Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

Salah satu produk makanan seperti mie basah memiiki kadar air yang tergolong tinggi sehingga
daya awetnya rendah. Penyimpanan mie basah pada suhu kamar selama 40 jam menyebabkan
tumbuhnya kapang. Untuk itu, dalam pembuatan mie basah diperlukan bahan pengawet agar mie
bisa bertahan lebih lama.
Mungkin karena faktor ketidaktahuan banyak produsen yang menggunakan formalin sebagai
pengawet. Selain memberikan daya awet, bahan tersebut juga murah harganya dan dapat
memperbaiki kualitas produk makanan. Menurut beberapa produsen, penggunaan formalin pada
produk makanan akan menghasilkan produk yang lebih awet, yaitu dapat disimpan hingga 4 hari.
Menurut Winarno dan Rahayu (1994), pemakaian formalin pada makanan dapat menyebabkan
keracunan pada tubuh manusia. Gejala yang biasa timbul antara lain sukar menelan, sakit perut
akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, timbulnya depresi susunan saraf, atau gangguan
peredaran darah. Konsumsi formalin pada dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi
(kejang-kejang), haematuri (kencing darah), dan haimatomesis (muntah darah) yang berakhir
dengan kematian injeksi formalin dengan dosis 100 gram dapat mengakibatkan kematian dalam
waktu 3 jam. Oleh karena itu perlu diakukan praktikum tentang uji formalin pada beberapa produk
makanan.