Anda di halaman 1dari 7

Pengertian NMR

Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah salah satu metode analisis yang paling mudah digunakan
pada kimia modern. NMR digunakan untuk menentukan struktur dari komponen alami dan sintetik
yang baru, kemurnian dari komponen, dan araah reaksi kimia sebagaimana hubungan komponen
dalam larutan yang dapat mengalami reaksi kimia. Meskipun banyak jenis nuclei yang berbeda akan
menghasikan spektrum, nuclei hidrogen (H) secara histori adalah salah satu yang paling sering
diamati. Spektroskopi NMR khususnya digunakan pada studi molkul organik karena biasanya
membentuk atom hidrogen dengan jumlag yang sangat besar.

Pada spektrum hidrogen NMR menghadirkan beberapa resonansi yang menjelaskan pertama bahwa
mlekul yang dipelajari menganddung hidrogen. Kedua, jumlah pita dalam spektrum menunjukkan
bagaimana beberapa posisi yang berbeda pada molekul dimnana hidrogn melekat/menempel.
Frekuensi dari beberapa resonansi utama pada spektrum NMR menunjukkan perubahan kimia. Ini
sangat penting untuk menduga bagian dari spektrum NMR yang mengandung informasi tentang
lingkungan masing-masing atom hidrogen dan struktur dari komponen yang dipelajarai. Informassi
ketiga bahwa sebuah spektrum NMR menentukan perbandingan luas/daerah pita yang berbeda, ini
menjelaskan jumlah atom hidrogen yang relatif yang keluar pada masing-masing posisi pada molekul
yang diperoleh.

Perbandingan ini petunjuk/bukti langsung struktur dari molekul dann harus mutak sesuai untuk
beberapa struktur yang diusulkan sebelum struktur tersebut kemungkinan dipertimbangkan benar.
Struktur kompleks pita-pita dapat mengandung informasi tentang jarak yang memisahkan beberapa
atom hidrogen yang melewati ikatan kovalen dan penyusun atom hidrogen yang melekat pada
molekul, termasuk struktur dasarnya. Struktur dasar menunjukkan pembungusan atau
penggabungan molekul yang memiliki ikatan yang panjang, seperti struktur spiral DNA. Struktur
kompleks pita NMR pada mulanya spin coupling diantara beberapa atom hidrogen. Penggabungan
ini merupakan perputaran fungsi jarak melintasi ikatan dan geometri molekul. Dalam kasus molekul
keci, pita yang kompleks mungkin disimulasikan tepat dengan perhitungan mekanika kuantum atau
didekati menggunakan mekanika kuantum yang sesuai dengan aturan.

Spektrofotometri NMR adalah salah satu tenik utama yang digunakan untu mendapatkan informasi
fisik, kimia, elektronik, dan tentang struktur molekul. Spektrofotometri NMR pada dasarnya
merupakan spektrfotometri absorbsi, sebagaimana spektrofotometri inframerah maupun
spektrofotometri ultraviolet. Pada kondisi yang sesuai, suatu sampel dapat mengabsorpsi radiasi
elektromagnetik daerah freuensi radio, pada frekuensi yang tergantung dari sifat-sifat sampel. Suatu
plot dari freuensi puncak-puncak absorbsi versus intensitas puncak memnerikan suatu spektrum
NMR.

NMR digunakan untuk menentukan struktur dari komponen alami dan sintetik yang baru, kemurnian
dari komponen, dan arah reasi kimia sebagaimana hubungan komponen dalam larutan yang dapat
mengalami reaksi kimia.

Spektroskopi NMR merupakan alat yang dikembangkan dalam biologi struktural. Dasar dari
spektroskopi NMR adalah absorpsi radiadi elektromagnetik dengan frekuensi radio oleh inti atom.
Frekuensi radio yang digunakan berkisar dari 0,1 sampai dengan 100 MHz. Bahkan, baru-baru ini da
spektrometer NMR yang menggunakan adio frekuensi sampai 500 MHz.
Inti proton (atom hidrogen) dan karbon (C13) mempunyai sifat-sifat magnet. Bila suatu senyawa
mengandung hidrogen atau karbon diletakkan dalam bidang magnet yang sangat kuat dan diradiasi
dengan radiasi elektromagnetik maka inti atom hidrogen dan karbon dari senyawa tersebut akan
menyerap energi melalui suatu proses absorpsi yang dikenal dengan resonansi magnetik. Absorpsi
radiasi terjadi bila kekuatan medan magnet sesuai dengan frekuensi radiasi elektromagnetik.

Absorpsi radiasi terjadi bila kekuatan medan magnet sesuai dengan frekuensi radiasi
elektromagnetik. Proton tunggal 1H adalah isotop yang paling penting dalam hidrogen. Isotop ini
melimpah hampir 100% dan hewan mengandung 80% air. 1H memproses momen magnetik yang
besar dari nuclei yang penting secara biologi. Ketika pada medan magnet konstan, frekuensi NMR
dari nuclei hanya bergantung pada momen magnetnya, frekuensi 1H paling tinggi pada
spektrometer yang sama. Sebagai contoh, pada spektrometer 360 MHz untuk 1H, frekuensi untuk
31P adalah 145,76 MHz dan untuk 13C adalah sekitar 90 MHz. 13C adalah isotop karbon yang dapat
digunakan untuk NMR. Di alam hanya ada 1,1%. Oleh karena itu, spektrum 13C yang diperoleh
membutuhkan banya waktu.

Disamping spektrum 13C lebarnya hanya 200 ppm, yang idntifikasinya mudah diperoleh pada
metabolisme jaringan. Snsitivitas spektroskopi 13C dapat ditingkatkan dengan spektroskopi proton-
observed carbon-edited.

Kegunaan NMR

Banyak informasi yang diperoleh dari spektra NMR. Pada umumnya metode ini berguna sekali untuk
mengidentifikasi struktur senyawa atau rumus bangun senyawa organik. Meskipun spektroskopi
infra merah juga dapat digunakan untuk tujuan tersebut, analisis spektra NMR mampu memberikan
informasi yang lebih lengkap.

NMR digunakan untuk menentukan struktur dari komponen alami dan sintetik yang baru, kemurnian
dari komponen, dan arah reaksi kimia sebagaimana hubungan komponen dalam larutan yang dapat
mengalami reaksi kimia. Spektroskopi NMR merupakan alat yang dikembangkan dalam biologi
struktural.

Dampak spektroskopi NMR pada senyawa bahan alam sangat penting. Ini dapat digunakan untuk
mempelajari campuran analisis, untuk memahami efek dinamis seperti perubahan pada suhu dan
mekanisme reaksi, dan merupakan instrumen tak ternilai untuk memahami struktur dan fungsi asam
nukleat dan protein. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai variasi sampel, dalam bentuk padat
atau larutan.

Aplikasi spektroskopi NMR biasanya digunakan untuk mengidentifikasi atau menjelaskan informasi
struktur rinci tentang senyawa kimia, sebagai contoh:

1. Menentukan kemurnia
2. Mengidentifikasi kontaminan dalam makanan, kosmetik, atau obat-obatan
3. Membantu ahli kimia penelitian menemukan apakah reaksi kimia telah terjadi di situs yang
benar pada molekul.
4. Mengidentifikasi obat disita oleh polisi dan agen bea cukai.
5. Memeriksa struktur plastik, untuk memastikan mereka akan memiliki sifat yang diinginkan.
Hukum yang mendasari kerja spektroskopi nuclear magnetic resonance

Metode spektroskopi jenis ini didasarkan pada penyerapan energi oleh partikel yang sedang
berputar di dalam medan magnet yang kuat energ yang diapaki dalam pengukuran dengan
metod ini nerada pada daerah gelombang radi 75-0,5 m atau pada frekuensi 4-600 MHz, yang
bergantung pada jenis inti yang diukur. Inti yang dapat diukur dengan NMR yaitu:

a. Bentuk bulat
b. Berputar
c. Bilangan kuantum spin =
d. Jumlah proton dan neutron ganji, contoh : 1H, 19F, 31P, 11B, 13C

Di dalam medan magnet, inti aktif NMR (misalnya 1H atau 13C) menyerap pada frekuensi
karakteristik atau isotop. Frekuensi resonansi, energi absorpsi, dan intensitas sinyal berbanding
lurus dengan kekuatan medan magnet. Sebagai contoh, pada medan magnet 21 tesla, proton
beresonansi pada 900 MHz. Nilai magnet 21 T dianggap setara dengan magnet 900 MHz,
meskipun inti yang berbeda beresonansi pada frekuensi yang berbeda. Di medan magnet bumi,
inti yang sama beresonansi pada frekuensi audio. Fenomena ini dimanfaatkan oleh spektrometer
NMR medan bumi, yang lebih murah dan mudah dibawa. Instrumen in biasa digunakan untuk
keperluan kerja lapangan dan pengajaran.

Spektrometri NMR berhubungan dengan sifat magnet dari inti atm. Spektroskopi NMR
didasarkan pada penyerapan panjang gelombang radio oleh inti-inti tertentu dalam molekul
organik, apabila molekul ni berada dalam medan magnet yang kuat. Inti atom unsur-unsur dapat
dikelompokkan menjadi dua, yakni atom unsur yang mempunyai spin atau tidak memppunya
spin. Spin inti akan menimbulkan medan magnet. Dari resonansi magnet proton (RPM), akan
diperoleh informasi jenis hidrogen, jumlah hidrogen, dan lingkungan hidrogen dalam suatu
senywa begitu juga dari resonansi megnet krbon (RMC).
Spektrometri NMR ini memberikan banya informasi mengenai kedudukan gugus fungsi. Ada
empat parameter yang dapat membantu menginterpretasikan spektra NMR. (!) pergeseran
kimia, (2) perjodohan spin, (3) tetapan perjodohan dan pola perjodohan, dan (4) integrasi. Untuk
memastikan kebenaran struktur yang dianalisis, metode in sering dibantu dengan spektroskopi
2-D yaitu HMQC (Heteronuclear Multiple Quantum Coherence), HMBC (Heteronuclear Multi
bond Coherence), COSY (Correlation Spectroscopy) dan NOESY (Nuclear Overhauser Effect
Spectroscopy).

Prinsip dari spektrometri NMR yaitu bila sampel yang mengandung 1H atau 13C (bahkan semua
senyawa organik) ditempatkan dalam medan magnet, akan timbul interaksi antara medan
magnet luar tadi dengan magnet kecil (inti). Karena adanya interaksi ini, magnet kecil akan
terbagi atas dua tingkat energi (tingkat yang sedikit agak stabil (+) dan keadaan kurang stabil (-))
yang energinya berbeda karena inti merupakan materi mikroskopik, maka energi yang berkaitan
dengan inti ini terkauntisasi, artinya tidak kontinyu. Perbedaan energi antara dua keadaan
diberikan oleh persamaan.

H yaitu kuat medan magnet luar (yakni magnet spektrometer), h yaitu tetapan Planck, yaitu
tetapan khas bagi jenis tertentu, disebut dengan rasio giromagnetik dan untuk proton nilainya
2,6752.108 kg-1 sA(A=ampere). Bia sampel disinari dengan gelombang elektromagnetik (v) yang
berkaitan dengan pperbedaan energi (delta E)
Inti dalam keadaan (+) mengabsorbsi energi ini dan tereksitasi ke tingkat energi (-). Proses
mengeksitasi inti dalam medan magnetik akan mengabsorbsi energi (resonansi) disebut nuclear
magnetic resonance (NMR).

Frekuensi gelombang elektromagnetik yang diabsorbsi diungkapkan sebagai fungsi H

Bila kekuatan medn magnet luar, yakni magnet spektrometer, adalah 2,3490 T, v yang diamati
sekitar 1.108 Hz = 100 MHz. Nilai frekuensi ini di daerah gelombang mikro.

Secara prinsip, frekuensi gelombang elektromagnetik yang diserap ditentukan oleh kekuatan
magnet dan jenis inti uang diamati. Namun, perubahan kecil dalam frekuensi dinduksi oleh
perbedaan lingkungan kimia tempat inti tersebut berada. Perubhan ini disebut pergeseran kima.
Dalam spektrometri 1H NMR, pergeseran kima diungkapkan sebagai nilai relatif terhdap
frekuensi absorbsi (0 Hz tetrametilsilan standar (TMS)(CH3)4Si.

Frekuensi resonansi (frekuensi absorpsi) proton (Atau inti lain) sebanding dengan kekuatan
magnet spektrometer. Perbandingan data spektrum akan sukar bila spektrum yang didapat
dengan magnet berbeda kekuatannya. Untuk mencegah kesukaran ini, skala , yang tidak
bergantung pada kekuatan magnet, dikenalkan. Nilai didefinisikan sebagai berikut

Ppm = pergeseran imia inti senyawa

Delta V = frekuensi sampel 0 (frekuensi senyawa pembanding biasanya nol)

V= frekuensi yang dipasang atau digunakan

V merupakan perbedaan frekuensi resonansi (dalam Hz) inti yang diselidiki dari frekuensi standar
TMS (dalam banyak kasus) dan v frekuensi dalam (dalam Hz) proton ditentukan oleh
spektrometer yang sama. Karena nilai v/v sedemikian kecil nilainya dikalikan dengan 106. Jadi
nilai diungkapkan dalam satuan ppm.

Komponen

Instrumen NMR terdiri atas komponen-komponen utama berikut (Khopkar, 2003 &
Sastrohamidjojjo, 1994):

1. Magnet; kekuatan magnet menentukan akurasi dan kualitas suatu alat NMR.
Ada tiga jenis magnet yang dipakai:
magnet permanen
elektromagnet
magnet superkonduksi magnet
akurasi dan kualitas suatu alat NMR tergantung pada kekuatan magnetnya. Resolusi
akan bertambah dengan kenaikan kekuatan medannya, bila medan magnetnya
homogen elektromagnet dan kumparan superkonduktor (Selenoids). Magnet permanen
mempunyai kuat medan 7046-14002 G, ini sesuai dengan frekuensi oskialtor antara 30-
60 MHz. Termostat yang baik diperlukan karena magnet bersifat peka terhadap
temperatur. Elektromagnet memerlukan sistem pendingin, elektromagnet yang banyak
di asaran mempunyai frekuensi 60, 90, dan 100 MHz untuk proton. NMR beresolusi
tinggi dan bermagnet superkonduktor dengan frekuensi proton 470 MHz. Pengaruh
fluktuasi medan dpat diatasi dengan sistem pengunci frekuensi, dapat berupa tipe
pengunci eksternal atau internal. Pada tipe eksternal wadah senyawa pembanding
dengan senywa sampe berada pada tempat terpisah, sedang pada tipe internal senyawa
pembanding larut bersama-sama sampel. Senyawa pembanding biasanya
tetrametilsilan (TMS)

2. generator medan magnet penyapu; suatu pasangan kumparan terletak sejajar terhadap
permukaan magnet, digunakan untuk mengubah medan magnet pada suatu range yang
sempit. Dengan memvariasikan arus searah mealui kumparan ini medam efektif dapat
diubah-ubah dengan perbedaan sekitar 10-3 Gauss. Perubahan medan ini disinkronisasikan
secara linier dengan perubahan waktu. Untuk alat 60 MHz (proton), rang sapuannya adalah
235.10-3 Gauss. Untuk F19, C13, diperlukan sapuan frekuensi sebesar 10 KHz.
3. sumber frekuensi radio, ssinyal frekuensi oskilasi radio (trasnmitter) disalurkan pada
sepasang kumparan yang osisinya 900 terhadap jalur dan magnet. Suatu oskilator yang tetap
sebesar 60, 90, atau 100 MHz digunakan dalam NMR beresolusi tinggi.
4. Detektor sinyal. Sinyal frekuensi radio yang diihasilkan oleh inti yang beresolusi dideteksi
dengan kumparn yang mengitari sampel dan tegak lurus terhadap sumber. Sinyal listrik yang
dihasilkan lemah dan biasanya dkuatan dulu sebelum dicatat.
5. Perekam (Rekorder). Pencatat sinyal NMR disinkronisasikan dengan sapuan medan, rekorder
mengendalikan laju sapuan spektrum. Luas puncak dapat digunakan untuk menentukan
jumlah relatif inti yang mengabsorbsi.
6. Tempat sampel dan kelengkapannya (tempat sampel dan probe). Tempat sampel
merupakan tabung gelas berdiameter 5 mm dan dapat diisi cairan sampai 0,4 mL. Probe
sampel terdiri atas tempat kedudukan sampel, sumber freuensi penyapu, dan kumparan
detektor degan sel pembanding. Detektor dan kumparan penerima diorientasikan pada 900.
Probe sampel mengelilingi tabung sampel pada ratusan rpm dengan sumbu longitudinal.

Untuk NRM beresolusi tinggi, sampel tidak boleh terlalu kental. Biasanya digunakan konsentrasi
larutan 2-15%. Pelarut yang baik untuk NMR sebaiknya tidak mengandung proton seperti CS,
CC4. Pelarut-pelarut berdeutrium juga sering digunakan seperti CDCl3 atau C6D6 (Khopkar,
2003)

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan dari alat ini adalah dapat mengidentifikasi adanya senyawa organik dalam ssampel.

Kelemahan dari alat ini adalah mahal dalam pengujiannya, tidak dapat menggunakan pelarut
CCl4 di mana pelarut ini sangat non polar sehingga mempunyai kapasitas pelarutan yang relatif
rendah. Misalnya tidak dapat melarutkan senyawa-senyawa yang bersifat polar.karena hal-hal
tersebut maka terdapat beberapa pelarut yang sering digunaan pada spektrometer NMR yakni
pelarut yang telah terdeutrasi, misalnya Deuterokloroform (CDCl), Heksadeterobenzena (C6D6),
Aseton-d6 (CD3COCD3).