Anda di halaman 1dari 3

(LULUK)Slide Latar Belakang: Gambar ini menunjukkan sungai yang telah tercemar oleh

limbah detergen. Di Indonesia penggunaan detergen semakin lama semakin meningkat


sejalan dengan laju pertumbuhan industri2 dan peningkatan populasi pendduduk. Menurut
Sumarno dkk, di Indonesia penggunaan detergen mencapai 5 gram/kapita/hari.
Peningkatan penggunaan detergen ditunjang dengan semakin menjamurnya usaha
laundry. Walaupun usaha laundry memiliki dampak positif dalam segi ekonomi tetapi
memiliki dampak negative yaitu limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke perairan
tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu sehingga menyebabkan eutrofikasi. Menurut
hasil penelitian kami, dalam limbah laundry terdapat kandungan fosfat sebesar 0.3-0.35
ppm. Untuk mengurangi kandungan fosfat dalam limbah laundry yang dapat menyebabkan
eutrofikasi, maka saya Luluk, Lian, Puja, Reissa, dan Devinda dari Universitas Negeri
Semarang menawarkan sebuah solusi SINTESIS KARBON AKTIF DARI LIMBAH DAUN
JATI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI RADIASI GELOMBANG MIKRO SEBAGAI UPAYA
KONSERVASI ENERGI DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH LAUNDRY.

Slide slow sand filter-daun jati: Limbah laundry yang memiliki tingkat kekeruhan tinggi
harus diolah secara kontinyu dengan metode filtrasi dan adsorpsi. Dimana, unit filtrasi
berupa slow sand filter dari batu alam yang menurut mahlangu tahun 2011 dapat
mengurangi kekeruhan air limbah laundry sebesar 92% sehingga adsorpsi lebih efektif.
Setelah kekeruhan limbah laundry berkurang, maka langkah selanjutnya yaitu penurunan
kadar fosfat. Limbah laundry yang memiliki kandungan fosfat berlebih dapat dikurangi
dengan metode Biofilm dari mikrobia, bioremediasi, dan karbon aktif. Tetapi kami memilih
karbon aktif, karena secara teknologi lebih sederhana efisien dan dapat di aplikasikan
dalam masyarakat luas. Karbon AKtif yang kami pilih berasal dari limbah daun jati. Kenapa
kami memilih limbah daun jati? Karena limbah daun jati memiliki kandungan yang sangat
potensial untuk diolah menjadi karbon aktif yaitu Lignin, Selulosa dan TOC yang tinggi.

(DEVINDA)Slide metode pembuatan karbon aktif & penentuan dimensi prototype: Untuk
mensintesis karbon aktif dari limbah daun jati maka langkah yang pertama adalah #1.
Pengumpulan limbah daun jati #2. Limbah daun jati yang sudah terkumpul kemudian
dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110oC hingga mencapai berat konstan. #3.
Setelah mencapai berat konstan maka limbah daun jati dikecilkan ukuran partikelnya. #4.
Lalu,limbah daun jati di karbonisasi menggunakan furnace pada suhu 500oC selama 2 jam
#5. Langkah selanjutnya yaitu aktivasi fisik dan kimia. Aktivasi fisik yang dilakukan yaitu
menggunakan Furnace dengan suhu 700oC selama 1,5 jam dan Microwave dengan daya
600 watt selama 10 menit. Sedangkan untuk aktivasi kimia dengan Perendaman ZnCl2 20%
dan ZnCl2 30% . #6. Setelah diaktivasi, karbon aktif diuji menggunakan SEM, BET, FTIR,
dan Spektofotometer UV-VIS.

Produk karbon aktif yang sudah jadi digunakan untuk menentukan dimensi kolom filtrasi
dan adsorpsi yaitu dengan #1. mencampur karbon aktif dan larutan fosfat #2. Lalu,
diadsorpsi menggunakan shaker dengan variasi waktu, ph, dan konsentrasi awal fosfat. #3.
Setelah di shaker, langkah selanjutnya yaitu Penentuan laju adsorpsi dan pH yang optimal
menggunakan Spektrofotometri UV VIS. #4. Dari data yang di hasilkan, maka kolom filtrasi
dan adsorpsi dapat di desain.

(REISSA) Slide uji FTIR, BET dan SEM:

1.Pengaruh hasil aktivasi dapat dilihat melalui hasil uji FT-IR dimana Karbon dengan
aktivasi Microwave dan ZnCl2 30% menghasilkan gugus fungsi Zn-O yang paling tinggi.

2. Melalui uji BET dapat dilihat bahwa luas permukaan yang dihasilkan oleh proses aktivasi
menjadi lebih besar sehingga kadar fosfat yang dapat dijerap menjadi lebih banyak.

3. Uji SEM membuktikan bahwa proses aktivasi menggunakan microwave menyebabkan


pori-pori yang dihasilkan oleh karbon aktif menjadi lebih besar dan seragam.

Selain uji karakterisasi, juga dilanalisa kemampuan adsorpsinya melalui uji spektrofometri.

(LIAN) Slide uji Spektrofotometri dan Data Hubungan Antara Konsentrasi Awal Fosfat dan
Konsentrasi yang Terjerap :

1. Berdasarkan hasil uji spektrofotometri, pengaruh pH menghasikan efisiensi


penyerapan yang berbeda pada setiap aktivasi. Namun pH yang optimum berada pada
pH 2.
2. Selain pengaruh pH juga dianalisa pengaruh konsentrasi awal terhadap kemampuan
adsorpsi dimana semakin besar konsentrasi yang digunakan maka akan semakin besar
pula kadar fosfat yang terjerap, namun akan relative konstan setelah mencapai 90
ppm. Maka konsentrasi optimum penyerapan kadar fosfat yaitu 90 ppm.
3. Sama halnya dengan pengaruh konsentrasi awal, semakin besar waktu kontak yang
digunakan maka akan semakin besar kadar fosfat yang terjerap. Akan tetapi,
penjerapan relative konstan setelah mencapai 120 menit. Sehingga waktu penjerapan
yang optimum oleh karbon aktif yaitu 120 menit,
4. Data hubungan antara konsentrasi awal fosfat dan konsentrasi yang terjerap
dikorelasikan menggunakan isotherm Langmuir sehingga didapatkan kapasitas
adsorpsi karbon aktif sebesar . dan laju adsorpsi sebesar .

(PUJA) Slide dimensi alat sampai kesimpulan:

(dimensi alat) Berdasarkan data kapasitas dan adsorpsi serta uji sampel limbah
laundry dimana terdapat kadar fosfat sebesar 0.329 ppm didalamnya, maka dimensi yang
diperlukan untuk pengolahan limbah laundry yaitu :

(kesimpulan) Kesimpulan dari penelitian ini yaitu. Karakter karbon aktif berbasis
limbah relative lebih baik jika dihasilkan oleh aktivasi Microwave dan Aktivasi Furnace.
Kondisi optimal untuk penjerapan karbon aktif yaitu pada pH 2, konsentrasi awal 90 ppm,
dan waktu kontak 120 menit. Berdasarkan data-data tersebut maka prototype pengolahan
limbah laundry dapat didesain.
(saran) Agar ide ini dapat terwujud, diperlukan kerjasama antara kami sebagai peneliti
dengan pemilik usaha dan pemerintah sehingga dapat terealisasikan.

LANJUTIN PENJELASANNYA YAAA (NANTI DI PRINT BIAR DI HAFALIN ADEK


TINGKAT) POKOKNYA HARUS BELAJAR PRESENTASI BIAR LANCAR.

NB: estimasi waktu

Bagian slide 1: 2,5 menit (LATAR BELAKANG)

Bagian slide 2: 1,5 menit (METODE)

Bagian Slide 3: 2 menit (HASIL)

Bagian slide 4: 2 menit (HASIL)

Bagian slide 5: 2 menit (HASIL)

Ini reng2an waktu kasaran. Kalau bisa harus kurang dari itu. Malah HARUS!!! Biar
presentasinya OKE dan KECE!