Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...

(Evi) 1-6

GAGASAN TENTANG SISTEM EKONOMI KERAKYATAN

Oleh: Evi
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: evionly@gmail.com

Abstrak: Era globalisasi dewasa ini, menuntut negara Indonesia untuk turut serta
berpartisipasi dalam kompetisi pasar dunia melalui kerja sama ekonomi regional antar
negara. Berbagai bentuk kerja tersebut, antara lain Perdagangan Bebas ASEAN-
Tiongkok (The ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA), Masyarakat Ekonomi ASEAN
/MEA (ASEAN Economic Community), Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional
(Regional Compehensive Economic Parnership/RCEP) dan yang terbaru wacana
Presiden Joko Widodo untuk mengikuti Kemitraan Lintas Pasifik (Trans-Pacific
Partnership/TPP), pada dasarnya dibutuhkan demi menjamin kesejahteraan masyarakat
sebagaimana yang menjadi amanat konstitusi. Namun kerja sama tersebut bukannya
tanpa konsekuensi, di mana negara Indonesia kembali lagi dituntut untuk membentuk
ekonomi pasar yang siap menghadapi tekanan dan persaingan pasar di seluruh kawasan.

Kata Kunci: Ekonomi Kerakyatan dan Pasar Liberal

LATAR BELAKANG MASALAH sesuai dengan kondisi negara dan


masyarakat Indonesia, yaitu Ekonomi
Hal tersebut bukan tanpa sebab, Kerakyatan. Sebelum munculnya wacana
apabila bertitik tolak terhadap salah satu ekonomi kerakyatan, terlebih dahulu
dari sembilan agenda atau visi dan misi Mubyarto menggagas adanya konsep
(Nawacita) pemerintah saat ini, yaitu ekonomi rakyat, yaitu usaha ekonomi yang
meningkatkan produktivitas rakyat dan secara tegas tidak mengejar keuntungan
daya saing di pasar internasional sehingga tunai, tetapi dilaksanakan untuk (sekedar)
bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit memperoleh pendapatan tambahan bagi
bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. pemenuhan kebutuhan hidup keluarga
Upaya dan gagasan pun timbul seiring secara langsung untuk memenuhi
dengan perkembangan dewasa ini, di mana kebutuhan sandang, pangan, papan dan
setiap bentuk kerja sama global kebutuhan-kebutuhan keluarga lain dalam
mendorong pembukaan pasar ekonomi arti luas, yang semuanya mendesak
yang menghilangkan sekat-sekat antar dipenuhi dalam rangka pelaksanaan
negara, konsep negara pun kembali pekerjaan pokok anggota.1
menyeruak dikala Indonesia berusaha
menempuh cara untuk berintegrasi, demi
menciptakan paradigma baru yang 1
Mubyarto, Ekonomi Pancasila Landasan Pikir
berkesesuaian dengan perkembangan pasar dan Misi Pendirian Pusat Studi Ekonomi Pancasila
tersebut, diperlukan suatu sistem ekonomi Universitas Gadjah Mada, Edisi Pertama, Cetakan
alternatif yang fleksibel dan tepat guna Pertama, BPFE, Yogyakarta, Oktober 2002, Hlm.
41. (Mubyarto-1)

ISSN : 2085-4757 1
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...(Evi) 1-6

Frans Seda2 menggunakan istilah "From kesejahteraan dan kemakmuran bangsa


hand to mouth" untuk menyebut kegiatan Indonesia harus dicapai dengan
ekonomi rakyat yang cenderung memiliki menerapkan prinsip lahir dari rakyat,
sifat dasar "apa yang dihasilkan, dikerjakan oleh rakyat, dan untuk
dihabiskan" sehingga sulit bagi pelakunya kesejahteraan rakyat.5 Emil Salim, secara
memiliki kelebihan untuk melanjutkan atau tegas mengaitkan sistem ekonomi
mendinamisasikan kegiatan ekonominya. Indonesia dengan ideologi Pancasila dan
Meskipun demikian, ekonomi rakyat pasal-pasal ekonomi UUD NRI 1945 yaitu
dianggap oleh Murbyarto sebagai kunci Pasal 23, 27, 33, dan 34, yang semuanya
ketahanan pangan3. digambarkan sebagai perwujudan asas
Eksistensi dari sistem perekonomian keadilan dan demokrasi ekonomi dalam
Indonesia sudah ada lebih dari 60 tahun sistem ekonomi Indonesia yang disebut
yang lalu, the founding fathers kita telah sebagai Sistem Ekonomi Pancasila.6
meletakkan kode etik bernegara sebagai Mubyarto memberikan definisi
wujud aspirasi bangsa, yaitu Pancasila Ekonomi Pancasila sebagai sistem
sebagai ideologi dasar dan Undang- ekonomi, atau sistem perekonomian yang
Undang Dasar Negara Republik Indonesia dijiwai oleh ideologi Pancasila, yakni
1945 sebagai landasan konstitusionalnya. ekonomi yang merupakan usaha bersama
Sebagaimana yang terumuskan dalam berdasarkan asas kekeluargaan dan
Pembukaan UUD NRI 1945 bahwa kegotongroyongan nasional.7 Lebih lanjut,
Negara Indonesia didirikan dengan tujuan Boediono juga menyarikan 5 (lima) ciri
untuk melindungi segenap bangsa utama sistem Ekonomi Pancasila, yaitu: (1)
Indonesia dan seluruh tanah tumpah darah Koperasi adalah sakaguru perekonomian
Indonesia dan untuk memajukan nasional; (2) Manusia adalah economic
kesejahteraan umum, mencerdaskan man sekaligus social and religeous
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan man; (3) Ada kehendak sosial kuat ke
ketertiban dunia, terkandung di dalamnya arah egalitarianisme dan kemerataan
bahwa negara ini didirikan atas nama dan sosial; (4) Prioritas utama kebijakan
untuk kepentingan umum, res publica4. diletakkan pada penyusunan perekonomian
Pengejawantahan dari amanat Undang nasional yang tangguh; dan (5)
Undang Dasar 1945 tersebut, khususnya Pengandalan sistem desentralisasi
yang berkaitan dengan frasa memajukan pelaksanaan kegiatan ekonomi diimbangi
kesejahteraan umum, pada hakekatnya perencanaan yang kuat sebagai pemberi
merupakan tugas semua elemen bangsa, arah perkembangan ekonomi seperti yang
yakni rakyat di segala lapisan dengan dicerminkan dalam cita-cita koperasi. Apa
arahan pemerintah. Sehingga apabila yang dikemukan para ahli tersebut,
mengacu pada definisi tersebut,
5
Konsep Demokrasi yang disampaikan oleh
Abraham Lincoln dalam pidato di Gettysburg. Lihat
2
Lihat Frans Seda, Krisis Moneter Indonesia, William Ebenstein, American Democracy : In
Artikel, Tahun I, No. 3, Mei 2002, Diunduh dari World Perspective, Ed. 2, Harper and Row
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/artikel_3.ht Publisher, New York, 1970, p. 73.
6
m., Tanggal 08 Maret 2016 Pada Pukul 14.30 WIB. Mubyarto-1, Op. Cit Hlm. 2.
3 7
Mubyarto-1, Op. Cit, Hlm. 34. Bernhard Limbong, Ekonomi Kerakyatan dan
4
Berasal dari bahasa latin yang secara harafiah Nasionalisme Ekonomi, Penerbit Margaretha
berarti urusan awam. Pustaka, Jakarta, 2011, Hlm. 19.

ISSN : 2085-4757 2
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...(Evi) 1-6

menguatkan kembali perbincangan tentang untuk permasalahan tersebut dan dijadikan


perlunya sistem ekonomi kerakyatan, di inspirasi untuk merancang sistem
mana ide pembentukan tersebut sebagai perekonomian Indonesia, yaitu Ekonomi
dampak kebutuhan dasar masyarakat akan Pancasila, yakni sebuah sistem
sistem yang berlaku sebagai sarana untuk perekonomian yang dibangun dari fondasi
mewujudkan cita perekonomian nasional. moralitas Pancasila.9 Ia bukan kapitalisme,
Maka dalam kaitannya dengan gagasan namun juga bukan sosialisme, apalagi
untuk kembali kepada sistem ekonomi komunisme. Ibaratkan sebuah pendulum,
kerakyatan, tulisan ini hendak menelaah berayun-ayun dan berhenti di koordinat
perlunya sistem ekonomi kerakyatan, tengah, sehingga tidak miring ke kanan
secara khususnya terkait dengan namun juga tidak condong ke kiri.10
perkembangan global dewasa ini. Suatu kebebasan dengan tanggung jawab,
Berdasarkan pada latar belakang keteraturan tanpa mematikan inisiatif
tersebut, isu hukum yang muncul dalam rakyat, mengejar masyarakat yang adil dan
penulisan ini adalah : Bagaimana Bentuk makmur atas landasan demokrasi
Sistem Ekonomi Kerakyatan Di Indonesia ekonomi.11
Di Tengah Perkembangan Global yang Meskipun Sistem Ekonomi Pancasila
Menuntut Sistem Pasar yang Liberal ? dinyatakan gagal dalam penerapannya di
era Pemerintahan Orde Baru, tetapi sejak
PEMBAHASAN reformasi pada tahun 1997/1998, istilah
tersebut menjadi populer dengan istilah
Sistem perekonomian Indonesia Ekonomi Kerakyatan12. Sebagai sub-sistem
dapat dikatakan tidak mengacu kepada 2 dari Ekonomi Pancasila, Ekonomi
(dua) kekuatan besar sistem perekonomian kerakyatan mengandung semangat asas
dunia, yakni sistem ekonomi kapitalis yang kerakyatan (yang dipimpin oleh hikmat
berlandaskan liberalisme dan sistem kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
ekonomi sosialis yang berlandaskan perwakilan) yaitu sila ke-4 Pancasila yang
komunis.8 Kedua sistem ekonomi tersebut mana sila ke-4 inilah selama era Orde Baru
bisa dikatakan tidak mewakili budaya benar-benar telah dilanggar (melalui
bangsa Indonesia sendiri itu. Oleh karena praktek-praktek Monopoli/Oligopoli para
itu, dipahami oleh para pendiri bangsa
Indonesia untuk merancang sebuah sistem 9
Secara spesifik, Mubyarto mendeskripsikan
perekonomian yang sesuai dengan ekonomi yang bermoral Pancasila itu sebagai
kehidupan bangsa dan mampu berikut: (1) suasana usaha bersama harus
berasaskan kekeluargaan; (2) Ekonomi Pancasila
mempersatukan suku bangsa yang beragam
mengedepankan rangsangan moral dan sosial; dan
ini. Pancasila menjadi salah satu jawaban (3) nasionalisme harus menjiwai semua pelaku
ekonomi. Lihat Mubyarto-1, Op.Cit, Hlm. 30-31.
10
Boediono mendengar.com/boediono-yang-
8
Secara singkat, Liberalisme dan Sosialisme saya-ketahui/, diakses Tanggal 07 Maret 2016, pada
dibedakan menurut ada atau tidaknya peran Negara Pukul 13.09 WIB.
11
di dalam kebijakan ekonomi. P a h a m Liberalisme Ai Siti Farida, Sistem Ekonomi Indonesia,
menginginkan lepasnya peran Negara dalam Pustaka Setia, Bandung, 2011, Hlm. 25.
12
kebijakan ekonomi dan menyerahkannya kepada Ekonomi kerakyatan baru mengemuka
mekanisme pasar. Sebaliknya, pandangan semenjak rumusannya dipertegas dalam TAP MPR
Sosialisme menganggap bahwa Negara wajib No. XVI/1998 tentang Politik Ekonomi Dalam
mengambil peran penuh dalam kebijakan ekonomi. Rangka Demokrasi Ekonomi.

ISSN : 2085-4757 3
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...(Evi) 1-6

konglomerat yang diprakarsai oleh kerakyatan. Tidak hanya penting untuk


pemerintah).13 Sehingga cukup beralasan menjamin pendayagunaan seluruh potensi
apabila tidak digunakannya lagi konsep sumberdaya nasional, tetapi juga sebagai
Ekonomi Pancasila disebabkan oleh kata dasar untuk memastikan keikutsertaan
Pancasila telah dikotori oleh Orde seluruh anggota masyarakat dalam
Baru yang memberikan tafsiran keliru dan menikmati hasil produksi nasional. Hal ini
selanjutnya dimanfaatkan untuk sejalan dengan bunyi Pasal 27 ayat 2 UUD
kepentingan penguasa Orde Baru. Kini NRI 1945 yang menyatakan, "Tiap-tiap
karena segala ajaran Orde Baru ditolak, warga negara berhak atas pekerjaan dan
konsep Ekonomi Pancasila juga dianggap penghidupan yang layak bagi
tidak pantas untuk disebut-sebut lagi14. kemanusian." Kedua, partisipasi seluruh
Pasal 33 UUD NRI 1945 yang menjadi anggota masyarakat dalam turut menikmati
landasan bagi sistem ekonomi kerakyatan hasil produksi nasional. Artinya, dalam
mencantumkan dasar demokrasi ekonomi, rangka ekonomi kerakyatan, harus ada
produksi dikerjakan oleh semua untuk jaminan bahwa setiap anggota masyarakat
semua di bawali pimpinan atau pemilikan turut menikmati hasil produksi nasional,
anggota-anggota masyarakat. Kemakmu- termasuk para fakir miskin dan anak-anak
ran masyarakatlah yang diutamakan, bukan terlantar. Hal itu antara lain dipertegas oleh
kemakmuran orang-seorang, sehingga Pasal 34 UUD NRI 1945 yang
perekonomian disusun sebagai usaha menyatakan, "Fakir miskin dan anak-anak
bersama berdasarkan pada azas terlantar dipelihara oleh negara." Dengan
kekeluargaan. Bangun perusahaan yang kata lain, dalam rangka ekonomi
sesuai dengan itu ialah koperasi. kerakyatan atau demokrasi ekonomi,
Berdasarkan bunyi kalimat pertama negara wajib menyelenggarakan sistem
penjelasan Pasal 33 UUD NRI 1945 jaminan sosial bagi fakir miskin dan anak-
tersebut, Revrisond Baswir15 anak terlantar di Indonesia. Ketiga,
menyimpulkan substansi ekonomi kegiatan pembentukan produksi dan
kerakyatan dalam garis besarnya pembagian hasil produksi nasional itu
mencakup 3 (tiga) hal sebagai berikut: harus berlangsung di bawah pimpinan atau
Pertama, partisipasi seluruh anggota pemilikan anggota-anggota masyarakat.
masyarakat dalam proses produksi Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan
nasional. Hal ini menempati kedudukan atau demokrasi ekonomi, anggota
yang sangat penting dalam sistem ekonomi masyarakat tidak boleh hanya menjadi
objek kegiatan ekonomi. Setiap anggota
13 masyarakat harus diupayakan agar menjadi
Mubyarto-1, Op. Cit, Hlm. 64.
14
Mubyarto, Jurnal Ekonomi Rakyat, Tahun subjek kegiatan ekonomi.
I, Nomor 7, September 2002, diunduh dari Dalam konsep Ekonomi Kerakyatan
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_7/artikel_1.ht sebagai bagian dari Ekonomi Pancasila,
m Pada Tanggal 08 Maret 2016 Pada Pukul 17.54 seyogianya aktivitas ekonomi diarahkan
WIB. (Mubyarto-2)
15 pada keterlibatan sebagian besar rakyat.
Revrisond Baswir, Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi Rakyat dan Koperasi Sebagai Sokoguru Ekonomi rakyat dibedakan dari ekonomi
Perekonomian Nasional, Diunduh dari konglomerat dalam sifatnya yang tidak
www.gemari.or.id/file/buku/diskusinusantara5revri kapitalistik. Ekonomi konglomerat yang
sondbaswir.pdf, Pada Tanggal 14 Maret 2016 Pada kapitalistik menomorsatukan pengejaran
Pukul 14.59 WIB.

ISSN : 2085-4757 4
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...(Evi) 1-6

keuntungan tanpa batas dengan cara Kenyataan tersebut bertolak belakang


bersaing, kalau perlu saling mematikan dengan cita-cita demokrasi ekonomi yang
(free fight competition). Sebaliknya, dalam merupakan amanat konstitusi. Amanat
perekonomian rakyat semangat yang lebih tersebut khususnya terdapat dalam Pasal
menonjol adalah bekerja sama, karena 33 UUD NRI 1945 yang menegaskan
hanya melalui kerja sama berdasar asas arahan usaha bersama yang berasaskan
kekeluargaan tujuan usaha dapat dicapai.16 kekeluargaan (yang terdapat dalam bangun
Namun, makna ekonomi kerakyatan usaha koperasi) sebagai dasar
sebagai suatu perekonomian yang perekonomian nasional. Di sisi lain, negara
orientasinya pada keterlibatan orang berperan dalam menguasai dan mengelola
banyak dalam aktivitas ekonomi, baik itu bumi, air, dan cabang-cabang produksi
aktivitas produksi, aktivitas konsumsi dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
aktivitas distribusi. Sangatlah berbeda sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.
dengan fakta yang ada, karena ekonomi Padahal, sebagai negara yang
Indonesia hanya terpusat pada segelintir mengedepankan asas kerukunan dalam
pelaku ekonomi saja. Seperti yang Peter hubungan antara pemerintah dan rakyat18,
McCawley17 ungkapkan The crux of the serta dengan gencarnya upaya penerapan
problems is that the great majority of good governance dalam tataran sistem
pribumi Indonesians fear that if market yang ada di pemerintahan Indonesia, yang
forces were allowed a free rein, substantial diharapkan mampu menciptakan hubungan
proportions of the indonesian economy yang lebih harmonis dan berkesinam-
would fall under foreign control either bungan antara pihak pemerintah
domestic foreigners (the non-pribumi) or (penyelenggara negara), pihak swasta
international investor. Pernyataan Peter (penggerak ekonomi), dan masyarakat
McCawley tersebut berdasarkan dengan (penerima manfaat), yang mana ketiga
realitas ekonomi yang berkembang di pihak tersebut saling berperan dan
Indonesia yang masih jauh dari mempengaruhi dalam penyelenggaraan
perwujudan amanat konstitusi. Privatisasi negara yang baik dan demokratis.
aset-aset nasional telah mengalihkan Sehingga orientasi pembangunan pada
penguasaan sumber-sumber ekonomi dari kemakmuran masyarakat dan keadilan
negara kepada kepemilikan kekuasaan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang
asing. Perusahaan swasta menguasai dan menjadi tujuan Ekonomi Kerakyatan
mengelola sumber daya strategis yang mampu terwujud.
menguasai hajat hidup orang banyak di
berbagai daerah. Dominasi jaringan modal
internasional telah memunculkan pola
hubungan antar pelaku ekonomi yang tidak
18
seimbang dan bersifat eksploitatif. Philipus M. Hadjon berpendapat bahwa asas
kerukunan merupakan penjabaran dari asas
kekeluargaan. Lihat Philipus. M. Hadjon,
16
Mubyarto, Sistem dan Moral Ekonomi Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia,
Indonesia, LP3ES, Jakarta, 1988, Hlm. 40-46. Sebuah Studi tentang Prinsip-Prinsipnya,
(Mubyarto-3) Penanganannya oleh Pengadilan Dalam
17
Peter McCawley, The Economic of Ekonomi Lingkungan Peradilan Umum dan Pembentukan
Pancasila, Bulletin of Indonesian Economic Peradilan Administrasi, Cetakan Pertama,
Studies, Volume 18, Issue 1, March 1982, p.107. Peradaban, Surabaya, 2007, Hlm. 83.

ISSN : 2085-4757 5
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Gagasan Tentang Sistem...(Evi) 1-6

KESIMPULAN Hadjon, Philipus. M., Perlindungan


Hukum Bagi Rakyat di Indonesia,
Kebebasan tidak dapat diartikan Sebuah Studi tentang Prinsip-
secara absolut, namun disertai dengan Prinsipnya, Penanganannya oleh
pemahaman akan batas-batas keterikatan. Pengadilan Dalam Lingkungan
Dengan menjadikan Pancasila sebagai Peradilan Umum dan Pembentukan
filosofi bangsa Indonesia dan UUD NRI Peradilan Administrasi, Cetakan
1945 seyogianya menjadi sumber rujukan Pertama, Peradaban, Surabaya,
utama di dalam setiap kehidupan 2007, Hlm. 83.
perekonomian bangsa Indonesia. Pelaku
ekonomi bangsa Indonesia yang terdiri atas McCawley, Peter, The Economic of
pemerintah, swasta, dan rakyat harus selalu Ekonomi Pancasila, Bulletin of
mengacu pada landasan moral Pancasila. Indonesian Economic Studies,
Di tengah gelombang globalisasi ekonomi Volume 18, Issue 1, March 1982.
yang melanda dunia saat ini, Sistem
Ekonomi Kerakyatan dapat menjadi faktor Mubyarto, Sistem dan Moral Ekonomi
pengendali yang akan menunjukkan jati Indonesia, LP3ES, Jakarta, 1988.
diri dari bangsa Indonesia. Setiap gerak
para pelaku ekonomi tidak hanya dilandasi ------------, Ekonomi Pancasila Landasan
oleh tuntutan untuk mencari keuntungan Pikir dan Misi Pendirian Pusat
yang sebesar-besarnya, tetapi juga harus Studi Ekonomi Pancasila
memperhatikan dimensi moral melalui Universitas Gadjah Mada, Edisi
semangat kekeluargaan. Pertama, Cetakan Pertama, BPFE,
Yogyakarta, Oktober 2002, Hlm.
DAFTAR RUJUKAN 41.

Baswir, Revrisond, Ekonomi Kerakyatan ------------, Jurnal Ekonomi Rakyat,


Ekonomi Rakyat dan Koperasi Tahun I, Nomor 7,
Sebagai Sokoguru Perekonomian Sep 2002. http://
Nasional, Diunduh dari www.ekonomirakyat.org/edisi_7/ar
www.gemari.or.id/ file/buku/ di sku tikel_1.htm diunduh dari
sinus antara 5revrisondbaswir.pdf, http://www.ekonomirakyat.org/edis
Pada Tanggal 14 2016 Pukul 14.59 i_7/artikel_1.htm Pada Tanggal 08
WIB. Maret 2016 Pada Pukul 17.54 WIB.

Ebenstein, William, American Democracy Limbong, Bernhard, Ekonomi Kerakyatan


: In World Perspective, Ed. 2, dan Nasionalisme Ekonomi,
Harper and Row Publisher, New Penerbit Margaretha Pustaka,
York, 1970. Jakarta, 2011.

Farida, Ai Siti, Sistem Ekonomi Indonesia, Seda, Frans, Krisis Moneter Indonesia,
Pustaka Setia, Bandung, 2011. Artikel, Tahun I, No. 3, Mei 2002,
Diunduh dari

ISSN : 2085-4757 6