Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

DISTILASI FRAKSIONASI
(OPERASI CONTINUE)

Disusun Oleh :
Kelompok 2

1. AMI JUNIA
2. DWI INDAH WAHYUNI OKTASARI
3. JEVIKA BERIAN
4. MUHAMMAD ISKANDAR ALHAKIM
5. SARI RISKI HASIBUAN
6. TRY YULIARTI
7. YUNI KHAIRUNISA
8. NAURA ZURRIA
9. MUHAMMAD SYAHRAWI

Kelas 4 KB

Dosen Pembimbing: ZULKARNAIN,S.T.,M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
2017/2018
DISTILASI FRAKSIONASI
(OPERASI CONTINUE)

1. Tujuan
- Menjelaskan pengertian kurva baku
- Membuat campuran biner untuk kurva baku
- Menggambarkan kurva baku
- Menentukan fraksi mol residu berdasarkan perhitungan dan percobaan

2. Alat dan Bahan yang Digunakan


Alat
- Refraktometer :1
- Seperangkat alat destilasi fraksionasi
- Tabung reaksi : 10
- Pipet tetes :1
- Rak tabung reaksi :1
- Gelas kimia 250 ml :1
- Aluminium foil : secukupnya
- Bola karet :1
- Pipet ukur 10 ml :1

Bahan
- Etanol 96 % : 450 ml
- Aquadest : 1000 ml

3. Gambar Alat ( Terlampir )

4. Dasar teori
Operasi teknik kimia yang sering dilakukan pada industri kimia adalah operasi
perpindahan massa. Salah satu contoh operasi perpindahan massa adalah distilasi. Distilasi
adalah operasi pemisahan campuran cairan yang sering melarut menjadi komponen-
komponen yang didasarkan pada perbedaan daya penguapan komponen-komponen tersebut.
Fraksionasi adalah cara pemisahan secara ditilasi yaitu membuat kesetimbangan fase
uap dan cair dengan jalan menambahkan energi, melakukan pemisahan uap da cairan dan
kembali menciptakan keadaan sistem batch, semua umpan mengalami pemisahan dalam
wadah boiler. Kemudian dilakukan fraksionasi hingga didapat sisi residu dalam wadah.
Dalam percobaan ini dipelajari derajat pemisahan operasi distilasi batch dalam refluks
ratio tertentu. Derajat pemisahan perlu diketahui untuk menambahkan sampai sejauh mana
operasi secara batch dapat dilakukan untuk pemisahan dan berapa lama hal itu perlu
dilakukan untuk mendapatkan derajat pemisahan yang diinginkan.
HETP (Height Equivalent to Theoritical Plate) adalah perbandingan inggi kolom
(column height)nterhadap jumlah tahap teoritis (Theoritical plate) dimana path kolom
setinggi HETP akan dihasilakan uap dan cairan dengan komposisi yang sama dengan
komposisi kesetimbangan. HETP ditentukan dengan jalan membagi tinggi kolom keseluruhan
dengan jumlah tahap teoritis dan kolom.
Penentuan komposisi distilasi rata-rata didasarkan pada anggapan tidak adanya
kebocoran massa yang tertinggal di dalam kolom dapat diabaikan.
Neraca massa untuk sistem komponen biner
Neraca massa total :F=D+B
Neraca massa komponen : F Xf = D XD + B XB
Sehingga didapatkan :

=

Prinsip Kerja Distilasi


Pemisahan komponen dari campuran cairan melalui distilasi tegantung atas perbedaan
titik didih masing-masing komponen. Juga, tergantung atas konsentrasi komponen yang ada,
campuran cairan akan memiliki karakteristik titik didih yang berbeda. Karenanya, proses
distilasi tergantung atas karakteristik tekanan uap campuran cairan. Prinsip distilasi
berdasarkan tiga proses yaitu perpindahan panas, evaporasi, dan kondensasi.
Apabila perbedaan titik didih dari komponen tersebut relatif tinggi, maka uapnya
hampir merupakan komponen murni. Akan tetapi apabila perbedaan titik didih dari
komponen tersebut,tidak terlalu besar,maka uap merupakan campuran dari beberapa
komponen.Kemudian uap campura tersebut dikondensasikan, kemudian zat cair hasil
kondensasi, sebagian dikembalikan kedalam kolom, yang disebut dengan refluks.
Cairan yang dikembalikan tersebut (refluks) diusahakan agar dapat kontak secara lawan
arah dengan uap, sehingga diharapkan hasil atas (over head) akan meningkat kemurniannya.
Untuk mendapatkan kondisi tersebut (kemurnian meningkat),diperlukan uap yang banyak
agar dapat digunakan sebagai refluks dan hasil atas. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan
panas yang masuk pada reboiler harus besar (ditingkatkan).

Jenis - Jenis Distilasi


Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu :
a. Distilasi batch
Distilasi batch adalah distilasi yang dilakukan satu kali proses, yakni bahan dimasukkan
dalam peralatan, diproses kemudian diambil hasilnya (distilat dan residu).
b. Distilasi continue
Distilasi continue adalah distilasi jika prosesnya berlangsung terus-menerus.Ada aliran
bahan masuk sekaligus aliran bahan keluar.

Distilasi berdasarkan penggunaanya :


a. Distilasi Sederhana
Prinsipnya distilasi sederhana memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan
perbedaan titik didih yang jauh berbeda. Proses ini dilakukan dengan mengalirkan uap zat
cair tersebut melalui kondensor lalu hasilnya ditampung dalam suatu wadah, namun hasilnya
tidak benar-benar murni atau bisa dikatakan tidak murni karena hanya bersifat memisahkan
zat cair yang titik didih rendah atau zat cair dengan zat padat atau minyak.

b. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat)


Distilasi faksional (bertingkat) memiliki prinsip sama dengan distilasi sederhana, hanya
distilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga mampu
memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan. Pada
dasarnya sama dengan distilasi sederhana, hanya saja memiliki kondensor yang lebih banyak
sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang
bertekanan. Pada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni, kerena
melewati kondensor yang banyak.
c. Distilasi Azeotrop
Distilasi azeotrop memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang
sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah
ikatan azeotrop tersebut, atau dengan menggunakan tekanan tinggi.

d. Distilasi Kering
Distilasi kering memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya.
Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata.

e. Distilasi vakum
Distilasi vakum memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, metode yang
digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga
titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk
mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi.

Aplikasi Distilasi
Pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti
untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll.
Pemekatan alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk
menghasilkan minuman suling.
Pemisahan minya kemiri dari biji kemiri

Mekanisme Pemisahan Destilasi fraksinasi

Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa, karena terdapat suatu kolom
fraksionasi dimana terjadi suatu proses refluks. Proses refluks pada destilasi ini dilakukan
agar pemisahan campuran dapat terjadi dengan baik. Kolom fraksionasi berfungsi agar
kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. Sehingga komponen yang lebih ringan
dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Sedangkan
komponen yang lebih besar akan kembali kedalam labu destilasi.

Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom


fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhuyang berbeda-beda
pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk
pemurniandistilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin
tidak volatil cairannya.
Peralatan Destilasi Fraksionasi (skala industri)

Kolom fraksionasi: digunakan untuk memberikan luas permukaan yang besar agar
uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan.dalam praktek, kolom tutup
gelembung kurang efektif untuk pekerjaan di laboratorium. Hasilnya relatif terlalu sedikit bila
dibandingkan dengan besar bahan yang tergantung di dalam kolom. Dengan kata lain kolom
tutup gelembung memiliki keluaran yang kecil dengan sejumlah besar bahan yang masih
tertahan di dalam kolom.

Keefektifan kolom ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cara
pengaturan materi di dalam kolom, pengaturan temperatur, panjang kolom dan kecepatan
penghilangan hasil destilasi. Satuan dasar efisiensi adalah tinggi setara dengan sebuah
lempeng teoritis (HETP atau H). Besarnya H sama dengan panjang kolom dibagi dengan
jumlah plat teoritis. Banyaknya plat teoritis H bergantung pada sifat campuran yang
dipisahkan.

Proses Destilasi Fraksionasi

Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur)
sampai dengan suhu 370C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian
masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga
bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka
dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).

Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan
selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Komponen yang titik didihnya lebih
tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih
rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut
sungkup gelembung. Makin ke atas, suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut
makin rendah, sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah,
sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi.
Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang
pada suhu kamar berupa gas. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum,
kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Fraksi minyak mentah yang
tidak menguap menjadi residu. Residu minyak bumi meliputi parafin, lilin, dan aspal. Residu-
residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20.

Destilasi fraksionasi merupakan suatu metode pemisahan zat berdasarkan perbedaan


titik didih yang bedekatan. Prinsip kerja dari pemisahan dengan destilasi fraksionasi yaitu
pemisahan suatu campuran dimana komponen-komponennya diuapkan dan diembunkan
secara bertingkat. Pada tahapan pemisahannya, destilasi ini menggunakan kolom
vigreux. Pada percobaan ini kita menggunakan sampel berupa bensin, dimana dalam
pemisahannya dibagi menjadi dua fraksi. Maka diperoleh destilat pada fraksi 40 60 C,
bensin terdiri atas komponen dichlorometanedan acetone. Sedangakan pada fraksi 61 80
C, bensin terdiri atas komponen berupachloroform, methanol, heksane,carbon tetrachloride,
ethyl acetate, ethanol, danbenzene. Adapun salah satu kelebihan destilasi fraksionasi yaitu
hasil yang didapatkan lebih murni, karena proses pemisahannya dilakukan secara bertingkat
dan berulang-ulang.

Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan


titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini
dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian
zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah
dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. Dengan perkataan
lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu campuran yang
komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. Destilasi ini digunakan
untuk memisahkan campuran aseton-metanol, karbon tetra klorida-toluen, dll. Pada proses
destilasi bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu destilasi.

Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa
cair yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Sebab dengan adanya penghalang
dalam kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama-sama
menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya
mengembun dan turun sebagai destilat, sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi,
jika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke
dalam labu destilasi, yang akhirnya jika pemanasan dilanjutkan terus akan mencapai harga
titik didihnya. Senyawa tersebut akan menguap, mengembun dan turun/menetes sebagai
destilat.

Proses ini digunakan untuk komponen yang memiliki titik didih yang berdekatan.Pada
dasarnya sama dengan destilasi sederhana, hanya saja memiliki kondensor yang lebih banya
sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang
bertekanan. Pada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni, kerena
melewati kondensor yang banyak.
5. Langkah kerja
a. Mempersiapkan campuran
- Mengecek pipa keluaran cairan, dibiarkan tertutup
- Menyiapkan 1,5 L campuran etanol-air
- Menyiapkan 1000 mL aquadest dan 500 mL etanol, dicampurkan dan
memasukkannya kedalam tangki
- Ketika campuran sudah siap, menghidupkan pompa dan pemanas sampai
tidak ada lagi campuran didalam tangki
- Mematikan pompa saat tangki telah kosong
b. Proses Distilasi
- Menghidupkan penghubung utama dengan posisi vertical, akan muncul
sinar leo putih
- Menghidupkan pemanas dengan meutarnya kearah kanan (tombol heater)
- Menunggu sampai campuran mendidih dan menguap sampai atas kolom
- Mengecek temperature penguapan
- Menjaga range temperature dengan cara membuka katup ketika mencapai
790C dan menutup katup pada 890C
- Ketika campuran dalam boiler jumlahnya menurun, menghidupkan pompa
lagi jika masih ada umpan
c. Penentuan Kadar Etanol
- Dapat menggunakan skala etanol
- Menampung destilat pada wadah berdiameter kecil dengan panjang yang
cukup
- Mencelupkan skala etanol pada larutan dan dibaca langsung (XD=)
d. Penggunaan Hasil
- Penentuan kurva baku untuk mencari :
900 () ()
()
=
900 () () 600 () ()

() ()

=
+1
6. Data Pengamatan
- Data suhu dan waktu destilasi
Suhu tetesan pertama pada boiler = 870C
Waktu tetesan pertama pada penampun destilat = 14,24 menit
Volume destilat yang didapat = 450 mL
Volume residu yang didapat = 860 mL
Volume campuran aquadest+etanol = 1450 mL
Aquadest awal = 1000 mL
Etanol awal = 450 mL
Data kurva baku
% Volume Volume Fraksi volume
Indeks bias
Etanol Etanol, ml Air, ml etanol
10 1 9 1,3330 0,03310
20 2 8 1,3351 0,07153
30 3 7 1,3362 0.11666
40 4 6 1,3384 0,17039
50 5 5 1,3394 0,27801
60 6 4 1,3384 0,31616
70 7 3 1,3383 0,41831
80 8 2 1,3373 0,55212
90 9 1 1,3352 0,73519
100 10 0 1,3290 1

Waktu T Boiler (0C) T column (0C) T inlet (0C) T outlet (0C) Indeks bias
(menit)
0 44,0 28,3 21,2 21,6 1,3373
10 86,3 28,6 17,6 18,0 -
20 88,4 76,8 16,6 21,4 1,3384
30 91,9 85,7 17,5 23,4 1,3384
40 94,8 89,8 18,6 25,5 1,3384
50 98,1 94,2 22,3 37,0 1,3394
GRAFIK HUBUNGAN INDEKS BIAS VS FRAKSI MOL ETANOL

Fraksi volume
Indeks bias
etanol
1,3330 0,03310
1,3351 0,07153
1,3362 0.11666
1,3384 0,17039
1,3394 0,27801
1,3384 0,31616
1,3383 0,41831
1,3373 0,55212
1,3352 0,73519
1,3290 1

Kurva Baku
1.3400
y = -0.0044x + 1.3376
1.3380 R = 0.1981

1.3360
indeksbias

1.3340
indeks bias
1.3320
Linear (indeks bias)
1.3300

1.3280
0.00000 0.50000 1.00000 1.50000
fraksi mol
7. Perhitungan
7.1 Menghitung fraksi mol campuran etanol dan air dengan perbandingan
400 :1000
% ethanol x V.ethanol x .ethanol
Bm ethanol
Xf =
[(%ethanol x V.ethanol x .ethano) + (1 - %ethanol) x V.ethanol x air )] + V.air x air
Bm ethanol Bm air Bm air

0,95 x 450 ml x 0,7876 gr/ml


46 gr/mol
Xf =
[(0,96 x 450 ml x 0,7876 gr/mol) + (1 0,96) x 450 ml x 1 gr /ml)] + 1000 ml x 1gr/ml
46 gr /mol 18 gr /mol 18 gr /mol

= 7,3966 mol
7,3966 mol + 1 mol + 55,5556 mol
= 0,1156

7.2 Menentukan fraksi mol ethanol


a. fraksi mol 10 %
volume air = 9,0 ml
volume ethanol = 1,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 1 ml = 0,01712 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 9,0 ml = 0,5 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,01712 mol = 0,03310


n. ethanol + n. air 0,01712 mol + 0,5 mol
b. fraksi mol 20 %
volume air = 8,0 ml
volume ethanol = 2,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 2 ml = 0,03424 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 8,0 ml = 0,4444 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,03424 mol = 0,07153


n. ethanol + n. air 0,03424 mol + 0,44444mol
c. fraksi mol 30 %
volume air = 7,0 ml
volume ethanol = 3,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 3 ml = 0,05136 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 7,0 ml = 0,38889 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,05136 mol = 0,11666


n. ethanol + n. air 0,05136 mol + 0,38889 mol

d. fraksi mol 40 %
volume air = 6,0 ml
volume ethanol = 4,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 4 ml = 0,06848 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 6,0 ml = 0,3334 mol


Bm 18 gr/mol
X . ethanol = n ethanol = 0,06848 mol = 0,17039
n. ethanol + n. air 0,06848 mol + 0,3334 mol

e. fraksi mol 50 %
volume air = 5,0 ml
volume ethanol = 5,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 5 ml = 0,08560 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 5,0 ml = 0,2223 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,08560 mol = 0,27801


n. ethanol + n. air 0,08560 mol + 0,2223 mol

f. fraksi mol 60 %
volume air = 4,0 ml
volume ethanol = 6,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 6 ml = 0,10273 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 4,0 ml = 0,2222 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,10273 mol = 0,31616


n. ethanol + n. air 0,10273 mol + 0,2222 mol

g. fraksi mol 70 %
volume air = 3,0 ml
volume ethanol = 7,0 ml
n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 7 ml = 0,11985 mol
Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 3,0 ml = 0,16666 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,11985 mol = 041831


n. ethanol + n. air 0,11985 mol + 0,16666 mol

h. fraksi mol 80 %
volume air = 2,0 ml
volume ethanol = 8,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 8 ml = 0,13897 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 2,0 ml = 0,1111 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,13897 mol = 0,55212


n. ethanol + n. air 0,13897 mol + 0,1111 mol

i. fraksi mol 90 %
volume air = 9,0 ml
volume ethanol = 1,0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 9 ml = 0,15409 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 1,0 ml = 0,0555 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,15409 mol = 0,73519


n. ethanol + n. air 0,15409 mol + 0,0555 mol
j. fraksi mol 100 %
volume air = 10 ml
volume ethanol = 0 ml

n ethanol = xv = 0,7876 gr/ ml x 10 ml = 0,1712 mol


Bm 46 gr/mol

n air = xv = 1 gr/ ml x 0 ml = 0 mol


Bm 18 gr/mol

X . ethanol = n ethanol = 0,1712 mol =1


n. ethanol + n. air 0,1712 mol + 0 mol

7.3 Menghitung nilai X ( fraksi mol ) pada destilasi


Y = - 0,0047 x + 1,3377 persamaan didapat dari grafik baku
X = nilai mutlak
a. t = 0 menit
Y = - 0,0047 x + 1,3377
1,3373 = - 0,0047X + 1,3373
X = 0,0851

b. t = 10 menit
( Belum didapat destilat )

c. t = 20 menit
Y = - 0,0047 x + 1,3377
1,3384 = - 0,0047X + 1,3373
X = - 0,1489

d. t = 30 menit
Y = - 0,0047 x + 1,3377
1,3384 = - 0,0047X + 1,3373
X = - 0,1489
e. t = 40 menit
Y = - 0,0047 x + 1,3377
1,3384 = - 0,0047X + 1,3373
X = - 0,1489

f. t = 0 menit
Y = - 0,0047 x + 1,3377
1,3394 = - 0,0047X + 1,3373
X = - 0,3617

7.4 Menentukan konstanta percepatan tekanan uap


7.4.1 Ethanol
A = 16,8958 B = 3795,17 C = 230,918
[Nilai didapat dari tabel ( lampiran )]

In Psat / kPa =A - B
t 0C + C
t = 0 menit
In P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
44 + 230,918
In P1sat = 3,091065497 kPa

P1sat = e 3,091065497
P1sat = 22,00050697 kPa

t = 10 menit
P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
86,3 + 230,918
ln P1sat = 4,931882442 kPa

P1sat = e 4,931882442
P1sat = 138,6402491 kPa
t = 20 menit
In P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
88,4 + 230,918
In P1sat = 5,01056339 kPa

P1sat = e 5,01056339
P1sat = 149,9892071 kPa

t = 30 menit
In P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
91,3 + 230,918
In P1sat = 5,117531871 kPa

P1sat = e 5,117531871
P1sat = 166,9228736 kPa

t = 40 menit
In P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
94,8+ 230,918
In P1sat = 5,24409515 kPa

P1sat = e 5,24409515
P1sat = 189,4443191 kPa

t = 50 menit
In P1sat / kPa = 16,8958 - 3795,17
98,1 + 230,918
In P1sat = 5,360959961 kPa

P1sat = e 5,360959961
P1sat = 212,9292521 kPa
7.4.2 Air
A = 16,8958 B = 3795,17 C = 230,918
[Nilai didapat dari tabel ( lampiran )]

In Psat / kPa =A - B
t 0C + C

t = 0 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
44 + 230,170
In P2sat = 2,214606354

P2sat = e 2,214606354
P2sat = 9,157803469 kPa

t = 10 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
86,3 + 230,170
In P2sat = 4,108942977

P2sat = e 4,108942977
P2sat = 60,88232952 kPa

t = 20 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
88,4 + 230,170
In P2sat = 4,18988073

P2sat = e 4,18988073
P2sat = 66,01491689 kPa

t = 30 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
91,3 + 230,170
In P2sat = 4,299913472
P2sat = e 4,299913472
P2sat = 73,693411688 kPa

t = 40 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
94,8 + 230,170
In P2sat = 4,430096267

P2sat = e 4,430096267
P2sat = 83,93949712 kPa

t = 50 menit
In P2sat / kPa = 16,3872 - 3885,70
98,1 + 230,170
In P2sat = 4,55029745

P2sat = e4,55029745
P2sat = 94,66056091 kPa

7.5. Menentukan nilai Pt dan y


Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi
Y1= P1sat . Xi
Pt
a.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi
= 9,157807 + (22,00050 Kpa 9,157807 Kpa) 0,0851
= 10,2507 Kpa

Y1= 22,00050 Kpa . 0,0851 = 0,18265


10,2507 Kpa

b.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi


=(TIDAK ADA)

c.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi


= 66,014917 + (149,9892071 Kpa - 66,014917 Kpa) 0,1489
= 78, 5187 Kpa
Y1= 149,9892071 Kpa . 0,1489 = 0,2844
78, 5187 Kpa

d.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi


= 73,6934 + (166,9229 73,6934) Kpa . 0,1489
= 87,5753 Kpa
Y1= 166,9229 Kpa . 0,1489 = 0,2838
87,5753 Kpa

e.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi


= 83,93949 + (189,4443191 - 83,93949) Kpa . 0,1489
= 99,6492 Kpa
Y1= 189,4443191 Kpa . 0,1489 = 0,2831
99,6492 Kpa

f.) Pt = P2sat + (P1sat P2sat) Xi


= 94,6605 Kpa + (212,9292 - 94,6605) Kpa . 0,3617
= 137,4383 Kpa
Y1= 212,9292 Kpa . 0,3617 = 0,5604
137,4383 Kpa
8. Analisa Percobaan
Pada praktikum kali ini dilakukan suatu percobaan yaitu destilasi continue.
Seperti yang telah diketahui bahwa destilasi merupakan suatu proses pemisahan suatu
campuran larutan menjadi bagian-bagiannya dengan memanfaatkan perbedaan titik
didih. Dalam praktikum kali ini dilakukan destilasi continue, destilasi continue ini
merupakan proses destilasi yang dilakukan dengan atau terjadi secara terus-menerus .
Destilasi continue memiliki prinsip kerja gabungan antara destilasi batch dan destilasi
continue, dimana dalam kolom destilasi terdapat packing yang berfungsi sebagai media
yang memperluas bidang kontak antara cairan hasil kondensasi dan uap dari hasil
pemanasan sehingga transfer massa dapat terjadi dengan baik. Packing atau yang
sering diesbut bahan isian tersebut terbuat dari kaca silica dan berbentuk silinder,
bentuk bahan isian dapat bervariasi tergantung dengan kebutuhan.
Bahan yang digunakan berupa etanol dan air dengan perbandingan 1:2 yaitu
bervolume 450 mL: 1000 mL. Pada percobaan ini umpan (etaol+air) dimasukkan ke
dalam kolom destilasi. Setelah umpan dimasukkan, main supply diputar ke posisi on
dan poma dihidupkan, umpan akan mengalir menuju re-boiler. Dimana pada wadah
reboiler ini bertujuan untuk memanaskan umpan sehingga umpan akan mengalir keluar
dan teruapkan. Kemudian umpan yang telah teruapkan tersebut akan mengalir menuju
condenser, pada condenser uap akan mengalami proses kondensasi, uap akan
diembunkan menjadi titik-titik cair kembali. Uap yang telah menjadi cairan akan
menuju refluks drum, dari refluks drum ini cairan akan menuju ke tangki
penampungan produk, namun tidak seluruhnya masuk ke dalam penampung karena
sebagian lagi akan kembali ke dalam kolom destilasi.
Selain melakukan destilasi, pengamatan juga dilakukan terhadap indeks bias
etanol 10%, 20%, 30%, dst. dan indeks bias etanol destilat setiap 10 menit sekali
sampai 50 menit. Suhu tetesan pertama adalah 870C dan waktu tetesan pertama adalah
14,24 menit.
Dari pengukuran indeks bias ini akan didapatkan kurva dan kurva
kesetimbangan, dan pada pengukuran indeks bias ini juga dapat diketahui bahwa nilai
indeks bias yang didapat semakin lama semakin tinggi namun akan menurun dari 50%
etanol. Dan untuk indeks bias destilat semakin lama waktu, maka semakin tinggi nilai
indeks bias.
Untuk kurva kesetimbangan dibuat dengan membandingkan fraksi mol etanol-
air awal dan indeks bias kurva baku tersebut tidak memiliki nilai yang linier, namun
membentuk cekungan. Sehingga untuk mendapatkan nilai fraksi mol destilat harus
melauli persamaan garis lurus, dianggap nilai fraksi mol destilat harga mutlak. Grafik
kurva baku berbentuk azeotrop, hal ini didasarkan pada literature yang banyak
menyebutkan bahwa campuran etanol dan air dengan komposisi 95,63 wt % etanol dan
4,37 wt % air merupakan azeotropik.
Kurva kalibrasi didapatkan dalam keadaan tidak linier, hal ini diakarenakan
komposisi destilat merupakan campuran dari destilat pada waktu sebelumnya, hal ini
menyebabkan indeks bias pada waktu tertentu akan memiliki indeks bias yang tidak
sama pada saat tidak mengalami pencampuran.
Selain itu aquadest yang kami gunakan tidak dalam keadaan murni
seluruhnya, dan belum dilakukannya penyaringan, etanol yang digunakan mungkin
terkontaminasi, sehingga kualitasnya juga akan berkurang dan mempengaruhi
pembacaan indeks bias destilatnya.
9. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
Destilasi Fraksionasi operasi continyu merupakan proses pemisahan dua
komponen yang mempunyai titik didih yang berbeda dengan operasi secara
terus-menerus.
Destilat pertama menetes pada suhu adalah 870C dan waktu tetesan pertama
adalah 14,24 menit.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses destilasi fraksionasi yaitu :
- Suhu
- Waktu
- Kondenser
- Sifat umpan
Persamaan garis dari kurva baku, yaitu :
y = -0.0044x + 1.3376
Volume destilat : 450 mL
Volum residu : 860 mL
DAFTAR PUSTAKA

Jobsheet.201.Penuntun Praktikum Satuan Operasi 2. Palembang : POLSRI


Treybal.,R.E.Mass transfer operations.Mc.Grew Hillz 1981. Chapter 9
http://www.academia-edu/5541301/Laporan-praktikum pemisahan kimia- teknik
destilasi
GAMBAR ALAT

Seperangkat Alat Destilasi Continue

(Kondenser 1 terletak pada bagian atas (tidak terlihat digambar))