Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SUKARAJA
Jl. Raya Sukaraja Km. 1 Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja Tlp. (0266) 230067
Sukaraja 43192 E-mail. pkm.sukaraja@gmail.com

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)


KESEHATAN JIWA
TAHUN 2017

A. PENDAHULUAN
Menurut undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2014,
kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara
fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif,
dan mampu memberikan kontribusi bagi komunitasnya
Orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) adalah orang yang mempunyai
masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, dan perkembangan, dan / kualitas
hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami
gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam
bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta
dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang
sebagai manusia (www.hukumonline.com)
Seseorang dengan gangguan jiwa berhadapan dengan stigma, diskriminasi
dan marginalisasi. Stigma dapat mengakibatkan penderita tidak mencari
pengobatan yang sebenarnya sangat mereka butuhkan atau mereka akan
mendapatkan pelayanan yang bermutu rendah. Marginalisasi dan deskriminasi
dapat meningkatkan resiko kekerasan pada hak-hak individu, hak politik, ekonomi,
social dan budaya.
Pasien dengan gangguan jiwa berat sering memiliki gejala yang dapat
menjadi ancaman, baik terhadap keluarga, diri sendiri, maupun orang lain.
Keluarga dan masyarakat di sekitar lingkungannya cenderung melakukan
tindakan paksa untuk mengurangi atau membatasi ancaman tadi. Bentuk
pemaksaan itu dapat berupa pemasungan, yaitu mengikat tangan dan/atau kaki
dengan rantai atau seutas tali atau menguncinya pada sebuah batang kayu, atau
mengurungnya dalam sebuah ruangan yang sangat sempit. Pembatasan gerak ini
atau pemasungan acapkali juga disertai dengan penelantaran termasuk
kebutuhan hidupnya yang sangat mendasar tidak diperhatikan. Kebutuhan makan
minum, buang air besar dan buang kecil, kebersihan diri dan berpakaian yang
pantas menjadi sangat sulit ia dapatkan. Pada kondisi ini sebenarnya penderita
gangguan jiwa yang dipasung adalah individu terlantar dan miskin, yang
seharusnya ditanggung oleh pemerintah

B. LATAR BELAKANG

1. Data Umum

2.Meningkatkan derajat
kesehatan jiwa di
Indonesia sebagai
bagian dari derajat
kesehatan
3.masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas DTP
mand
4.Meningkatkan derajat
kesehatan jiwa di
Indonesia sebagai
bagian dari derajat
kesehatan
5.masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas DTP
mand
a.
2. Data Khusus

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. TUJUAN UMUM
Meningkatkan derajat kesehatan jiwa dan kualitas hidup masyarakat
2. TUJUAN KHUSUS
a. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat
terhadap kesehatan jiwa
b. Meningkatnya upaya untuk mencegah gangguan jiwa
c. Terdeteksi dan tertanggulanginya masalah kesehatan jiwa secara dini

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


KEBUTUHA
N UPAYA PENANGGUN MITRA
KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET N SUMBER
O KESEHATAN G JAWAB KERJA
DAYA
Terpaparnya
informasi
kesehatan jiwa
dan deteksi dini
gangguan jiwa
kader
kepada tenaga
kesehatan,
puskesmas,
tokoh
Pelacakan sehingga Alat Tulis,
1 JIWA Masyarakat masyarakat Programer masyarakat,
pasien jiwa puskesmas Kamera
tokoh
dapat
agama,
memberikan
aparat desa
pelayanan
kesehatan jiwa
dan mendeteksi
dini gangguan
jiwa masyarakat
Berkurangnya
dampak sosial
akibat penyakit kader
gangguan jiwa kesehatan,
seperti tokoh
Pemantauan Pasien dan Pasien dan Alat Tulis,
menurunnya Programer masyarakat,
pasien jiwa keluarga keluarga Kamera
stigma, tokoh
diskriminasi, agama,
isolasi dan aparat desa
tertanganinya
kasus pasung.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Melaksanakan deteksi dini penderita penjaringan penderita diluar gedung
dengan melibatkan kader Posyandu, tokoh masyarakat dan pemerintahan
desa.
2. Kerjasama lintas sector dan bidan dalam penyuuhan kesehatan di desa binaan
dengan menitik beratkan pada sector program kesehatan jiwa
3. Melaksanakan deteksi dini pemeriksaan di dalam gedung dengan metode
klarifikasi jenis gangguan jiwa dengan kode ICD F
4. Meningkatkan penyuluhan kesehatan ke seluruh desa binaan
5. Melaksanakan kegiatan pencegahan yang efektif
6. Melaksanakan monitoring dan evaluasi

F. SASARAN
1. Pasien penderita gangguan jiwa
2. Masyarakat
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
TAHUN 2017
No URAIAN VOL Satuan Rincian
Jan Feb Mart Aprl Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des
Pelacakan
1 Kasus
Pemantauan/
Kunjungan
2 Kasus
Membuat
3 Laporan Harian
Membuat
Laporan
4 Bulanan
Membuat
Laporan
5 Tahunan

H. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
2. PELAPORAN

I. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. PENCATATAN PELAPORAN
2. EVALUASI KEGIATAN

Mengetahui : Sukaraja, tgl. 3 April 2017


Ka.UPTD Puskesmas Sukaraja, Tenaga Pelaksana Kesehatan Jiwa
Puskesmas Sukaraja,

dr.H.Eddy Ramdhan Riki Andriandri


NIP.19660415 200604 1011