Anda di halaman 1dari 7

CHAPTER 7

STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN KONVERGENSI GLOBAL

Tekanan internasional untuk peningkatan komparabilitas akuntansi dan pengungkapan


informasi oleh perusahaan, terutama MNEs, muncul atas kepentingan dan perhatian yang
berbeda dari banyak kelompok partisipan dan organisasi. Dasar tekanan-tekanan ini adalah
kepercayaan fundamental bahwa peningkatan komparabilitas akan memfasilitasi
perbandingan internasional yang lebih informatif atas prospek dan kinerja perusahaan. Istilah
penyelarasan sering digunakan dengan bebas dan kadang dapat dipertukarkan dengan
standardisasi. Namun, penyelarasan menyiratkan suatu pendekatan yang lebih fleksibel
dibandingkan standardisasi. Kelompok partisipan utama yang tertarik akan urusan MNEs dan
penyelarasan akuntansi internasional sebagai berikut: pemerintah serikat dagang dan
karyawan investor (termasuk analis keuangan) banker dan kreditor akuntan dan auditor.

1. PEMERINTAH

Peran pemerintah dalam menentukan isi dan sifat laporan perusahaan dan terutama
tingkat keterlibatan pemerintah dalam prosesnya telah secara luas dipelajari. Tingkat
keterlibatan pemerintah secara komprehensif di beberapa negara, terutama yang dengan
tradisi perundang-undangan terperinci (mis. Perancis dan Jerman), berlawanan dengan
negara-negara Anglo-America yang penekanannya pada pendelegasian ke otonomi badan
profesi swasta. Literatur menyangkut peran pemerintah sebagai pemakai laporan perusahaan
sangat jarang. Hanya ada sebagian diskusi berisi sedikit pernyataan bahwa pemerintah adalah
pemakai laporan. Meskipun begitu, banyak tekanan untuk meningkatkan jumlah
pengungkapan informasi oleh MNEs datang dari pemerintah. Pentingnya pengungkapan
informasi oleh MNE bagi pemerintah yaitu; Informasi yang relevan mengenai operasi cabang
suatu MNEs mungkin tidak tersedia di cabang MNE tersebut tetapi hanya di perusahaan
induk. Maka, pemerintah dapat menggunakan laporan keuangan tahunan terkonsolidasi
MNEs di seluruh dunia bersama dengan informasi segmen untuk mengetahui kinerja cabang
di tingkat negara. Peran penting MNEs dalam pengembangan dan perdagangan dunia
menyebabkan pemerintah ingin mengevaluasi dan memonitor secara langsung, atau melalui
organisasi antarpemerintah internasional, strategi, kinerja, perilaku, dan konsekuensi operasi
MNE secara keseluruhan. Peran pemerintah yang bervariasi dilakukan oleh sejumlah
departemennya. Laporan khusus yang disediakan untuk satu unit (mis. otoritas perpajakan)
pada umumnya tidak cocok untuk bagian pemerintah lain. Pemerintah memang mempunyai
kekuasaan untuk meminta informasi apapun yang dibutuhkan, tetapi kekuatan tersebut
CHAPTER 7

bukannya tidak terbatas. Peningkatan ketersediaan informasi dalam laporan perusahaan MNE
berarti bahwa pemerintah akan memiliki akses langsung pada informasi tanpa keharusan
untuk menawarnya. Permintaan komparabilitas internasional yang lebih besar atas
pengungkapan informasi MNE sepertinya termotivasi oleh keinginan pemerintah di tingkat
nasional, terutama di negara penyelenggara, atau melalui organisasi antarpemerintah seperti
UN, OECD, dan EU, untuk memonitor aktivitas MNEs secara umum sebagai basis
perumusan kebijakan. United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) United Nations (UN)
pertama terlibat dalam debat pengungkapan informasi pada tahun 1976 ketika suatu Group of
Experts ditetapkan melalui aktivitas Commision on Transnational Corporations (sekarang.
tercakup dalam pekerjaan UNCTAD) untuk merumuskan proposal yang mengikuti suatu
studi menyangkut dampak MNEs pada pengembangan dan hubungan internasional. Studi
tersebut tidak hanya mengidentifikasikan masalah perbandingan internasional tetapi juga
mengungkapkan kekurangan informasi baik informasi keuangan maupun nonkeuangan.
Akibatnya, Group of Experts berkonsentrasi pada pengembangan daftar item minimum baik
finansial maupun nonfinansial yang diungkapkan oleh perusahaan pada level perusahaan
secara keseluruhan atau cabang perusahaan secara individu. Hasilnya, adalah usulan secara
komprehensif dan detail terhadap laporan keuangan konsolidasi, informasi segmental,
informasi nonfinansial, dan informasi sosial. Working Group of Experts ( ISAR) Tujuan
utama kelompok ini adalah untuk merekomendasikan standar internasional dimana negara-
negara anggotanya akan mendukung dan, jika perlu, dengan perangkat hukum. ISAR
mengadakan pertemuan pertama kali tahun 1983. Sejak itu, pertemuan-pertemuan diadakan
tiap tahun mengenai isu-isu yang bervariasi, termasuk akuntansi untuk inflasi, akuntansi
pensiun, aktiva tak berwujud, joint venture, dan privatisasi. Pada tahun 1988, Group of
Experts mempublikasikan hasil dalam "Conclusions on Accounting and Reporting by
Transnational Corporations" dan pada tahun 1989 memberikan kontribusi terhadap konsep
yang dipublikasikan dengan judul "Objectives and Concepts Underlying Financial Statement"
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) OECD mempunyai
keanggotaan yang jauh lebih terbatas dibanding UN. Dengan hanya 30 negara anggota,
dibanding anggota UN yang lebih dari 190, OECD merupakan perwujudan kepentingan
kelompok negara industri terutama di negara-negara Barat mencakup Australia, Kanada,
Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Negara-negara ini adalah
asal dari kebanyakan MNEs. Secara umum, tujuan OECD adalah bekerja untuk membangun
kesepakatan dan pemahaman internasional atas berbagai isu sebagai basis untuk
meningkatkan komparabilitas dan penyelarasan norma pelaporan dan akuntansi. European
CHAPTER 7

Union (Uni Eropa) Mulai 2004, EU terdiri dari 25 negara-negara (Austria, Belgia, Cyprus,
Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria,
Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Slovakia,
Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris). EU telah dilibatkan dalam penyelarasan
internasional norma pelaporan dan akuntansi sejak pertengahan 1960-an sebagai bagian dari
program penyelarasan Company Law, yang dikerjakan setelah Perjanjian Roma (1957).
Aktivitas EU sudah berlangsung dalam konteks mempromosikan tujuan pengembangan dan
pengintegrasian ekonomi Eropa terkait perusahaan, termasuk MNEs, perlu mempunyai
kebebasan untuk menjadi lebih internasional dengan mampu berbisnis dan bersaing dalam
kerangka hukum umum, perpajakan, dan sumber daya keuangan. Bagian penting dari proses
penyelarasan hukum perusahaan adalah pengungkapan umum atas informasi keuangan yang
dapat dipercaya dan diperbandingkan untuk melindungi kepentingan pemegang saham,
kreditor, suplier, dan pihak-pihak lain. Penyelarasan pelaporan dan akuntansi dalam EU
khususnya penting untuk MNEs sebab, berbeda dengan UN dan OECD, persetujuan yang
mengambil format direktif mempunyai kekuatan hukum dan masing-masing negara anggota
wajib menyertakan direktif ke dalam hukum nasional masing-masing. Direktif yang
mempunyai keterkaitan khusus yang fundamental pada penyelarasan akuntansi EU yaitu
Direktif Keempat dan Direktif Ketujuh. Direktif Keempat Direktif keempat disetujui tahun
1978, menambahkan kebutuhan terperinci yang berkenaan dengan pengungkapan informasi,
penyajian dan penggolongan informasi, dan metode penilaian. Tujuan Direktif Keempat
tidaklah perlu untuk menghasilkan keseragaman tetapi lebih untuk menyempurnakan suatu
penyelarasan atau koordinasi dari ketentuan hukum yang ada. Meskipun demikian, Direktif
Keempat menyediakan suatu struktur seragam secara luas untuk penyajian dan penggolongan
informasi, namun juga mengiijinkan bentuk yang berbeda untuk laporan rugi-laba dan neraca,
juga menyertakan beberapa pilihan penyajian. Dampak dari direktif telah dirasa paling tajam
pada negara-negara seperti Italia dan beberapa negara anggota baru EU (mis. Finlandia,
Yunani, Portugal, dan Spanyol) dimana pengungkapan informasi mereka secara relatif lebih
terbelakang dibanding Perancis, Jerman, dan Inggris. Secara keseluruhan, Direktif Keempat
telah menjadi titik awal penting dalam proses penyelarasan. Direktif ini telah banyak
berperan untuk meningkatkan transparansi dan pengungkapan informasi seluruh negara-
negara EU. Direktif Ketujuh Pada tahun 1983, Direktif Ketujuh tentang rekening konsolidasi
diadopsi. Pendekatan Inggris berdasarkan kepemilikan saham dan hak untuk mengontrol
perusahaan lain dikontraskan dengan pendekatan Jerman yang berdasarkan kontrol
manajemen secara efektif. Masalah ini dipecahkan dengan kompromi dimana kriteria kontrol
CHAPTER 7

atau kepemilikan dapat diaplikasikan oleh negara anggota sebagai dasar pilihan. Direktif
Tambahan Direktif kedelapan diadopsi tahun 1984 adalah direktif penting lain mengenai
kualifikasi dan pekerjaan auditor lintas negara anggota EU, termasuk persyaratan pendidikan
minimum sebagai usaha mendorong profesionalisme auditor.

2. SERIKAT DAGANG DAN PEKERJA

Organisasi serikat dagang yang berpartisipasi pada tingkat intergovernmental


International Ttrade Union Confederations (ITUCs), contohnya European Trade Unions
Confederation (ETUC), International Confederation on Free Trade Unions (ICFTU), dan
World Confederation of Labour (WCL). Dalam konteks nasional, serikat dagang berusaha
untuk mempengaruhi perilaku MNEs maupun kebijakan pemerintah. Informasi yang
diperlukan oleh serikat dagang tergantung pada bentuk perusahaan dan tujuan dibuatnya
informasi tersebut. Serikat dagang pertama kali muncul dalam kawasan nasional dimana
MNEs tersebut beroperasi. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan yang melewati batas-
batas negara, serikat dagang mengikutinya dengan segala keterbatasan yang ada. Pada tahun
1977, ICFTU, WCL dan ETUC mengeluarkan sekumpulan persyaratan terhadap
pengungkapan informasi-informasi akuntansi. Titik berat dokumen tersebut adalah untuk
MNEs dan kebutuhan atas penyelarasan internasional dengan rekomendasi pendekatan yang
lebih seragam untuk akuntansi baik informasi keuangan dan nonkeuangan. Walaupun serikat
dagang dan karyawan memerlukan informasi tentang prospek masa depan dan kinerja MNEs
sama halnya dengan banyak kelompok lain, informasi mengenai istilah, kondisi-kondisi,
skala, keamanan, dan penempatan tenaga kerja menjadi perhatian khusus mereka.
Kepentingan utama mereka adalah situasi nasional atas cabang tiap MNE dan hubungannya
dengan cabang yang lain. Organisasi internasional serikat dagang juga dikaitkan dengan
penambahan informasi tentang transaksi terkait kelompok-kelompok dan penetapan praktek
harga transfer sebagai basis untuk perumusan keseluruhan kebijakan ke arah MNEs.

3. INVESTOR

Investor, termasuk analis keuangan, adalah mereka yang mempunyai akses dan
menggunakan laporan perusahaan dan informasi lain yang dipublikasikan sebagai dasar
keputusan investasi. Utamanya adalah investor di anak perusahaan. Kepentingan investor
untuk memperoleh informasi dari perusahaan diwakili oleh organisasi analis keuangan
internasional. Di samping tambahan pengungkapan informasi dan informasi mengenai
CHAPTER 7

prospek masa depan, investor dan analis keuangan juga memberi perhatian terhadap
kekurangan dalam komparabilitas yang tersedia. Organisasi yang memperhatikan
kekurangan terhadap analisis dan perbandingan laporan keuangan perusahaan yang berbeda-
beda contohnya International Coordinating Commitee of Financial Analyst Association
(ICCFAA). Organisasi penting lain dalam bidang peraturan pasar modal dan proteksi investor
adalah International Organization of Securities Commissions (IOSCO). Sehubungan dengan
informasi yang diungkapkan, investor hanya mempertimbangkan hasil MNE secara
keseluruhan yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi dan bukan yang terpisah-
pisah. Meski demikian, analisis hasil secara keseluruhan ini sering memerlukan pemahaman
tentang profitabilitas, tingkat resiko, kinerja relatif, dan pertumbuhan potensial dari setiap
komponen. Karena hasil keseluruhan suatu prusahaan merupakan gabungan dari unsur-unsur
tersebut maka investor pun tertarik dengan informasi segmental. Oleh karena itu, jenis
informasi yang relevan bagi investor dan analis keuangan adalah yang berhubungan dengan
kinerja dan prospek masa depan operasi MNE secara menyeluruh.

4. BANKIR DAN KREDITOR

Sama dengan investor, informasi yang dibutuhkan oleh bankir dan kreditor adalah
difokuskan pada informasi perusahaan yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, dan
prospek masa depan. Di negara-negara di mana bankir dan kreditor lain merupakan sumber
keuangan yang lebih penting dibandingkan dengan pemegang saham, seperti di Jerman,
Perancis, dan Jepang, maka akan mempunyai pengaruh konservatif dalam pengukuran kinerja
dan kekayaan perusahaan yang diungkapkan. Dalam konteks penyelarasan akuntansi
internasional, organisasi perbankan internasional terlibat dalam mendukung supaya informasi
dari kliennya, pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan lebih komparabel. Di antara
yang terpenting adalah bank pembangunan internasional, misalnya the Asian Development
Bank, the European Development Bank, the European Bank for Reconstruction and
Development, the International Bank for Reconstruction and Development, dan the World
Bank. Bank Internasional sering mensyaratkan laporan keuangan spesial dan begitu juga
International Finance Corporation sehingga mereka menerbitkan booklet instruksi detail
tentang standar akuntansi dan pelaporan. Hal ini akan berdampak pada praktek di banyak
negara berkembang.

5. PARA AKUNTAN DAN AUDITOR


CHAPTER 7

Peran akuntan sebagai penyedia dan pengguna informasi dalam MNEs merupakan salah
satu hal yang penting. Ini diperkuat dengan peran akuntan sebagai auditor atau pemeriksa
laporan perusahaan yang dikeluarkan oleh MNEs untuk pihak luar. Bersamaan dengan
tumbuhnya perusahaan akuntan publik internasional, sebagai respons atas perkembangan
MNEs mendorong pengembangan organisasi profesi yang aktif dalam penyelarasan akuntansi
dan pelaporan. Ada beberapa organisasi profesi internasional utama, yaitu: International
Accounting Standards Board (IASB) IASB sangat erat hubungannya dengan IFAC, tetapi
masing-masing mempunyai tanggung jawab yang berbeda. IASB bertanggung jawab untuk
mengembangkan standar akuntansi internasional, sedangkan IFAC bertanggung jawab untuk
menyebarluaskan petunjuk dan standar auditing internasional. International Accounting
Standard Committee (IASC) didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi profesi Australia,
Kanada, Jerman, Irlandia, Jepang, Mexico, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Pada
tahun 2000, IASC mempunyai keanggotaan sebanyak 143 organisasi dari 104 negara
termasuk anggota pendiri. Pada bulan Mei 2000, IASC secara formal telah diatur dan diganti
namanya menjadi IASB, hal ini dikarenakan perlunya suatu badan yang lebih independent
untuk memberikan pelayanan publik yang lebih luas. Tujuan dari IASB adalah: Merumuskan
dan menerbitkan standar akuntansi untuk kepentingan umum dalam upaya penyajian laporan
keuangan dan mempromosikannya supaya diterima di seluruh dunia. Bekerja untuk
mengembangkan dan menyelaraskan peraturan, standar akuntansi dan prosedur yang
berhubungan dengan penyajian laporan keuangan. Dalam praktek, tujuan standar akuntansi
internasional adalah untuk mencapai suatu tingkat perbandingan yang akan membantu
investor dalam membuat keputusan juga untuk mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan
oleh MNEs dalam mempersiapkan berbagai pengaturan pilihan akun dan pelaporan. Dalam
menyusun suatu standar akuntansi internasional, IASB banyak mengalami hambatan sebagai
berikut: Penerimaan dunia terhadap IFRs, contohnya SEC menginginkan rekonsiliasi IFRs ke
U.S.GAAP. Dalam menyusun standar akuntansi, IASB mengalami konflik internal, apakah
standar tersebut harus disusun ulang atau dengan mengadopsi dari prinsip-prinsip yang telah
beraku secara umum.. Ketidakpatuhan negara-negara dalam menyajikan laporan keuangan
sesuai dengan standar akuntansi Internasional. International Federation of Accountans
(IFAC) IFAC terkait sebagian besar dengan pengumuman resmi mengenai petunjuk dan
standar auditing internasional. IFAC bekerja untuk melayani kepentingan publik dan
memperkuat ekonomi internasional dan profesi akuntansi dengan menentukan dan
mengumumkan standar kualitas yang tinggi dengan mempromosikan konvergensi
internasional atas standar-standar tersebut. The International Auditing and Assurance
CHAPTER 7

Standards Board (IAASB) diciptakan sebagai badan penetapan standar yang independen di
bawah arahan dari IFAC untuk menciptakan standar auditing yang berkualitas dalam rangka
meningkatkan kepercayaan publik di terhadap profesi akuntansi. 3. International Forum on
Accountancy Development (IFAD) IFAD dibentuk karena adanya krisis keuangan di Asia.
IAFD dimaksudkan untuk menjadi wadah dimana regulator, institusi keuangan internasional,
investor dan perwakilan dari profesi akuntansi dan auditing duduk bersama untuk
memastikan penurunan ekonomi seperti krisis keuangan di Asia tidak akan terulang. IAFD
tengah melakukan review dari negara ke negara terhadap standar akuntansi, etika dan
prosedur, penguasaan perusahaan, bank dan hukum perusahaan. 4. International Assosiation
for Accounting Education And Research (IAAER) The International Assosiation for
Accounting Education and Research (IAAER) dibentuk untuk membantu mempromisikan
keunggulan dalam pendidikan akuntansi dan untuk memastikan bahwa pendidikan membuat
suatu kontribusi substansial kepada pengembangan standar internasional yang berkualitas
tinggi.

6. DEBAT PENYELARASAN DAN PENGUNGKAPAN INTERNASIONAL

Harmonisasi dan pengungkapan akuntansi mungkin menolong mengembalikan


keseimbangan persaingan antara MNEs dan perusahan domestik negara tuan rumah dan
meningkatkan posisi penawaran pemerintah tuan rumah. Akan tetapi peraturan adalah
penting sebagai alternatif atau suplemen untuk menekan dorongan pasar dalam negara-negara
tuan rumah dan pasar keuangan internasional yang terlihat mengandalkan pada perluasan
lingkungan internasional yang lebih kompetitif.