Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...

(Mulida Hayati) 7-14

HAK WARIS ANAK DARI IBU PENGGANTI (SURROGATE MOTHER)

Oleh: Mulida Hayati


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: mulidatency@gmail.com

Abstrak: Perkembangan teknologi dibidang kesehatan mengenal adanya program bayi


tabung. Program ini diharapkan dapat membantu bagi pasangan-pasangan yang ingin
memiliki keturunan. Pelaksanaan program bayi tabung ini dapat dilakukan melalui
Surrogate Mother. Permasalahannya jika dikaitkan dari mana sperma dan ovum berasal
(pemiliknya mempunyai ikatan perkawinan yang sah atau tidak). Hal ini berkaitan
dengan status dan hak waris anak dari Surrogate Mother.

Kata Kunci: Waris Anak; Surrogate Mother

LATAR BELAKANG MASALAH Kemajuan teknologi selayaknya


dipikirkan dan dilindungi sisi
Perkembangan isu-isu tentang biotik kemanusiannya. Dampak dari kemajuan
terutama yang menyangkut sisi tersebut dapat menimbulkan pengambilan
kemanusiaan seseorang berjalan seiring keputusan yang sifatnya pragmatis.
dengn pesatnya kemajuan perkembangan Sementara untuk sebagian permasalahan
teknologi kedokteran tentang penanganan yang berkenaan dengan hal tersebut,
reproduksi pada manusia, yaitu : dimulai dimana aturan-aturan yang berhubungan
dengan ditemukannya metode denganlegal aspect belum ada atau belum
penyimpanan sperma yang dilanjuti diatur untuk mengimbangi pesatnya
dengan cara kehamilan di luar rahim yang kemajuan ilmu teknologi saat ini di
dikenal dengan nama In Vitro Fertilization Indonesia. Surrogate Mother sebenarnya
(Program Bayi Tabung). Ada satu metode belum ada pengaturannya dalam Hukum
dari perkembangan teknologi tersebut saat Indonesia. Hukum di Indonesia hanya
sang istri tidak bisa mengandung, tetapi sel mengatur mengenai upaya kehamilan di
telurnya masih baik, maka ada satu cara luar cara alamiah yang mana hasil
yang ditawarkan oleh teknologi dengan pembuahan dari suami isteri tersebut
cara hasil pembuahan luar rahim pasangan ditanamkan dalam rahim isteri dari mana
suami isteri ditanam ke rahim wanita lain, ovum berasal. Mengenai hal ini dapat
dengan suatu perjanjian yang mana wanita dilihat dalam Pasal 127 Ayat (1) Undang-
tersebut harus mau mengandung, Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
melahirkan, dan menyerahkan kembali Kesehatan. Dalam Pasal tersebut diatur,
bayinya dengan imbalan sejumlah materi. bahwa: Upaya kehamilan di luar cara
Hal tersebut dikenal dengan istilah Ibu alamiah hanya dapat dilakukan oleh
Pengganti (Surrogate Mother).1 pasangan suami istri yang sah dengan
ketentuan:
1 Desriza Ratman. 2012. Surrogate Mother

dalam Persfektif Etika dan Hukum (Bolehkah Sewa


Rahim di Indonesia?). PT. Gramedia; Jakarta. Hlm 8.

ISSN : 2085-4757 7
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

a) hasil pembuahan sperma dan ovum dari berdasarkan kaidah Sadd az-zariah,
suami istri yang bersangkutan sebab hal ini akan menimbulkan
ditanamkan dalam rahim istridari mana masalah yang pelik, baik kaitannya
ovum berasal; dengan penentuan nasab maupun dalam
b) dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kaitannya dalam hal pewarisan.
mempunyai keahlian dan kewenangan Nasab, adalah : Legalitas
untuk itu; hubungan kekeluargaan yang
c) pada fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan pertalian darah, sebagai
tertentu. salah satu akibat dari pernikahan yang
sah, atau nikah fasid, atau senggama
Jadi, yang diperbolehkan oleh hukum syubhat (zina). Nasab merupakan
Indonesia adalah metode pembuahan sebuah pengakuan syara bagi
sperma dan ovum dari suami istri yang sah hubungan seorang anak dengan garis
yang ditanamkan dalam rahim istridari keturunan ayahnya sehingga dengan itu
mana ovum berasal. Aturan tersebut anak tersebut menjadi salah seorang
didukung pula dengan dikeluarkannya anggota keluarga dari keturunan itu dan
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tanggal dengan demikian anak itu berhak
13 Juni 1979 di Jakarta yang berkenaan mendapatkan hak-hak sebagai akibat
tentang Bayi Tabung/Inseminasi Buatan. adanya hubungan nasab. Seperti hukum
Ada 4 (empat) fatwa menyangkut masalah waris, pernikahan, perwalian dan lain
tersebut, yaitu : sebagainya.2
1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum 4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya
dari pasangan suami isteri yang sah, diambil dari selain pasangan suami
hukumnya mubah (boleh), sebab hal ini isteri yang sah, hukumnya haram karena
termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah- itu statusnya sama dengan hubungan
kaidah agama. kelamin antarlawan jenis diluar
2. Bayi tabung dari pasangan suami isteri pernikahan yang sah (zina), dan
dengan titipan rahim isteri yang lain berdasarkan kaidah Sadd az-zariah,
(misalnya dari isteri kedua dititipkan ke yaitu untuk menghindarkan perbuatan
isteri pertama) hukumnya haram zina sesungguhnya.
berdasarkan kaidah Sadd az- Kemajuan teknologi selayaknya
zariah(merupakan upaya preventif agar untuk menghasilkan suatu nilai manfaat
tidak terjadi sesuatu yang menimbulkan yang besar bagi umat manusia,bukan saja
dampak negatif), sebab hal ini akan bermanfaat saat ini, tetapi juga tidak
menimbulkan masalah yang rumit menimbulkan permasalahan dikemudian
dalam kaitannya dengan masalah hari.
warisan (khususnya antara anak yang
dilahirkan dengan ibu yang mempunyai
ovum dan ibu yang mengandung PERMASALAHAN
kemudian melahirkannya, dan
sebaliknya).
3. Bayi tabung dari sperma yang
dibekukan dari suami yang telah 2 Muhammad Ali ash-Shabuni. 2010.Pembagian

meninggal dunia, hukumnya haram waris menurut Islam terj. AM. Basalamah. Gema
Insani Press; Jakarta. Hlm 39.

ISSN : 2085-4757 8
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

Permasalahan yang akan Penulis kehamilan, melahirkan dan menyusukan


bahas disini adalah mengenai : Status anak anak dan ingin menjaga kecantikan
dan hak waris anak pada kasus Surrogate tubuh/ badannya.
Mother ditinjau dari Hukum Perdata dan d. Perempuan yang ingin memiliki anak
Hukum Islam. tetapi masa haidnya telah putus haid
(menopause).
PEMBAHASAN e. Perempuan yang menjadikan rahimnya
sebagai alat komoditi dalam mencari
Pengertian Surrogate Mother nafkah dan memenuhi kebutuhan
Surrogate Mother secara harafiah ekonominya.
disamakan dengan istilah Ibu Pengganti
atau Ibu Wali. Yang didefinisikan Akibat Terjadinya Surrogate Mother
sebagai seorang wanita yang mengikatkan Adapun akibat dari sewa rahim,yaitu:
dirinya melalui suatu ikatan perjanjian a. Memaksa wanita untuk mendermakan
dengan pihak lain (biasanya suami isteri) rahimnya;
untuk menjadi hamil setelah dimasukannya b. Membunuh rasa keibuan, setelah
penyatuan sel benih laki-laki (sperma) dan mengandung dengan susah payah;
sel benih perempuan (ovum) yang c. Terjadinya percampuran nasab ketika
dilakukan pembuahannya di luar rahim In suami wanita pemilik rahim menggauli
Vitro Fertilization (Program Bayi Tabung) istrinya;
sampai melahirkan sesuai kesepakatan d. Perselisihan dalam menetapkan nasab;
yang kemudian bayi tersebut diserahkan e. Perselisihan ketika ibu pengganti
kepada pihak suami isteri dengan menolak menyerahkan bayi kepada
mendapatkan imbalan berupa materi yang pemilik ovum;
telah disepakati.3 f. Permasalahan ketika ibu pengganti
merupakan ibu atau saudara pemilik
Sebab Terjadinya Surrogate Mother ovum;
Sewa rahim biasanya g. Menimbulkan kerusakan dan fitnah
dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, di ketika hamilnya ibu pengganti yang
antaranya adalah : tidak bersuami.4
a. Seorang perempuan atau seorang istri
tidak mempunyai harapan untuk Bentuk-bentuk Surrogate Mother
mengandung secara normal karena a. Benih isteri (ovum) disenyawakan
memiliki penyakit atau kecacatan yang dengan benih suami (sperma),
dapat menghalanginya dari kemudian dimasukkan ke dalam rahim
mengandung dan melahirkan anak. wanita lain. Kaedah ini digunakan
b. Seorang perempuan tidak memiliki dalam keadaan isteri memiliki benih
rahim akibat tindakan operasi yang baik, tetapi rahimnya dibuang
pembedahan rahim. karena pembedahan, kecacatan yang
c. Perempuan tersebut ingin memiliki
anak tetapi tidak mau memikul beban
4 Supmi Yuliardi. 2014. Kedudukan Hukum
3 Fred Ameln. 1991. Kapita Selekta Hukum Anak yang dilahirkan Melalui Ibu Pengganti Pada
Kedokteran. Cetakan I. Grafikatamajaya; Jakarta. Kontrak Surogasi. Skripsi. Universitas Mataram.
Hlm 98-99. Hlm 5.

ISSN : 2085-4757 9
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

terus, akibat penyakit yang kronik atau 1) Anak di luar perkawinan yang tidak
sebab-sebab yang lain. diakui.
b. Sama dengan bentuk yang pertama, Bila status wanita surrogate-nya
kecuali benih yang telah disenyawakan adalah gadis atau janda, maka anak
dibekukan dan dimasukkan ke dalam yang dilahirkan adalah anak diluar
rahim ibu tumpang selepas kematian perkawinan yang tidak diakui, yaitu
pasangan suami isteri itu. anak yang dilahirkan karena zina, yaitu
c. Ovum isteri disenyawakan dengan : akibat perhubungan suami atau isteri
sperma lelaki lain (bukan suaminya) dengan laki-laki atau perempuan lain
dan dimasukkan ke dalam rahim wanita tidak melalui proses pernikahan.
lain. Keadaan ini apabila suami mandul 2) Anak sah
dan isteri ada halangan atau kecacatan Bila status wanita surrogate-nya
pada rahimnya tetapi benih isteri dalam terikat dalam perkawinan yang sah
keadaan baik. (dengan suaminya), maka anak yang
d. Sperma suami disenyawakan dengan dilahirkan adalah anak sah pasangan
ovum wanita lain, kemudian suami isteri yang disewa rahimnya,
dimasukkan ke dalam rahim wanita sampai si bapak (suami dari wanita
lain. Keadaan ini berlaku apabila isteri surrogate) mengatakan tidak
ditimpa penyakit pada ovarium dan berdasarkan Pasal 251, 252, dan 253
rahimnya tidak mampu memikul tugas KUHPerdata dengan pemeriksaan darah
kehamilan, atau isteri telah mencapai atau DNA dan keputusan tetap oleh
tahap putus haid (menopause). Pengadilan.
e. Sperma suami dan ovum isteri Pasal 251 :
disenyawakan, kemudian dimasukkan Sahnya anak yang dilahirkan sebelum
ke dalam rahim isteri yang lain dari hari keseratus delapan puluh dari
suami yang sama. Dalam keadaan ini perkawinan, dapat diingkari oleh suami.
isteri yang lain sanggup Namun pengingkaran itu tidak boleh
mengandungkan anak suaminya dari dilakukan dalam hal-hal berikut:
isteri yang tidak boleh hamil.5 1. bila sebelum perkawinan suami telah
mengetahui kehamilan itu;
Status Anak dan Hak Waris Anak Pada 2. bila pada pembuatan akta kelahiran
Kasus Surrogate Mother Ditinjau dari dia hadir, dan akta ini ditandatangani
Hukum Perdata olehnya, atau memuat suatu
keterangan darinya yang berisi
Satus Anak Menurut Hukum Perdata bahwa dia tidak dapat
Status anak pada kasus Surrogate menandatanganinya;
Mother dapat diketahui berdasarkan 3. bila anak itu dilahirkan mati.
golongan anak. Untuk melihat golongan Pasal 252 :
anak harus dilihat dulu status perkawinan Suami tidak dapat mengingkari
dari Surrogate Mother. keabsahan anak, hanya bila dia dapat
membuktikan bahwa sejak hari
5 Radin Seri Nabaha. 2004. Penyewaan rahi ketiga ratus dan keseratus delapan
dalam Pandangan Islam (Terjemahan Al Faqiroh puluh hari sebelum lahirnya anak itu,
Illallah Shariah Islamiah. America Open dia telah berada dalam keadaan tidak
Univercity; Cairo. Hlm 4-5.

ISSN : 2085-4757 10
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

mungkin untuk mengadakan


hubungan jasmaniah dengan Hak Waris Anak Menurut Hukum
isterinya, baik karena keadaan Perdata
terpisah maupun karena sesuatu yang
kebetulan saja. Dengan menunjuk Hak akan waris anak ditentukan dari
kepada kelemahan alamiah golongan si anak tersebut berdasarkan
jasmaninya, suami tidak dapat status perkawinan wanita surrogate.
mengingkari anak itu sebagai 1) Anak di luar perkawinan yang tidak
anaknya. diakui (bila si wanita surrogate-nya
berstatus gadis atau janda). Berarti ibu
Pasal 253 : yang malahirkan tidak terikat pada
Suami tidak dapat mengingkari perkawinan yang sah :
keabsahan anak atas dasar perzinaan, a) Pasal 43 Ayat (1) Undang-Undang
kecuali bila kelahiran anak telah Nomor 1 Tahun 1974 Tentang
dirahasiakan terhadapnya, dalam hal Perkawinan : Anak yang dilahirkan
itu, dia harus diperkenankan untuk di luar perkawinan hanya
menjadikan hal itu sebagai bukti mempunyai hubungan perdata
yang sempurna, bahwa dia bukan dengan ibunya dan keluarga ibunya.
ayah anak itu. b) Pasal 287 KUH Perdata : Untuk
Berdasarkan Undang-Undang Nomor bapak biologisnya (karena statusnya
1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal anak zina) si anak dilarang
44 Ayat (1) dan (2). menyelidikinya.
c) Pasal 288 KUH Perdata : Untuk ibu
Pasal 44 Ayat (1) : Seorang suami dapat yang melahirkannya si anak dapat
menyangkal sahnya anak yang dilahirkan menyelidiki siapa ibunya.
oleh isterinya bilamana ia dapat Dengan demikian untuk hak waris
membuktikan bahwa isterinya telah si anak, hanya berhubungan (perdata)
berzinah dan anak itu akibat daripada dengan ibu atau keluarga ibunya saja,
perzinahan tersebut. sementara hak waris terhadap bapak
biologisnya, si anak tidak berhak
Pasal 44 Ayat (2) : Pengadilan menuntut hak waris dari bapak
memberikan keputusan tentang biologisnya (Pasal 869 KUH Perdata)
sah/tidaknya anak atas permintaan pihak selama si bapak harus member nafkah
yang berkepentingan. secukupnya sesuai dengan
Dasar dikatakan : Anak Sah, adalah : kemampuannya (Pasal 867 dan 868
- Pasal 42 Undang-Undang Nomor 1 KUH Perdata).
Tahun 1974 Tentang Perkawinan : 2) Anak sah (bila wanita surrogate masih
Anak yang sah adalah anak yang berstatus isteri dari suaminya yang
dilahirkan dalam atau sebagai akibat terikat dalam perkawinan yang sah ) :
perkawinan yang sah. a) Pasal 42 Undang-Undang Nomor 1
- Pasal 250 KUH Perdata :Anak yang Tahun 1974 Tentang Perkawinan :
dilahirkan atau dibesarkan selama Anak yang sah adalah anak yang
perkawinan , memperoleh si suami dilahirkan dalam atau sebagai akibat
sebagai ayahnya. perkawinan yang sah.

ISSN : 2085-4757 11
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

b) Pasal 250 KUH Perdata : Anak kelahiran (walidah), baik berasal dari
yang dilahirkan atau dibesarkan perkawinan yang sah maupun fasid (tidak
selama perkawinan, memperoleh si terpenuhi syarat dan/ atau rukun),
suami sebagai bapaknya, maka anak perzinahan maupun wathi (persetubuhan)
tersebut adalah anak sah pasangan secara syubhah (terjadi kekeliruan).6
tersebut dan berhak mendapat hak Penetapan nasab melalui pernikahan
waris penuh sesuai dengan hukum adalah berdasarkan H adist Nabi
waris yang berlaku dari suami si Muhammad SAW: al-Waladlial-firasy
wanita surrogate. Tetapi, bila suami walial-AhiralHajar. (nasab seorang anak
dari ibu pengganti tersebut tidak adalah karena melalui akad nikah dan bagi
mengakui, maka status anak tersebut orang yang berzina adalah tidak ada
jatuhnya menjadi anak zina dan hubungan dengan anak yang dilahirkan).
pewarisannya dengan cara Dalam hal penetapan nasab model alfirasy
menyangkal, berdasarkan : ini tidak dibutuhkan pengakuan atau
- Pasal 251, 252 dan 253 KUH pembuktian saksi. Hal ini karena istri
Perdata. hanya bersetubuh dengan suami, tidak
- Pasal 44 Undang-Undang Nomor memasukkan laki- lakilain.7
1 Tahun 1974 Tentang Adapun syarat penetapan nasab
Perkawinan : melalui pernikahan sebagai berikut:
Ayat (1) : Seorang suami dapat 1) Adanya kemungkinan istri hamil dari
menyangkal sahnya anak yang suaminya ditandai dua hal, yaitu suami
dilahirkan oleh isterinya bilamana tergolong orang yang dapat
ia dapat membuktikan bahwa menghamilkan istri, karena dia sudah
isterinya telah berzinah dan anak baligh dan adanya kemungkinan terjadi
itu akibat daripada perzinahan persetubuhan antara suami dan istri
tersebut. setelah akad nikah, baik secara
Ayat (2) : Pengadilan memberikan kebiasaan ataupun secara rasio (akal).
keputusan tetang sah/tidaknya 2) Istri melahirkan anak setelah 6 (enam)
atas permintaan pihak yang bulan sejak akad nikah. Jika dia
berkepentingan. melahirkan anak kurang dari 6 (enam)
bulan, maka nasab anak tidak dapat
Status Anak dan Hak Waris Anak Pada dihubungkan kepada suaminya sebagai
Kasus Surrogate Mother Ditinjau dari bapak dari anak, kecuali jika suami
Hukum Islam mengakui bahwa anak itu adalah
anaknya dan dia tidak menjelaskan
Status Anak Menurut Hukum Islam bahwa anak itu berasal dari hamil akibat
Menurut Wahbahaz Zuhayly dalam zina. Dalam hal ini, penetapan
kitabnya al Fiqhul Islamiyyuwa Adillatuh, nasabanak berdasarkan pengakuan
nasab adalah salah satu dari hak anak yang
lima, yakni: nasab, ridha (susuan), 6 YahyaMukhtar, dkk. 2002. Dasar-dasar
hadhanah (pemeliharaan), walayah Pembinaan Fiqh Islam. PT Al-Maarif; Bandung.
(perwalian/perlindungan) dan nafkah. Hlm 356.
Selanjutnya dijelaskanbahwa Penetapan 7 Anshari Saifuddin, dkk. 2004. WawasanIslam:

nasabanak kepada ibunya didasarkan pada P okok-pokok P ikiran T entang P aradikma dan
SistemIslam.GemaInsaniPress; Jakarta. Hlm 39.

ISSN : 2085-4757 12
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

(iqrar), tidak berdasarkan firasy (ikatan hadhanah (hak memelihara anak) itu
perkawinan yang sah).8 karena adanya hubungan pernikahan yang
Pasal 99 Inpres Nomor 1 Tahun sah. Selain karena pernikahan yang sah,
1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam maka tidak ada akibat hukum hubungan
(tambahan bagi pemeluk Agama Islam). nasab dan kewarisan. Adapun masalah
Anak Sah, adalah : hukum nasab dan kewarisan anak hasil
a. anak yang dilahirkan dalam atau transplantasi embrio kerahim wanita
akibat perkawinan yang sah; lain(surrogatemother), ulama berbeda
b. hasil pembuahan suami isteri yang pendapat.10
sah di luar rahim. Menurut pendapat Imam Ibnu Hajar,
Berdasarkan pandangan ini, maka anak yang lahir dari proses pemindahan
anak hasil dari inseminasi melalui sewa embrio kerahim wanita lain tidak dapat
rahim termasuk anak yang tidak sah, ilhaq atau tidak dapat dinasabkan kepada
dan kedudukannya disamakan dengan pemilik sel sperma, dan secara otomatis
anak zina. Adapun nasabnya hanya anak tersebut juga tidak dapat saling
dinisbahkan kepada yang melahirkan. mewarisi, karena proses masuknya mani
Pemahaman ini pula berdasarkan atau sperma kerahim wanita tersebut tidak
pemaparan di atas bahwasanya istilah terhormat atau ghairumuhtaram. Menurut
ibu lebih menekankan kepada yang Imam Ibnu Hajar sperma yang terhormat
melahirkan. atau muhtaram adalah spermayang ketika
keluar dan masuknya sperma tersebut
Hak Waris Anak Menurut Hukum secara terormat. Sedangkan menurut Imam
Islam Romli anak tersebut dapat dinasabkan
kepada pemilik sel sperma dan keduanya
Dalam Islam ada dua istilah untuk dapat saling mewarisi, karena menurut
menyebutkan istilah kewarisan, yaitu: Imam Romli sperma muhtaram atau
mawaris dan faraidh. Mawaris bentuk terhormat adalah sperma yang ketika
jama dari mirats, yang dinamakan keluarnya secara terhormat, walaupun
dengan mawaris, adalah :semua harta ketika masuknya tidak secara terhormat.11
peninggalan orang yang telah wafat yang Berdasarkan penjelasan diatas, maka anak
diterima oleh para ahli waris. Orang yang hasil dari proses sewa rahim akan
meninggalkan harta disebut dengan mendapatkan warisan dari ibu yang
Muwarits, sedangkan orang yang mengandung dan melahirkannya dan
mendapatkan harta peninggalan disebut bukan orang tua yang menitipkan
warits atau ahli waris. Sedangkan embrionya, meskipun mereka yang
Faraidh, adalah : Pembahagian harta mempunyai sel sperma dan sel telur adalah
pusaka kepada setiap ahli waris yang pasangan suami-istri yang sah, akan tetapi
berhak dengan kaedah-kaedah pengiraan dalam Hukum Islam teknik semacam ini
yang tertentu.9 diharamkan dan akibat hukumnya anak
Menurut jumhur (mayoritas) ulama tersebut hanya bias mewarisi dari ibu yang
prinsip penetapan nasab, kewarisan, dan
8Ibid. 10 Hasyiyyahal-Syarwani. 2009.Daral-Kutubal-
9 SuhrawardiK.Lubis, dkk. 2007. Hukum Waris Ilmiyah.JilidVIII. Bairut. Hlm231.
Islam. Cet II.Sinar Grafika; Jakarta. Hlm55. 11 Ibid.

ISSN : 2085-4757 13
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Hak Waris Anak...(Mulida Hayati) 7-14

mengandung dan melahirkannya. Begitu (Terjemahan Al Faqiroh Illallah


juga sebaliknya keduanya saling mewarisi. Shariah Islamiah. America Open
Univercity; Cairo.
KESIMPULAN
SuhrawardiK.Lubis, dkk. 2007. Hukum
Kasus Ibu Pengganti (Surrogate Waris Islam. Cet II.Sinar Grafika;
Mother) di Indonesia masih belum ada Jakarta.
pengaturannya. Menurut Hukum Perdata
dan Hukum Islam anak hasil dari Supmi Yuliardi. 2014. Kedudukan Hukum
Surrogate Mother dikatakan sebagai anak Anak yang dilahirkan Melalui Ibu
sah apabila Surrogate Mother mempunyai Pengganti Pada Kontrak Surogasi.
ikatan perkawinan yang sah dengan suami Skripsi. Universitas Mataram.
(pemilik sperma), dengan syarat tertentu
(Fatwa MUI). Hal ini bermanfaat untuk Yahya Mukhtar, dkk. 2002. Dasar-dasar
penentuan nasab, hadhanah, dan hak waris Pembinaan Fiqh Islam. PT Al-
anak kasus Surrogate Mother. Maarif; Bandung.

DAFTAR RUJUKAN

Anshari Saifuddin, dkk. 2004.


WawasanIslam: P okok-pokok
P ikiran T entang P aradikma dan
Sistem Islam.Gema Insani Press;
Jakarta.

Desriza Ratman. 2012. Surrogate Mother


dalam Persfektif Etika dan Hukum
(Bolehkah Sewa Rahim di
Indonesia?). PT. Gramedia; Jakarta.

Fred Ameln. 1991. Kapita Selekta Hukum


Kedokteran. Cetakan I.
Grafikatamajaya; Jakarta.

Hasyiyyahal-Syarwani. 2009. Daral-


Kutubal-Ilmiyah.JilidVIII. Bairut.

Muhammad Ali ash-Shabuni. 2010.


Pembagian waris menurut Islam terj.
AM. Basalamah. Gema Insani Press;
Jakarta.

Radin Seri Nabaha. 2004. Penyewaan rahi


dalam Pandangan Islam

ISSN : 2085-4757 14