Anda di halaman 1dari 7

ETIKA BISNIS DAN PROFESI

KASUS PARMALAT-ENRONNYA EROPA

Dosen Pembimbing
Vanica Serly, S.E., M.Si.

Nama:
Dilla Palasari (14043004)
Muharsa Farhan (!4043010)
Feby Ramadhani (14043108)
Tiara Suci Rahmadani (14043138)
Wiwi Hawin Sari (14043144)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
KATA PENGANTAR

Assalamualakum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia hingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan lancar. Allah SWT
yang menyelaraskan gerakan tangan dan fikiran penulis dalam merangkai huruf
menjadi kata dan selanjutnya menjadi kalimat dalam tugas ini.

Tugas ini berisi penjelasan mengenai Parmalat-Enron-nya Eropa. Penulis


mengucapkan terima kasih pada pihak pihak yang terlibat dalam penulisan tugas
ini terutama pada

1. Ibu Vanica Serly, S.E., M.Si. sebagai dosen mata kuliah Etika Bisnis dan
Profesi Akuntansi

2. Kepada teman-teman yang ikut membantu dalam proses pembuatan tugas


ini.

Semoga tugas ini bermanfaat bagi pembaca. Walapun begitu penulis tak
lepas dari kesalahan dalam tulisan, oleh karena itu penulis terbuka untuk kritik
dan saran agar tugas ini lebih baik lagi.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................
1
Daftar Isi...................................................................................................................
2
BAB I pendahuluan
A. Profil Perusahaan...................................................................................................
3
B. Ringkasan Kasus...................................................................................................
4
C. Pertanyaan.............................................................................................................
4
BAB II Pembahasan
A. Pembahasan Pertanyaan........................................................................................
5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................................
13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................
13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil Perusahaan
Parmalat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi
makanan, seperti susu, dairy products yang berasal dari susu seperti yoghurt,
cream, custard, dan keju, sertabeverages, yang berpusat di Italia. Selain susu dan
produk susu, Parmalat juga memproduksi jus buah yang dipasarkan dengan merek
Lactis, Santal, Mal, dan Kyr. Parmalat didirikan oleh Calisto Tanzi di tahun
1961, seorang mahasiswa drop out yang membuka pusat pasteurisasi di Parma.
Empat dekade berikut, parmalat berkembang menjadi perusahaan multinasional
dan membuat diversifikasi produk ke susu, produk susu, minuman, bakeri, dan
produk lain di tahun 80-an. Penawaran saham pertama (IPO) ke Milan Stock
Exchange di tahun 1990 dan sejak tahun itu Parmalat terus berekspansi.
Pada tahun 1990 saham Parmalat tercatat di Milan Stock Exchange dan
terus berkembang di tahun 1990an menjadi pemimpin pasar untuk perusahaan
yang memproduksi susu dan produk dairy.Tahun 1997, Parmalat masuk ke pasar
finansial dunia dengan melakukan beberapa akuisisi dengan utang-termasuk
diantaranya Western Hemisphere. Kondisi Parmalat mulai menurun sejak tahun
2001 dan puncakpenurunanterjadi di tahun 2003 dimana dia kolaps dengan hutang
sebesar 14 milyar euro.

B. Ringkasan Kasus
Pada tahun 2003, pendiri Parmalat yang bernama Calisto Tanzi terlibat
dalam kasus manipulasi keuangan yang berujung pada bangkrutnya perusahaan
Parmalat. Terdapat 16 tersangka yang berkaitan dalam kasus ini, yaitu termasuk
Chief Financial Officer perusahaan Parmalat, saudara serta dua anak Calisto
Tanzi, akuntan yang ada dalam Parmalat, dan direktur-direktur Parmalat. Selain
pihak-pihak yang telah disebutkan, kasus ini juga melibatkan auditor
yang mengaudit Parmalat, termasuk pihak Italaudit, Deloitte&Touche, Grant
Thornton, serta bank-bank yang berkaitan dengan Parmalat seperti Bank of

1
America. Tanzi dan pihak-pihak terkait diduga melakukan manipulasi harga
saham, menerbitkan laporan keuangan palsu, menyesatkan regulator laporan pasar
saham di Italia, dan menghalangi audit. Parmalat telah menggelapkan dana
sebesar 14 miliar Euro yang didapat dengan cara memanupulasilaporan keuangan
Parmalat.
Pada bulan September 2005, sidang pertama terkait kasus Parmalat
dilaksanakan. Sidang pertama membahas dugaan-dugaan tindakan tidak etis yang
dilakukan oleh Parmalat. Selanjutnya pada bulan Januari 2008, sidang kedua
dilaksanakan yang melibatkan tiga bank asing, yaitu Citigroup, Morgan Stanley,
dan Deutsche Bank, serta karyawan-karyawan Parmalat. Pihak-pihak tersebut
dituntut atas manipulasi harga serta memberikan informasi keuangan palsu. Lalu
pada bulan Maret 2008, sidang ketiga pun dilaksanakan. Sidang ketiga ini
melibatkan 55 terdakwa yang dituntut terkait kebangkrutan Parmalat dan
menyangkut masalah kriminal.
Kasus ini berakhir dengan dijatuhinya hukuman penjara selama 10 tahun kepada
pendiri Parmalat, Calisto Tanzi. Hukuman ini lebih ringan dibandingkan dengan
tuntutan jaksa, yaitu hukuman penjara selama 13 tahun. Italiaudit juga dikenaik
sanksi sebesar 240.000 euro dan penyitaan aset sebesar 455.000. Begitu juga Bank
of America, dikenai sanksi sebesar $98,5 miliar. Selanjutnya, Pamalat diserahkan
kepengurusannya kepada Enrico Bondi, yang ditunjuk secara langsung oleh
pemerintah, dimana ia melakukan tuntutan kepada bank-bank yang terlibat untuk
mendapatkan kembali sejumlah dana bagi Pamalat dan investornya.

C. Pertanyaan
1. Kondisi seperti yang tampaknya membuat situasi parmalat menajdi di
kluar kendali?
2. Prosedur audit spesifik seperti apakah yang tidak mampu membuka
kasuspenipuan sejak awal?
3. Langkah audit apa yang seharusnya diambil oleh Deloitte terkait
dengan 17 anak perusahaan offshore yang selanjutnya tetap diaudit
oleh Grant Thornton?

2
4. Apakah dampak tindakan penipuan di Parmalat bagri Grant Thornton
dan Deloitte & Touche?
5. Bagaimana wilayah-wilayah risiko di lingkungan kendali Parmalat
turut menyebabkan tindakan penipuan tersebut:integritas dan etik,
komitmen, partisipasi komite audit, filosofi manajemen, struktur dan
otoritas?
6. Bagaimana wilayah-wilayah risiko dalam startegi Parmalet turut
menyebabkan tindakan penipuan di Parmalat: perubahan dalam
lingkungan operasional, sistem dan orang-orang baru, pertumbuhan,
teknologi, bisnis baru, restrukturisasidan operasi di luar negeri?
7. Haruskah bank dan kreditur lain bertanggung jawab secara hukum
untuk apa yang disebut dengan pinjaman tidak bertanggung jawab
yang menyebabkan kerugian yang lebih besar dari yang seharusnya?
Jika demikian, bagaimana mereka melindungi diri mereka ketika
berurusan dengan klien yang kelangsungan usahanya diragukan?
8. Menurut anda, apakah penerapan model proyeksi kebagkrutan harus
menjadi alat yang biasa digunakan oleh auditor, kreditor, dan regulator
untuk menilai kewajaran suatu perusahaan?
9. Apakah indenpendensi hal yang penting dalam tata kelola perusahaan?
Apakah peraturan terkini tentang tata kelola perusahaan bagi
perusahaan publik?
10. Diskusikan perubahan mana yang harus dilakukan terhadap sistem
kontrol Parmalat dan struktur tata kelola perusahaan untuk mengurangi
risiko penipuan dalam bisnis dan akuntansi masa depan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

Anda mungkin juga menyukai