Anda di halaman 1dari 3

BAGIAN I

PENDAHULUAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Pendahuluan
1. Identifikasi Masalah Pada Tesis
Pak Warsidi merasakan kegelisahan yang terdapat pada pegawai Dinas Tata Ruang Cianjur
mengatakan bahwa kinerja pegawai di dinas Tata Ruang dan Permukiman kabupaten Cianjur
belum optimal, hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah indikator dari sejumlah pegawai
yang belum optimal. Beberapa faktor yang diduga memberikan kontribusi naik turunnya
kinerja pegawai di dinas Tata Ruang dan Permukiman kabupaten Cianjur ialah berkenaan
dengan kepemimpinan visioner yang dirasakan belum optimal. Selain itu, diduga
pemberdayaan pegawai di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur juga belum
optimal, sehingga berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Tata Ruang dan Permukiman
Cianjur.

2. Rumusan Masalah Pada Tesis


Adapun masalah yang dirumuskan oleh Pak Warsidi dan terdapat pada Tesis ini adalah
sebagai berikut:
a. Bagaimana tingkat kepemimpinan visioner, pemberdayaan pegawai, dan kinerja pegawai
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.
b. Adakah pengaruh kepemimpinan visioner terhadap kinerja pegawai Dinas Tata Ruang dan
Permukiman Kabupaten Cianjur.
c. Adakah pemberdayaan pegawai terhadap kinerja pegawai Dinas Tata Ruang dan
Permukiman Kabupaten Cianjur.
d. Adakah pengaruh kepemimpinan visioner dan pemberdayaan pegawai terhadap kinerja
pegawai Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.

3. Tujuan Penelitian Pada Tesis


Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan rumusan yang telah Pak Warsidi bahas,
munculah tujuan yang di usung olehnya adalah sebagai berikut:
a. Mendeskripsikan kepemimpinan visioner, pemberdayaan pegawai, dan kinerja pegawai
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.
b. Mengukur seberapa besar pengaruh kepemimpinan visioner terhadap kinerja pegawai Dinas
Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.
c. Mengukur seberapa besar pengaruh pemberdayaan pegawai terhadap kinerja pegawai Dinas
Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.
d. Mengukur seberapa besar pengaruh kepemimpinan visioner dan pemberdayaan pegawai
terhadap kinerja pegawai Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur.

4. Kegunaan Penelitian Pada Tesis


Peneliti membagi dua kegunaan kepada dua bagian yaitu kegunaan teoretis dan kegunaan
praktis yang akan dipaparkan sebagai berikut:
a. Kegunaan Teoretis
Beliau berharap penelitian yang ia buat dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu
manajemen sumber daya manusia, terutama berkenaan dengan kepemimpinan visioner,
pemberdayaan pegawai, dan kinerja pegawai. Serta keterkaitan antara kepemimpinan visioner,
pemberdayaan pegawai, dan kinerja pegawai.

b. Kegunaan Praktis
Hasil yang beliau harapkan adalah bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
informasi dan masukan bagi Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur untuk
meningkatkan kinerjanya, terutama berkaitan dengan kepemimpinan visioner serta
pemberdayaan pegawai.

B. Hipotesis Penelitian yang Digunakan pada Tesis


Hipotesis yang mendorong terhadap optimismenya terhadap penyelesaian penelitian
ini yang ia buat adalah sebagai berikut:
1. Kepemimpinan visioner berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
Distarkim Kab. Cianjur.
2. Pemberdayaan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di
Distarkim Kab. Cianjur.
3. Kepemimpinan visioner dan pemberdayaan pegawai berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai di Distarkim Kab. Cianjur.

BAGIAN II
ANALISIS STATISTIKA

Uji statistika yang digunakan pada tesis ini adalah sebagai berikut:
A. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data menggunakan tes kolmogorov smirnov menghasilkan nilai 0,776 yang
berarti lebih besar daripada 0,05 dan berarti penelitian ini berdistribusi normal.
(dapat dilihat buktinya pada lampiran hal 123 tabel 4.31)

B. Uji Homogenitas
Penelitian ini bersifat homogen dibuktikan oleh uji homogenitas yang dilakukannya terdapat
galat regresi di setiap pengelompokan yang berdasarkan pada variabel terikatnya memiliki
variansi yang sama. Pada uji homogenitas ini ia mendapatkan nilai sign di atas 0,05 yaitu
0,722 yang berarti penelitian ini sudah bersifat homogen.
(dapat dilihat buktinya pada lampiran hal 124 tabel 4.32)

C. Analisis Regresi
Analisis regresi yang bermaksud untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara
variabel-variabel yang ia buat satu sama lainnya. Untuk menemukan hal itu ia menggunakan
perhitungan SPSS 18.00 pada perhitungannya sehingga menghasilkan data sebagai berikut:
1. Uji Hipotesis I
Pada istilah pengujian hipotesisnya ia tidak menggunakan istilah H0 dan H1 walaupun
demikian saya akan merumuskannya kepada H0 dan H1 nya sebagai berikut:
H0 : Kepemimpinan visioner berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim Kab.
Ciajur.
H1 : Kepemimpinan visioner tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim
Kab. Ciajur.
Hasil perhitungan uji koefisien regresi yang ia buat membukatikan bahwa H0diterima
yaitu kepemimpinan visioner berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim Kab.
Ciajur dibuktikan oleh nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (10,540 > 1,676). Hai ini berarti
terdapat pengaruh positif dan signifikan.
(dapat dilihat buktinya pada lampiran hal 125 tabel 4.33)

2. Uji Hipotesis II
Pada istilah pengujian hipotesisnya yang ke dua pun ia tidak menggunakan istilah H0 dan
H1 walaupun demikian saya akan merumuskannya kepada H0 dan H1 nya sebagai berikut:
H0 : Pemberdayaan pegawai berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim Kab.
Ciajur.
H1 : Pemberdayaan pegawai tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim
Kab. Ciajur.
Hasil perhitungan uji koefisien regresi yang ia buat membukatikan bahwa H0diterima
yaitu kepemimpinan visioner berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Distarkim Kab.
Ciajur dibuktikan oleh nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (8,152 > 1,676). Hai ini berarti
terdapat pengaruh positif dan signifikan.
(dapat dilihat buktinya pada lampiran hal 127 tabel 4.34)

3. Uji Hipotesis III


Pada penggunaan istilah pengujian hipotesisnya yang ke tiga pun ia tidak menggunakan
istilah H0 dan H1 walaupun demikian saya akan merumuskannya kepada H0 dan H1 nya
sebagai berikut:
H0 : Kepemimpinan visioner dan pemberdayaan pegawai berpengaruh positif terhadap kinerja
pegawai Distarkim Kab. Ciajur.
H1 : Kepemimpinan visioner dan pemberdayaan pegawai tidak berpengaruh positif terhadap
kinerja pegawai Distarkim Kab. Ciajur.
Hasil perhitungan uji ANOVA atau F test dan koefisien regresi yang ia buat
membukatikan bahwa H0 diterima yaitu kepemimpinan visioner berpengaruh positif terhadap
kinerja pegawai Distarkim Kab. Ciajur dibuktikan oleh pengujian signifikansi konstanta
dengan membandingkan untuk taraf Kepemimpinan Visioner mendapatkan nilai thitung lebih
besar dari pada ttabel yaitu (4,309 > 1,676) dan untuk taraf Pemberdayaan Pegawai
mendapatkan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu (4,405 > 1,676). Hai ini dapat
membuktikan bahwa keduanya terdapat pengaruh positif dan signifikan.
(dapat dilihat buktinya pada lampiran hal 128 s/d 129 tabel 4.35, 4.36, dan 4.37)