Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN OBSERVASI AMDAL

DI INDUSTRI PENGOLAHAN EMPING

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Dosen Pengampu: Dr. Ir. Sugiyono M. Kes.

Disusun Oleh:

ANNISA RAMADHANTI

NIM: 16511244018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BOGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017
Pengertian Amdal: Buku geografi/ fotokopian di goleki nang gudang bsk

Pengertian limbah: Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan
manusia (Ign Suharto, 2011 :226). Limbah dapat berupa tumpukan barang bekas, sisa kotoran hewan,
tanaman, atau sayuran. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut
melebihi ambang batas toleransi lingkungan. Apabila konsentrasi dan kuantitas melibihi ambang batas,
keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia
sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh
limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Adapun karakteristik limbah secara umum menurut Nusa Idaman Said,2011 adalah sebagai berikut:
1. Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel kecil yang dapat kita lihat.
2. Penyebarannya berdampak banyak, maksudnya bukan hanya berdampak pada lingkungan yang
terkena limbah saja melainkan berdampak pada sector-sektor kehidupan lainnya, seperti sektor
ekonomi, sektor kesehatan dll.
3. Berdampak jangka panjang (antargenerasi), maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan
dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan ada pada generasi yang akan datang.
Penggolongan Limbah:
a. Berdasarkan polimer penyusun mudah dan tidak terdegradasinya menurut Nusa Idaman Said, 2011,
limbah dibagi menjadi dua golongan besar:
1. Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami (degradable waste = mudah terurai), yaitu
limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, seperti daun-daun, sisa
makanan, kotoran, dan lain-lain.
2. Limbah yang tidak atau sangat lambat mengalami perubahan secara alami (nondegradable waste =
tidak mudah terurai), misanya plastic, kaca, kaleng, dan sampah sejenisnya.
b. Berdasarkan Wujudnya menurut Ign Suharto, 2011, limbah dibedakan menjadi tiga, yaitu:

limbah dalam wujud padat,gas, dan cair

1. Limbah padat, limbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering,
tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa
makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam
2. Limbah cair, limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu
berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas
pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
3. Limbah gas, limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat
dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh
limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyakjuga
menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.
c. Berdasarkan Sumbernya menurut A. K. Haghi, 2011, jenis limbah dapat dibedakan menjadi:
1. Limbah rumah tangga, limbah rumah tangga disebut juga limbah domestik.
2. Limbah industri, limbah industri adalah limbah yang berasal dari industry pabrik.
3. Limbah pertanian, limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, contohnya sisa daun-
daunan, ranting, jerami, dan kayu.
4. Limbah konstruksi. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak
digunakan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah
konstruksi dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek pembangunan maupun
proyek pembongkaran (contruction and domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau
penghancuran bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah yang berasal dari
pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan (baik itu rumah atau bangunan
komersial), digolongkan ke dalam construction waste.
5. Limbah radioaktif, limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik
pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan
tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau menjadi
radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang
memanfaatkan radiasi pengion.
d. Berdasarkan sifatnya menurut A. K. Haghi, 2011, limbah terdiri atas enam jenis, yaitu:
1. Limbah mudah meledak, limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui proses kimia dapat
menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
2. Limbah mudah terbakar, bahan limbah yang mudah terbakar adalah limbah yang mengandung
bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.
3. Limbah reaktif, limbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen
atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan
kebakaran.
4. Limbah beracun, limbah beracun atau limbah B3 adalah limbah yang mengandung racun berbahaya
bagi manusia dan lingkungan. Limbah ini mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.
5. Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam
berkarat.
Limbah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), definisi limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.
Definisi secara umum, limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan
proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah
tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang
bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah
B3). Mahida (1993) dan Bennet (1997) menyatakan bahwa limbah adalah buangan cair dari suatu
lingkungan masyarakat baik domestik, perdagangan maupun industri yang mengandung bahan organik
dan non organik. Bahan organik yang terkandung dalam limbah umumnya terdiri dari bahan nitrogen,
lemak, karbohidrat dan sabun. Limbah cair itu sendiri merupakan gabungan atau campuran dari air dan
bahan-bahan pencemar yang terbawa oleh air, baik dalam keadaan terlarut maupun tersuspensi yang
terbuang dari sumber pertanian, sumber industri, sumber domestik (perumahan, perdagangan dan
perkantoran),dan pada saat tertentu tercampur dengan air tanah, air permukaan ataupun air hujan
(Zain, 2005). Limbah cair yang bersumber dari pertanian (sawah) terdiri dari air yang bercampur dengan
bahan-bahan pertanian seperti pestisida dan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, sulfur, kalsium
dan kalium. Limbah yang bersumber 8 dari kegiatan industri umumnya memiliki karakterisasi yang
bervariasi antara satu jenis industri dengan industri lainnya. Bahan polutan yang terkandung dalam
limbah industri yaitu zat organik terlarut, padatan tersuspensi, bahan terapung, minyak, lemak logam
berat serta senyawa toksik. Untuk limbah domestik itu sendiri merupakan semua bahan limbah yang
berasal dari dapur, kamar mandi, toilet, tempat cuci pakaian, dan peralatan rumah tangga (Mahida,
1993).

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1995 Limbah B3 didefinisikan sebagai setiap
limbah yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau
konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dapat
merusak dan/atau mencemarkan lingkungan hidup dan/atau dapat membahayakan manusia.
Pengertian ini selaras dengan pengertian limbah B3 sebagaimana yang tercantum dalam
UU No.32 Tahun 2009 Pasal 1 angka 21 yang menyatakan bahwa :
Bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah zat, energi, dan/atau
komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun
tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk
hidup lain.
Pada bagian lain, mengacu pada PP 18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, dikatakan
bahwa pengertian limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan
berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik
secara langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, keangsungan hidup manusia serta makhluk hidup
lainnya.
Pengertian-pengertian diatas bermuara pada sebuah kesimpulan bahwa semua limbah yang
sesuai dengan definisi tersebut dapat dikatakan sebagai limbah B3 kecuali bila limbah tersebut
dapat mentaati peraturan tentang pengendalian air dan atau pencemaran udara.
Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik. Menurut sifat
dan karakternya, limbah B3 dibedakan menjadi : (1) mudah meledak; (2) mudah terbakar;
(3)bersifat reaktif; (4) beracun; (5) penyebab infeksi; dan (6) bersifat korosif.Sedangkan ditinjau
dari sumbernya, maka limbah B3 dikategorikan menjadi 3 (tiga) yaitu limbah B3 sumber
spesifik,sumber tidak spesifik, dan bahan kimia kadaluarsa; tumpahan; sisa kemasan; buangan
produk yang tidak memenuhi spesifikasi.
1. Limbah mudah meledak diartikan sebagai limbah yang melalui reaksi kimia dapat
menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
2. Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api,percikan api, gesekan
atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus
terbakar hebat dalam waktu lama.
3. Limbah reaktif merupakan limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau
menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
4. Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan
lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh
melalui pernafasan, kulit atau mulut.
5. Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau
limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan
cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.
6. Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau
mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah bersifat asam
dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat biasa (wikipedia,3 April 2011,URL).

1. Jenis limbah berdasarkan wujudnya


Yang pertama penggolongan limbah berdasarkan wujudnya. Seperti diketahui, zat dapat
digolongkan menjadi 3, yaitu padat, cair, dan gas. Begitupun dengan zat limbah.

1. Limbah padat adalah limbah yang berbentuk padat, contohnya limbah pasar, kotoran hewan atau
manusia, limbah padat industri, dan blotong dari proses pengolahan tebu menjadi gula, dan lain
sebagainya.
2. Limbah cair adalah limbah yang berada dalam fasa cair. Contoh limbah cair yaitu air bekas
pencucian, air buangan usaha laundry, limbah cair yang berasal dari industri, limbah cair tahu, dan
lain sebagainya.
3. Limbah gas adalah limbah yang berada dalam fase gas, biasanya diperoleh dari hasil pembakaran.
Contohnya limbah yang dikeluarkan dari cerobong asap suatu pabrik pengolahan.
2. Jenis limbah berdasarkan senyawa
Jenis jenis limbah juga dapat digolongkan berdasarkan kandungan senyawanya. Ada limbah
organik, ada pula limbah anorganik.

1. Limbah organik adalah limbah yang mengandung senyawa-senyawa organik atau yang berasal dari
produk-produk mahluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. limbah organik cenderung lebih mudah
ditangani karena dapat terdekomposisi menjadi senyawa organik melalui proses biologis (baik aerob
maupun anaerob) secara cepat. Contoh limbah organik misalnya tinja, kertas, limbah rumah jagal
hewan, limbah pasar dari jenis dedaunan atau sayuran sisa, dan lain sebagainya.
2. Limbah anorganik adalah limbah yang lebih banyak mengandung senyawa anorganik, biasanya
cenderung lebih sulit ditangani. Contoh limbah anorganik misalnya kaca, plastik, logam berat, besi
tua, dan lain sebagainya.

3. Jenis limbah berdasarkan sumbernya


Berdasarkan sumbernya, jenis-jenis limbah dibedakan menjadi 2, yaitu limbah industri dan limbah
domestik.

1. Limbah industri adalah limbah yang dihasilkan dari proses industri. Contohnya limbah pabrik,
limbah penambangan, limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir, limbah rumah sakit, dan
lain sebagainya. Limbah industri cenderung ditangani dengan serius karena pemerintah telah mengatur
mekanismenya bagi setiap perusahaan (industri).
2. Limbah domestik adalah limbah yang dihasilkan dari konsumsi rumah tangga. Contohnya kaleng-
kaleng bekas keperluan rumah tangga, air cucian (detergen), kantong plastik, kardus bekas, dan lain
sebagainya.

4. Jenis limbah berdasarkan sifatnya


Limbah juga dapat digolongkan berdasarkan sifatnya dalam merusak atau mempengaruhi
kenyamanan hidup manusia.

1. Limbah biasa adalah jenis limbah yang tidak menyebabkan kerusakan secara serius pada skala kecil
dan jangka panjang. Limbah organik termasuk ke dalam jenis limbah biasa.
2. Limbah B3 atau limbah bahan berbahaya dan beracun adalah limbah yang dapat menyebabkan
kerusakan serius meski pada skala kecil pada jangka pendek maupun panjang. Contoh limbah B3
diantaranya adalah limbah yang memiliki sifat korosif, mudah meledak, mudah terbakar,
menyebabkan infeksi, keracunan, dan lain sebagainya.