Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Siklus carnot untuk
Perguruan Tinggi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
bergabung dalam penyusunan Makalah ini. Makalah ini disusun dengan maksud untuk
memberikan pedoman dan arahan mempelajari kimia secara mudah, lengkap, dan benar.
Adapun penyajian Makalah ini mengacu kepada prinsip belajar bermakna, yaitu belajar yang
mengutamakan pengertian atau pemahaman konsep dan ditekankan kepada dua hal penting
dalam pembelajaran, yaitu Pengenalan fakta, pemahaman konsep, dan rumus.Contoh soal dan
penyelesaiannya yang disajikan secara bervariasi.Kami menyadari pada Makalah ini masih
terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca
demi penyempurnaan buku ini.

Akhirnya, semoga makalah ini bisa turut andil dalam mencerdaskan generasi muda
bangsa.

Wassalamualaikum.wr.wb Jambi, Desember 2012

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada tahun 1824 seorang insinyur prancis Sadi Carnot (1796-1832) mengusulkan
mesin ideal yang dapat melakukan usaha secara maksimal dan efisien dibandingkan dengan
mesin-mesin kalor lainnya. Ia membuktikan secara teoritis bahwa tidak ada mesin yang lebih
efisien dari mesin ideal ini, walaupun pada kenyataannya mesin idealini tidak dapat dibuat.
Mesin carnot bekerja berdasarkan suatu siklus yang disebut siklus carnot. Siklus ini terjadi
pada sebuah silinder berisi gas yang dinding-dindingnya terisolasi secara temal ( panas tidak
dapat menembus dinding silinder). Bahan atau zat yang dilibatkan dalam msin kalor
berdasarkan silkus carnot adalah suatu gas ideal. Proses termodinamika yang terlibat dalam
siklus carnot terdiri dari dua proses isothermal dan dua proses adiabatic.

1.2 Rumusan masalah

a) Apakah yang dimaksud dengan siklus carnot ?


b) Apakah kegunaan siklus carnot ?

1.3 Tujuan penulisan

Makalah ini ditulis sebagai tugas kuliah KIMIA FISIK 1 dan untuk memperdalam materi
tentang SIKLUS CARNOT,agar kita bisa lebih memehaminya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. SIKLUS CARNOT

Siklus Carnot diperkenalkan oleh seorang insinyur berkebangksaan Perancis bernama


Sadi Carnot (1796-1832) pada tahun 1824. Siklus ini terdiri dari empat proses seperti pada
gambar .

Keempat proses itu adalah sebagai berikut. (1) Proses AB adalah pemuaian isotermal
pada suhu T1 . Dalam proses ini, gas menyerap kalor Q1 dari reservoir bersuhu tinggi T1

dan melakukan usaha WAB. (2) Proses BC adalah pemuaian adibatik. Selama proses ini suhu
gas turun dari T1 menjadi T2 sambil melakukan usaha WBC (3) Proses CD adalah
pemampatan isotermal pada suhu T2, Dalam proses ini, gas melepas kalor Q2 ke reservoir
bersuhu rendah T2 dan melakukan usaha WCD . (4) Proses akhir DA adalah pemampatan
adiabatik. Suhu gas naik dari T2 ke T1 sambil melakukan usaha WDA .

Siklus Carnot merupakan dasar dari mesin ideal, yaitu mesin yang paling efisien, yang
selanjutnya disebut mesin Carnot. Usaha total yang dilakukan oleh gas untuk satu siklus sama
dengan luas daerah di dalam siklus. Mengingat selama proses siklus Carnot gas menerima
kalor Q1 dari reservoir bersuhu tinggi dan melepas kalor Q2 ke reservoir bersuhu rendah ,
maka usaha yang dilakukan oleh gas sesuai dengan hukum I termodinamika adalah:

Q= U + W atau Q1 - Q2 = 0 + W

W=Q1-Q2 ................................. (14.18)

dengan:

Q1 = kalor yang diserap dari reservoir bersuhu tinggi (J)

Q2 = kalor yang dilepas ke reservoir bersuhu rendah (J)


B. MESIN CARNOT

Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotetis yang beroperasi dalam suatu siklus
reversibel yang disebut siklus Carnot. Model dasar mesin inidirancang oleh Nicolas Lonard
Sadi Carnot, seorang insinyur militerPerancis pada tahun 1824. Model mesin Carnot
kemudian dikembangkan secara grafis oleh mile Clapeyron 1834, dan diuraikan secara
matematisoleh Rudolf Clausius pada 1850an dan 1860an. Dari pengembangan Clausius dan
Clapeyron inilah konsep dari entropi mulai muncul.Setiap sistem termodinamika berada
dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus termodinamika terjadi ketika suatu sistem mengalami
rangkaiankeadaan-keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaansemula. Dalam
proses melalui siklus ini, sistem tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya,
sehingga disebut mesin kalor.Mesin carnot merupakan mesin kalor yang dapat mengubah
energi (kalor)menjadi bentuklainnya (usaha mekanik). Disamping mesin carnot,terdapat pula
mesin-mesin lain yang digolongkan dalam mesin kalor spertimesin uap, mesin diesel dan
bensin, mesin jet dan reactoratom. Pada prinsipnya cara kerja mesin kalor ada tiga proses
penting yaitu:

1. Proses penyerapan kalor dari sumber panas yang sering disebut sebagai reservoir (tandon)
panas.

2. Usaha yang dilakukan oleh mesin.

3. Proses pembuangan kalor pada tempat yang bersuhu rendah, tempat ini sering disebut
reservoir (tandon) dingin.

Sebuah mesin kalor bekerja dengan cara memindahkan energi dari daerah yang lebih
panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya, mengubah sebagian energi menjadi
usaha mekanis. Sistem yang bekerja sebaliknya, dimana gaya eksternal yang dikerjakan
padasuatu mesin kalor dapat menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari
daerah yang lebih dingin ke energi panas disebut mesinrefrigerator. Pada diagram mesin
carnot kalor mengalir dari reservoir bersuhu tinggi TH melalui "fluida kerja", menuju
reservoir dingin TC, dan menyebabkan fluida kerja memberikan usaha mekanis kepada
lingkungan, melalui siklus penyusutan (kontraksi) dan pemuaian(ekspansi).Dalam diagram
tersebut, sistem ("fluida kerja"), dapat berupa benda fluida atau uap apapun yang dapat
menerima dan memancarkan kalor Q, untuk menghasilkan usaha. Carnot mengusulkan bahwa
fluida ini dapat berupazat apapun yang dapat mengalami ekspansi, seperti uap air, uap
alkohol,uap raksa, gas permanen, udara, dll. Sekalipun begitu, pada tahun-tahun awal, mesin-
mesin kalor biasanya memiliki beberapa konfigurasi khusus,yaitu QH disuplai oleh pendidih,
di mana air didihkan pada sebuah tungku,QC biasanya adalah aliran air dingin dalam bentuk
embun yang terletak diberbagai bagian mesin. Usaha keluaran W biasanya adalah
gerakanpiston yang digunakan untuk memutar sebuah engkol, yang selanjutnyadigunakan
untuk memutar sebuah katrol. Penggunaannya biasanya untuk mengangkut air dari sebuah
pertambangan garam. Carnot sendiri mendefinisikan "usaha" sebagai "berat yang diangkat
melalui sebuah ketinggian".

Teorema Carnot Sebuah mesin nyata (real) yang beroperasi dalam suatu siklus pada
temperatur TH and TC tidak mungkin melebihi efisiensi mesin Carnot..Entropi dari sebuah
material nyata berubah terhadap temperatur.Perubahan ini ditunjukkan dengan kurva pada
diagram T-S. Pada kurva tersebut menunjukkan kesetimbangan uap-cair ( lihat siklus
Rankine). Sifat irreversibel sistem dan kehilangan kalor ke lingkungan(misalnya, disebabkan
gesekan) menyebabkan siklus Carnot ideal tidak dapat terjadi pada semua langkah sebuah
mesin nyata.Teorema Carnot adalah pernyataan formal dari fakta bahwa: Tidak mungkin ada
mesin yang beroperasi di antara dua reservoir panas yang lebih efisien daripada sebuah mesin
Carnot yang beroperasi pada dua reservoir yang sama. Artinya, efisiensi maksimum yang
dimungkinkan untuk sebuah mesin yang menggunakan temperatur tertentu diberikan oleh
efisiensi mesin Carnot,Implikasi lain dari teorema Carnot adalah mesin reversibel yang
beroperasi antara dua reservoir panas yang sama memiliki efisiensi yangsama pula.

Mesin kalor dan mesin pendingin menggunakan siklus energi kalor secara spontan dan tidak
spontan. Jika mesin kalor kalor menyerap energi dari benda bersuhu tinggi ~ sebab
dan
benda yang bersuhu rendah akan secara spontan menyerap energi tersebut. Benda bersuhu
rendah dinyatakan mempunyai energi sebesar .

Berdasar prinsip mesin pemanas tersebut, maka perhitungan efisiensi mesin panas menjadi :

x 100%

Efisiensi maksimum yang dinyatakan pada persamaan diatas dapatdiperoleh jika dan hanya
jika tidak ada entropi yang diciptakan dalamsiklus tersebut. Jika ada, maka karena entropi
adalah fungsi keadaan,untuk membuang kelebihan entropi agar dapat kembali ke
keadaansemula akan melibatkan pembuangan kalor ke lingkungan, yangmerupakan proses
irreversibel dan akan menyebabkan turunnya efisiensi.Jadi persamaan di atas hanya
memberikan efisiensi dari sebuah mesinkalor reversibel.Mengapa dihitung efisiensi ?
Berdasarkan pernyataan Clausius, bahwa tidak ada mesin yang menyerap energi seluruhnya
kemudian mampu mengubah seluruh energi yang diserap sepenuhnya menjadi kerja/ usaha,
berdasar pernyataan tersebut maka muncul efisiensi mesin (atau nilaikinerja mesin) yang
dinyatakan dengan koefisien yang dibaca etapertanyaannya mengapa dikurangi ? Karena
adalah energi yang diserap mesin pada tandon (reservoir energi) bersuhu tinggi yang akan
melepaskan kalor (energi) secara spontan kepada (reservoir atau tandon energi bersuhu
rendah) yang berfungsi menyerap energi tersebut.Mesin carnot dapat dianggap memiliki
piston yang bergerak dalam silinder, dan memiliki karakteristik sebagai berikut: Sebuah
rekatan yang sempurna, sehingga tidak ada atom yang melarikan diri dari cairan yang bekerja
karena piston bergerak untuk memperluas atau menekannya. pelumasan sempurna, sehingga
tidak ada gesekan. Sebuah gas ideal untuk fluida kerja. koneksi sempurna termal pada setiap
waktu, baik untuk satu atau tidak ada dua reservoir, yang berada pada dua temperatur yang
berbeda, dengan isolasi termal sempurna mengisolasi dari semua transfer panas lainnya.

piston bergerak bolak-balik berulang kali, dalam siklus bolak ekspansi "isotermal"
dan "adiabatik" dan penekanan, menurut diagram PV ditunjukkan di bawah ini:1. Proses AB
(Ekspansi isotermal reversibel) Pada proses ini, gas dikontakkan dengan reservoir panas
bersuhu T1 melalui dasar silinder. Kemudian beban sedikit demi sedikit dikurangi sehingga
piston (penghisap)terangkat dan gas akan memuai (berekspansi) secara isothermal pada suhu
T1. Selama proses ini gas menyerap kalor sejumlah Q1 dan melakukan usaha (W AB) dengan
menaikkan piston keatas.2. Proses BC (Ekspansi adiabatik reversibel) Pada proses ini, dasar
silinder yang semula dikontakkan pada reservoir panas sekarangdiberi dinding yang terisolasi
terhadap lingkungan. Sedikit demi sedikit beban dikurangi dan membiarkan gas memuai
(mengembang = berekspansi) secara adiabatik. Selama proses ini suhu gas turun dari T1
menjadi T2 dan gas melakukan usaha sebanyak WBC yangditunjukkan dengan naiknya
piston.3. Proses CD (Kompresi isotermal reversibel) Pada proses ini, gas dikontakkan dengan
reservoir dingin bersuhu T2 melalui dasar silinder. Kemudian beban ditambahkan sedikit
demi sedikit sehingga piston turun dan membiarkan gas termampatkan (terkompres) secara
isothermal pada suhu T 2. Selama proses ini gas akan membuang kalor sebanyak Q2 dan
menerima usaha (berarti usaha negatif) dari luar sebesar W CD.4. Proses DA (Kompresi
adiabatik reversibel)

Pada proses ini, dasar silinder kembali di isolasikan terhadaplingkunagn. Sedikit demi sedikit,
beban ditambahkan dan biarkan gastermampatkan secara adiabatik. Selam proses ini suhu gas
naik dariT2 menjadi T1 dan gas menerima usaha dari luar sebanyak W DA yangditunjukkan
dengan turunnya piston.
Definisi penerapan siklus carnot adalah siklus ideal dari mesin pemanas yang reversible
(dapat balik) secara sempurna. Siklus ini menggunakan proses pemuaian isotermis, pemuaian
adiabatic, pemampatan isotermis, dan pemampatan adiabatic yang berlangsung berurutan
terus menerus. Misalnya kalor yang diserap (Q1) dan kalor yang dilepas (Q2), maka selisih
kalor itu digunakan sebagai usaha gas pada siklus itu, sehingga diperoleh persamaan

Q1 Q2 = W

Mesin Carnot adalah sebuah mesin ideal ( mesin teoritik), bekerja dalam sebuah siklus yang
terdiri atas 4 proses, yaitu:
1.EKSPANSI ISOTERMIK:Mula-mula sejumlah kalor (Q1) diambil dari reservoir panas
bersuhu T1, gas dibiarkan berekspansi (memuai) secara isotermik ( suhu dijaga tetap)

2. EKSPANSI ADIABATIK: Gas melanjutkan ekspansinya tapa menyerap maupun melepas


kalor, sehingga suhunya turun menjadi T2

3. KOMPRESI ISOTERMIK :Gas dimampatkan (kompresi), dengan menjaga suhunya agar


konstan, sambil melepas kalor sejumlah Q2

4. KOMPRESI ADIABATIK : Gas melanjutkan proses pemampatan tanpa menyerap maupun


melepas kalor sehingga suhunya naik kembali seperti awal siklus, yaitu T2.

C. MESIN PEMANAS CARNOT DAN MESIN PENDINGIN CARNOT

MESIN PEMANAS

HK II : Pada suatu mesin siklik tidak mungkin kalor yang diterima mesin diubah semuanya
menjadi kerja. Selalu ada kalor yang dibuang oleh mesin.
MESIN PENDINGIN CARNOT

Merupakan kebalikan dari mesin pemanas

Mesin Carnot hanya merupakan siklus teoritik saja, dalam praktek biasanya digunakan
siklus Otto untuk motor bakar (terdiri dari 2 proses adiabatik dan 2 proses isokhorik)
dan siklus diesel untuk mesin diesel (terdiri dari 2 proses adiabatik, 1 proses
isobarik dan 1 proses isokhorik).

Contoh:

1. Selama proses isokhorik (v = 1 m3), gas menerima kalor 1000 kalori sehingga
tekanan berubah sebesar 814 N/m2. Hitunglah perubahan energi dalam gas selama
proses tersebut ?

Jawab:

Proses isokhorik: V = 0 sehingga W = P V = 0


Q =U + W 1000 = U + 0
Jadi perubahan energi dalam gas = 1000 kalori =1000 x 4.186 J = 4186J

2. Gas diatomik pada suhu sedang 200C dan tekanan 105 N/m2 bervolume 4 lt. Gas
mengalami proses isobarik sehingga volumenya 6 liter kemudian proses isokhorik
sehingga tekanannya 1.2 x 105 N/m2. Berapakah besar perubahan energi dalam gas
selama proses tersebut ?

Jawab:

PV = n R TP V + V P = n R T

Proses A - B (P = 0):
P V = n RT = 105 . 2.10-3 = 200 J
UBC = 5/2 n R T = 500 J (diatomik 200C)
Proses :B - C (V = 0):
V P = n R T = 6.10-3.0,2. 105 = 1120 J
UBC = 5/2 n R T = 300 J (diatomik 200C)

Jadi U total = UAB + UBC = 800 J

3. Bila suatu gas dimampatkan secara isotermik maka tentukanlah tekanan, energi
dalam danusaha yang dilakukan oleh gas!

Jawab:

Gas dimampatkan berarti volume gas bertambah kecil (AV < 0)


Proses gas secara isotermik berarti T = 0

Jadi: PV = C P = C/V

Karena volume gas bertambah kecil maka tekanan gas akan bertambah besar. Kenaikan
tekanan gas ini disebabkan oleh makin seringnya molekul-molekul gas menumbuk
dinding tempatnya (jarak tempuh molekul gas makin pendek) bukan karena
kecepatannya yang bertambah.

U=3/2 n R T

Karena proses isotermik (T= 0), maka perubahan energi dalam sama dengan nol (U -
0). Berarti energi dalam gas tidak berubah.

Q = U + W W = P V

Karena U = 0 maka Q = W, berarti kalor yang diserap gas seluruhnya diubah


menjadi usaha gas.

Karena volume gas bertambah kecil (V < 0) maka usaha yang dilakukan gas negatif(
W < O), berarti gas menerima kerja dari luar.
DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Dimsiki. 1993. Termodinamika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Halliday dkk. 2010. Dasar-Dasar Fisika Versi Diperluas. Tanggerang: Binapura Aksara.

Jamal, M. Arifuddin. --. Handout Fisika Dasar I. Belum dipublikasikan.

Sutrisno dan Tan Ik Gie. 1983. Seri Fisika Dasar (Listrik, Magnet dan Termofisika Listrik).
Bandung: ITB.

Zemansky, Sears. 2000. Fisika untuk Universitas I. Jakarta: Erlangga.

Diposkan oleh dhiya'ur_alvy


TUGAS KIMIA FISIK 1

MAKALAH SIKLUS CARNOT

OLEH :

KELOMPOK 10

1. DEDY SURYA PRATAMA (A1C1110 )


2. MERI DIANA (A1C1110 )
3. DWI RATNASARI (A1C111043)
4. ICE LELY SITOHANG (A1C1110 )
5. MEGA AFFANI (A1C1110 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PMIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2011/2012