Anda di halaman 1dari 25

STUDI KASUS

DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI DENGAN MASALAH POLA MAKAN


YANG TIDAK TEPAT DILIHAT DARI ASPEK KEBUTUHAN GIZI
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR

Disusun oleh:
Elva Oktiana Rahmi
1102012075

Pembimbing:
Dr. Dini Widianti, M.KK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
2017

0
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI
DISERTAI POLA MAKAN YANG TIDAK SEHAT DILIHAT DARI ASPEK
KEBUTUHAN GIZI MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR telah disetujui oleh pembimbing untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Kedokteran
Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Agustus 2017

Pembimbing,

Dr. Dini Widianti, M.KK

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan


kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, tak lupa shalawat serta salam
semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Besar Nabi Muhammad SAW,
sehingga laporan studi kasus pasien yang berjudul DIARE AKUT TANPA
DEHIDRASI DISERTAI POLA MAKAN YANG TIDAK SEHAT DILIHAT
DARI ASPEK KEBUTUHAN GIZI MELALUI PENDEKATAN
KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR
ini dapat diselesaikan.
Penulisan dan penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai
salah satu sumber pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu
Kesehatan Masyarakat mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara
holistik. Pasien dalam laporan hasil studi kasus ini adalah salah satu pasien dari
Puskesmas Kecamatan Gambir ketika penulis ditugaskan di puskesmas tersebut
pada periode 03 Juli 9 September 2017.
Penyelesain laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen
pembimbing, staf pengajar, dokter dan tenaga medis Puskesmas, serta orang-
orang sekitar yang terkait. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. dr. Dini Widianti, M.KK, selaku dosen pembimbing dan selaku kepala
bagian Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Universitas YARSI yang
telah membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.
2. dr. Erlina Wijayanti MPH, selaku Koordinator kepanitraan PH dan staf
pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI.

2
3. Rifqatussaadah, SKM, M.Kes, selaku sekretaris dan staf pengajar
Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.
4. dr. Dian Mardhiyah, M.KK, selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Universitas YARSI.
5. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. Dr. Fathul Jannah, M.Si, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. Rifda Wulansari, SP, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. Rifqatussaadah, SKM, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10. dr. Sophie, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
11. Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan Gambir,
Jakarta Pusat.
12. Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama
sehingga tersusun laporan ini.

Jakarta, Agustus 2017

Penulis

3
I. BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama : Tn. B
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 57 tahun
Anak ke :3
Agama : Islam
Alamat : Jl. Petojo Selatan V RT 012/RW 05
Suku : Jawa
Pekerjaan : Pedagang
Pendidikan : SLTA
No. Rekam Medis : 112004
Tanggal Berobat : 9 Agustus 2017
Tanggal Kunjungan : 9 Agustus 2017

B. Anamnesis
Anamnesa dilakukan secara autoanamnesis kepada pasien pada
tanggal 9 Agustus 2017 pukul 11.45 WIB

1. Keluhan Utama :
Buang air besar cair sejak 2 hari yang lalu.
2. Keluhan Tambahan :
Batuk, mual, muntah dan nyeri dibagian perut.
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang sendiri ke Poli Umum di Puskesmas Kecamatan
Gambir pada tanggal 7 Agustus 2017, dengan keluhan buang air besar
sebanyak 5-6x per hari sejak 2 hari yang lalu. Buang air besar dengan
konsistensi cair tidak disertai dengan lendir dan darah. Pasien mengaku
awalnya pasien hanya merasa melilit seperti sakit perut, dan hal ini
terus berlanjut selama 2 hari hingga pasien merasa lemas. Pasien juga
mengeluh batuk yang dirasakan sejak 2 hari yang lalu, batuk tidak
disertai dahak. Pasien mengeluh mual yang dirasakan sejak 1 hari yang
lalu awalnya tidak disertai muntah namun tadi pagi pasien mengaku

4
muntah sebanyak dua kali dengan dengan isi air dan makanan yang
sebelumnya dimakan. Nafsu makan pasien menurun, namun pasien
masih mau minum. Keluhan demam disangkal. Pasien mengaku buang
air kecil setidaknya 4x sehari semenjak 2 hari yang lalu dengan warna
air kencing bening kekuningan. Pasien juga mengaku jarang mencuci
tangan dengan sabun sebelum makan.
Saat pasien datang ke Puskesmas dilakukan pemeriksaan berat
badan dan tinggi badan. Menurut perawat yang memeriksa kondisinya,
pasien memiliki berat badan yang lebih dari seharusnya. Pasien
biasanya makan tiga kali sehari. Lauknya bergantian setiap harinya
kadang makan telur/ikan/ayam disertai sambel. Pasien mengaku jarang
mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Makanan yang dikonsumsi
pasien biasanya dimasak istrinya, namun kadang pasien membeli
makanan fast food saat ia sedang berada diluar rumah atau sedang
bekerja. Sebelum pasien sakit pola makan pasien tidak di awasi secara
teratur. Pasien juga merasa bahwa pola makannya kurang sehat dan
pola hidupnya kurang baik.
Pasien sudah meminum obat diare yang pasien beli di warung
setiap pasien buang air besar. Namun, pasien tidak merasa membaik
walaupun sudah minum obat diare. Pasien merasa khawatir jika
diarenya semakin memberat dan pasien harus dirawat dan pasien
menjadi sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Pasien ingin bisa
kembali sehat agar tidak dirawat. Pasien juga takut bila sakitnya ini
akan menggangu aktivitasnya sehingga tidak dapat melakukan
pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Dikarenakan pasien merasa bahwa
perhatian keluarga terutama istri pasien kurang, untuk kedepannya
pasien juga berharap agar istrinya lebih memperhatikan pasien saat
sedang sakit seperti ini. Pasien juga ingin lebih diperhatikan pola
makannya sehari-hari oleh istri pasien. Akhirnya pasien memutuskan
untuk berobat ke Puskesmas Gambir.

5
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
Keluhan seperti ini tidak pernah pasien rasakan sebelumnya
Riwayat diabetes mellitus disangkal
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat asma dan alergi obat disangkal
Riwayat tuberkulosis disangkal
5. Riwayat Penyakit Keluarga :
Riwayat sakit seperti pasien disangkal
Riwayat diabetes mellitus disangkal
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat asma dan alergi obat disangkal
Riwayat tuberkulosis disangkal
6. Riwayat Pengobatan :
Pasien sudah minum obat diare yaitu diapet setiap habis buang
air besar.
7. Riwayat Sosial Ekonomi :
Pasien tinggal bersama istrinya di rumahnya. Pasien merupakan
pedagang dan berada di tingkat ekonomi menengah kebawah dengan
penghasilan sekitar Rp. 2.500.000,- per bulannya. Penghasilan ini
digunakan pasien untuk memenuhi kebutuhannya dengan istrinya.
Menurut pasien, sebelum sakit dirinya merupakan seseorang
yang cukup aktif dalam bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.
Pasien rajin mengikuti kegiatan antar RT bersama bapak-bapak sekitar.
8. Riwayat Makanan :
Pasien dan istrinya memiliki kebiasaan makan 2-3 kali sehari.
Makan pagi biasanya di masak oleh istri pasien, makan siang biasanya
pasien membeli makanan di luar seperti nasi ikan, telor, ayam, di
warteg atau terkadang fast food, dan untuk makan malam biasanya
pasien dan istrinya makan mie goreng, nasi goreng, atau bakso yang
dibelinya di luar. Pasien jarang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
Pasien menyangkal riwayat keluarga mengkonsumsi minum-minuman
beralkohol. Pasien mengaku jarang berolah raga.

6
C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan
Kesadaran : Compos Mentis
2. Vital Sign
GCS : 15
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Frekuensi Nadi : 80x/menit
Frekuensi Pernapasan : 22x/menit
Suhu : 36,5O C
3. Status Gizi (IMT)
BB : 76 kg
Tinggi Badan : 175 cm
BB 76
IMT = = = 24,83 (beresiko menjadi obesitas)
(TB)2 (1,75)2

Range berat badan ideal pasien :


IMT 18,5 22,9, maka berat badan ideal pasien adalah 67,5 kg.
Metode Brocca :
Berat badan ideal = (Tinggi Badan 100) 10% (Tinggi Badan
100)
= (175-100) 10% (175-100)
=75 7,5 = 67,5 kg
Status Gizi = (BB Aktual : BB Ideal) x 100%
= (76 : 67,5) x 100%
= 112,55% (Kelebihan Berat Badan)

Tabel 1. Kriteria Indeks Masa Tubuh


IMT KATEGORI
<18,5 Berat Badan Kurang
18,5 22,9 Berat Badan Normal
>23,0 Kelebihan Berat Badan
23,0 24,9 Beresiko Menjadi Obesitas
25,0 29,9 Obesitas I
>30,0 Obesitas II

7
Sumber : Center For Obesity Research and Education, 2007

Tabel 2. Kriteria Brocca


Status Gizi KATEGORI
< 90% BBI Berat Badan Kurang
90 110 % BBI Berat Badan Normal
110 120 % BBI Kelebihan Berat Badan
>120 % BBI Gemuk BB

4. Status Generalis :
Kepala
Bentuk : Normocephale
Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut
Mata
Palpebra : Edema -/-
Konjungtiva : Anemis -/-
Sklera : Ikterik -/-
Pupil : Isokor kanan kiri
Refleks cahaya : RCL +/+, RCTL +/+
Mulut
Bibir : Mukosa bibir basah
Lidah : Mukosa lidah tidak kering, lidah tidak kotor
Tonsil : T1 T1
Mukosa faring hiperemis (+)
Leher
KGB : tidak teraba membesar
Kelenjar Tiroid : tidak teraba membesar
Thoraks
Paru
Inspeksi : simetris kiri dan kanan
Palpasi : fremitus taktil dan vokal simetris
Perkusi : sonor seluruh lpg paru, peranjakan paru (+)
Auskultasi : vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronkhi (-/-)

8
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba
Perkusi : Batas jantung tidak membesar
Auskultasi : Suara jantung I-II reguler, Murmur (-),
Gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : Datar, distensi (-)
Perkusi : Timpani seluruh lapang abdomen
Palpasi : Supel, nyeri tekan epigastrium (-), massa (-)
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat
Ekstremitas
Atas
Akral : Hangat
Sianosis : (-)
Perfusi : Normal
Edema : (-/-)
Bawah
Akral : Hangat
Sianosis : (-)
Perfusi : Normal
Edema : (-/-)

II. BERKAS KELUARGA


A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga Pasien
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. B
Usia : 57 tahun
b. Identitas Pasangan
Nama : Ny. U
Usia : 45 tahun

9
c. Struktur Komposisi Keluarga
Keluarga terdiri atas Tn. B sebagai kepala keluarga dan
Ny.U sebagai istri. Pasangan dikaruniai 2 anak namun sudah
tinggal bersama keluarga masing-masing. Sehingga, Tn. B dan
Ny.U hanya tinggal berdua dirumahnya.

Tabel 3. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Kedudukan dalam Jenis
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
keluarga Kelamin
1. Tn. B Kepala Keluarga L 57 tahun SMA Pedagang
2. Ny. U Istri P 45 tahun SMA IRT

2. Genogram
1) Bentuk keluarga :
Keluarga terdiri atas 3 generasi. Bentuk keluarga ini merupakan
Nuclear family (keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak
kandung).
2) Tahapan siklus keluarga
3) Family map (gambar)

Gambar 1. Family Map

10
3. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup
a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 4. Lingkungan Tempat Tinggal


Status kepemilikan rumah : Milik Sendiri
Daerah perumahan : Padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
Luas rumah:12 x 4 m2 Keluarga Tn. B tinggal di
Halaman rumah : Tidak ada rumahnya bersama dengan
Jumlah penghuni dalam satu rumah: 2 orang istrinya.
Tingkat rumah : Bertingkat hanya untuk jemuran Rumah terdiri dari 1 kamar
Lantai rumah : Keramik tidur, dapur, dan kamar mandi.
Dinding rumah : Tembok Rumah berukuran dengan
Jamban keluarga: Ada pencahayaan dan ventilasi
Tempat bermain: Tidak ada yang minimal. Ketersediaan
Penerangan listrik: 1200 watt air bersih berasal dari air PAM
Ketersediaan air bersih: Ada dan tempat pembuangan
Tempat pembuangan sampah: Ada sampah berada di depan
rumah.

Kesan: Dinilai dari lingkungan tempat tinggal, rumah keluarga Tn.


B termasuk rumah sehat.

b. Kepemilikan barang-barang berharga


1) 1 buah televisi
2) 1 unit kulkas satu pintu
3) 1 unit radio
4) 1 buah motor
5) 1 buah rice cooker
6) 1 buah kompor gas
7) 2 buah kipas angin
8) 2 buah handphone

8
c. Denah rumah

Gambar 2 . Denah Rumah Keluarga Tn. B

4. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku Terhadap Sakit dan Penyakit
Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka keluarga Tn. B lebih
sering membeli obat warung atau apotek terlebih dahulu.
Kemudian apabila dirasa belum membaik ataupun dirasa semakin
parah keluarga Ny. U baru memeriksakan dirinya ke Puskesmas
Gambir.
b. Perilaku Terhadap Makanan
Keluarga Tn. B memiliki kebiasaan makan 3 kali sehari, namun
karena kesibukan Tn. B hanya makan pagi atau makan malam yang
biasanya dilakukan bersama. Makanan yang lebih sering keluarga
Tn. B makan adalah makanan yang beli diluar rumah.
c. Perilaku Terhadap Pelayanan Kesehatan
Keluarga Tn. B memiliki jaminan kesehatan BPJS.
d. Perilaku Terhadap Lingkungan Kesehatan
Jika keluhan tidak membaik keluarga Tn. B berobat ke Puskesmas
Kecamatan Gambir.

9
Kesan : Berdasarkan penilaian perilaku kesehatan keluarga terlihat
bahwa keluarga Tn. B memiliki kepedulian tentang kesehatan
keluarga dan kesadaran membuat jaminan kesehatan BPJS untuk
anggota keluarganya. Anggota keluarga terbiasa makan makanan
yang dibeli diluar rumah.

5. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 5. Pelayanan kesehatan


Faktor Keterangan Kesimpulan

Cara mencapai Kendaraan Letak puskesmas yang tidak terlalu


pusat pelayanan umum atau jauh dari rumah pasien membuat
kesehatan motor pasien bisa untuk pergi berobat ke
puskesmas bila sakit

Tarif pelayanan Gratis Pasien tidak perlu mengeluarkan biaya


kesehatan untuk kesehatannya karena telah di
tanggung oleh BPJS

Kualitas Memuaskan Pasien merasa senang dan puas saat


pelayanan berobat di Puskesmas karena merasa
kesehatan dilayani dengan baik

6. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan
Keluarga Tn. B memiliki kebiasaan makan 2 sampai 3 kali
sehari. Tn. B biasanya sarapan dengan makanan yang dibuatkan
oleh istrinya, saat makan siang biasanya Tn. B makan makanan
yang dibelinya bersama teman-teman kantornya seperti junk food
atau makanan di warteg. Dan untuk makan malam biasanya
keluarga TN. B membeli makanan diluar rumah seperti nasi
goreng, bakso dan mie ayam. Pola makan pasien tidak teratur,
pasien makan 2-3x dalam satu hari.

10
b. Menerapkan pola gizi seimbang
Keluarga Tn. B tidak memperhatikan pola makan teratur. Keluarga
ini belum menerapkan gizi seimbang dimana mereka lebih senang
membeli makanan di luar rumah. Gizi seimbang adalah makan
yang cukup mengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat
tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan
mineral sebagai zat pengatur.

Tabel 6. Food Recall


Pagi, 7 Agustus 2017
Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Nasi putih centong 87,5 Kkal 20 gr 2 gr 0
Ikan 1 potong sedang 50kkal 0 7 gr 2 gr
Air Putih 2 gelas 0 0 0 0
Siang, 7 Agustus 2017
Nasi 1 centong 204 Kkal 44,08 g 4,2 g 0,44 g
Telur balado 71 Kkal 1,22 g 3,57 g 5,75 g
Teh manis hangat 55 Kkal 14,36 g 0g 0g
Malam, 7 Agustus 2017
Nasi goreng ayam 329 Kkal 41,82 g 12,45 g 11,96 g
Telur dadar 93 Kkal 0,42 g 6,48 g 7,33 g
Jumlah Kalori 889,5 Kkal 121,9 g 42,18 g 27,48 g

Pagi, 8 Agustus 2017


Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Nasi gelas 175 kkal 40 gr 4 gr 0
Telur 1 butir 75 kkal 0 7 gr 5 gr
Air Putih 2 gelas 0 0 0 0
Jumlah 1093.5 kkal 153.6 gr 31,7 gr 35 gr
Siang, 8 Agustus 2017
Nasi 1 centong 204 Kkal 44,08 g 4,2 g 0,44 g

11
Ayam goreng 211 Kkal 7,49 g 16,03 g 12,58 g
Es teh manis 55 Kkal 14,36 g 0g 0g
Malam, 8 Agustus 2017
Bakso campur 2 888 Kkal 1,22 g 84,78g 57,72 g
porsi
Jumlah Kalori 1.828 Kkal 137,47 g 117,49 g 85,49 g

Pagi, 9 Agustus 2017


Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak
Roti 280 Kkal 40 g 5g 10 g
Susu cokelat 190 Kkal 30,32 g 7,48 g 4,75 g

Siang, 9 Agustus 2017


Nasi 1 centong 204 Kkal 44,08 g 4,2 g 0,44 g
Ikan kembung balado 97,8 Kkal 1,2 g 12,67 g 4,422 g
Es teh manis 55 Kkal 14,36 g 0g 0g
Malam, 9 Agustus 2017
Mie goreng 410 Kkal 58 g 8g 16 g
Telur ceplok 89 Kkal 0,43 g 6,24 g 6,76 g
Jumlah Kalori 1.325,8 Kkal 188,39 g 43,59 g 42,372 g

Menurut pengakuan pasien, ia minum air mineral sebanyak kira-


kira 6 gelas dalam satu hari ketika waktu senggang.
Interpretasi terhadap food recall pasien :
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Tn. B mendapat total
kalori per hari :
Tanggal 7 Agustus 2017 :889,5 Kkal
Tanggal 8 Agustus 2017 :1.828 Kkal
Tanggal 9 Agustus 2017 :1.325,8 Kkal
Rata-rata asupan pasien selama 3 hari, adalah 1.644,2 Kkal,
sedangkan kebutuhan kalori pasien adalah :

12
Kebutuhan Kalori per hari Tn. B :
Laki-laki : BB idaman (kg) x 30 Kkal
: 67,5 x 30 Kkal = 2.025 Kkal
BB Gemuk : - (20% x Kebutuhan basal)
: - 405 Kal
Aktivitas Berat : + (40% x Kebutuhan basal)
: + 810 Kal
Jumlah Kebutuhan Kalori Tn. B = 2.025 405 + 810
= 2.430 Kkal 2.400 Kkal/hari
Kebutuhan Karbohidrat = 60% x kebutuhan energi
= (60% x 2.400 kalori) : 4 = 360 gr
Kebutuhan Protein = 20% x kebutuhan energi
= (20% x 2.400 kalori) : 4 = 120 gr
Kebutuhan Lemak = 20% x kebutuhan energi
= (20% x 2.400 kalori) : 9 = 53,3 gr
Kesan : dari perbandingan rata-rata kalori food recall dan
perhitungan kebutuhan kalori pasien, dapat disimpulkan bahwa
asupan makanan pasien tidak sesuai dengan kebutuhan yang
seharusnya.

7. Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga :
Fasilitas yang telah tersedia tidak cukup mendukung dan
memudahkan keluarga untuk melaksanakan pola hidup sehat dan
membantu menyelesaikan masalah kesehatan di anggota
keluarganya.
Kerukunan terjalin baik antar anggota keluarga. Keluarga
pasien dapat membantu menyelesaikan masalah kesehatan Tn. B
seperti mengantar pasien berobat ke puskesmas jika pasien sakit.
Namun pasien lebih sering datang sendiri ke puskesmas. Jarak
rumah dengan puskesmas tidak terlalu jauh, dapat ditempuh dengan
kendaraan umum atau motor untuk bisa berobat ke puskesmas.

13
Menurut pasien, pelayanan di puskesmas cukup memuaskan dan
biaya pengobatan juga gratis.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga :
Tn. B dan Istrinya kurang memperhatikan makanan Tn. B karena
jarang untuk memasak makanan. Tn. B dan istrinya lebih senang
membeli makanan di luar rumah seperti warteg dan junkfood.
Mereka kurang mengerti mengenai kebersihan makanan dan
makanan apa yang baik untuk dikonsumsi.

8. Dinamika Keluarga
Tn. B tinggal bersama istrinya. Tn. B bekerja sebagai
pedagang sehingga sering pulang sore menjelang malam. Istri Tn. B
merupakan ibu rumah tangga.
Hubungan pasien dengan tetangga atau masyarakat sekitar
cukup baik. Pasien senang bergaul dengan masyarakat disekitarnya.

9. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis
Keluarga pasien baik dari keluarga ayah maupun keluarga
ibu tidak ada yang memiliki kecacatan dan tidak ada yang sedang
memiliki penyakit menular. Tn. B tinggal dengan istrinya yang
bernama Ny. U.
b. Fungsi Psikologis
Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi
satu sama lain. Hubungan Tn. B dengan istrinya sangat baik.
c. Fungsi Ekonomi
Sumber penghasilan utama adalah Tn. B, Ia memperoleh
pendapatan pribadi sebagai pedagang sebesar Rp 2.500.000,- per
bulan, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Ia juga
mampu memenuhi kebutuhan istri dan dirinya seperti kebutuhan
makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Untuk biaya kesehatan,
pasien menggunakan BPJS sehingga pasien dapat berobat tanpa

14
memikirkan banyaknya biaya yang keluar dan terjamin
kesehatannya.
Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga ini
dilakukan oleh Ny. U untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-
harinya. Tn. B dan Ny. U juga menabung untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang.
d. Fungsi Sosial
Lingkungan tempat keluarga tinggal termasuk lingkungan
padat penduduk didalam sebuah gang yang hanya cukup motor
berlalu lalang. Keluarga pasien dapat bersosialisasi dan beradaptasi
dengan baik dengan tetangga di sekitarnya.
e. Fungsi Pendidikan
Tn. B menyelesaikan pendidikannya sampai SMA, istrinya
Ny. U juga menyelesaikan pendidikannya sampai SMA.

B. Identifikasi Permasalahan yang Didapat dalam Keluarga


1. Pasien memiliki berat badan yang dinilai lebih dari BBI
2. Pasien dan istri pasien kurang memperhatikan makanan pasien
3. Pola makan pasien yang kurang bergizi dan bervariasi setiap harinya
4. Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit yang
diderita pasien

C. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal :
a. Alasan kedatangan : pasien datang berobat ke puskesmas sendiri
dnegan keluhan buang air besar cair sebanyak 5-6x per hari sejak 2
hari yang lalu.
b. Persepsi : pasien menganggap penyakitnya dapat
disembuhkan namun jika tidak diatasi segera akan menghambat
aktivitas pasien.

15
c. Harapan : pasien berharap untuk sembuh tanpa ada
komplikasi dan berat badan berkurang sehingga dapat beraktivitas
seperti biasanya kembali.
d. Kekhawatiran : pasien khawatir penyakitnya akan berlanjut dan
menghambat aktivitas serta merepotkan istri pasien.
e. Pandangan agama: Persepsi pasien terhadap penyakitnya dilihat
dari sisi agama Islam adalah pasien merasa bahwa penyakit yang
dideritanya merupakan salah satu cobaan yang diberikan oleh Allah
kepada dirinya dan sebagai penghapus dosa.
2. Aspek Klinik :
a. Diagnosis kerja : Diare akut tanpa dehidrasi
b. Diagnosis banding : -
3. Aspek Risiko Internal :
Pola makan Tn. B kurang baik karena tidak mengkonsumsi makanan
yang bergizi dan belum memenuhi pedoman gizi seimbang. Tn. B
memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dibeli sembarangan
diluar rumah tanpa memperhatikan gizi dan kebersihannya atau fast
food. Tn. B juga jarang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
Pasien juga mengaku jarang mencuci tangannya sebelum makan.
4. Aspek Psikososial Keluarga :
- Tn. B tinggal bersama istrinya
- Pengetahuan keluarga sangat kurang terhadap kebutuhan gizi
seimbang terutama untuk kebutuhan sehari-hari
- Keluarga pasien kurang memberikan perhatian dan dukungan
terhadap keluhan yang dialami oleh pasien untuk menjaga kesehatan.
5. Aspek Fungsional :
Secara aspek fungsional, pasien dapat digolongkan pada level ke 2
berdasarkan ICPC II yaitu dimana pasien bisa beraktivitas seperti biasa,
namun terdapat sedikit keterbatasan dalam aktivitas yang berat.

16
Tabel 7. Rencana Pelaksanaan
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan
Aspek Melakukan pemeriksaan fisik dan Pasien Pada saat di Pasien dapat memahami dengan baik
Personal menegakkan diagnosis. Puskesmas tentang penyakit yang sedang
Menjelaskan kepada pasien mengenai dan home dideritanya sehingga dapat
diare akut tanpa dehidrasi visite mengupayakan penanganan yang
Menjelaskan kepada pasien agar tepat untuk menghindari
mengatur pola makan pasien yang lebih kemungkinan yang tidak diinginkan.
sehat dan seimbang. Pasien memperhatikan kesehatan
Menjelaskan kepada pasien bahwa dengan menjaga pola makan sehat.
penyakit dapat sembuh dengan berobat Pasien lebih optimis dan tidak
teratur dan menjaga pola makan. Berobat khawatir berlebihan mengenai
sangat dianjurkan dalam syariat islam. penyakitnya.

Aspek Klinis Memberikan obat kepada pasien berupa Pasien Pada saat di Pasien rutin mengkonsumsi obat yang
Loperamid 3 x 2 mg Puskesmas diberikan agar dapat meringankan
Memberikan edukasi mengenai pola gejala
makan yang sesuai dengan kebutuhan Pasien mengetahui lebih jelas
gizi. mengenai pola makan yang baik dan
kebutuhan gizi yang sesuai.

17
Aspek Risiko Memberitahu pasien untuk mengurangi Pasien Pada saat di Pasien mengkonsumsi makanan
Internal kebiasaan makan makanan yang dibelli Puskesmas dengan menu yang lebih sehat dan
sembarangan diluar rumah tanpa dan home bergizi.
memperhatikan gizi dan kebersihan visite Pasien selalu menjaga kebersihan
makanannya atau juga mengurangi tangannya sebelum dan sesudah
konsumsi fast food dan lebih sering makan.
mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Pasien dapat makan sayur dan buah-
Menganjurkan pasien untuk selalu buahan dan mendapatkan pola gizi
mencuci tangan dengan sabun sebelum seimbang.
tangan makan.
Menganjurkan pasien agar terbiasa untuk
makan makanan rumah daripada
membeli makanan di luar rumah.
Aspek Menyarankan istri pasien agar lebih Istri pasien Pada saat Istri pasien lebih memperhatikan
Psikososial memperhatikan makanan pasien dan home visite kebiasaan pola makan pasien
Keluarga terus mengingatkan tentang kebersihan
saat makan
Aspek Menyarankan agar pasien dapat kembali Pasien Pada saat Pasien dapat meningkatkan kualitas
Fungsional beraktivitas home visite hidupnya dan tetap produktif.

18
D. Prognosis
1. Ad vitam : Dubia ad bonam
2. Ad sanationam : Dubia ad bonam
3. Ad functionam : Dubia ad bonam

19
LAMPIRAN 1

20
LAMPIRAN 2

Contoh Menu Makanan Untuk Pasien dengan 2400 kalori:

Waktu Bahan Makanan Ukuran

Pagi Nasi 2 centong


Sayur bayam 2 sendok sayur
Tahu 1 buah

Selingan Susu 1 gelas

Siang Nasi 2 centong


Ayam 2 potong
Tahu 1 buah
Minyak 1 sendok makan
Sayur toge 1 sendok sayur
Pisang 1 batang

Selingan Biskuit kelapa 1 bungkus


Pepaya 1 mangkok potong dadu

Malam Nasi 2 centong


Ikan 1 potong sedang
Tempe 2 potong
Minyak 1 sendok makan

21