Anda di halaman 1dari 13

SKENARIO PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI (MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF) DALAM MATA PELAJARAN SAINS KELAS V SD

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa
agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran
terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual
mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara umum, strategi
dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertidak dalam usaha mencapai sasaran
yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai perencanaan
yang berisi mengenai rangkain kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Dari pengertian diatas, bias disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu
rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di dalamnya termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Strategi disusun untuk
mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah
pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai
fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi
sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur keberhasilannya.

Strategi pembelajaran dibedakan atas 7 jenis yaitu Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE),
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI). Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM). Strategi
Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB), Strategi Pembelajaran Kooperatif
(SPK). Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Strategi Pembelajaran Afektif (SPA).
Salah satu strategi pembelajaran yang digunakan di SD yaitu Strategi Pembelajaran Inkuiri.
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada
proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari
suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya
jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic,
yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

SPI merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki
banyak keunggualan, diantaranya yaitu (1) SPI merupakan strategi pembelajaran yang
menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang,
sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna. (2) SPI dapat memberikan
ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. (3) SPI merupakan strategi
yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar
adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. (4) Keuntungan lainnya adalah
strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas
rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajat bagus tidak akan terhambat oleh
siswa yang lemah dalam belajar.
Pembelajaran kooperatif (cooperative leraning) adalah model pembelajaran yang menggunakan
kelompok kelompok kecil dimana siswa dalam satu kelompok saling bekerja sama
memecahkan masalah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif
dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam
Ibrahim, dkk (2000:7-8) sebagai berikut. (1) Meskipun pembelajaran kooperatif meliputi
berbagai macam tujuan sosial, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam
tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu
siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Model struktur penghargaan kooperatif juga telah
dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang
berhubungan dengan hasil belajar. (2) Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda
menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Pembelajaran
kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latarbelakang dan kondisi untuk
bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui penggunaan
struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu sama lain. (3) Tujuan penting
ketiga dari pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama
dan kolaborasi. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih
kurang dalam keterampilan sosial (anwarholil.blogspot.com/pendidikan-inovatif.htm,
06/01/2010).
Ada banyak keuntungan penggunaan pembelajaran kooperatif. Diantaranya adalah sebagai
berikut:

1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan social.

2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku
sosial, dan pandangan pandangan.

3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.

4. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai nilai sosial dan komitmen.

5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois.

6. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.

7. Berbagai ketrampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling


membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan.

8. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.

9. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.

10. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.

11. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis


kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas sosial,agama, dan orientasi tugas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

1. Nama Sekolah : SD No 5 Keramas

2. Mata Pelajaran : Sains

3. Kelas/Semester : V/2

4. Standar Kompetensi : Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan

energi, serta fungsinya.

5. Kompetensi Dasar : Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat

membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.

6. Indikator : - Mengidentifikasi pesawat sederhana.

- Menggolongkan berbagai alat rumah tangga

sebagai pengungkit dan bidang miring.

7. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui tanya jawab siswa dapat menjelaskan pengertian pesawat sederhana dengan kata-
kata sendiri.

2. Setelah berdiskusi kelompok siswa dapat mengidentifikasi alat rumah tangga yang
menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana dan menggolongkan alat rumah tangga yang
termasuk pengungkit atau bidang miring.

8. Materi Pembelajaran

Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat.
Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan
pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit,
contohnya mesin cuci, sepeda, mesin mobil, dan lain-lain. Jadi pesawat sederhana adalah suatu
alat yang dapat mempermudah kita untuk melakukan usaha sehingga kita tidak harus
memerlukan energi yang besar untuk melakukan usaha tersebut.
Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas/ pengungkit, bidang miring,
katrol, dan roda berporos. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau
kayu yang digunakan untuk

mengungkit suatu benda. Contohnya jungkat-jungkit, alat pemotong kertas, sekop dan lain-lain.
Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda
ketinggiannya. Contohnya yaitu papan miring, tangga dan sebagainya. Katrol merupakan roda
yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai
penghubungnya. Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang
dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang
banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan
bermotor, dan gerinda.

9. Alokasi waktu : 2 x 35 menit

10. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi.

11. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran.

a. Pendahuluan

- Mengucapkan salam

- Menanyakan kabar dan mengabsen

- Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

- Apersepsi

- Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan yang akan dilakukan.

- Menjelaskan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan inti

Eksplorasi

- Siswa menggali pengetahuannya sendiri dengan melakukan tanya jawab.

- Siswa secara berkelompok menyebutkan benda-benda yang menggunakan prinsip kerja


pesawat sederhana.

- Siswa mengerjakan lembar kerja siswa dengan menggunakan alat yang sudah disipkan.
Elaborasi

- Siswa menggolongkan alat-alat yang digunakan tadi ke dalam dua dari empat jenis pesawat
sederhana yang ada.

- Siswa mencatat hasil diskusi pada buku tulis masing-masing.

- Perwakilan masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi dan kelompok lain


menanggapinya.

Konfirmasi

- Guru memberikan penegasan terhadap jawaban yang disampaikan siswa.

- Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi siswa.

c. Penutup

- Guru bersama siswa menyimpulakan materi pembelajaran.

- Guru merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

- Guru memberikan umpan balik positif terhadap proses dan hasil pembelajaran.

- Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.

- Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

12. Sumber Bahan: Buku Sains Kelas V, Media (alat-alat rumah tangga)

13. Penilaian

Teknik : Pengamatan, lisan

Bentuk: Lembar pengamatan

Instrumen :

a. Lembar pengamatan.

No. Nama Siswa Aspek yang dinilai

Ketepatan hasil Keaktifan Kedisiplinan Rata-rata


b. Soal essay.

Jawablah pertanyaan di bawah mi dengan jelas dan benar!

1. Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan tuas/pengungkit!

2. Sebutkan komponen-komponen dari tuas!

3. Sebutkan 5 (lima) alat rumah tangga yang termasuk menggunakan prinsip kerja pesawat
sederhana!

4. Sebutkan 3 (tiga) alat rumah tangga yang cara kerjanya termasuk pengungkit!

5. Sebutkan 3 (tiga) jenis pengungkit!

Kunci jawaban.

1. Alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan.

2. Titik tumpu, beban dan kuasa.

3. Gunting, pisau, palu, obeng, tang.

4. Jungkat-jungkit, linggis, alat pembuka tutup botol.

5. Pengungkit jenis pertama, kedua, dan ketiga.

Skor = Jumlah soal benar x 2

Nilai akhir = (skor pengamatan+skor lembaran kerja )/20 x 100

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas

........................................................... .........................................

NIP. NIP.
Skenario Pembelajaran

Pada awal kegiatan setelah guru memasuki ruang kelas dan mengucapkan panganjali umat
Om Swastiastu, guru menyiapkan siswa secara fisik dan psikis agar siswa siap menerima
pelajaran. Menyiapkan kondisi fisik berupa mengucapkan selamat pagi, menanyakan kabar
siswa dan mengabsen siswa. Menyiapkan kondisi psikis siswa yaitu dengan berdoa bersama
sebelum pembelajaran dimulai. Selanjutnya siswa mengeluarkan alat tulis yang ia bawa. Guru
menyampaikan cakupan materi serta tujuan pembelajaran, Anak-anak hari ini kita akan
memperlajari tentang pesawat sederhana, kalian pastinya sudah membaca buku dirumah, namun
pada pertemuan kali ini ibu hanya membahas dua jenis pesawat sederhana, mengingat waktu kita
yang terbatas, ibu harapkan setelah pembelajaran berlangsung kalian mampu mendefinisikan apa
itu pesawat sederhana, komponen-komponen serta golongannya. Karena pembelajaran pada
pertemuan kali ini mengenai pesawat sederhana, maka sebelum sampai pada materi yang akan
dipelajari, guru menceritakan pengalamannya terkait dengan materi pelajaran. Nah, kemarin ibu
membeli sebuah botol fanta, kemudian kalau kita buka menggunakan tangan saja, menurut kalian
bagaimana tanya ibu guru kepada siswa. sulit bu siswa menjawab serempak. Pasti, kemudian
ibu mengambil inisiatif untuk membukanya dengan menggunakan pembuka botol dan ternyata
sangat mudah membukanya dibandingkan dengan hanya menggunakan tangan. Contoh lain
misalnya kaleng biskuit yang tentu sulit dibuka hanya dengan menggunakan tangan saja, tetapi
akan terasa mudah jika membukanya menggunakan sendok, guru menceritakan pengalamannya
sambil memperhatikan semua siswa.

Nah cerita ibu tadi terkait dengan konsep pesawat sedehana. Kira-kita apakah dari kalian
pernah mengalami kejadian serupa? ibu guru kembali bertanya kepada siswa. Seorang siswa
mengacungkan tangan dan guru mempersilahkan siswa tersebut untuk bercerita. Kemarin saya
melihat bapak sedang memindahkan batu besar, sebelumnya bapak menggunakan tangan dan
terlihat sangat sulit menggesernya, kemudian bapak menggunakan linggis, ternyata sangat
mudah menggeserkannya Andi menceritakan pengalamannya dengan sungguh-sungguh.
Berikan tepuk tangan kepada Andi kata ibu guru disertai dengan tepuk tangan dari siswa
lainnya. Selanjutnya guru bertanya kepada siswa lainnya apakah ada yang mau bercerita lagi dan
siswa hanya terdiam. Karena tidak ada yang bercerita ibu guru memberikan pertanyaan kepada
siswa, Anak-anak sekalian tadi telah kita simak cerita dari Andi. Nah sekarang ibu mau
bertanya, apakah linggis yang diceritakan Andi tadi termasuk pesawat sederhana? Jika ia apakah
termasuk tuas, bidang miring, katrol atau roda berputar?. Guru memperhatikan semua siswa
yang tampaknya mulai berbisik dengan teman sebangkunya. Nah kalian kan pasti sudah
membaca buku sebelumnya, sekarang siapa yang mau menjawab? sambung ibu guru dan
beberapa siswa pun mengacungkan tangan selanjutnya guru menunjuk salah satu siswa. Linggis
termasuk pesawat sederhana jenis pengunglit/tuas bu jawab Yeni yang terlihat sangat percaya
diri dan ibu gurupun memberikan senyuman. Kalau begitu siapa yang tau apa saja komponen
dari tuas? Ibu guru kembali bertanya. Saya bu, komponen tuas yaitu titik tumpu, beban dan
kuasa jawab salah satu siswa dan ibu guru mengacungkan tangan. Nah sekarang dari cerita
Andi tadi, siapa yang bisa menunjukkan mana yang termasuk titik tumpu, beban dan kuasa ibu
guru terus memberikan pertanyaan kepada siswa. Siswa yang pertama kali mengacungkan tangan
diberikan kesempatan untuk menjawab. Jawaban yang dilontarkan siswa sudah benar namun
guru tidak menkonfirmasi secara langsung, guru hanya memberikan penguatan.

Guru kembali mengalihkan perhatian siswa dengan memberikan masalah lain, Nah
sekarang anak-anak siapa pernah melihat orang yang memindahkan drum yang berisi minyak ke
dalam mobil tanya ibu guru. Saya bu, saya bu jawab beberapa siswa. Baik, saat anak-anak
melihat orang memindahkan drum ke dalam mobil, apakah mereka menggunakan tangan atau
menggunakan alat bantu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab, Saya
pernah melihat orang yang menaikkan drum ke dalam mobil menggunakan papan yang
dimiringkan bu, selanjutnya drum didorong ke atas. Benar sekali jawaban teman kalian. Jika
kita menggunakan papan yang dimiringkan untuk menaikkan sebuah drum ke dalam mobil, itu
jauh lebih mudah dibandingkan kita mengangkatnya menggunakan tangan, karena berat drum
tersebut akan ditumpu oleh papan tersebut. Nah dari ilustrasi diatas apakah papan yang
digunakan termasuk pesawat sederhana? Jika ia, termasuk jenis pesawat sederana apa? Tuas,
bidang miring, katrol atau roda berputar? sambung ibu guru. Siswa mulai berdiskusi dengan
teman sebangkunya dan ibu guru kembali berkata, Kalian pasti sudah membaca buku kemarin
kan? Nah hayo siapa yang bisa menjawab. Salah satu siswa pun menjawab, Bidang miring bu,
bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Cara
paling mudah memindahkan drum ke dalam mobil yaitu dengan menggunakan bidang miring.
Drum dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil
daripada mengangkat drum secara langsung. Wah tepat sekali jawaban dari Asty, berikan
tepuk tangan kepada teman kalian sambung ibu guru. Nah selain contoh diatas, apakah ada
yang tau contoh bidang miring lainnya?. Saat guru bertanya siswa terlihat bingung, selanjutnya
guru kembali berkata, Siapa yang pernah melihat orang yang memenjat pohon kelapa? kira-kira
gampangan mana jika jika ia memanjatnya langsung atau menggunakan bantuan alat kata ibu
guru. Saya pernah melihat paman sedang memetik buah kelapa, ia menggunakan tangga untuk
bisa naik bu jawab salah satu siswa. Tepat sekali anak-anak, jika kita menggunakan tangga
saat memetik buah kelapa, itu jauh lebih gampang daripada kita memenjatnya langsung. Tangga
juga termasuk pesawat sederhana jenis bidang miring. Dari beberapa cerita diatas, siapa yang
bisa mendefinisikan apa itu pesawat sederhana? guru bertanya kepada siswa kemudian beberapa
siswa menjawabnya dengan menggunakan kata-kata sendiri dan guru memberikan penguatan
kepada siswa yang menjawab.

Kalian semua mungkin sudah pahan tentang pesawat sederhana dan alat-alat yang
termasuk pesawat sederhana. Apakah ada yang bertanya? guru memberikan kesempatan kepada
siswa yang belum mengerti. Buk, mengapa jungkat-jungkit termasuk pesawat sederhana tanya
seorang siswa yang duduk paling belakang. Pertanyaan yang bagus. Benar sekali Agus,
Jungkat-Jungkit termasuk dalam kategori pengungkit (tuas). Pengungkit merupakan salah satu
alat pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat
benda. Jungkat-jungkit gunanya untun mengangkat benda, maka dari itu jungkat-jungkit juga
termasuk pesawat sederhana. Jungkat-jungkit merupakan pengungkit jenis pertama, karena letak
titik tumpu berada diantara beban dan kuasa. Oh iya anak-anak, ingat ya, pengungkit dibedakan
menjadi 3 yaitu pengungkit golongan pertama, pengungkit golongan ke dua dan pengungkit
golongan ke tiga. Pengungkit golongan pertama yaitu titik tumpu berada diantara beban dan
kuasa. Pengungkit golongan kedua yaitu beban berada diantara titik tumpu dan kuasa. Sedangkan
pengungkit jenis ke tiga yaitu kuasa berada diantara titik tumpu dan beban. kata ibu guru
menjelaskan tentang macam-macam pengungkit. Guru juga menjelaskan bahwa benda-benda
tajam seperti pisau dan kapak termasuk pesawat sederhana jenis bidang miring karena pada
benda-denda tersebut terdapat bidang miring yaitu pada bagian yang tajam, kegunaannya ialah
untuk mempermudah melakukan pekerjaan seperti memotong dan membelah. Guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya lagi, namun tidak ada yang mengacungkan tangan dan
guru menganggap semua siswa sudah mengerti.

Kegiatan selanjutnya yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Karena
dalam kelas terdapat 25 siswa maka siswa dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing
kelompok berjumlah 5 orang. Dalam kelompok, guru menugaskan siswa untuk mencari
pengertian tuas, komponen tuas dan mencari letak komponen tersebut serta menggolongkannya
ke dalam golongan tuas yang ada. Anak-anak kemarin ibu sudah menugaskan kepada kalian
untuk membawa alat-alat yang ada hubungannya dengan materi kita hari ini, sekarang coba
keluarkan!. Kelompok 1 membawa gunting, kelompok 2 membawa stapler, kelompok 3
membawa pembuka botol, kelompok 4 membawa pemotong kuku dan kelompok 5 membawa
pinset. Anak-anak sekarang kerjakan LKS yang ibu bagikan, tolong dijawab serta gambar
alat/benda-benda yang sudah kalian bawa dan beri keterangan, serta termasuk jenis pengungkit
golongan berapa. Setelah selesai menggambar silahkan tukar benda yang kalian bawa dengan
kelompok lainnya hingga semua kelompok menggambar 5 benda yang berbeda.
\
Setelah kegiatan diskusi berlangsung, siswa bersama guru membahas hasil diskusi dan meminta
perwakilan kelompok untuk mempresentasikannya ke depan kelas. Selanjutnya guru
memberikan penguatan kepada siswa serta penegasan terhadap jawaban yang
disampaikan. Setelah kegiatan diskusi berakhir, siswa kembali ke tempat duduk masing-masing
dan guru memberikan tugas untuk di kerjakan di rumah. Selanjutnya guru memberi kesempatan
pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari materi yang telah dijelaskan.
Kemudian guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami oleh siswa dengan
memberikan penekanan pada hal-hal yang penting. Pada akhir pembelajaran guru dan siswa
menyimpulkan pembelajaran bersama-sama. Kemudian guru melakukan evaluasi secara lisan.
Guru memberikan penilaian terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru memberikan
motivasi pada siswa untuk mengulang-ulang pelajaran di rumah serta menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.