Anda di halaman 1dari 5

1.

Gambar protozoa

1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla
1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla
  • 2. Jenis-jenis porifera

    • a. Scypha gelatinosa

1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla
  • b. Grantia

1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla
  • c. Pheronema sp

1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla
  • d. Spongilla

1. Gambar protozoa 2. Jenis-jenis porifera a. Scypha gelatinosa b. Grantia c. Pheronema sp d. Spongilla

e.

Corticium.

e. Corticium. 3. Jenis Jenis Coelenterata Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa
  • 3. Jenis Jenis Coelenterata Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Bagaimana ciri-ciri dari ketiga kelas tersebut?

e. Corticium. 3. Jenis Jenis Coelenterata Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa

Gambar 8.12 Beberapa hewan Coelenterata

  • a) Hydrozoa. Pernahkah Anda melihat Hydra, Obelia, atau Physalia. Ketiga jenis

hewan ini merupakan contoh dari Coelenterata. Perhatikan Gambar 8.12 agar lebih jelas!

(1) Hydra Berdasarkan pengamatan dapat kita lihat bentuk Hydra seperti kantung, berongga, dan tidak bersekat. Hidupnya secara soliter di air tawar. Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya jentik nyamuk, udang, kerang. Hydra bereproduksi secara aseksual dan seksual. Agar lebih jelas, lihatlah Gambar 8.13!

e. Corticium. 3. Jenis Jenis Coelenterata Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa

Gambar 8.13 Hydra dengan alat perkembangbiakannya

(2) Obelia Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. Hidupnya sebagai koloni polip, yaitu polip hidrant yang berfungsi untuk makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat menghasilkan alat reproduksi. Agar lebih jelas, amati daur hidupnya pada Gambar 8.14!

(2) Obelia Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya

Gambar 8.14 Daur hidup Obelia

(3) Physalia Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk reproduksi (gonazoid) dan polip untuk menangkap mangsa (daktilozid).

(2) Obelia Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya

Gambar 8.15 Siklus hidup ubur-ubur

b) Schyphozoa Anda tentu sudah mengetahui bentuk dari ubur-ubur (Aurelia aurita)! Ubur-ubur mempunyai ukuran yang besar dan berbentuk medusa, hewan ini sering terdampar di pantai. Daur hidupnya seperti yang terlihat pada Gambar 8.15. Coba Anda jelaskan fase- fase daur hidup ubur-ubur dengan melihat gambar! Perlu Anda ingat Schyphozoa memiliki bentuk dominan sebegai medusa. Hati-hati lagi jika menyentuh ubur-ubur karena tentakelnya mengandung sel penyengat dan mengeluarkan racun yang sangat gatal, jika tidak tahan kulit akan melepuh.

c) Anthozoa Pernahkah Anda melihat binatang berwarna-warni seperti bunga di dalam akuarium? Hewan itu termasuk kelas Anthozoa. Berdasarkan asal katanya, Anthozoa memiliki arti bunga, sering disebut sebagai mawar laut, bentuknya sangat indah. Hewan ini sebenarnya mempunyai tentakel. Termasuk jenis hewan ini adalah anemon laut dan hewan karang.

Kebanyakan hidup secara berkoloni yang membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang”.

Kebanyakan hidup secara berkoloni yang membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang”. Gambar 8.16 Anthozoa

Gambar 8.16 Anthozoa

  • 4. ….

  • 5. ….

  • 6. Jenis-Jenis Annelida

    • a. Polychaeta. Sesuai dengan namanya, kelompok cacing ini berambut banyak. Tiap segmen dilengkapi dengan parapodia, yaitu semacam kaki yang terdapat pada sisi kanan dan kiri tubuhnya. Kepala dapat terlihat jelas dan bermata. Anggota species cacing jenis ini paling banyak di antara cacing yang lain. Habitat berada di laut. Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah dapat dibedakan, larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut dengan trokopor. Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh. Anggota yang terkenal jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele). Di negara kita banyak terdapat di daerah Maluku, pada musim tertentu akan muncul di permukaan air laut. Cacing ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan yang mengandung protein tinggi.

    • b. Oligochaeta. Bentuk cacing Oligochaeta berkebalikan dari cacing Polychaeta, yaitu mempunyai sedikit seta/rambut, tidak mempunyai mata dan parapodia. Misalnya, cacing tanah (Pheretima sp.) berada di Asia, Lumbricus sp. Berada di Amerika. Cacing tanah mempunyai peranan penting dalam menyuburkan tanah, mengapa? Makanan cacing ini adalah zat-zat organik. Setelah zat-zat sisa organik dimakan cacing, selanjutnya dicerna di dalam usus yang dibantu oleh enzim selulose. Jika cacing mengeluarkan feses, maka akan dikeluarkan di permukaan tanah. Feses tersebut masih banyak mengandung kalium fosfor dan nitrogen sehingga tanah di permukaan menjadi subur, selain itu, cacing tanah ini banyak membuat lubang di dalam tanah sehingga pada tempat tinggalnya terdapat aerasi/pertukaran udara berjalan dengan baik. Apakah Anda mengetahui cacing tanah ini juga sangat baik menjaga lingkungan? Dewasa ini telah banyak dikembangkan cara beternak cacing tanah dengan sampah-sampah organik. Cacing ini akan berkembang biak dengan baik dan dapat digunakan untuk makanan ternak dan ikan karena mengandung protein yang tinggi dan sebagian dapat digunakan untuk pupuk. Karena sampah-sampah tersebut dimanfaatkan, maka pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Dengan demikian, lingkungan tetap dapat terjaga dengan baik. Perlu Anda ketahui ada satu species, yaitu Tubifex sp. yang dapat dipakai sebagai “indikator pencemaran air yang berat” cacing ini hidup di got, sungai, dan parit yang tercemar bahan organik biasanya air tersebut berwarna merah. Makanan

cacing ini adalah zat-zat organik dalam air tersebut. Jadi, jika tidak ada zat organik dalam air tersebut, maka cacing ini tidak dapat hidup. Dengan demikian apabila dalam suatu peristiwa terdapat banyak cacing Tubifex, maka perairan di daerah itu telah tercemar.

c. Hirudinea. Anggota jenis cacing ini tidak mempunyai rambut, parapodia, dan seta. Pernahkah Anda melihat lintah (Hirudinaria javanica) atau pacet (Haemadippza zeylania)? Tempat hidup hewan ini ada yang berada di air tawar, air laut, dan di darat. Anda pasti sudah mengetahui bila lintah merupakan hewan pengisap darah, pada tubuhnya terdapat alat pengisap di kedua ujungnya yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya. Pada saat mengisap, lintah ini mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat antipembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. Setelah kenyang mengisap darah, lintah itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam air.

  • 7. Cacing laor