Anda di halaman 1dari 18

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG


Jalan RA.Kartini 5 Lawang Telp. (0341) 426072 Fax. (0341) 426072
Email : rsudlawang@ymail.com
MALANG

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG


KABUPATEN MALANG
NOMOR 188.4/ /KEP/35.07.216/2016

TENTANG

PANDUAN PEMULANGAN PASIEN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG KABUPATEN MALANG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG KABUPATEN MALANG,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan


kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Lawang
Kabupaten Malang, diperlukan suatu proses
pelayanan yang professional, cepat dan tepat;
b. bahwa untuk melancarkan tugas dan pelayanan di
Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang dipandang perlu untuk membuat Panduan
Pemulangan Pasien;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Lawang Kabupaten Malang;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang


Praktik Kedokteran;
2. Undang Undang No. 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan;
3. Undang- Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
4. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan
5. Keputusan Direktorat Jendral Pelayanan Medik
nomor: HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman
Pelaksanaan Persetujuan tindakan kedokteran.
6. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Lawang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015
Tentang Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit Umum
Daerah Lawang;
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


LAWANG KABUPATEN MALANG TENTANG PANDUAN
PEMULANGAN PASIEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
LAWANG KABUPATEN MALANG
Kesatu : Panduan Pemulangan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah
Lawang Kabupaten Malang sebagaimana terlampir dalam
lampiran keputusan ini.
Kedua Perubahan panduan harus dibahas sekurang kurangnya
: setiap 3 (tiga) tahun sekali dan apabila diperlukan,
sewaktu waktu akan dilakukan perubahan sesuai dengan
perkembangan yang ada.
Ketiga Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
: ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kesalahan
akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Dikeluarkan di : Lawang

Pada tanggal : Agustus 2016


DIREKTUR RSUD LAWANG

drg. MARHENDRAJAYA, MM. Sp.KG.


Pembina Tingkat I
NIP. 196612041992031004
PANDUAN PENDAFTARAN ONLINE
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG
KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG
Jl. R.A Kartini 5 Telp. (0341) 426072 Fax. (0341) 426072
Email: rsudlawang@ymail.com
LAWANG-MALANG
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah Sakit sebagi salah satu sarana kesehatan yang memberi pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang penting dalam peningkatan derajat
kesehatan masyarakat. oleh karena itu rumah sakit dituntut memberikan pelayanan yang
bermutu sesuai dengan standart yang sudah ditentukan.
Dalam rangka melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum
Daerah Lawang Kabupaten Malang bertanggung jawab terhadap peningkatkan derajat
kesehatan pasien, pencegahan terjadinya penyakit, mengurangi dan menghilangkan
terjadinya penderitaan serta memulihkan kesehatan yang dilaksanakan atas dasar
pelayanan paripurna. oleh karena itu dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut perlu
kesadaran setiap Pelayan kesehatan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang
Kabupaten Malang bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dari upaya
kesehatan menyeluruh yang kontinuitas berfokus pada pasien.
Menurut data rekam medik masih sering ditemukan pasien MRS dengan keluhan
dan penyakit yang sama dengan riwayat MRS pasien sebelumya, hal ini diakibatkan
kurangnya koordinasi pelayanan tindaklanjut diluar rumah sakit ketika pemulangan pasien
yang tepat dan diterimakan pada keluarga atau rujukan kepelayanan lain baik didalam
maupun keluar rumah sakit yang tepat, oleh karena itu perlu di susun pedoman/panduan
pemulangan pasien, rujukan dan tindak lanjut pasien Rumah Sakit Umum Daerah Lawang
Kabupaten Malang.

B. DEFINISI OPERASIONAL
1. Pemulangan pasien dan merujuk ke pelayanan kesehatan dari mana pasien berasal
adalah suatu langkah medik mengijinkan pasien pulang dari dirawat dirumah sakit
dalam satu waktu tertentu karena menurut ketentuan rumah sakit kondisi kesehatan
pasien sudah layak ditindak lanjuti di rumah dan merujuk pasien ke sarana pelayanan
kesehatan, praktisi kesehatan atau pelayanan penunjang lainya yang ada di komunitas
dari mana pasien berasal sebagai kontinuitas tindak lanjut pelayanan pengobatan
pasien.
2. Rujukan Pasien atau merujukan dari RS rendah ke RS lebih tinggiadalah suatu langkah
medik yang terencana untuk merujuk pasien ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi
karena adanya keterbatasan sarana, prasarana, SDM atau penunjang lainya agar
pasien segera mendapatkan pelayanan atau perawatan kesehatan sesuai kondisi
kesehatan dan kebutuhanya dengan baik dan tepat waktu sebagai bentuk kelanjutan
pelayanan pasien.

C. TUJUAN
1. Dengan perencanaan pulang yang terkoordinasi dengan baik dan tepat waktu
diharapkan pencegahan terjadinya penyakit berulang terhindari, mengurangi dan
menghilangkan terjadinya penderitaan lebih lama serta memulihkan kesehatan lebih
cepat sehingga mengrangi biaya perawatan.
2. Pasien yang dipulangkan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bekelanjutan
sampai pasien mendapatkan kondisi derajad kesehatan yang lebih baik dari sebelumya
secara terus menerus.
3. Pasien yang dirujuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhanya
yang baik dan tepat waktu
4. Menurunkan morbiditas dan mortilitas
5. Meningkatkan pelayanan di rumah sakit dan kepuasan pasien
BAB II
RUANG LINGKUP

A. PEMULANGAN PASIEN KE PELAYANAN KESEHATAN DARI MANA PASIEN


BERASAL

Kriteria pemulangan pasien dan merujuk ke pelayanan kesehatan dari mana pasien
berasal dilakukan berdasarkan :
1. Keputusan dokter DPJP berdasarkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan
medik lainya pasien telah layak untuk pulang dan dapat ditindak lanjuti di luar rumak
sakit.
2. Semua gejala yang muncul pada saat pasien MRS telah hilang atau sekurang
kurangnya terdapat gejala sisa yang minimal/ringan yang dimungkinkan pasien
mampu merawat dirinya sendiri dengan bantuan minimal.
3. Keluarga dan pasien memahami kondisi kesehatan dan kebutuhannya sehingga setuju
KRS
4. Adanya pelayanan tindak lanjut pasien berdasarkan kondisi kesehatan dan
kebutuhanya baik di poliklinik rawat jalan RS atau pelayanan kesehatan, praktisi atau
penunjang lainya di komunitas dari mana pasien berasal
Beberapa ketentuan Pemulangan Pasien
1. Pemulangan Pasien Rawat Inap
a. Semua pasien rawat inap dipulangkan sesuai rencana pemulangan pasien
(discharge plan) yang dibuat oleh DPJP.
b. Rencana pemulangan pasien (discharge plan) dibuat sesuai diagnosis,
tindakan yang dilaksanakan terhadap pasien, kondisi dan perkembangan
pasien, serta mempertimbangkan kehendak pasien dan keluarga serta berbagai
aspek sosio-ekonomi terkait.
c. DPJP menginformasikan rencana pemulangan kepada pasien dan keluarganya
sedini mungkin.
d. Sehari sebelum tanggal rencana pemulangan pasien, DPJP menuliskan di rekam
medik pasien bahwa pasien akan pulang keesokan harinya, agar staf lain dapat
memulai menyelesaikan kelengkapan administratif pasien pulang.
e. Obat retur dan rencana obat yang dibawa pulang dipersiapkan oleh petugas di
ruangan yang dinas sore / malam, sehari sebelum pasien pulang, berdasarkan
instruksi tertulis dari DPJP.
f. Pada hari pasien pulang, maka sejak pukul 08.00 petugas administrasi ruangan
memulai menyelesaikan administrasi.
g. Resume pasien pulang (Discharge summary) pulang dilengkapi oleh DPJP pada
hari terakhir saat pasien pulang setelah melakukan visite terakhir, dan sesaat
sebelum pasien pulang.
h. Resume pasien pulang (Discharge summary) dibuat sedikitnya berisi :
Alasan di rawat inap.
Pemeriksaan fisik dan penunjang lain yang penting.
Diagnosis dan Komorbiditas yang penting.
Prosedur diagnostik dan terapi yang diberikan.
Pengobatan dan perawatan yang penting.
Kondisi pasien pada saat dipulangkan.
Obat-obatan pulang, semua obat yang di bawa pulang.
Instruksi tindak lanjut, termasuk kapan dan ke mana harus kontrol, instruksi
perawatan dirumah, dan lain sebagainya yang relevan dengan kondisi
pasien.
i. Salinan dari Resume pasien pulang diberikan kepada pasien untuk dibawa saat
kontrol, baik ke dokter rumah sakit, maupun ke dokter keluarga / dokter perujuk
pasien tersebut, sementara aslinya disimpan di berkas rekam medik pasien.
j. Penyelesaian administrasi pasien pulang berlangsung tidak lebih dari 2 jam
bilamana tidak ada permasalahan lain secara administratif.

2. Pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri


a. Pasien yang pulang atas permintaan sendiri / keluarganya tidak sesuai
dengan rencana pemulangan (discharge plan) yang dibuat oleh DPJP
dinyatakan sebagai pulang paksa.
b. Pasien pulang paksa harus menandatangani surat pernyataan, dan bila pasien
tidak mampu menandatangani, maka pernyataan tersebut ditanda tangani oleh
wali yang berhak secara hukum, setelah mendapatkan penjelasan secara
lengkap mengenai resiko pulang paksa tersebut, dan penjelasan ini
terdokumentasi.
c. Setelah pasien / walinya menandatangani surat pernyataan, maka proses
pemulangan pasien dilakukan sesuai dengan prosedur pasien pulang.
d. Durasi penyelesaian administratif pada pasien pulang paksa disesuaikan
dengan kondisi pelayanan saat itu, dan maksimal 5 jam.
e. DPJP tidak wajib datang pada keadaan pasien pulang paksa, dan
pemberitahuan / persetujuan dapat diberikan per telepon.
f. Discharge summary dapat dibuat pada hari kerja berikut sesudah pasien pulang
paksa, dan dapat diambil oleh pasien / wali sesudahnya.(Maksimal 2 hari kerja
sesudah pasien pulang paksa)
3. Pasien Menolak Rawat
Pasien dari unit unit ambulatory dan unit gawat darurat yang memiliki indikasi
rawat namun menolak untuk dirawat diminta menanda tangani pernyataan tertulis
penolakan rawat inap.

4. Pengaturan rencana / ijin pemulangan pasien, sementara masih dalam asuhan


BAB III

TATA LAKSANA

A. PEMULANGAN PASIEN KE PELAYANAN KESEHATAN DARI MANA PASIEN


BERASAL
Prosedur pemulangan pasien :
I. Persiapan
1. Meneliti ulang Formulir Discharge Planning yang di isi dalam waktu 24 jam
setelah pasien rawat inap
2. Melengkapi Formulir Discharge Planning yang harus diisi satu hari sebelum
pasien diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit
3. Surat kontrol atau surat rujukan yang ditujukan ke poliklinik RS atau sarana
kesehatan, praktisi atau penunjang lainya dari pasien berasal dari dokter
penanggung jawab pelayanan pasien / DPJP.
4. Pasien dan keluarga telah memenuhi persyaratan administrasi pasien pulang
5. Tempat tidur atau kursi beroda
6. Discharge planning :
Agar pada hari kepulangan pasien dapat pulang dengan cepat, maka perlu
direncanakan segala hal yang dapat diselesaikan sehari sebelum kepulangan.
Hal-hal itu diantaranya adalah:
Retur obat
Resep obat yang akan dibawa pulang
Discharge summary
Surat Keterangan Sakit
Rencana pemeriksaan penunjang terakhir (lab, radiologi, dll)
Klaim asuransi
II. Pelaksanaan
1. Cek kelengkapan dokumen rekam medik, administrasi pasien pulang, discharge
planing yang terisi lengkap dan benar.
2. Berikan informasi kepada pasien dan keluarga bahwa pasien boleh pulang,
kontrol dan pengobatan selanjutnya dimana dan kapan, bawakan hasil hasil
pemeriksaan penunjang yang dimiliki pasien, obat obatan yang dilanjutkan
dirumah, jelaskan bagaimana diit dan cara cara perawatan seperti rawat luka dll
saat dirumah sesuai discharge planning yang diberikan ke pasien.
3. Berikan surat kontrol atau surat rujukan ke pelayanan kesehatan setempat,
pesankan untuk senantiasa ditunjukan petugas kesehatan saat kontrol
selanjutnya.dan jelaskan bila ada yang kurang dipahami pasien atau keluarga
dapat menghubungi rumah sakit kembali.
4. Lepaskan dan Bersihkan pasien dari alat kesehatan yang terpakai, ajarkan
prosedur dan cara perawatan pada alat tertentu yang dibawakan kerumah
5. Berikan lembar angket kepuasan pasien dan mintalah pasien dan keluarga
untuk mengisi sesuai pengalaman pasien dan keluarga selama dirawat secara
jujur sebagai bentuk evaluasi pelayanan rumah sakit.
6. Pindahkan pasien ke tempat tidur atau kursi beroda dan antarkan pasien dan
keluarga sesuai kebutuhan untuk pulang
7. Bersikan dan rapikan kembali tempat tidur pasien dan kondisikan siap pakai
pada pasien baru.
8. Dokumentasikan pada rekam medik tanggal dan jam pasien telah pulang
BAB IV

DOKUMENTASI

Semua pelaksanaan kegiatan pelayanan harus dicatat dan didokumentasikan


berdasarkan pelaksana kegiatannya jika pelaksana kegiatan oleh dokter maka pendokumentasian
pasien dilakukan oleh dokter dicatatan dokter. Jika pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh perawat
maka pendokumentasian dilakukan oleh perawat di catatan laporan perawat dan di masing
masing kolom satatus pasien.

Pelaksanaan Pemulangan dan Rujukan Pasien di catat sesuai dengan isian pada
Formulir Discharge Planning serta Formulir Rujukan Pasien yang disertakan dalam Rekam Medik
Pasien / Status Pasien

Untuk selanjutnya dibuat laporan dan evaluasi kegiatan dilakukan oleh bagian rekam
medik, apakah dari buku pedoman tersebut telah dapat semua kegiatan dapat terlaksana dengan
lancar atau terdapat kendala kendala untuk dievaluasi sebagai penyempurnaan pedoman
pemulangan pasien, rujukan pasien dan tindak lanjut pengobatan pasien yang akan datang.
PEMULANGAN PASIEN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.20 0 1/1

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
PENGERTIAN Prosedur pemulangan pasien rawat inap dari ruang rawat inap.

Prosedur pemulangan pasien yang sudah tidak memerlukan perawatan di


TUJUAN rumah sakit.

1. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan


2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
KEBIJAKAN Sakit
3. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015 Tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten Malang;
1. Dokter menginformasikan kepada pasien bahwa pasien boleh pulang
2. Dokter menginstruksikan kepada perawat bahwa pasien boleh pulang
danmelengkapi :
a. Resume pulang medis
b. Surat istirahat sakit
c. Resep obat yang dibawa pulang
3. Perawat membuat resume pulang keperawatan dan melengkapi formulir
yang telah dibuat oleh dokter yang merawat.
4. Perawat melakukan pengecekan ulang mengenai tindakan-tindakan
pelayanan yang telah dilakukan.
5. Perawat melakukan pengecekan ulang mengenai tindakan-tindakan
pelayanan yang telah dilakukan.
6. Untuk pasien dinas : tidak perlu mengurus administrasi bisa langsung
pulang. Administrasi dilaporkan ke bagian administrasi langsung oleh
petugas ruang rawat inap.
7. Untuk pasien bpjs :
PROSEDUR a. Perawat membuat perincian dan menginformasikan pelayanan yang
telah dilakukan kepada petugas administrasi
b. Pihak administrasi verifikasi data dan jaminan pasien
c. Keluarga menyelesaikan administrasi dengan petugas askes.
d. Menyerahkan bukti penyelesaian administrasi askes kepada perawat
yang bertugas
8. Untuk pasien umum :
a. Perawat membuat perincian dan menginformasikan pelayanan yang
telah dilakukan kepada petugas administrasi
b. Pihak administrasi verifikasi data.
c. Petugas administrasi menginformasikan total biaya rawat inap
kepada pasien/keluarga pasien
d. Keluarga pasien mengurus pembayaran di kasir
e. Keluarga menyelesaikan administrasi dengan petugas askes.
f. Menyerahkan bukti pembayaran kepada perawat yang bertugas
g. Perawat memberikan surat pulang, obat, dan edukasi kepada pasien.
h. Perawat mengantar pasien sampai ke tempat penjemputan
1. Bagian Administrasi Pasien
UNIT TERKAIT
2. Kasir Rumah Sakit
3. Instalasi Rawat Inap

RESUME PASIEN PULANG

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.21 0 1/1

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
Suatu bagian dari rekam medis yang merangkum sebab pasien masuk
rumah sakit, temuan significant, prosedur yang dijalankan, pengobatan
PENGERTIAN yang diberikan, kondisi pasien saat pulang dan instruksi-instruksi khusus
lainnya yang diberikan kepada pasien atau keluarga pasien.

1. Menjamin kontinuitas perawatan dan meningkatkan kemandirian


pasien.
TUJUAN 2. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
3. Meningkatkan keamanan untuk menjaga keselamatan pasien.
4. Mempertahankan mutu pelayanan.
4. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
KEBIJAKAN Sakit
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015 Tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten Malang;
1. Resume tentang perawatan pasien disiapkan ketika keluar rumah sakit.
2. Setiap orang yang berwenang dapat menyusun resume medis pasien
pulang, misalnya dokter, petugas medis atau karyawan.
3. Salinan resume medis pasien pulang disimpan dalam catatan pasien.
4. Satu salinan diberikan kepada pasien, bila sesuai, keluarganya, dan
bila sejalan dengan kebijakan rumah sakit atau kebiasaan umum yang
sejalan dengan kebijakan rumah sakit atau kebiasaan umum yang
5. sejalan dengan hukum san budaya yang berlaku.
6. Salinan resume medis pasien pulang juga diberikan kepada praktisi
yang bertanggung jawab atas perawatan pasien selanjutnya atau
proses tindak lanjutnya.
7. Resume medis harus mempedomani hal-hal berikut ini :
PROSEDUR
a. Resume medis pasien pulang disiapkan oleh individu yang
berwenang.
b. Salinan resume medis pasien pulang disimpan dalam catatan medis
pasien.
c. Pasien diberi salinan resume medis pasien pulang, kecuali jika
bertentangan dengan kebijakan rumah sakit, hukum ataubudaya
setempat.
d. Salinan resume medis pasien pulang diberikan kepada praktisi yang
bertanggung jawab atas perawatan lanjutan atau prosestindak-lanjut
pada pasien.
e. Ada kebijakan dan prosedur yang menentukan kapan resumemedis
pasien pulang harus dilengkapi dan disimpan.
UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
PASIEN PULANG ATAS PERMINTAAN SENDIRI

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.22 0 1/1

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
Prosedur permintaan pasien untuk pulang perawatan yang disebabkan
oleh penolakan pasien atas tindakan medik yang direncanakan atau
PENGERTIAN perawatan yang diberikan oleh rumah sakit meskipun sudah
mendapatkan penjelasan yang cukup.

Adanya pernyataan tertulis tentang penolakan perawatan yang diberikan


TUJUAN untuk menghindari tuntutan hukum terhadap rumah sakit.

1. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan


2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
KEBIJAKAN Sakit
3. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015 Tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten Malang;
1. Perawat menerima permintaan pulang dari pasien.
2. Perawat menghubungi DPJP dan memberitahukan bahwa pasien atau
keluarga mempunyai keinginan untuk pulang atas keinginan sendiri.
3. Jika diluar jam kerja maka yang dihubungi adalah Dokter jaga.
4. Pasien / keluarga diberikan penjelasan tentang kondisi pasien serta
risiko yang terjadi apabila pasien diajak pulang sebelum diijinkan oleh
dokter yang merawat.
5. Penjelasan dilakukan oleh DPJP / Dokter Jaga dengan didampingi oleh
perawat yang bertugas pada saat itu di ruangan.
6. Pasien / keluarga yang berwenang mengisi surat penolakan tindakan
yang isinya penolakan terhadap perawatan di rumah sakit dan dengan
PROSEDUR jelas menuliskan alasan penolakan pada tempat yang tersedia.
7. DPJP / Dokter Jaga memberikan penjelasan bahwa pasien tetap bisa
kembali untuk melanjutkan perawatan ataupun kontrol ke RSUD
Lawang
8. Mempersiapkan administrasi pasien yang dilakukan oleh petugas
administrasi rumah sakit.
9. DPJP membuat resume pulang dan menyerahkannya kepada keluarga
pasien.
10. Perawat melepaskan semua peralatan medis yang masih dipakai
pasien setelah pasien (keluarga) menyerahkan bukti pembayaran
administrasi;
11. Perawat menggunting gelang pasien dan membuangnya.
UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
PEMULANGAN PASIEN DI LUAR JAM KERJA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.23 0 1/1

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
Pemulangan pasien diluar jam kerja adalah Pasien rawat inap yang
pulang atau terpaksa dipulangkan baik karena alasan medis telah
Meninggal dunia, ataupun bisa dinyatakan pulang yang dinyatakan
dengan surat keterangan dokter tetapi diluar jam kerja normal seperti :
PENGERTIAN Diatas (sebelum) jam kerja normal
Hari Sabtu atau Minggu
Hari libur Nasional
Hari libur lainnya yang sesuai dengan ketentuan RS.

Sebagai acuan dari pedoman dalam melakukan administrasi pasien rawat


inap, baik pasien berhak maupun Pasien Jaminan yang keluar diluar jam
TUJUAN kerja Normal Sebagai acuan dari pedoman dalam melakukan administrasi
pasien rawat inap.

1. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga


Kesehatan
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
KEBIJAKAN Sakit
3. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015 Tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten Malang;.
1. Pada saat pasien akan pulang, perawat membuat perincian yang berisi
semua data tindakan dan jumlah tagihan yang dikenakan terhadap
pasien,
2. Penanggung jawab Shift melengkapi : Resume pulang dan resume
keperawatan.
PROSEDUR 3. Untuk pasien dinas : bisa langsung pulang setelah mendapat ijin dan
menerima resume pulang.
4. Untuk pasien Askes (Jaminan) dan Swasta : keluarga meninggalkan
surat jaminan rawat ke ruang perawat serta deposit sejumlah uang
dibagian administrasi
5. Keluarga menyelesaikan administrasi pada hari kerja.
1. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT 2. Kasir Rumah Sakit
3. Bagian Administrasi Pasien
CUTI PERAWATAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.24 0 1/2

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
Memberikan kesempatan kepada pasien untuk melakukan adaptasi
PENGERTIAN dengan lingkungan diluar rumah sakit. atau melukukan kegiatan /
keperluan yang dibutuhkan.

1. Memenuhi hak pasien.


TUJUAN 2. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk beradaptasi dan
berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah sakit.
1. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
KEBIJAKAN Sakit
3. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten
Malang Nomor 800/1015.2/KEP/421.127/2015 Tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lawang Kabupaten Malang;
1. Perawat menerima formulir permintaan dari pasien untuk keluar rumah
sakit dalam waktu sementara / cuti perawatan dengan didampingi oleh
penanggungjawabnya.
2. Perawat memeriksa formulir permintaan cuti perawatan.
3. Perawat melaporkan pada DPJP tentang permintaan pasien /keluarga.
4. Dokter DPJP memberikan informasi kepada pasien dan keluarga
mengenai ijin sementara karena masih perlu perawatan lanjut
5. Dokter DPJP memastikan bahwa kondisi pasien tersebut layak untuk
keluar RS sesuai dengan waktu yang dibutuhkan.
6. Dokter melengkapi catatan medis tentang kondisi terakhir pasien dengan
disertai contact person.
7. Pasien atau keluarga melakukan deposit sebesar perkiraan biaya
perawatan sebelumnya serta biaya ambulance selama ijin pulang
PROSEDUR sementara. (jika pasien swasta).
8. DPJP dan Kepala Ruangan menandatangani surat cuti perawatan.
9. Formulir permohonan cuti dari pasien / keluarga disimpan dalam rekam
medis pasien.
10. Pasien diberikan batas waktu :
Kasus Medik dan Bedah paling lama 3 hari.
Kasus Psikiatri paling lama 7 hari.
11. Apabila setelah batas waktu yang ditentukan, pasien belum kembali ke
RS, maka perawat menghubungi pasien melalui contact person dan
memberikan KIE kepada pasien/ yang bertanggung jawab terhadap
pasien.
12. Apabila setelah diberi KIE oleh perawat tetapi pasien tetap tidak
bersedia kembali ke RS maka perawat menghubungi dokter DPJP (via
telpon)
CUTI PERAWATAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.APK.24 0 2/2

Direktur RSUD Lawang


STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 Agustus 2016
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004
13. DPJP memberi KIE kepada pasien / yang bertanggung jawab terhadap
pasien. (via telpon)
14. Setelah diberikan KIE oleh DPJP, kalau pasien / yang bertanggung
PROSEDUR
jawab keluarga tetap menolak kembali ke RS, maka pasien diminta
untuk menandatangani form penolakan tindakan ( melanjutkan
perawatan ) dinyatakan pulang atas permintaan sendiri.
UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
RENCANA / IJIN PEMULANGAN PASIEN SEMENTARA MASIH
DALAM ASUHAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUD LAWANG SPO.HPK.02 0 1/2

Direktur RSUD Lawang


TANGGAL TERBIT
STANDAR
PROSEDUR
04 Mei 2015
OPERASIONAL
(SPO) drg. MARHENDRAJAYA, MM, SpKG
NIP:196612041992031004

Pasien atau keluargaatas keinginan pasien atau keluarga untuk


PENGERTIAN meninggalkan rumah sakit dalam jangka waktu tertentu atas
persetujuan DPJP
Agar pemulangan pasien sementara berjalan sesuai dengan ketentuan
TUJUAN
yang berlaku

KEBIJAKAN

Pasien atau keluarga meminta ijin untuk pulang sementara


Dokter DPJP mengecek dan memberikan izin untuk pulang
Dpjp yang memberi ijin menulis di dokumen pasien bahwa
pasien diizinkan cuti dengan perjanjian
Perawat memberitahu bagian kasir bahwa pasien tersebut mau
cuti
Pasien atau keluarga menandatangani form pulang sementara
Pasien atau keluarga dijelaskan tentang penanganan pertama
bila ada masalah kesehatan pada pasien
Pasien atau keluarga harus menyelesaikan administrasinke
PROSEDUR
bagian administrasi dan kasir
Pasien atau keluarga diberi nomer telp rumah sakit yang bisa
dihubungi bila sewaktu waktu membutuhkan ambulan atau
tenaga kesehatan
Perawat menyiapkan obat-obatan yang akan dibawa pasien
selama cuti.memberi penyuluhan bila ada perawatan lanjutan
yang harus dijalani oleh pasien. Diet yang harus dipatuhi dan bila
terjadi sesuatu agar segera kembali ke Rumah Sakit.
Pasien meninggalkan rumah sakit dalam jangka waktu yang
sudah ditentukan yaitu tidak lebih dari 12 jam.
Perawat memberitahukan petugas pendaftaran pasien dan
petugas dapur saji bahwa pasien cuti
IGD
INSTALASI
RAWAT INAP
TERKAIT
ICU
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG
Jalan RA.Kartini 5 Lawang Telp. (0341) 426072 Fax. (0341) 426072
Email : rsudlawang@ymail.com
MALANG

PERMOHONAN CUTI PERAWATAN

Saya / yang bertanggung jawab terhadap pasien meminta kepada pihak RSUD Lawang untuk
mengijinkan kepada pasien :
Nama : .
Umur, tanggal lahir : .
No Rekam Medik : .
Rawat di Ruangan : .

Untuk Ijin pulang Sementara / Cuti perawatan karena kepentingan :


...

Dalam waktu .. hari (tanggal: . s/d ..) /


jam (pukul : . s/d .) coret yang tidak perlu.
Selama berada di luar RSUD Lawang yag bertanggung jawab
terhadap pasien adalah :
Nama : .
No. KTP / SIM / Pasport : .
Hubungan dengan pasien : .

Selama berada di luar RSUD Lawang beralamat di :

..

No Telepon yang bisa dihubungi :

Malang,//.
Pemohon

.....

Formulir ini untuk disimpan dalam Rekam Medis pasien.


Untuk disertakan pasien Formulir Istirahat Sakit (lingkari poin cuti).