Anda di halaman 1dari 8

RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL

2.1. Komponen Lingkungan Terkena Dampak


2.1.1. Komponen Geo-Fisik-Kimia
sumber daya geologi, tanah, air permukaan, air bawah tanah, udara, kebisingan,
dan lain sebagainya.
2.1.2. Komponen Biologi
vegetasi/flora, fauna, tipe ekosistem, keberadaan spesies langka dan/atau
endemik serta habitatnya, dan lain sebagainya.
2.1.3. Komponen Sosio-Ekonomi-Budaya
tingkat pendapatan, demografi, mata pencaharian, budaya setempat, situs
arkeologi, situs budaya dan lain sebagainya.
2.1.4. Komponen Kesehatan Masyarakat
seperti perubahan tingkat kesehatan masyarakat.
2.2. Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Ada Di Sekitar Lokasi Rencana Usaha
Dan/Atau Kegiatan
Dampak yang ditimbulkan usaha dan/atau kegiatan tersebut terhadap lingkungan
hidup. Yang mempengaruhi lingkungan setempat. Dapat dilengkapi dengan peta
yang sesuai dengan kaidah kartografi dan/atau label dengan skala memadai dan
bila perlu harus dilengkapi dengan diagram, gambar, grafik atau foto sesuai dengan
kebutuhan;

RONA LINGKUNGAN
Rona lingkungan disebut pula sebagai Environmental Setting atau Environmemtal

Baseline yang merupakan keadaan lingkungan sebelum proyek dibangun. Untuk studi

evaluasi (SEL) rona lingkungan dapat disebut sebagai keadaan lingkungan sewaktu dilakukan

penelitian. Penyusunan deskripsi dari rona lingkungan merupakan bagian dasar yang sangat

penting dalam proses AMDAL seperti halnya dengan penyusunan deskripisi proyek.

Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek yang akan

dibangun di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia

(permukiman, pertanian, dan lain sebagainya). Dua kegunaan rona lingkungan dalam proses

proses pendugaan lingkungan mempunyai dua kegunaan utama yaitu :

1. Pendugaan keadaan lingkungan di masa yang akan datang tanpa proyek.

2. Kedaan lingkungan di masa yang akan datang tanpa proyek.

Untuk dapat melakukan pendugaan ini diperlukan pemahaman mengenai sifat dan
dinamika dari lingkungan tersebut. Untuk memahami sifat dan dinamika ini diperlukan
pemahaman mengenai komponen-komponen lingkungan dan hubungan timbal-balik antara
komponen tersebut. Attributes lingkungan, definisi mengenai Attributes lingkungan adalah
sebagai berikut : variable atau komponen-komponen yang menunjukkan ciri atau sifat
lingkungan tersebut sebagai Attributes, dan perubahan Attributes lingkungan menunjukan
indikator dari adanya perubahan dari lingkungan

Metode metode dalam penyusunan Dokumen ANDAL


1. Metode identifikasi rona lingkungan hidup awal
Identifikasi rona lingkungan hidup awal mengungkapkan secara mendalam komponen
komponen lingkungan hidup dan sumber daya potensial di wilayah yang akan dibangun
suatu proyek. Data yang representative yaitu data yang mewakili jumlah seluruh sampel dan
variabilitas harian, bulanan atau musiman.

Komponen fisik dan kimia


Data primer aspek fisika dan kimia dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan
atau pengumpulan data di lapangan.
a. Kualitas udara
Parameter kualitas udara yang diukur beserta metode dan peralatannya sesuai dengan
Surat Keputusan Mentri KLH No 02/MENKLH/1998 yang dapat dilihat.
No Parameter Metode Analisis Peralatan
1. Kebisingan Pengukuran in situ Sound level meter
2. Debu Gravimetri High Volume Sampler
3. SO2 Pararosalin Spektofotometer
4. NOx Saltzman Spektofotometer
5. CO NDIR NDIR Analyzer
6. H2 S Mercurythiocyatenate Spektofotometer
7. NH3 Nessler Spektofotometer
8. Pb Gravimetric High Volume Sampler

b. Fisiografi
Fisiografi meliputi keadaan fisiografi dan topografi daerah, sifat sifat morfologi
tanah dan kandungan kimia tanh, dan neraca air.
Komponen Parameter Metode Pengumpulan Data Metode Analisis
lingkungan Lingkungan Metode Lokasi Data
Iklim -Suhu -Pengumpulan -Pelabuhan -Tabulasi data
-Kelembaban data sekunder udara terdekat -Klasifikasi
nisbi udara -Pengukuran -Stasiun Sehmitc dan
-Kualitas udara dilapangan ( utk Meteorologi Ferfuson, Koppen
kualitas udara ) terdekat dan oldeman.
Hidrologi -Tinggi muka air Pengamatan -Sungai -Analisis hidrograf
tanah lapangan -Saluran -Pengukuran
-Pola aliran dan -Pengukuran primer, lapangan
debit sungai lapangan sekunder, -Penilaian ahli
-Tinggi lama, tersier
dan frekuensi
genangan atau
banjir
Sifat fisik -Warna -Pengukuran in -Sungai -Titrimetrik
air -Rasa dan bau situ -Saluran Spektrofotometrik
permukaan -kekeruhan -Pengambilan primer,
padatan sampel air sekunder dan
tersuspensi -Titrasi tersier.
-pH
-DO
-BOD
-COD
-Kesadahan total
-Kalsium ( ca)
-Magnesium
(Mg)
-Mangan ( Mn)
-Karbonat (CO3
)
-Nitrit ( NO2 )
-Nitrat ( NO3)
-Sulfat ( SO4 )
Tanah -Fisiografi -Observasi -Lahan -Penilaian ahli
litologi lapang gambut -Analisis
-Sifat fisik tanah -Pengeboran dan -Lahan rawa laboratorium
-Sifat kimia pengambilan
tanah sampel tanah

c. Komponen biologi
Komponen biologi yang ditelaah meliputi flora dan fauna serta organism lainnya, baik
darat maupun perairan. Data yang diambil berupa indeks keanekaragaman, indeks
pemerataan, dan kelimpahan suatu organism.
Parameter Metode peralatan Lokasi Analisis Data
Pengambilan
Samping

Ekosistem -Sistematik - Plankton Perairan Indeks


akuatik : random net sekitar keanekaragaman,keseragaman,
- Plankton sampling - dan kelimpahan
- Bentos -Transfek Eckmangrab
- Rumput laut sampling
ganggang -Kuadrat
sampling
Ekosistem darat: -Point -Meteran Pada lokasi Indeks keanekaragaman,
- Pekarangan quarter -Kompas proyek dan kerapatan, dan dominasi
- Sawah sampling -Tali plastic sekitarnya
- Kebun -Line -Patok yang
campuran intercept, terdapat
- Bantaran belt transect banyak
sungai -Bisect vegetasi.
-Distance
method
Fauna daratan ( -sensus -Teropong -Pada lokasi -Frekuensi kehadiran
satwa liar dan langsung -Alat Tulis proyek -Indeks keanekaragaman,
domestic ) dan -wawancara -Buku bagian darat dominasi dan keseragaman
mikroorganisme. - identifikasi yang
inventarisasi terdapat
- banyak
Pengamatan fauna
jejak/bekas
kotoran
hewan

d. Komponen social, ekonomi, dan budaya


Komponen social yang penting di antaranya adalah demografi, ekonomi, dan budaya.
Metode yang digunakan untuk pengambilan data sosial dapat dilihat pada table
Komponen Parameter lingkungan Sumber data Metode analisis
lingkungan Data Data kuantitatif Kualitatif
primer sekunder
Sosial -kegiatan -observasi -monografi -tabulasi -gambaran
ekonomi perekonomian - kecamatan, silang keluar-masuk
-mata pencaharian dan wawancara kelurahan,dan uang
pendapatan desa -potensi
-sistem penguasaan ekonomi
tanah masyarakat

demografi -struktur -observasi -monografi -tabulasi -


kependudukan desa dan silang menggambar
- kecamatan kecenderungan keadaan
jumlah,kepadatan,jenis memusat demografi
kelamin,dan -data statistik penduduk da
persebaran penduduk desa
Sosial -adat -observasi -monografi -data statistik -
budaya istiadat,kebiasaan, dan - desa dan deskriptif menggambar
norma yang berlaku wawancara kecamatan -sosiogram situasi social
-pranata sosial -kuisioner dan budaya
-masalah sosial masyarakat
setempat

Kesehatan -keadaan dan system -kuisioner -monografi -data statistic -identifikasi


masyarakat kesehatan yang ada peskesmas deskriptif jenis pola
-angka penderita sakit dan balai penyebaran
dan kematian kesehatan -sistem pola
-sanitasi lingkungan setempat pengebotan
-fasilitas medis dan masyarakat
status gizi
-endemik
-pendemik dan
epidemik

2. Metode prakiraan dampak kegiatan pembangunan


Prakiraan dampak adalah pengkajian kedalaman perubahan kualitas lingkungan yang
disebabkan pembangunan suatu proyek baik pra konstruksi, konstruksi, maupun pasca
konstruksi. Metode-metode yang dipakai dalam memprakirakan dampak, yaitu:
a. Model matematik
Pendekatan menggunakan persamaan matematis sehingga diperoleh nilai atau besaran
parameter lingkunga. Contoh persamaan matematis untuk studi kualitas air, yaitu:
Cm =

Cm : konsentrasi parameter kualitas air pada badanperairan setelah


bercampur dengan limbah cair kegiatan
Ca : konsentrasi parameter kualitas air pada badan perairan sebelum
bercampur dengan limbah cair kegiatan.
Cb : konsentrasi parameter kualitas air limbah kegiatan
Qa : debit badan air sebelum bercampur dengan limbah cair kegiatan
Qb : luas wilayah tangkapan air

b. Perkiraan dampak berdasarkan analogi


Pendekatan ini mempelajari fenomena dampak yang timbul akibat kegiatan proyek
sejenis yang telah berjalan pada daerah tertentu dan memiliki kesamaan dengan proyek yang
akan atau sedang dibangun.

c. Penggunaan standard baku mutu lingkungan


Pendekatan ini sesuai dengan baku mutu yang sudah ada, yaitu yang telah diterbitkan
pemerintah,seperti PP No.20 tahun 1990, Keputusan MENKLH No. 02/ MENKLH/1998,
serta standard baku mutu lingkungan lainnya yang telah disepekati.

d. Penilaian oleh para ahli


Penilaian besarnya dampak ditetapkan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para
ahli sesuai dengan situasi di lapangan.

RONA LINGKUNGAN HIDUP


Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beranekaragam dalam bentuk, ukuran, tujuan,
dan sasaran. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman
faktor lingkungan hidup, dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinan timbulnya dampak
lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah:
1. Wilayah studi rencana usaha.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai SDA yang ada di wilayah studi rencana
usaha.
Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah
sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL:
Fisik Kimia
Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah diantaranya:
1. Iklim, kualitas udara, dan kebisingan
a. Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan,
keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
b. Data periodik bencana, seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang diwilayah studi
rencana usaha.
c. Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi
tersebut.
d. Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada
kondisi cuaca buruk.
e. Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha.
f. Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.
2. Fisiografis
a. Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
b. Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah.
c. Keunikan, keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara
geologis.
3. Hidrologi
a. Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
b. Rata-rata debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya.
c. Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
d. Kondisi fisik daerah resapan air, permukaan dan air tanah.
e. Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah.
f. Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan
industri.
g. Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air
yang terkait dengan limbah yang akan keluar.
4. Hidrooseanografi
Pola hidrodinamika kelautan seperti:
a. Pasang surut
b. Arus dan gelombang
c. Morfologi pantai
d. Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian.
5. Ruang, lahan, dan tanah
a. Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang
diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang.
b. Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun
oleh pemerintah setempat.
c. Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA
lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi bagi rencana
usaha.
d. Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada
diwilayah studi rencana usaha.

Bilologi
Komponen biologi yang penting untuk ditelaah diantaranya:
1. Flora
a. Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah studi rencana usaha.
b. Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang
yang berada dalam wilayah studi rencana usaha.
2. Fauna
a. Taksiran kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang dalam
wilayah studi rencana usaha.
b. Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang dianggap penting
karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan
penyakit.
c. Perikehidupan hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan cara
memelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorinya.
Sosial
Komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya:
1. Demografi
a. Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian,
pendidikan, dan agama.
b. Tingkat kepadatan penduduk.
c. Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi).
d. Tenaga kerja.
2. Ekonomi
a. Ekonomi rumah tangga.
b. Ekonomi sumber daya alam.
c. Perekonomian lokal dan regional.
3. Budaya
a. Kebudayaan.
b. Proses sosial.
c. Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi.
d. Warisan budaya.
e. Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kekuasaan.
f. Kekuasaan dan kewenangan.
g. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.
h. Adaptasi ekologis.
4. Kesehatan masyarakat
a. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan
berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Proses dan potensi terjadinya pemajanan.
c. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit.
d. Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko.
e. Sumber daya kesehatan.
f. Kondisi sanitasi lingkungan.
g. Status gizi masyarakat.
h. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.