Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MORNING REPORT

ILMU PENYAKIT BEDAH

Oleh :
Adibburrohman Putra
Ni Luh Putu Novita
Farida Astritami Pangaribuan
Aditha Fitrina Andiani
Ayu Dwi Mufidah
Dimes Atika Permanasari
Edda Rachmadenawanti
Habibbur Rochman Salim
Hanif Nur Riestyanto
Ivan Kristantya
Maulidah Ayuningtyas
Rosita Sopwi Nur Laily

Disusun untuk melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya


SMF Ilmu Bedah di RSD dr.Soebandi Jember

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
TINJAUAN PUSTAKA

A. MOBILISASI PADA PASIEN FRAKTUR TULANG PANJANG POST


OPERASI

1. FRAKTUR HUMERUS1
0-14 Hari Post Operasi
- Clockwise shoulder pendulum: latihan menggerakkan arm joint memutar searah
jarum jam
- Counterclockwise shoulder pendulum: latihan menggerakkan arm joint memutar
berlawanan jarum jam
- Tight fist: pasien diminta mengepalkan (fleksi penuh) jari-jarinya kemudian
mengekstensikannya
- Thumb to shoulder: pasien memfleksikan sendi elbow untuk menyentuh bagian
anterior shoulder dengan bagian ujung digiti I.
- Front-assisted forward elevation: pasien menggenggam sebuah tongkat dengan
kedua tangannya yang diberi jarak sekitar 6 inchi. Kemudian ekstremitas yang
sehat perlahan-lahan mengangkat ekstremitas yang sakit. Muskulus deltoid pada
ekstremitas yang sakit tidak boleh berkontraksi. Ekstremitas diangkat sampai
posisi yang sedikit kurang nyaman, kemudian diturunkan perlahan ke posisi
istirahat.
- Side-assisted lift: latihan menggerakkan ekstremitas yang terluka dalam posisi
abduksi-adduksi.

2-6 Minggu Post Operasi


Work limitations:
- Aktivitas yang boleh dikerjakan oleh ekstremitas post op tidak lebih berat dari
menulis atau mengetik
- Tidak boleh mengangkat, mendorong, atau menarik beban
- Menggunakan sling saat di tempat kerja
- Tidak boleh menyetir/ mengoperasikan mesin

6-8 Minggu Post Operasi


Work Limitations:
- Boleh menyetir

8-12 Minggu Post Operasi


Work Limitations:
- Boleh mendorong, menarik, dan mengangkat beban tetapi tidak melebihi kepala
(overhead)

2. FRAKTUR ANTEBRACHII2
10-14 Hari Post Operasi
- Menggerakkan elbow dan jari-jari secara bertahap sampai bisa mencapai full
ROM 10x/ hari
- Boleh mengetik dan menulis
- Tidak boleh mengangkat beban > 5 pound

2-6 Minggu Post Operasi


- Latihan memperkuat pegangan/ genggaman
- Boleh mengendarai kendaraan/ mengoperasikan mesin ringan

8-12 Minggu Post Operasi


- Latihan menguatkan ekstensi, fleksi, supinasi, pronasi pada wrist
- Minggu ke-12 post operasi sudah dapat menggunakan ekstremitas dalam
aktivitas sehari-hari.
3. FRAKTUR FEMUR3
0-10 Hari Post Operasi
- Foot-flat weight bearing
- Isometric quadriceps strengthening
- AROM atau PROM lutut dalam kondisi duduk

10-14 Hari Post Operasi


- Isometric quadricep dan abductor exercise
- Latihan berjalan dengan alat bantu 1-2x seminggu

2-8 Minggu Post Operasi


- Latihan berjalan 1-2x seminggu tanpa alat bantu jika tidak nyeri
- Abductor/ adductor stretching dan strengthening
- Quadriceps strengthening

3 Bulan Post Operasi


- Bisa beraktivitas seperti biasa
B. WEIGHT BEARING
Weight bearing adalah pembebanan berat badan pada kaki yang mengalami
cedera. Early weight bearing direkomendasikan karena dapat mempercepat union dan
meningkatkan kekuatan tulang (Bucholz et al.,, 2012). Terdapat lima tingkatan
weight bearing: 4,5,6
1. Non weight bearing
Tidak memberi beban apapun. Kaki sama sekali tidak boleh menyentuh lantai.
Dilakukan selama 3 minggu post op.
2. Touch down weight bearing / Toe touch weight bearing
Ketika duduk atau berdiri, kaki yang cedera boleh menyentuh lantai tapi
hanya untuk keseimbangan
3. Partial weight bearing
Beban dapat ditingkatkan perlahan dari 30-50% berat badan.
4. Weight bearing as tolerated / weight bearing to tolerance
Beban ditingkatkan 50-100%. Pasien mengatur sendiri bebannya sesuai
dengan rasa sakit yang dialami
5. Full weight bearing
Tidak ada limitasi. Dapat membawa 100% berat tubuh
Gambar 1. Non weight bearing (kiri) dan Partial weight bearing (kanan).
Pada Non weight bearing kaki sama sekali tidak boleh menyentuh lantai

Weight bearing bersifat individual. Bergantung dari jenis fraktur, implan yang
digunakan, cedera yang menyertai, penyakit penyerta yang dimiliki pasien, dan
kerjasama pasien (Siebert et al., 1993 dalam Ruedi et al., 2007). Tetapi terdapat
pedoman yang dapat menjadi dasar seperti yang dirilis AO (Ruedi et al., 2007) 4,5,6
Femur, neck: Toe-touch: 15 kg week 0(6)12
screw fixation or DHS Partial weight bearing: 30 kg week 1214
Full weight bearing: week 1314

Femur: Youngpatients:
intertrochanteric/pertrochanteric: Toe-touch: 15 kg week 06
DHS/PFNA Partial weight bearing: 30 kg week 410
Full weight bearing: when comfortable
Elderlypatients:
Full weight bearing

Femur: subtrochanteric: Toe-touch: 15 kg week 06,


PFNA, AFN, DCS, angled blade plate Partial weight bearing 30 kg week 410
Full weight bearing: when comfortable

Femur, shaft: stable fixation with Toe touch: 15 kg week 34


locked intramedullary nail Full weight bearing: as tolerated

Femur, shaft: stable plate fixation Toe touch: 15 kg week 34


Full weight bearing: week 68

Femur, distal: LISS/DCS angled blade Toe-touch: 15 kg week 06,


plate Partial weight bearing 30 kg week 610
Full weight bearing: week 1012
On Stable situation:
full weight bearing from week 68
C. KOMPLIKASI FRAKTUR
Komplikasi dini (early complication)
1. Komplikasi local
a. Vascular injury yang menyebabkan perdarahan baik internal atau
eksternal
b. Visceral injury (kerusakan otak, paru, GIT)
c. Kerusakan pada jaringan lunak (kulit, nervus, vasa)
d. Compartement syndrome (volksmanns ischemia)
Gejala
o Pain
o Pallor
o Parasthesia
o Paralysis
o Pulselessness
Penatalaksanaan
o Remove external pressure
o Open fasciotomy untuk dekompresi
o Debridement necrotic tissue
o Dialysis
Komplikasi
o Acute renal failure
o DIC
e. Wound infection
2. Komplikasi sistemik
a. Fat embolism
Definisi
Faktor resiko
o Closed fracture
o Multiple fracture
o Pulmonary contusion
o Long bone fracture
Manifestasi
o Sudden onset dyspnea
o Hypoxia
o Fever
o Convision, coma
Penatalaksanaan
o Terapi supportive
o Kortikosteroid
o Surgical stabilistation
b. Syok
c. Trhomboembolism
d. Pneumonia
B. Komplikasi lanjut (late complication)
1. Komplikasi local
a. Delayed union terjadinya penyambungan tulang yang terlambat
yang disebabkan karena infeksi, vaskularisasi kurang, dan
hipermobility.
b. Non union
Definisi
Tidak terbentukna kalus setelah 3-6 bulan pasca fraktur
Manifestasi
o Nyeri
o False movement
o Disuse
o Tenderness
o Swelling
o X-rau : tidak terbentuk kalus
Penatalaksanaan
o Early weight bearing
o Debridement
o Internal fixation
o Bone grafting
c. Malunion
Definisi
Penyatuan fraktur dengan abnormalitas posisi fragmen fraktur
karena reduksi yang tidak akurat atau imobilisasi yang tidak
efektif selama penyembuhan.
Manifestasi klinis terdapatnya deformitas pada tulang yang
telah mengalami fraktur
Penatalaksanaan : pemasangan traksi
d. Joint stiffeness
e. Contractures
f. Myositis ossificans
g. Avascular necrosis
h. Algodystrophy
i. Osteomyelitis
j. Deformity
2. Komplikasi sistemik
a. Gangrene
b. Tetanus
c. Sepsis
d. Fear of mobilizing
e. Osteoarthritis
DAFTAR PUSTAKA

1. Source: Trueblood. Postoperative Protocol For Proximal Humerus Fractures


Following ORIF.
https://www.advancedorthopedicspecialists.com/sites/advancedorthopedicspecialis
tsV2.com/files/(P)%20Proximal%20Humerus%20Fracture%20ORIF.pdf
2. Source: Trueblood. Postoperative Protocol For ORIF Both Bone Forearm Fracture.
https://www.advancedorthopedicspecialists.com/sites/advancedorthopedicspecialis
tsV2.com/files/(P)%20Both%20Bone%20Forearm%20Fracture%20ORIF.pdf
3. Source: Trueblood. Postoperative Treatment Following Femur Fracture
Intramedullary Nailing.
https://www.advancedorthopedicspecialists.com/sites/advancedorthopedicspecialis
tsV2.com/files/(P)%20Antegrade%20IM%20Nailing%20of%20Femur..pdf
4. Bucholz, R. W., Heckman, J. D., & Tornetta III, P. 2015. Rockwood and green's
fractures in adults: Two volumes plus Integrated content website.
5. Siebert W, Geyer M, Vahle A. 1993. [Postoperative partial weight bearingWhat
does the patient really do? Orthop Praxis; 3:196202
6. Ruedi, T., Buckley, R., & Moran, C. (Eds.). 2007. AO principles of fracture
management, books and DVD. Thieme.