. 4.1.A. 4.1. 4.1. 4.1.B 4.1. 4.1. 4.1.C.
1 Material A.2 3 4 A.5
4.1.B.1
B.2 .6 C.2 C.3 4
4.1.E 4.1.F 4.1.G 4.1.H 4.1.I
Teknologi

Struktur / 4.2. 4.2.A. 4.2.A. 4.2. 4.2. 4.2.B 4.2.C 4.2. 4.2. 4.2. 4.2.D. 4.2.D
2 4.2.B.4 4.2.E 4.2.F 4.2.G 4.2.H 4.2.I
4

Sistem A.2 3 4 A.5 B.5 .6 .1 C.2 C.3 C.6 2 .3

4.3. 4.3.A. 4.3. 4.3. 4.3.B 4.3. 4.3.


3 Utilitas A.2 4
4.3.B.1
B.2 B.5 .6 C.2 C.6
4.3.G 4.3.I

5.1. 5.1.A. 5.1.A. 5.1. 5.1. 5.1.B 5.1.


1 Perkembangan A.2 3 4 A.5
5.1.B.1
B.2 .6 C.3
5.1.I
Temporal

5.2.A. 5.2.B 5.2.


2 Perubahan
5

3 .4 C.5
5.3. 5.3. 5.3. 5.3. 5.3.
3 Permanen A.1 A.2 A.6
5.3.B.1
B.2
5.3.B.4
B.5
5.3.E 5.3.I

6.1. 6.1.A. 6.1. 6.1.B 6.1. 6.1.D. 6.1.D


1 Bentuk A.2 3
6.1.B.1
B.2 .6 C.3 2 .3
6.1.E 6.1.F 6.1.G 6.1.H
Estetika

6.2. 6.2.A. 6.2.A. 6.2. 6.2. 6.2.B 6.2.B 6.2.C 6.2. 6.2. 6.2. 6.2. 6.2.D. 6.2.D
2 Ruang 6.2.B.1 6.2.B.4 6.2.E 6.2.F 6.2.G
6

A.2 3 4 A.5 B.2 .4 .6 .1 C.2 C.3 C.5 D.1 2 .3


6.3. 6.3.A. 6.3. 6.3. 6.3.B 6.3.C 6.3. 6.3. 6.3. 6.3.D.
3 Meaning A.2 4 A.6 B.2 .6 .1 C.2 C.6 D.1 2
6.3.E 6.3.F 6.3.G 6.3.I

7.1. 7.1.A. 7.1. 7.1.B 7.1. 7.1. 7.1. 7.1.D.


1 Struktural A.2 3 B.5 .6 C.2 C.3 C.6 2
7.1.E 7.1.F 7.1.G 7.1.G
Safety

7.2.A. 7.2. 7.2. 7.2.B 7.2. 7.2. 7.2.C.


2 Personal 7.2.B.1
7

4 B.2 B.5 .6 C.2 C.3 4


7.3.A. 7.3. 7.3.
3 Kebakaran 4 A.5 B.2
7.3.G 7.3.I