Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANALISIS LABA KOTOR


MEMAHAMI KONSEP ANALISIS LABA KOTOR

5 AK B1
Disusun Oleh :
YULIANA PANCANINGRUM (214132165)

YAYASAN PEMBINA PENDIDIKAN SEMERU


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
" WIDYAGAMA LUMAJANG"
Jl. Gatot Subroto No. 04 Telp. (0334) 881924 Lumajang-67352
2017

1
KATA PENGANTAR
Syukur kepada Allah Swt., karena semata atas berkat dan karunia Nya

lah akhirnya salah satu tugas mata kuliah Analisis Laporan Keuangan

Perusahaan.

Adapun makalah ini berisi tentang Analisa laba kotor secara khusus

dijelaskan oleh kami dalam makalah ini.

Layaknya segala sesuatu yang ada di bumi ini, tidaklah ada yang

sempurna. Begitu juga kiranya dengan Makalah ini, masih banyak memiliki

kekurangan. Untuk itu, segala unjuk saran dan kritik yang membangun

sangat kami harapkan. Agar dimasa yang akan datang kami bisa

mempersembahkan yang lebih baik dan lebih berguna untuk kita semua.

Akan tetapi mudah-mudahan makalah ini sedikitnya memberikan manfaat

untuk kita semua. Amiiin

Lumajang, 23 September 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

SAMPUL .........................................................................................................1

KATA PENGANTAR .......................................................................................2

DAFTAR ISI ....................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................4

A. Latar Belakang Masalah ...................................................................4

B. Tujuan ...............................................................................................5

BAB II PEMAHASAN

A. Pengertian Laba Kotor .........................................................................6

B. Pengertian Dan Pentingnya Analisis Laba Kotor ..................................7

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Laba Kotor.................9

D. Manfaat Analisis Laba Kotor ............................................................. 11

BAB III PENUTUP........................................................................................ 12

Kesimpulan........................................................................................ 12

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis perusahaan adalah untuk

mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menekan biaya sekecil-

kecilnya (profit oriented). Laba merupakan sumber utama perusahaan untuk

menjaga kelangsungan hidupnya, hal ini sesuai dengan konsep going

concern yang beranggapan perusahaan didirikan untuk hidup terus-menerus

dan seolah-olah tidak akan berhenti. Laba kotor perusahaan merupakan

selisih pendapatan penjualan neto dikurangi dengan harga pokok penjualan.

Sedangkan untuk efisiensi laba kotor perusahaan, efisiensi karena kaitannya

dengan jumlah uang atau rupiah, jika kaitannya dengan kinerja karyawan

atau pegawai maka dilihat efektivitasnya.

Sedangkan harga pokok penjualan dipengaruhi oleh persediaan barang

jadi awal ditambah harga pokok produksi dikurangi persediaan barang jadi

akhir periode. Dalam harga pokok produksi terdapat biaya produksi dimana

semakin besar biaya produksi maka semakin kecil laba perusahaan,

sebaliknya jika semakin kecil biaya produksinya maka semakin besar laba

perusahaan. Oleh karena itu biaya produksi sangat penting untuk menjaga

kestabilan perusahaan. Jika perusahaan ingin bertahan maka perusahaan

harus memperhatikan betul biaya produksi yang dikeluarkan.

Karenanya penulis ingin sekali mengangkat biaya produksi untuk diteliti,

biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat proses

produksi, biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja

langsung dan biaya overhead pabrik. Biaya (cost) disini berbeda dengan

beban (expense), dalam laporan keuangan biaya masuk dalam laporan

harga pokok produksi (cost of goods manufacture) yang akan digunakan

sebagai penambah harga pokok penjualan (cost of goods sold) yang

4
selanjutnya akan mengurangi penjualan bersih sehingga didapat laba kotor.

Sedangkan beban (expense) masuk dalam laporan rugi laba yang akan

mengurangi laba kotor sehingga didapat laba bersih.

B. Tujuan

Tujuan dalam pembuatan makalah ini :

1. Agar Mahasiswa Mengetahui Pengertian Anali.Sis Laba Kotor

2. Agar Mahasiswa Mengerti Faktor-Faktor Yang Memperngaruhi Laba

Kotor.

3. Agar Mahasiswa Mengetahui Manfaat Analisis Laba Kotor.

5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian laba kotor

Tujuan utama dari perusahaan adalah untuk mendapatkan laba. Untuk

mencapai tujuan tersebut perusahaan harus melakukan kegiatan penjualan

yang baik dan kegiatan penjualan yang baik itu adalah penjualan yang saling

menguntungkan. Menurut Simangunsong (1991:189) terdapat beberapa

pengertian laba sebagai berikut:

1. Laba kotor (penjualan dikurangi harga pokok).

2. Laba usaha (laba kotor dikurangi biaya-biaya usaha).

3. Laba sebelum pajak (laba usaha dikurangi hal-hal diluar usaha)

Setiap perusahaan tidak akan terlepas dari kegiatan-kegiatan untuk

mencapai tujuan perusahaan, yaitu untuk menghasilkan laba. Walaupun laba

bukan merupakan tujuan satu-satunya, namun laba sangat penting untuk

mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan untuk memperoleh

kepercayaan dari investor dan kreditor.

Laba menurut Zaki Baridwan (1997:30) adalah: Kenaikan modal (aktiva

bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang

terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi kejadian lain yang

mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari

penjualan aktiva tetap.

Sedangkan pengertian laba menurut Sofyan Syafri Harahap (2004:267)

adalah: Laba adalah perbedaan antara pendapatan yang direalisasikan

yangtimbul dari transaksi pada periode tertentu yang dihadapkan dengan

biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut. Keberhasilan

manajemen di dalam jangka pendek dapat dilihat apakah laba yang

diperoleh lebih besar atau lebih kecil jika dibandingkan dengan rencana laba

yang semula ingin dicapai. Salah satu indikasi untuk mengetahui apakah

6
suatu kegiatan perusahaan menguntungkan atau tidak dapat dilihat dari

besar kecilnya. Definisi laba kotor menurut Supriyono (1999:177) adalah:

Laba kotor merupakan selisih antara hasil penjualan netto dikurangi harga

pokok barang yang dijual. Menurut Dwi Prastowo (2005:209) pengertian

laba kotor adalah: Selisih antara harga pokok penjualan dan penjualan .

Dari definisi di atas maka dapat dilihat bahwa laba kotor perusahaan dalam

hal ini dapat dihitung dengan mempertemukan pendapatan atau penjualan

dikurangi dengan harga pokok penjualan.

B. Pengertian dan Pentingnya Analisis Laba Kotor

1. Pengertian Analisis Laba Kotor

Salah satu alat Bantu manajemen perusahaan yang dapat digunakan

adalah analisis laba kotor di mana analisis kotor ini digunakan untuk

mengevaluasi penjualan dan menganalisis hasil pelaksanaan atau aktivitas

penjualan dalam perusahaan, dengan cara membandingkan antara

anggaran laba kotor yang disusun dengan realisasi yang terjadi sehingga

dapat diketahui hasil yang telah diperoleh perusahaan.

Pengertian laba kotor menurut Supriyono (1999:179) adalah: Memecah-

mecah atau membagi bagian-bagian atau elemen-elemen yang lebih kecil

dengan tujuan untuk menentukan penyebab penyimpangan laba kotor dan

untuk mengetahui hubungan antara elemen-elemen tersebut. Menurut

Kusnadi (2001:365) mengatakan bahwa: Analisis laba kotor merupakan

proses analisis yang berkelanjutan dan harus dilaksanakan secara intensif.

Sedangkan menurut Dwi Prastowo (2005:209) yang dimaksud dengan

analisis laba kotor adalah: Analisis laba kotor merupakan suatu proses

yang kontinu dan intensif. Dari uraian di atas, maka dapat kita lihat bahwa

analisis laba kotor digunakan untuk mengetahui perubahan-perubahan atau

7
penyimpangan-penyimpangan antara anggaran laba kotor dengan

realisasinya.

2. Pentingnya Analisis Laba Kotor

Tujuan utama perusahaan untuk memperoleh laba. Besarnya laba

perusahaan dihitung dengan mempertemukan secara layak semua

penghasilan dengan semua biaya di dalam suatu periode akuntansi yang

sama. Keberhasilan manajemen dapat dilihat dari apakah laba yang

diperoleh lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan rencana laba

yang semula ingin dicapai. Rencana laba dapat berupa laba yang

dianggarkan atau standar laba pada periode akuntansi sebelumnya. Menurut

Supriyono (1999:175) bahwa penyimpangan realisasi laba dengan rencana

laba perlu dianalisis dan diinvestigasi sebab-sebab penyimpangannya,

sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk tujuan:

a. Memberikan petunjuk kepada manajemen tentang elemen apa yang

menyimpang, berapa jumlah penyimpangannya dan bagaimana

pengaruhnya terhadap laba yang dicapai perusahaan, apa sebab

penyimpangan tersebut, pada kegiatan apa penyimpangan itu terjadi,

siapa yang bertanggung jawab terhadap penyimpangan tersebut atau

apakah penyimpangan tersebut dapat dikendalikan oleh pusat kegiatan

tertentu.

b. Memberikan petunjuk kepada manajemen guna menyusun anggaran

laba periode berikutnya, dengan investigasi terhadap penyimpangan

yang timbul dapat menilai apakah rencana laba merupakan pengukur

yang baik untuk menilai/mengevaluasi laba. Apabila rencana laba tidak

tepat maka akibatnya tidak dapat dipakai sebagai alat evaluasi dan

dalam menentukan rencana laba periode berikutnya harus lebih teliti.

8
Tujuan menganalisis penyimpangan yang terjadi antara realisasi laba

dengan rencana laba. Maka laporan laba rugi perlu diperbandingkan antara

realisasi laba apakah menguntungkan atau merugikan. Analisis laba kotor

merupakan bagian dari analisis laba. Berdasarkan uraian di atas perubahan

laba kotor dipengaruhi oleh elemen penjualan dan harga pokok penjualan,

maka dari itu perlu dilakukan analisis terhadap perubahan laba kotor antara

anggaran laba kotor dengan realisasi laba kotor. Hal ini dilakukan untuk

membantu manajemen menilai, mengevaluasi aktivitas penjualan dan

melakukan tindakan untuk menunjang aktivitas yang berhubungan dengan

penjualan.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan Laba Kotor

Laba kotor harus disajikan dan dianalisis sedemikian rupa sehingga

manajemen dapat mengetahui sebab-sebab atau faktor perubahan laba

kotor. Analisis laba kotor hendaknya dilakukan oleh setiap perusahaan dari

tahun ke tahun untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan

perubahan tersebut, dan setelah perusahaan mengetahui penyebab

perubahan laba kotor maka perusahaan dapat melakukan suatu tindakan

untuk memperbaikinya.

Menurut Supriyono (1999:180) faktor yang menyebabkan perubahan

laba kotor adalah:

1. Penjualan

2. Harga pokok penjualan

Perubahan laba kotor yang disebabkan oleh penjualan ditentukan oleh

besarnya:

9
a. Harga jual satuan yaitu perubahan yang disebabkan oleh perubahan

dalam harga jual per satuan dihitung berdasarkan jumlah produk yang

dijual.

b. Kuantitas atau volume penjualan yaitu perubahan laba kotor yang

disebabkan perubahan jumlah produk yang terjual dengan harga jual

persatuan tetap.

Sedangkan perubahan laba kotor yang dipengaruhi oleh harga pokok

penjualan adalah:

a. Harga pokok penjualan, yaitu perubahan laba kotor yang terjadi

karena adanya perubahan harga pokok per satuan produk dengan

anggaran kuantitas penjualan sama.

b. Kuantitas atau volume harga pokok penjualan, yaitu perubahan laba

kotor yang disebabkan karena adanya perubahan kuantitas yang

dijual dengan anggaran harga pokok satuan tetap.

Menurut Kusnadi (2001:366) faktor yang mempengaruhi perubahan laba

kotor adalah:

1. Perubahan harga jual

2. Perubahan volume penjualan

3. Perubahan bauran produk

Perubahan laba kotor dari tahun ke tahun perlu dianalisa untuk

mengehtahui faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tersebut, dan para

manajer harus memahami betul setiap perubahan yang terjadi pada laba

kotor dan kemungkinan sebab-sebab terjadinya perubahan tersebut serta

ditentukan cara apa yang dipelukan untuk memparbaikinya.

10
D. Manfaat Analisis Laba Kotor

Manfaat dilakukannya analisis laba kotor menurut Supriyono (1999:179)

adalah sebagai berikut: Analisis laba kotor adalah memecah-mecah atau

membagi menjadi bagian-bagian atau elemen-elemen yang lebih kecil

dengan tujuan untuk menentukan penyebab penyimpangan laba kotor dan

untuk mengetahui hubungan antara elemen-elemen tersebut.

Manfaat analisis laba kotor menurut Dwi Prastowo (2005:210) adalah.

Analisis laba kotor berguna untuk mengukur kinerja dengan

membandingkan antara apa yang sesungguhnya terjadi dengan apa yang

semestinya terjadi.

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa manfaat dilakukannya analisis laba

kotor adalah untuk membandingkan antara anggaran laba kotor dengan

realisasinya, karena dengan cara itu dapat digunakan untuk mengukur

kinerja dengan cara membandingkan apa yang sesungguhnya terjadi dengan

apa yang semestinya terjadi selain itu juga manfaat analisis laba kotor

adalah sebagai metode atau alat yang digunakan manajemen dalam menilai

dan mengevaluasi operasi atau aktivitas perubahan terhadap penjualan dan

biaya agar tidak menyimpang dari yang direncanakan manajemen.

11
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Ringkasan-ringkasan dan analisis sebelumnya telah memberikan cukup

motivasi bagi manajemen untuk memulai suatu pemeriksaan, yang akan

membawa kepada berbagai kemungkinan tindakan koreksi, khususnya

analisis yang menunjukkan perbedaan tidak menguntungkan (rugi) antara

anggaran dan realisasi. Sebagai contoh, bila terjadi penurunan dari

penjualan yang dianggarkan dari produk yang memiliki laba tinggi, maka

perlu disarankan untuk melakukan peningkatan biaya iklan pada periode

berikutnya, agar dapat menutup kembali penurunan penjualan tersebut.

Analisis laba kotor yang didasarkan pada anggaran atau biaya standar dapat

memberikan gambaran titik-titik kelemahan dari kinerja periode tersebut.

Dengan demikian, manajemen akan mampu untuk menguraikan tindakan-

tindakan perbaikan yang diperlukan untuk mengoreksi situasi.

Laba kotor menjadi tanggung jawab bersama dari fungsi pemasaran dan

fungsi produksi. Analisis laba kotor membawa bersama kedua fungsi

tersebut dan meyakinkan perlunya dilakukan studi lebih lanjut oleh

keduanya. Fungsi pemasaran harus dapat menjelaskan perubahan-

perubahan yang terjadi pada harga jual per unit, pergeseran komposisi

penjualan dan penurunan total unit yang dijual, sementara fungsi produksi

harus mempertanggungjawabkan terjadinya kenaikan harga pokok.

Agar lebih bernilai, selisih harga pokok harus dianalisis lebih lanjut untuk

dapat menentukan selisih-selisih yang terjadi pada biaya bahan baku, biaya

tenaga kerja dan biaya overhead pebrik.

12
DAFTAR PUSTAKA

Munawir. S Analisa Laporan Keuangan. Liberty.. Liberty. Yogyakarta.


2004
http://yana-anggraini.blogspot.com/2013/06/perubahan-laba-

kotor_4.html

https://www.academia.edu/10917018/ANALISIS_LABA_KOTOR

13