Anda di halaman 1dari 8

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian


5.1.1 Data Umum
RSUDP3 Gerung adalah salah satu Rumah Sakit milik kabupaten Lombok Barat
sebagai rumah sakit dengan kelas tipe C yang telah memiliki sumber daya manusia serta
sarana dan prasarana kesehatan yang memadai dimana sejak tahun 2012 telah menjadi
badan layanan umum daerah (BLUD). Adapun wilayah RSUDP3 Gerungmempunyai
batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Kediri

Sebelah Selatan : Kelurahan Gerung selatan

Sebelah Barat : Kelurahan Kebon Ayu

Sebelah Timur : Kecamatan Kuripan

1. Data Demografi Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUDP3) Gerung
Dengan luas wilayah RSUDP3 Gerungadalah 40.000 m2 (4 Ha) dengan luas

bangunan sampai saat ini, 12.483, 18 m2, yang terletak dijalan H. L. Anggrat BA. No 2,

kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

2. Visi dan Misi Rumah Sakit Patut Patuh Patju (RSUDP3) Gerung
a. Visi : Rumah Sakit Yang Bermutu dan Terpercaya
b. Misi :
1. Memberikan pelayanan yang bermutu dengan mengutamakan keamanan dan
kenyamanan sesuai standar yang berlaku untuk mencapai kepuasan pelanggan
2. Mengembangkan kompetensi SDM Rumah Sakit secara berkesinambungan serta
menyelenggarakan pelayanan pendidikan, pelatihan dan penelitian yang
menunjang pelayanan kesehatan.

61
5.1.2 Data Khusus

1. Usia Responden
Usia responden dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu usia < 20 tahun,
20 s/d 40 tahun dan > 40 tahun, selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 5.4
Tabel 5.4Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Di RSUDP3 Gerung

No Usia Responden N %
1. < 20 tahun 0 00,0
2. 20 s/d 40 tahun 19 39,6
3. > 40 tahun 29 60,4

Total 48 100
Sumber Data Sekunder Tahun 2016

Berdasarkan tabel 5.4 menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai

usia < 20 tahun sebanyak 0 orang dari 48 responden (00,0 %), usia 20 s/d 40 tahun

sebanyak 19 orang dari 48 responden (39,6 %) dan usia > 40 tahun sebanyak 29 oramg dari

48 responden (60,4 %) . Hal ini dapat disimpulkan bahwa lebih banyak jumlah sampel

antara usia responden > 40 tahun dengan usia responden lainya.

2. Pekerjaan Responden
Pekerjaan responden setelah dikelompokkan sehingga dapat dilihat seperti pada
tabl 5..5

Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden Di

RSUDP3 Gerung Tahun 2017.

No Pekerjaan Responden N %
1. Buruh 6 12,5
2. IRT 21 43,8
3. Wiraswasta 16 33,3
4. PNS 5 10,4

Total 48 100,0
Sumber Data Sekunder Tahun 2016

Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai

pekerjaan sebagai buruh sebanyak 6 orang dari 48 responden (12,5%) , IRT sebanyak

21 orang dari 48 responden (43,8%), Wiraswasta sebanyak 16 orang dari 48 responden

(33,3 %) dan PNS sebanyak 5 orang dari 48 responden (10,4 %). Hal ini dapat

disimpulkan bahwa lebih banyak jumlah sampel antara pekerjaan IRT dengan pekerjaan

responden lainya

3. Pendidikan Responden

Pendididkan responden setelah dikelompokkan sehingga dapat dilihat pada Tabel

5.6.

Tabel5.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Responden

Di RSUDP3 Gerung Tahun 2017.

No Pendidikan Responden N %

1. Tidak Sekolah 0 00,0


2. SD 14
29,2
3. SMP 14 29,2
4. SMA 12 25,0
5. Perguruan Tinggi 8 16,7

Total 48 100,0
Sumber Data Sekunder Tahun 2016

Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak sekolah

sebanyak 0 orang dari 48 responden (00,0%), SD sebanyak 14 orang dari 48

responden (29,2%), SMP sebanyak 14 orang dari 48 responden (29,2%), SMA

sebanyak 12orang dari 48 responden (25,0%) dan perguruan tinggi sebanyak 8 orang
dari 48 responden (16,7%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa rata - rata jumlah sampel

yang digunakan yaitu tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA.

4. Pengetahuan Keluarga

Pengetahuan keluarga dikelompokkan menjadi 3 yaitu Baik, Cukup dan Kurang

selanjutnya dapat dilihat pada tabel 5.7

Tabel 5.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Keluarga

Di RSUDP3 Gerung Tahun 2017.

No Pengetahuan Keluaraga N %
1. Baik 31 64,6%
2. Cukup 11 22.9%
3. Kurang 6 12,5%

Total 48 100,0
Sumber Data Sekunder Tahun 2016

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat

pengetahuan keluaraga baik sebanyak 31 orang dari 48 responden (64,6 %), cukup

sebanyak 11 orang dari 48 responden (22,9 %) dan kurang sebanyak 6 orang dari 48

responden (12,5 %). Hal ini dapat dikatan bahwa lebih banyak jumlah responden antara

pengetahuan keluarga baik dari pada jumlah responden dengan pengetahuan keluarga

cukup dan kurang.


5.2 PEMBAHASAN
5.2.1 Usia
Berdasarkan tabel 5.4 menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai

usia < 20 tahun sebanyak 0 orang dari 48 responden (00,0 %), usia 20 s/d 40 tahun

sebanyak 19 orang dari 48 responden (39,6 %) dan usia > 40 tahun sebanyak 29 oramg

dari 48 responden (60,4 %) . Hal ini dapat disimpulkan bahwa lebih banyak jumlah

sampel antara usia responden > 40 tahun dengan usia responden lainya.

Mencermati hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

5.2.2 Pekerjaan
Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai

pekerjaan sebagai buruh sebanyak 6 orang dari 48 responden (12,5%) , IRT

sebanyak 21 orang dari 48 responden (43,8%), Wiraswasta sebanyak 16 orang dari

48 responden (33,3 %) dan PNS sebanyak 5 orang dari 48 responden (10,4 %). Hal

ini dapat disimpulkan bahwa lebih banyak jumlah sampel antara pekerjaan IRT

dengan pekerjaan responden lainya

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan

5.2.3 Pendidikan
Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak

sekolah sebanyak 0 orang dari 48 responden (00,0%), SD sebanyak 14 orang dari 48

responden (29,2%), SMP sebanyak 14 orang dari 48 responden (29,2%), SMA

sebanyak 12orang dari 48 responden (25,0%) dan perguruan tinggi sebanyak 8 orang

dari 48 responden (16,7%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa rata - rata jumlah sampel

yang digunakan yaitu tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh


5.2.4 Pengetahuan Keluarga
Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat

pengetahuan keluaraga baik sebanyak 31 orang dari 48 responden (64,6 %), cukup

sebanyak 11 orang dari 48 responden (22,9 %) dan kurang sebanyak 6 orang dari 48

responden (12,5 %). Hal ini dapat dikatan bahwa lebih banyak jumlah responden

antara pengetahuan keluarga baik dari pada jumlah responden dengan pengetahuan

keluarga cukup dan kurang.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan


BAB 6

SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini sebagai

berikut :

1. Sebagian besar Usia Ibu hamildengan preeklamsi berusia 20-30 tahun

2. Sebagian besar Ibu hamil yang mempunyai paritas dengan kejadian preeklamsi yaitu pada

primigravida dan grandemultigravida.

3. Sebagian besar Ibu hamil dengan preeklamsi terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan

tunggal (tidak gemelli).

4. Semakin tinggi usia Ibu hamil, semakin tinggi angka kejadian kehamilan ganda (gemelli),

semakin tinggi paritas ibu, maka semakin tinggi risiko terjadinya preeklamsi.

6.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini maka peneliti dapat menyarankan kepada:

1. Untuk instansi pemerintah yaitu Dinkes Lobar agar meningkatkan pemeriksaan berkala

preeklamsi bagi ibu hamil yang usia beriko maupun tidak beresiko, yang dilanjutkan

dengan pengobatan dan penyuluhan/sosialisasi melalui kelas ibu.

2. Untuk para ibu hamil agar meningkatkan kedisplinan ketika beresiko terjadi preeklamsi

khususnya menjaga kesehatan dengan makanan menu seimbang, untuk mencegah

terjadinya komplikasi saat hamil maupun pasca persalinan.

3. Untuk RSUDP3 Gerung meningkatkan screening atau penjaringan terhadap ibu hamil yg

beresiko maupun tidak beresiko secara dini, yang dapat menjaga atau menghindari diri
76
dari kejadian preeklamsi bagi para ibu hamil.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya dan dapat

dijadikan tolak ukur bagi peneliti yang akan meneliti variabel lain yang berhubungan

dangan usia, paritas, kehamilan ganda dengan kejadian Preeklamsi.