Anda di halaman 1dari 8

PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT

RESUME
PEMANGKU KEPENTINGAN YANG KUAT SEBAGAI PENDORONG
KEHUTANAN MASYARAKAT

Disusun oleh:
PUTRI RAMADHAN (D1D012009)
WILLY HALOHO (D1D015025)
RAHMANSYAH PUTRA BAEHA (D1D015031)
WAHDINI SUTI NASUTION (D1D015037)
NABILLAH TAMARA P (D1D015049)
SELLY MAYA SARI (D1D015051)
M. RASYIDUR RIDHO (D1D015059)
LOKI SUSANTI (D1D015067)
M.YUDHI PANGESTU (D1D015071)

Dosen Pengampu :
Rezky Lasekti Wicaksono, S.Hut., M.Sc.

PROGRAM STUDI KEHUTANAN


FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017
A. Latar Belakang

Kehutanan masyarakat adalah cabang ilmu kehutanan di mana


masyarakat lokal memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan di
manajemen hutan dan pemanfaatan lahan yang difasilitasi oleh pemerintah dan
pihak lain. Kehutanan masyarakat melibatkan partisipasi dan kolaborasi berbagai
pemangku kepentingan (stakeholder) yang terdiri dari masyarakat, pemerintah,
LSM, akademisi, dan industri. Tingkat keterlibatan setiap pihak tergantung pada
proyek spesifik hutan, sistem manajemen, dan wilayah tempat hutan berada.
Kehutanan masyarakat dapat ditemukan di Nepal, Indonesia, Semenanjung Korea,
Brasil, India, dan Amerika Utara.
Di dalam kehutanan masyarakat terdapat pemangku kepentingan dan
berbagai tokoh-tokoh yang berpengaruh serta terlibat dalam kehutanan
masyarakat seperti tokoh politik, ekonomi, dan sosial. Dalam hal ini kepentingan
dan kekuasan menjadi kunci bagaimana jalannya kehutanan masyarakat.
Masyarakat lokal terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan
ataupun didalam hutan memiliki peran yang besar terhadap hutan tersebut.
Banyak pemangku kepentingan yang memiliki tujuan dan kepentingan
mereka masing-masing seperti dalam segi ekologi, keanekaragaman hayati,
ekonomi maupun sosial. Dari beberapa kepentingan tersebut tokoh-tokoh penting
memiliki pengaruh kuat bagaimana jalan dan bekerjanya kehutanan masyarakat
bagi masyarakat sekitar kawasan hutan agar sekaligus dapat mepertahanankan dan
mengatur kelestarian hutan.
Berdasarkan uraian diatas, penelitian yang dilakukan penulis yakni
bagaimana keterkaitan tokoh-tokoh penting dalam mempengaruhi hasil kehutanan
masyarakat yang ada di negara-negara berkembang yang berada di Asia, Afrika,
dan Eropa.
B. Metode

Disini peneliti menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk


mempermudah dalam membandingkan studi kasus kehutanan masyarakat yang
berbeda-beda dikarenakan penelitian ini dilakukan dalam sekala besar atau secara
internasional dan untuk menghemat sumberdaya yang dibutuhkan dalam
pekerjaan lapangan. Survei dengan metode kuantitatif diikuti dengan analisis data
kualitatif ialah untuk melihat tokoh paling berpengaruh atau memiliki kekuatan
dan dari mana mereka memiliki sumber-sumber kekuasaanya untuk mengelola
dan memanfaatkan kehutanan masyarakat.

C. Landasan Teori

a. Pengertian
Kehutanan masyarakat adalah cabang kehutanan yang berkaitan dengan
manajemen masyarakat sekitar hutan untuk menghasilkan pendapatan dari hasil
hutan kayu dan non kayu dalam wujud produk barang sambil mempertahankan
dan mengatur kelestarian ekosistem, konservasi wilayah tangkapan air,
sekuestrasi karbon, dan nilai estetika hutan. Kehutanan masyarakat telah dijadikan
pilihan yang menjanjikan dalam mengkombinasikan konservasi hutan dengan
pembangunan pedesaan, penguatan masyarakat, dan pengurangan kemiskinan.
Kehutanan masyarakat didefinisikan oleh FAO sebagai "kondisi yang melibatkan
masyarakat setempat dalam aktivitas kehutanan".

b. Stakeholders (Pemangku Kepentingan)


Istilah stakeholder sudah sangat fenomenal. Kata ini telah dipakai oleh
banyak pihak dan hubungannnya dengan berbagi ilmu atau konteks, misalnya
manajemen bisnis, ilmu komunikasi, pengelolaan sumberdaya alam, sosiologi,
dan lain-lain. Lembaga-lembaga publik telah menggunakan istilah stakeholder ini
secara luas ke dalam proses-proses pengambilan dan implementasi keputusan.
Secara sederhana, stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku,
atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu isu atau suatu rencana.
Kategori Stakeholders:
Stakeholder utama merupakan stakeholder yang memiliki kaitan
kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, dan
proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses
pengambilan keputusan.
Masyarakat dan tokoh masyarakat : Masyarakat yang terkait
dengan proyek, yakni masyarakat yang di identifkasi akan
memperoleh manfaat dan yang akan terkena dampak (kehilangan
tanah dan kemungkinan kehilangan mata pencaharian) dari proyek
ini. Tokoh masyarakat : Anggota masyarakat yang oleh masyarakat
ditokohkan di wilayah itu sekaligus dianggap dapat menjadi
aspirasi masyarakat.

Stakeholder pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang tidak


memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan,
program, dan proyek, tetapi memiliki kepedulian (consern) dan
keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap
sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
Lembaga(Aparat) pemerintah dalam suatu wilayah tetapi tidak
memiliki tanggung jawab langsung.
Lembaga pemerintah yang terkait dengan issu tetapi tidak memiliki
kewenangan secara langsung dalam pengambilan keputusan.
Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) setempat : LSM yang
bergerak di bidang yang bersesuai dengan rencana, manfaat,
dampak yang muncul yang memiliki concern (termasuk
organisasi massa yang terkait).
Perguruan Tinggi: Kelompok akademisi ini memiliki pengaruh
penting dalam pengambilan keputusan pemerintah.
Pengusaha (Badan usaha) yang terkait.
D. Diskusi dan Pembahasan
Dari hasil penelitian penulis lakukan di 5 negara yakni Kamerun, Jerman,
Indonesia, Nambia, dan Nepal terhitung 57 hutan kemasyarakatan dan terdapat
427 tokoh yang teridentifikasi menghasilkan data sebagai berikut :

Dari gambar diatas ditemukan bahwa tokoh politik merupakan tokoh yang
memiliki kaitan lebih besar dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk
mempengaruhi masyarakat dan memiliki pengaruh yang kuat di dalam
kehutanaan masyarakat. Pada tokoh ekonomi seperti kelompok pengusaha hasil
hutan yang paling berpengaruh dan hanya sedikit tokoh sosial yang berpengaruh
dalam kehutanan masyarakat.
Berdasarkan gambar sebelumnya didapatkan hasil identifikasi bahwa
status juga berpengaruh dalam proses kehutanan masyarakat. Terlihat pada bagian
tokoh Administrasi Kehutanan 1 dan Perwakilan Kelompok Pengguna Hutan
memiliki keterkaitan dan kekuasaan yang besar. Dari uraian sebelum-sebelumnya
tokoh-tokoh pada bidang kehutanan sangat memiliki pengaruh yang kuat dalam
membantu berjalannya kehutanan masyarakat.

Gambar diatas menunjukkan bahwa adanya unsur-unsur yang menjadi


dasar kekuatan tokoh yang bersangkutan dalam kehutanan masyarakat yakni
pemberian informasi. Masyarakat sekitar hutan cenderung mudah menerima
informasi yang disampaikan. Namun selain unsur pemberian informasi, setengah
dari tokoh ini masih mengandalkan unsur lain yakni berupa paksaan dan insentif
akan tetapi tidak separah yang kita pikirkan. Dari uraian diatas ditemukan bahwa
peneliti mampu mengidentifikasi pengaruh tokoh-tokoh yang terkait yang ada dan
bagaimana pengelolaanya pada kehutananan masyarakat.
Sesuai dengan gambar sebelumnya hanya 2% tokoh berpengaruh
menginginkan hasil sosial yang tinggi untuk penggunaan hutan langsung.
Mayoritas, 41% ingin melihat hasil akhir, 25% menginginkan hasil yang rendah,
dan 32% terbuka terhadap hasil apapun. Bwerbeda dengan hasil ekonomis, 50%
tokoh perpengaruh baik-baik saja dengan hasil apapun, hanya 3% menginginkan
hasil yang tinggi dan untuk menengah dan rendah masing-masing sekitar 25%.
Terkait hasil ekologi, hasilnya berubah yakni 21% dari semua tokoh terkait
menginginkan hasil ekologi yang tinggi dari adanya kehutanan masyarakat. 41%
menginginkan hasil akhir dari pengelolaan hutan lestari. 38% terbuka terhadap
hasil apapun dan hanya satu tokoh yang menginginkan hasil yang rendah.
Dari paparan data sebelumnya dapat dikatakan hanya sedikit tokoh terkait
yang menginginkan pemberdayaan penuh dan berkontibusi tinggi terhadap
pengelolaan hutan kemasyarakatan terhadap penghidupan masyarakat. Hal ini
bertentangan dengan konsep hutan kemasyarakatn, yang memiliki tujuan untuk
memberdayakan dan berkontribusi dalam ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
Sedangkan untuk ekologi sebgaian besar tokoh terkait memiliki pengaruh
terutama peduli terhadap lingkungan alam dan hanya sedikit yang bergantung
padanya.

E. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami ambil dari jurnal ini ialah, kunci
keberhasilan dari kehutanan masyarakat yakni adanya pengaruh yang besar dan
peran aktif dari tokoh-tokoh yang terkait baik dari segi politik, ekonomi, dan
sosial sehingga dapat mendorong pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang
ada disekitar kawasan hutan dengan kehutanan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Kehutanan_masyarakat
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemangku_kepentingan