Anda di halaman 1dari 9

Vokasi Volume IX, Nomor 3, November 2013

ISSN 1693 9085 hal 166-174

PEMANFAATAN EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS


(Channa striata) SEBAGAI BAHAN DASAR CREAM
PENYEMBUH LUKA

Evi Fitriyani dan Ika Meidy Deviarni


Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak 78124
E-mail: ikameidy@yahoo.co.id

Abstrak: Ikan gabus (Channa striata) sangat kaya akan albumin, memiliki senyawa
yang penting seperti protein dan beberapa mineral. Ikan gabus adalah sumber albumin
yang baik bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan penyembuhan luka pasca
operasi maupun luka bakar. Selain itu, albumin juga sangat baik untuk kesehatan dalam
pembentukan jaringan sel baru, mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang rusak
serta memelihara keseimbangan cairan di dalam pembuluh darah. Tujuan dari penelitian
ini adalah membuat ekstrak albumin dari ikan gabus dan mengembangkan ekstrak
albumin menjadi cream penyembuh luka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan metode eksperimen atau percobaan dengan (1) membuat ekstrak albumin
dan (2) membuat formulasi cream dari ekstrak albumin dengan perlakuan 1 (Total
bahan cream 50 gram), perlakuan II (total bahan cream 70 gram), dan perlakuan III
(total bahan cream 90 gram). Proses pembuatan sediaan krim diawali dengan
penimbangan bahan, selanjutnya air dan bahan larut air lainnya dan fase minyak
digabungkan dalam wadah terpisah, bahan dipanaskan dan diaduk hingga bercampur
homogen dan dipanaskan pada suhu 65oC 70oC. Setelah kedua bahan bercampur
secara homogen, fase minyak dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam fase air sambil
diaduk untuk mempersiapkan proses emulsifikasi. Hasil nilai efektivitas tertinggi 1,53
didapat dari perlakuan albumin 60 gram terhadap parameter pH, Viskositas, stabilitas
emulsi, warna, kecerahan, bau dan tekstur, sedangkan nilai terendah pada perlakuan
albumin 20 gram dengan nilai efektivitas 0,35. Dari hasil percobaan pada mencit
menunjukkan bahwa perlakuan 60 gram memberikan waktu penyembuhan selama 4
hari, sementara perlakuan 20 gram dan 40 gram memberikan waktu penyembuhan
selama 5 hari.

Keywords: Ekstrak Ikan Gabus, Bahan Cream, Penyembuh Luka

Ikan Gabus merupakan salah satu jenis micropeltes (ikan toman) dan Channa
ikan air tawar dari genus Channa yang lucius (ikan bujok). Badannya bulat, pipih
banyak ditemukan di sungai-sungai maupun pada bagian posterior, punggungnya
perairan umum. Genus Channa terdiri dari kecokelatan hampir hitam, bagian perut
4 spesies yaitu Channa striata (ikan gabus), putih kecokelatan (Jangkaru, 1999).
Channa gachua (ikan bakak), Channa Sebagian besar masyarakat Kalimantan

166
167 Evi Fitriyani dan Ika Meidy Deviarni Vokasi

Barat kurang menyukai ikan gabus, karena mengembangkan ekstrak albumin menjadi
rasa dan baunya yang amis, kebanyakan cream penyembuh luka dan mencari
ikan gabus dijual dalam bentuk diawetkan formulasi terbaik dari krim albumin, serta
atau diasinkan (Warta Perikanan, 2010). analisa mutu cream dan aplikasi cream
Ikan gabus sendiri mempunyai senyawa dengan objek.
yang penting bagi tubuh, seperti protein dan
beberapa mineral (Sediaoetama, 1985). METODE
Kadar protein ikan gabus mencapai 25,5% Bahan baku yang digunakan dalam
dibandingkan protein ikan lainnya, albumin penelitian ini ikan gabus dengan kondisi
ikan gabus cukup tinggi mencapai 6,22% segar yang diambil dari pasar tradisional
dan daging ikan gabus mengandung mineral Pontianak, kemudian diangkut ke lokasi
seng dengan kadar 1,74 mg/100 gram penelitian dengan cool box. Bahan yang
(Carvallo, 1998). Menurut penelitian digunakan dalam pembuatan cream yaitu
Suprayitno E. (2003), menyatakan bahwa Sodium Lauryl Sulfat, Propilen Glikol,
ikan gabus jenis canna striata sangat kaya White Petrolatum, Sterayl Alcohol,
akan sumber albumin, salah satu jenis Nipagin, Nipasol, dan aquades steril.
protein penting yang diperlukan tubuh Penelitian ini dilakukan dengan tiga
manusia setiap hari. Sumber albumin ikan tahap yaitu tahap pertama adalah Tahap
gabus sangat baik digunakan bagi penderita pertama adalah pembuatan ekstrak albumin
hipoalbumin (rendah albumin) dan dan pembuatan cream albumin dengan
penyembuhan luka pasca operasi maupun berbagai formulasi. Tahap Kedua dilakukan
luka bakar. Bahkan, di daerah pedesaan, Analisa Mutu cream (uji Organoleptik, pH,
anak laki-laki pasca khitan selalu Stabilitas Emulsi, Viskositas, penentuan
dianjurkan mengonsumsi ikan jenis ini agar perlakuan terbaik) dan tahap ketiga adalah
penyembuhan lebih cepat, wanita habis analisa cream pada objek. Pembuatan
melahirkan, dan pasien pasca operasi Ekstrak albumin ikan gabus yang dilakukan
dianjurkan mengonsumsi untuk memper- berdasarkan metode Ditjen P2HP (2009),
cepat penyembuhan luka. yaitu ikan gabus dicuci dan dibersihkan,
Ikan gabus banyak ditemui di daerah sayat secara vertikal di sepanjang punggung
Kalimantan barat sendiri, tetapi masyarakat dan seluruh badannya, kukus ikan hingga
belum mengetahui manfaatnya .Ikan gabus minyaknya keluar, kemudian saring minyak
banyak terdapat di pasar-pasar tradisional yang keluar dan takar sesuai ukuran, tuang
dan dijual dengan harga relatif murah dan ke dalam kemasan plastik dan masukkan ke
hanya dijadikan ikan gabus asin. Ekstrak dalam mesin pembeku.
albumin merupakan alternatif yang bisa Pembuatan sediaan krim albumin
dikembangkan dalam masyarakat terutama dimodifikasi dari sediaan gel aloe vera
di Kalimantan Barat, salah satunya sebagai sesuai Dwi C dan Irianita M. (2010),
cream untuk penyembuhan luka yang dapat ekstrak albumin dicampur dengan bahan
dipakai oleh masyarakat. Untuk itu kami dasar gel yaitu Sodium Lauryl Sulfat,
mencoba untuk mengembangkan teknologi Propilen Glikol 12%, White Petrolatum
ekstrak albumin dari ikan gabus sebagai 25%, Steryl Alcohol 15%, Nipagin 0,1%,
cream penyembuh luka. Tujuan dari Nipasol 0,05%, kemudian ditambahkan
penelitian ini adalah untuk membuat aquades steril sampai 6,85%. Pembuatan
ekstrak albumin dari ikan gabus dan sediaan krim dilakukan menurut proses
Volume IX, 2013 168

pembuatan sediaan farmasi yang sudah Tabel 2. Hasil Uji Stabilitas Emulsi Krim
baku. Untuk menjaga stabilitas, sediaan Albumin
tersebut disimpan di dalam lemari es No Perlakuan Stabilitas Emulsi (%)
bersuhu 4oC. Data diolah dengan analisis 1 20 Gram 97.00
sidik ragam (ANOVA) menggunakan SPSS 2 40 Gram 97.53
versi 15. Bila hasil dari analisis sidik ragam 3 60 Gram 95.42
memperlihatkan pengaruh yang nyata,
maka dilakukan uji lanjut LSD. Penentuan Tabel 3. Hasil Uji Viskositas Cream
perlakuan terbaik dengan menggunakan Albumin
metode indeks efektivitas (De Garmo, No Perlakuan cp Rpm
1984). 1 20 Gram 76,8 10
2 40 Gram 115,8 10
3 60 Gram 178,8 10
HASIL
Tabel 1. Hasil Analisa pH Cream
Albumin Tabel 4. Hasil Organoleptik Cream
No Perlakuan Rata-Rata Albumin Ikan Gabus
1 20 Gram 6.59 Nilai Organoleptik
Per-
2 40 Gram 6.53 War- Teks- Keke-
lakuan Bau
na tur ruhan
3 60 Gram 6.58
20 gram 3,06 3,06 4,06 3,44
40 gram 3,44 3,44 6,56 4,56
60 gram 3,38 3,31 3,50 6,06

Gambar 1. Diagram Hasil Uji pH Cream Albumin

Gambar 2. Diagram Hasil Uji Stabilitas Emulsi Cream Albumin


169 Evi Fitriyani dan Ika Meidy Deviarni Vokasi

Gambar 3. Diagram Hasil Uji Viskositas Cream Albumin

Gambar 4. Diagram Nilai Organoleptik Cream Albumin Ikan Gabus

PEMBAHASAN
Analisa pH Analisa Stabilitas Emulsi
Stabilitas atau kestabilan suatu emulsi
Hasil analisis pH dalam cream albumin
merupakan salah satu karakter terpenting
pada masing-masing perlakuan 20 gram, 40
dan mempunyai pengaruh besar terhadap
gram dan 60 gram adalah 6.5. Berdasarkan
mutu produk emulsi. Stabilitas emulsi akan
hasil analisis sidik ragam bahwa semua
berpengaruh terhadap daya simpan sistem
perlakuan tidak memberikan pengaruh
emulsi tersebut. Emulsi yang baik tidak
nyata. Hal ini disebabkan bahwa Nilai pH
membentuk lapisan-lapisan dan memiliki
ini masih dalam batas kulit normal. Kisaran
konsistensi yang tetap (Suryani et al.,
pH normal kulit yaitu 4,5-6,5, sehingga
2002). Hasil rataan umum nilai stabilitas
diharapkan sediaan tersebut tidak mengiri-
emulsi krim/salep dengan penambahan
tasi kulit (Christopher, et al.,1993, Trapp, et
ekstrak albumin adalah 95.4297.55%.
al., 2007, Werman, et al., 1991). Krim yang
Nilai stabilitas emulsi perlakuan 40 gram
memiliki pH yang terlalu basa dapat
memberikan nilai tertinggi dibandingkan
menyebabkan kulit menjadi bersisik,
dengan perlakuan 20 gram dan 60 gram.
sedangkan jika pH terlalu asam akan
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan
menimbulkan iritasi kulit (Djajadisastra,
bahwa semua perlakuan tidak memberikan
2007).
Volume IX, 2013 170

pengaruh nyata. Hal ini disebabkan karena mengalami peningkatan, ini menunjukkan
krim albumin bersifat lebih larut dalam bahwa sediaan mikroemulsi mengandung
minyak dan bersifat non polar, dan partikel-partikel yang mampu terdispersi
menyebabkan terjadinya emulsi air dalam dengan baik sehingga mempu-nyai laju alir
minyak (w/o). Penambahan bahan-bahan yang baik. Menurut penelitian Soeratri dkk.,
utama dalam pembuatan krim albumin ini, (2005) bahwa viskositas sediaan 150 cps
dan penambahan air dalam pembuatan krim merupakan kekentalan normal sediaan
ini sangat sedikit yakni sekitar 3,425 ml dermatologis sehingga pada pemakaian
atau 6,85%. menimbulkan rasa nyaman. Hasil
Menurut penelitian Hezmela Rizka viskositas pada penelitian ini menunjukkan
(2006) bahwa nilai rata-rata stabilitas bahwa semakin besarnya konsentrasi
emulsi jenis basis minyak dalam air (o/w) ekstrak albumin ikan gabus dalam sediaan
(54.46-87,61%) sedangkan stabilitas emulsi krim menunjukkan viskosi-tasnya semakin
jenis basis air (w/o) dalam minyak (93,17- meningkat. Nilai viskositas dan densitas
97,40%). Albumin termasuk dalam go- minyak jarak dipengaruhi oleh panjang
longan protein globular yang umumnya rantai asam lemak dan tingkat
berbentuk bulat atau elips dan terdiri dari ketidakjenuhan ikatan pada rantai asam
rantai polipeptida yang berlipat. Protein lemak. Semakin panjang rantai asam lemak
globular mempunyai sifat dapat larut air, maka nilai viskositas dan densitas akan
dalam larutan asam atau basa dan dalam meningkat. Sebaliknya semakin banyak
etanol (Poedjiadi, 1994). Gelatin dan ikatan rangkap pada rantai asam lemak
albumin pada putih telur adalah protein maka minyak akan menurun (Rahmanto
yang bersifat sebagai emulsifier dengan Andi, 2011). Albumin mempunyai bentuk
kekuatan biasa dan kuning telur merupakan elips, yang berarti protein ini tidak banyak
emulsifier yang paling kuat. meningkatkan viskositas plasma. Albumin
mempunyai struktur yang lentur (karena
Analisa Viskositas
Uji viskositas bertujuan untuk adanya perubahan disulfida) dan mudah
mengetahui tingkat kekentalan dari sediaan berubah bentuk sesuai dengan variasi
krim. Kekentalan atau viskositas sediaan kondisi lingkungan dan dengan pengikatan
termasuk salah satu hal yang harus Iigan (Murray, et al, 1999; Sunatria, 2003).
diperhatikan dalam pembuatan sediaan krim Analisis Organoleptik Cream Albumin
karena bila krim terlalu kental, maka akan Hasil analisa organoleptik terhadap nilai
susah untuk dituang sedangkan bila terlalu warna pada setiap perlakuan berkisar antara
encer maka lebih tepat disebut sebagai 3,06-3,44, dengan nilai kurang dari contoh.
lotion dan bukan krim. Pengujian viskositas Hal ini disebabkan warna dari produk
dilakukan untuk mengetahui besarnya terlihat keruh agak kekuningan, sehingga
tahanan suatu cairan untuk mengalir. Makin terlihat kurang menarik. Warna agak keruh
tinggi viskositas, makin besar tahanannya ini disebabkan oleh banyaknya konsentrasi
(Martin et.al, 1993). Hasil pengamatan ekstrak albumin yang digu-nakan karena
sediaan krim, pada perlakuan 20 gram, 40 warnanya putih susu hingga kekuningan.
gram dan 60 gram terhadap spindle nomor Hasil analisis kruskal wallis menunjukkan
2, viskositasnya 76,8 cp, 115,8 cp dan perlakuan 20%, 40% dan 60% tidak
178,8 cp. Viskositas produk cream albumin memberikan pengaruh yang nyata terhadap
warna cream albumin ikan gabus (P>0,05).
171 Evi Fitriyani dan Ika Meidy Deviarni Vokasi

Hal ini disebabkan karena warna yang berperan dalam bau/aroma ikan adalah
dihasilkan cenderung sama antara perla- senyawa belerang atsiri, hydrogen sulfide,
kuan 20%, 40% dan 60%. Warna metil merkaptan, metil sulfide dan gula
merupakan salah satu atribut penam-pakan yaitu ribose, glukosa dan glukosa 6 fosfat
atau pengamatan visual yang melekat pada (de Man, 1997).
produk. Warna dapat menjadi salah satu Hasil analisa organoleptik cream
faktor penilaian dalam pemilihan suatu albumin ikan gabus terhadap nilai tekstur
produk oleh konsumen. Warna produk yang atau kehalusan yaitu berkisar antara 3,50
dihasilkan secara visual berkisar dari putih 6,44 dengan nilai karakteristik kurang sama
hingga kekuningan. Warna putih yang dengan contoh sampai dengan sedikit lebih
ditimbulkan oleh karakteristik sediaan dari contoh. Kesan kehalusan juga
makroemulsi yang ditambah pada formula dipengaruhi oleh homogenitas campuran.
sediaan, sedangkan warna kekuningan Pengamatan terhadap tekstur atau keha-
disebabkan oleh adanya pigmen kuning lusan dalam analisis sensori dilakukan
karena penambahan ekstrak albumin pada dengan pengamatan visual dan pengujian
sediaan. aplikasi pada kulit. Kehalusan sampel
Hasil analisa organoleptik cream kedua yakni dengan penambahan 40 gram
albumin ikan gabus terhadap nilai bau yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan sampel
berkisar antara 3,06 3,44. Cream .Hal ini lainnya disebabkan oleh tekstur yang
disimpulkan bahwa aroma khas albumin dihasilkan pada sampel ini lebih baik, tidak
secara khas kurang disukai oleh panelis, terlalu lengket dan tidak terlalu cair. Di
sehingga perlu penambahan aroma lain samping itu penambahan albumin pada
sangat perlu dilakukan jika akan formula bahan sediaan tidak terlalu banyak
mengaplikasikan ekstrak albumin pada dan juga tidak terlalu sedikit. Hasil analisis
formula sediaan cream. Hasil analisis kruskal wallis menunjukkan perlakuan
kruskal wallis menunjukkan perlakuan 20%, 40% dan 60% memberikan pengaruh
20%, 40% dan 60% tidak memberikan yang nyata terhadap tekstur cream albumin
pengaruh yang nyata terhadap bau cream ikan gabus (P<0,05). Hasil uji lanjut
albumin ikan gabus (P>0,05). Hal ini menyatakan bahwa perlakuan 20% berbeda
disebabkan karena bau yang dihasilkan dengan 40% dan 60%. Hal ini disebabkan
spesifik dari albumin. Ekstrak ikan gabus karena kekentalan yang dihasilkan oleh
yang baik beraroma khas ikan segar, tidak masing-masing sampel berbeda yang
amis, dan tidak beraroma daging ikan disebabkan oleh penambahan albumin.
masak. Kualitas ikan gabus sebagai bahan Selain itu cream albumin meru-pakan
baku ekstrak ikan sangat mempengaruhi cream yang bersifat lebih larut dalam
aroma ikan yang dihasilkan. Ikan yang telah minyak dan bersifat non polar, dan
mengalami kerusakan akan menghasilkan menyebabkan terjadinya emulsi air dalam
ekstrak ikan yang beraroma amis. Aroma minyak (w/o).
amis ini dapat disebabkan adanya oksidasi Parameter kekeruhan atau kecerahan
terhadap senyawa bernitrogen yang yang dimaksud pada uji organoleptik cream
terekstrak bersama sarkoplasma. Peptide albumin ikan gabus ini yaitu kesan
dan asam amino bebas serta asam lemak mengkilap yang ditimbulkan pada permu-
bebas berkaitan dengan rasa dan aroma kaan cream albumin karena adanya
daging ikan. Senyawa-senyawa lain yang kandungan minyak pada krim albumin
Volume IX, 2013 172

tersebut. Semakin banyak kandungan gr dan berbeda pula dengan 60 gr. Hal ini
minyak pada krim tersebut maka semakin disebabkan oleh warna yang dihasilkan dan
baik penampakannya. Hasil organoleptik penggunaan bahan sediaan dan albumin.
yang didapat bahwa kekeruhan yang
Penentuan Perlakuan Terbaik
dihasilkan yaitu berkisar antara 3,14 6,06 Penentuan perlakuan terbaik ditentukan
dengan karakteristik kurang sama dengan berdasarkan metode indeks efektivitas (De
contoh sampai dengan sedikit lebih dari Garmo et al., 1984). Hasil efektivitas
contoh. Hal ini menunjukkan bahwa produk tertinggi adalah perlakuan albumin 60 gram
dengan perlakuan ekstrak albumin dengan dengan nilai efektivitas adalah 1,53 terha-
semua perlakuan kecerahannya kurang dap parameter pH, Viskositas, stabilitas
disukai oleh panelis. Hasil tertinggi didapat emulsi, warna, kecerahan, bau dan tekstur.
pada sampel 60 gr dengan nilai 6,40 dengan Sedangkan nilai terendah pada perlakuan
nilai karakteristik sampel lebih sedikit dari albumin 20 gram dengan nilai efektivitas
contoh. Hal ini disebabkan oleh parameter 0,35.
lain yaitu warna pada semua perlakuan
yang menggunakan ekstrak albumin Aplikasi Cream Pada Object
Hasil percobaan pada mencit menun-
berwarna agak keruh (kekuningan) sehing-
jukkan bahwa perlakuan 60 gram
ga mempengaruhi hasil akhir produk. Hasil
memberikan waktu penyembuhan selama 4
analisis kruskal wallis menunjukkan
hari, sementara perlakuan 20 gram dan 40
perlakuan 20 gr, 40 gr dan 60 gr membe-
gram memberikan waktu penyembuhan
rikan pengaruh yang nyata terhadap
selama 5 hari. Menurut Mudjiharto (2007),
kekeruhan/kecerahan cream albumin ikan
menjelaskan bahwa ikan gabus
gabus (P<0,05). Hasil uji lanjut menyatakan
bahwa perlakuan 20 gr berbeda dengan 40

Tabel 5. Pengamatan Luka Pada Mencit


Krim Albumin Krim Albumin Krim Albumin
Hari
20 gram 40 gram 60 gram
1 Luka yang digoreskan pada Luka yang digoreskan pada Luka yang digoreskan pada
mencit terbuka dengan sayatan mencit terbuka dengan mencit terbuka dengan
panjang, tampak merah dan sayatan panjang, tampak sayatan panjang, tampak
terdapat gumpalan darah
merah dan terdapat gumpalan merah dan terdapat
darah gumpalan darah
2 Luka sedikit mengering, masih Luka sedikit mengering, Luka pada mencit sudah
sedikit kelihatan berwarna masih sedikit kelihatanmulai mengering, warna
merah dan tidak terjadi berwarna merah dan tidak merah agak pudar dan
gumpalan darah terjadi gumpalan darah tidak terjadi gumpalan
darah
3 Luka masih sedikit terbuka, Luka masih sedikit terbuka, Luka sudah tertutup dan
warna merah agak pudar dan warna merah agak pudar dan mengering, tepi luka
sedikit mengering dan agak sedikit mengering dan agak semakin menyempit
menyempit diameternya menyempit diameternya
4 Luka sudah mengering, Luka sudah mengering, Luka sudah tertutup
warnanya agak pucat, dan warnanya agak pucat, dan
agak menyempit diameternya. agak menyempit
diameternya.
5 Luka sudah sedikit tertutup Luka sudah tertutup Luka sudah tertutup
173 Evi Fitriyani dan Ika Meidy Deviarni Vokasi

merupakan bahan sumber albumin yang (UPPM) Politeknik Negeri Pontianak yang
potensial. Albumin ikan gabus dapat telah mendanai penelitian ini.
digunakan sebagai biofarma dan bahan
substitusi albumin manusia. Menurut DAFTAR PUSTAKA
Agustini (2006) menyebutkan bahwa Agustini, D, F. 2006. Pengaruh Pemberian
albumin ikan gabus secara nyata dapat Serbuk Albumin Ikan Terhadap
Penutupan Luka Pada Tikus Putih
meningkatkan kadar albumin dan Wistar (Rattus novergicus). Fakultas
mempercepat penutupan luka pada tikus Perikanan. Universitas Brawijaya.
Malang. Tidak Diterbitkan.
percobaan.
Carvallo, 1998. Studi Profil Asam Amino,
SIMPULAN DAN SARAN albumin dan mineral zn pada ikan
gabus dan Tondang. (Skripsi).
Simpulan Unibraw Malang.
Analisa Mutu cream pada setiap
Christopher, G., Andrew, N. R., Gopa, M.,
perlakuan didapat bahwa hasil pH 6.5, Robert, S. S., Ted A., Hamilton, and
Viskositas 76,8178,8 cp, Stabilitas Emulsi John, J.V., 1993,Restoration of
95,42-97,55%, Warna 3,063,44 (kurang Collagen Formation in Photodamaged
disukai), Bau 3,063,44 (kurang disukai), Human Skin by Tretinoin(Retinoic
Tekstur 3,506,44 ( kurang sampai sedikit Acid), N Engl. J. Med, (Online).
lebih) dan kekeruhan 3,146,06 (kurang De Garmo, E. D, W.G Sullivan and J.R
disukai sampai sedikit lebih). Hasil nilai Canada. 1984. Engineering Economy.
efektivitas tertinggi 1,53 merupakan New York: Mac Millan Publishing
perlakuan terbaik (ranking tertinggi), Company.
didapat dari perlakuan albumin 60 gram De Man, 1997. Kimia Makanan. Bandung:
terhadap parameter pH, Viskositas, stabi- ITB Press.
litas emulsi, warna, kecerahan, bau dan
Dirjen Pemasaran Kelautan dan Perikanan,
tekstur. Sedangkan nilai terendah pada
2010.Warta Pasar Ikan Edisi Oktober
perlakuan albumin 20 gram dengan nilai 2010 Volume 85. Direktorat
efektivitas 0,35. Hasil percobaan pada Pemasaran Dalam Negeri Kemen-
mencit menunjukkan bahwa perlakuan 60 terian kelautan dan Perikanan
gram memberikan waktu penyembuhan
Dirjen Pemasaran Kelautan dan Perikanan,
selama 4 hari, sementara perlakuan 20 gram 2009. Warta Pasar Ikan mengenai
dan 40 gram memberikan waktu penyem- ekstrak ikan gabus per cepat
buhan selama 5 hari. penyembuhan. Diakses pada www.
perpustakaandinaskelautandanperikan
Saran
an.com pada tanggal 12 Desember
Bau pada krim albumin masih seperti
2013.
bau khas ikan untuk itu perlu penelitian
lanjutan mengenai bau atau aroma pada Djajadisastra, J. 2007. Buku Pe-
krim. Perlu dilakukan perbandingan krim gangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
albumin dengan krim komersil lainnya
Umum
UCAPAN TERIMA KASIH Dwi C dan Irianita M. 2010. Jurnal
Petunjuk Praktikum Teknologi Bahan
Ucapan terima kasih pada Unit Alam (Pembuatan Cream Dengan
Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
Volume IX, 2013 174

Bahan Aktif Aloevera). Surabaya: Pemberian Albumin pada Sirosis


Universitas Kristen Widya. Hati. Jakarta: FKUI Press.
Hezmela Rizka. 2006. Daya Antijamur Suryani, A, Hambali E, Kurniadewi, H. J.
Ekstrak Lengkuas Merah (Alpina Kajian Penggunaan Lidah Buaya
purpurata k.schum) Dalam Sediaan (Aloe vera) dan Bee Pollen Pada
Salep. Skripsi. Insitut Pertanian Pembuatan Sabun Opaque. Jurnal
Bogor. Tek. Ind. Pert. Vol. 15(2), 40-45.
Jangkaru, Z. 1999. Memelihara Ikan di Trapp, M., 2007. Is there room for improve
Kolam Tadah Hujan. Jakarta: Penebar ment in the emollients for adjuvant th
Swadaya. erapy. J European Academy of
Dermatology and Venereology,
Martin A, Swarbrik,J, Cammarata, A. 1993.
(Online).
Dasar-dasar fisik dalam ilmu
farmasetik. Alih bahasa: Yoshita, Werman, M. J., Mokady, S., Ntmni, M. E.,
Edisi Ketiga, Jakarta: UI Press. and Neeman, I., 1991, The effect of
various avocado oilson skin collagen
Mudjiharto, 2007. Fish as Human Serum
metabolism.
Albumin Substitute. http://www.
prasetya.brawijaya.ac.id. Retrieved 18
August 2009.
Murray, R. K., D K.Granner, PA. Mayes,
VW. Rorwel, 1999. Biokimia Harper
Edisi 22. Alih Bahasa Andry Hartono.
Jakarta: EGC..
Poedjiadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia.
Jakarta: Universitas Indonesia.
Rahmanto Andi. 2011. Pemanfaatan
Minyak Jarak Pagar (Jatropha
curcans, Linn) Sebagai Komponen
Sediaan Dalam Formulasi Produk
Hand dan Body Cream. Tesis
Pascasarjana. Institut Pertanian
Bogor.
Sediaoetama, A. D. 1985. Ilmu Gizi Jilid II.
Jakarta: Dian Rakyat.
Soeratri W. Ifansyah Noor, Fitrianingrum
D. 2005. Penentuan Stabilitas Sediaan
Krim Tabir Surya Dari Bahan
Rimpang Kencur (Kaemferia galaga
L.). Jurnal Penelitian Hayati 10.
Suprayitno E, 2003. Albumin Ikan Gabus
(Ophiocepalus striatus) sebagai
makanan fungsional mengatasi gizi
masa depan. http://www.antarajatim.
com (30 Oktober 2008)
Sunatrio,S., 2003. Peran albumin pada
Penyakit Kritis, dalam Konsensus